Mukaddimah
Sunan Darimi | Hadits No. : 424
أَخْبَرَنَا أَبُو مَعْمَرٍ إِسْمَعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي جَعْفَرٍ الرَّازِيُّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ الرَّبِيعِ عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ قَالَ كُنَّا نَأْتِي الرَّجُلَ لِنَأْخُذَ عَنْهُ فَنَنْظُرُ إِذَا صَلَّى فَإِنْ أَحْسَنَهَا جَلَسْنَا إِلَيْهِ وَقُلْنَا هُوَ لِغَيْرِهَا أَحْسَنُ وَإِنْ أَسَاءَهَا قُمْنَا عَنْهُ وَقُلْنَا هُوَ لِغَيْرِهَا أَسْوَأُ قَالَ أَبُو مَعْمَرٍ لَفْظُهُ نَحْوُ هَذَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu Ma’mar Isma’il bin Ibrahim} telah mengabarkan kepada kami {Abdullah bin Abu Ja’far Ar Razi} dari {ayahnya} dari {Ar Rabi’} dari {Abul ‘Aliyah} ia berkata: “Dahulu kami jika menemui seseorang untuk mengambil (ilmu) nya, maka kami melihat (bagaimana) shalatnya, jika ia baik dalam menunaikannya, kami duduk dengannya, lalu kami berkata: Dia (dalam amalan selain shalat) pasti lebih baik, tetapi jika ia buruk dalam menunaikannya, maka kami segera beranjak pergi meninggalkannya, lalu kami katakan: ‘Dia (dalam amalan selain shalat) pasti lebih buruk”. Abu Ma’mar berkata: “Redaksinya seperti ini”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 425
أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ قَالَ لَا أَدْرِي سَمِعْتُهُ مِنْهُ أَوْ لَا ابْنُ عَوْنٍ عَنْ مُحَمَّدٍ إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِينٌ فَانْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ دِينَكُمْ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu ‘Ashim} ia berkata: “Aku tidak tahu mendengarnya dari dia atau bukan {Ibnu ‘Aun} dari {Muhammad} ia berkata: “Sesungguhnya ilmu ini adalah (bagian dari) agama, karena itu hendaklah kalian perhatikan dari siapa kalian mengambil agama kalian”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 426
أَخْبَرَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى قَالَ قُلْتُ لِطَاوُسٍ إِنَّ فُلَانًا حَدَّثَنِي بِكَذَا وَكَذَا قَالَ فَإِنْ كَانَ صَاحِبُكَ مَلِيًّا فَخُذْ عَنْهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Marwan bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Abdul Aziz} dari {Sulaiman bin Musa} ia berkata: “Aku pernah berkata kepada {Thawus}: ‘Sesungguhnya si fulan menceritakan kepadaku begini dan begini’, dia berkata: ‘Jika ia bersikap mulia, ambillah haditsnya”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 427
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ هِشَامِ بْنِ حُجَيْرٍ عَنْ طَاوُسٍ قَالَ جَاءَ بُشَيْرُ بْنُ كَعْبٍ إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ فَجَعَلَ يُحَدِّثُهُ فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ أَعِدْ عَلَيَّ الْحَدِيثَ الْأَوَّلَ قَالَ لَهُ بُشَيْرٌ مَا أَدْرِي عَرَفْتَ حَدِيثِي كُلَّهُ وَأَنْكَرْتَ هَذَا أَوْ عَرَفْتَ هَذَا وَأَنْكَرْتَ حَدِيثِي كُلَّهُ فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ إِنَّا كُنَّا نُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ لَمْ يَكُنْ يُكْذَبُ عَلَيْهِ فَلَمَّا رَكِبَ النَّاسُ الصَّعْبَ وَالذَّلُولَ تَرَكْنَا الْحَدِيثَ عَنْهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Ahmad} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Hisyam bin Hujair} dari {Thawus} ia berkata: “Basyir bin Ka’ab pernah datang menemui Ibnu Abbas, lalu ia menceritakan hadits kepadanya, lalu {Ibnu Abbas} berkata: ‘Tolong ulangi hadits yang pertama’, Basyir berkata kepadanya: ‘Aku tidak tahu apakah kamu mengakui semua hadisku, atau kamu menolak hadits yang ini dan mengakui yang ini, atau menolak seluruh haditsku?. Lalu Ibnu Abbas berkata: ‘Kami menceritakan hadits dari Rasulullah saw. ketika tidak ada kebohongan atas nama Nabi saw. Namun ketika manusia menemui kesulitan (membedakan kejujuran perawi) dan menceritakan hadis diperlonggar, kami menahan diri untuk tidak meriwayatkan hadits dari beliau’ “.
