Mukaddimah
Sunan Darimi | Hadits No. : 191
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي خَلَفٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سُلَيْمٍ قَالَ سَمِعْتُ دَاوُدَ بْنَ أَبِي هِنْدٍ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ قَالَ أَوَّلُ مَنْ قَاسَ إِبْلِيسُ وَمَا عُبِدَتْ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ إِلَّا بِالْمَقَايِيسِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Ahmad bin Abu Khalaf} telah menceritakan kepada kami {Yahya bin sulaim} ia berkata: “Aku pernah mendengar {Daud bin Hindun} dari {Ibnu Sirin} rahimahullahu, ia berkata: ‘ Yang pertama-tama menggunakan qiyas adalah iblis, dan tidaklah matahari dan bulan disembah melainkan karena alasan qiyas'”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 192
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ عَنْ ابْنِ شَوْذَبٍ عَنْ مَطَرٍ عَنْ الْحَسَنِ أَنَّهُ تَلَا هَذِهِ الْآيَةَ { خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ } قَالَ قَاسَ إِبْلِيسُ وَهُوَ أَوَّلُ مَنْ قَاسَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Katsir} dari {Ibnu Syaudzab} dari {Mathar} dari {Al Hasan}: ” ia membaca ayat ini: “KHALAQTANII MIN NAARIN WA KHALAQTAHU MIN THIIN” (Engkau ciptakan aku dengan api dan Engkau ciptakan ia dengan tanah) -Qs. Al A’raf: 7-, ia berkata: ‘ Iblis telah melakukan qiyas, dan dialah yang pertama kali melakukan qiyas'”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 193
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ مَسْرُوقٍ أَنَّهُ قَالَ إِنِّي أَخَافُ أَوْ أَخْشَى أَنْ أَقِيسَ فَتَزِلَّ قَدَمِي
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Amr bin ‘Aun} telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Awanah} dari {Isma’il bin Abu Khalid} dari {As Sya’bi} dari {Masruq} bahwa ia berkata: ” Aku takut atau khawatir melakukan qiyas lalu tergelincirlah kakiku”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 194
أَخْبَرَنَا صَدَقَةُ بْنُ الْفَضْلِ حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ الْأَحْمَرُ عَنْ إِسْمَعِيلَ عَنْ الشَّعْبِيِّ قَالَ وَاللَّهِ لَئِنْ أَخَذْتُمْ بِالْمَقَايِيسِ لَتُحَرِّمُنَّ الْحَلَالَ وَلَتُحِلُّنَّ الْحَرَامَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Shadaqah bin Al Fadl} telah menceritakan kepada kami {Abu Khalid Al `Ahmar} dari {Isma’il} dari {As Sya’bi} ia berkata: ” Demi Allah jika kalian menggunakan qiyas niscaya kalian akan mengharamkan yang halal dan akan menghalalkan yang haram”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 195
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ بِشْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ إِسْمَعِيلَ عَنْ عَامِرٍ أَنَّهُ قَالَ كَانَ يَقُولُ مَا أَبْغَضَ إِلَيَّ أَرَأَيْتَ أَرَأَيْتَ يَسْأَلُ الرَّجُلُ صَاحِبَهُ فَيَقُولُ أَرَأَيْتَ وَكَانَ لَا يُقَايِسُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Al Hasan bin Bisyr} telah menceritakan kepada kami {ayahku} dari {Isma’il} dari {‘Amir} Bahwasanya ia berkata: ” Suatu hal yang paling membangkitkan kemarahanku adalah jika seseorang bertanya menurut anda bagaimana, menurut anda bagaimana. Seorang bertanya kepada temannya: ‘menurut anda bagaimana’. Dan Amir tidak melakukan qiyas'”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 196
أَخْبَرَنَا صَدَقَةُ بْنُ الْفَضْلِ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ الزِّبْرِقَانِ قَالَ نَهَانِي أَبُو وَائِلٍ أَنْ أُجَالِسَ أَصْحَابَ أَرَأَيْتَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Shadaqah bin Al Fadl} telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Az Zibriqan} ia berkata: ” {Abu Wa`il} melarangku untuk duduk-duduk bersama orang yang (sering menanyakan) dengan ucapan ‘bagaimana menurut anda”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 197
أَخْبَرَنَا صَدَقَةُ بْنُ الْفَضْلِ أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ إِسْمَعِيلَ عَنْ الشَّعْبِيِّ قَالَ لَوْ أَنَّ هَؤُلَاءِ كَانُوا عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَنَزَلَتْ عَامَّةُ الْقُرْآنِ يَسْأَلُونَكَ يَسْأَلُونَكَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Shadaqah bin Al Fadl} telah menceritakan kepada kami {Ibnu ‘Uyainah} dari {Isma’il} dari {As Sya’bi} ia berkata: ” Sekiranya mereka itu berada pada zaman Nabi saw., niscaya kebanyakan ayat Al Qur`an yang turun adalah YAS`ALUUNAKA, YAS`ALUUNAKA (mereka bertanya kepadamu)”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 198
أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ أَبَانَ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدٌ هُوَ ابْنُ طَلْحَةَ عَنْ مَيْمُونٍ أَبِي حَمْزَةَ قَالَ قَالَ لِي إِبْرَاهِيمُ يَا أَبَا حَمْزَةَ وَاللَّهِ لَقَدْ تَكَلَّمْتُ وَلَوْ وَجَدْتُ بُدًّا مَا تَكَلَّمْتُ وَإِنَّ زَمَانًا أَكُونُ فِيهِ فَقِيهَ أَهْلِ الْكُوفَةِ زَمَانُ سُوءٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Isma’il bin `Abaan} telah mengabarkan kepadaku {Muhammad Ibnu Thalhah}, dari {Maimun Abu Hamzah} ia berkata: ” {Ibrahim} berkata kepadaku: ‘Wahai Abu Hamzah, demi Allah, aku telah berkata (berfatwa), sekiranya ada yang menggantikan, aku tidak mau berkata (berfatwa), sesungguhnya zaman saat aku menjadi seorang ahli fikih kota Kufah adalah zaman yang tidak baik”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 199
أَخْبَرَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ لَيْثٍ عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ قَالَ عُمَرُ إِيَّاكَ وَالْمُكَايَلَةَ يَعْنِي فِي الْكَلَامِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu Nu’aim} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Laits} dari {Mujahid} ia berkata: ” {Umar} radliallahu ‘anhu berkata: ‘ Berhati-hatilah dengan mengqiyaskan sesuatu” Yaitu dalam perkataan.
Sunan Darimi | Hadits No. : 200
أَخْبَرَنَا حَجَّاجٌ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الْهُذَلِيُّ عَنْ الشَّعْبِيِّ قَالَ شَهِدْتُ شُرَيْحًا وَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ مُرَادٍ فَقَالَ يَا أَبَا أُمَيَّةَ مَا دِيَةُ الْأَصَابِعِ قَالَ عَشْرٌ عَشْرٌ قَالَ يَا سُبْحَانَ اللَّهِ أَسَوَاءٌ هَاتَانِ جَمَعَ بَيْنَ الْخِنْصِرِ وَالْإِبْهَامِ فَقَالَ شُرَيْحٌ يَا سُبْحَانَ اللَّهِ أَسَوَاءٌ أُذُنُكَ وَيَدُكَ فَإِنَّ الْأُذُنَ يُوَارِيهَا الشَّعْرُ وَالْكُمَّةُ وَالْعِمَامَةُ فِيهَا نِصْفُ الدِّيَةِ وَفِي الْيَدِ نِصْفُ الدِّيَةِ وَيْحَكَ إِنَّ السُّنَّةَ سَبَقَتْ قِيَاسَكُمْ فَاتَّبِعْ وَلَا تَبْتَدِعْ فَإِنَّكَ لَنْ تَضِلَّ مَا أَخَذْتَ بِالْأَثَرِ قَالَ أَبُو بَكْرٍ فَقَالَ لِي الشَّعْبِيُّ يَا هُذَلِيُّ لَوْ أَنَّ أَحْنَفَكُمْ قُتِلَ وَهَذَا الصَّبِيُّ فِي مَهْدِهِ أَكَانَ دِيَتُهُمَا سَوَاءً قُلْتُ نَعَمْ قَالَ فَأَيْنَ الْقِيَاسُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Hajjaj Al Bashri} telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar Al Hudzali} dari {As Sya’bi}: “Aku pernah menyaksikan {Syuraih}, lalu seseorang dari Murad mendatanginya, ia bertanya: ‘Wahai Abu `Umayyah, apa diyat nya jari-jemari itu? ‘, ia menjawab: ‘Sepuluh, sepuluh’, laki-laki itu berkata: ‘Subhanallah, apakah kedua jari ini disamakan, bagaimana mungkin antara kelingking dengan ibu jari disamakan diatnya? ‘. Saat itu Syuraih menjawab: ‘Bukankah sama antara telinga dan tanganmu?, bukankah telinga dikelilingi rambut, topi, dan surban. Dengan posisinya yang demikian, apakah terus diatnya setengah dan diat tangan juga setengah?. Sayang sekali, sunnah telah lebih dulu memberikan keputusan hukum dibandingkan qiyas yang kamu lakukan. Ikutilah sunnah dan janganlah kamu membuat bid`ah. Sungguh kamu tidak akan tersesat jika mengikuti atsar. Abu Bakar berkata ‘As Sya’bi bertanya kepadaku: ‘Wahai Hudzali, jika seorang yang pincang diantara kalian dibunuh, kemudian ada seorang bayi dibunuh, apakah diat nya sama?. Saat itu aku menjawab: ‘ya, sama’. Kemudian, ia (As Sya’bi) berkata: ‘Jika demikian mengapa dalam masalah ini qiyas tidak berlaku? ‘”.