Sunan Darimi | Hadits No. : 428
أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ أَبَانَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ ابْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كُنَّا نَحْفَظُ الْحَدِيثَ وَالْحَدِيثُ يُحْفَظُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى رَكِبْتُمْ الصَّعْبَ وَالذَّلُولَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Isma’il bin `Aban} ia berkata: “telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Al Mubarak} dari {Ma’mar} dari {Ibnu Thawus} dari {ayahnya} dari {Ibnu Abbas} ia berkata: ‘Dahulu kami menjaga hadits dan hadits senantiasa terjaga dari Rasulullah saw. hingga kalian menemui kesulitan (membedakan kejujuran perawi) dan menceritakan hadis diperlonggar”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 429
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ لَيْثٍ عَنْ طَاوُسٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ يُوشِكُ أَنْ يَظْهَرَ شَيَاطِينُ قَدْ أَوْثَقَهَا سُلَيْمَانُ يُفَقِّهُونَ النَّاسَ فِي الدِّينِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Yusuf} dari {Sufyan} dari {Laits} dari {Thawus} dari {Abdullah bin ‘Amr} ia berkata: “Hampir saja setan-setan (yang pernah tunduk kepada Nabi Sulaiman ‘alaihissalam menampakkan diri dan mengajarkan manusia tentang agama”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 430
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا زَائِدَةُ عَنْ هِشَامٍ عَنْ مُحَمَّدٍ قَالَ انْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ هَذَا الْحَدِيثَ فَإِنَّهُ دِينُكُمْ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ahmad bin Abdullah} telah menceritakan kepada kami {Za`idah} dari {Hisyam} dari {Muhammad} ia berkata: “Hendaklah kalian meneliti dari siapa kalian mengambil hadits ini, karena ia (merupakan bagian dari) agama kalian”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 431
أَخْبَرَنَا مُوسَى بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ عَنْ أَبِيهِ قَالَ لِيُتَّقَى مِنْ تَفْسِيرِ حَدِيثِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا يُتَّقَى مِنْ تَفْسِيرِ الْقُرْآنِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Musa bin Khalid} telah menceritakan kepada kami {Mu’tamir} dari {ayahnya} ia berkata: “Hendaknya seseorang bersikap hati-hati dalam menafsirkan hadits Rasulullah saw. sebagaimana ia bersikap hati-hati dalam menafsirkan Al Qur`an”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 432
أَخْبَرَنَا صَدَقَةُ بْنُ الْفَضْلِ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ أَمَا تَخَافُونَ أَنْ تُعَذَّبُوا أَوْ يُخْسَفَ بِكُمْ أَنْ تَقُولُوا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ وَقَالَ فُلَانٌ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Shadaqah bin Al Fadl} telah menceritakan kepada kami {Mu’tamir} dari {ayahnya} ia berkata: ” {Ibnu Abbas} pernah berkata: ‘Tidakkah kalian takut akan diadzab atau ditenggelamkan jika kalian mengatakan: Rasulullah saw. bersabda dan si fulan berkata “.
Sunan Darimi | Hadits No. : 433
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ بِشْرٍ حَدَّثَنَا الْمُعَافَى عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ قَالَ كَتَبَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ إِنَّهُ لَا رَأْيَ لِأَحَدٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ وَإِنَّمَا رَأْيُ الْأَئِمَّةِ فِيمَا لَمْ يَنْزِلْ فِيهِ كِتَابٌ وَلَمْ تَمْضِ بِهِ سُنَّةٌ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا رَأْيَ لِأَحَدٍ فِي سُنَّةٍ سَنَّهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Al Hasan bin bisyr} telah menceritakan kepada kami {Al Mu’afi} dari {Al ‘Auza’i} ia berkata: ” {Umar bin Abdul Aziz} pernah menulis surat (yang isinya): ‘Tidak boleh ada pendapat seseorang mengenai hal-hal yang telah diputuskan dalam kitabullah. Hanyasanya pendapat para Imam dalam hal-hal yang belum ada penjelasannya dalam Al quran, atau sunnah Rasulullah saw. belum menjelaskannya, dan tidak ada pula pendapat seseorang dalam sunnah yang telah di sunnahkan oleh Rasullah saw.”.