Mukaddimah

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Darimi | Hadits No. : 241

أَخْبَرَنَا جَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ النَّاسِ وَلَكِنْ قَبْضُ الْعِلْمِ قَبْضُ الْعُلَمَاءِ فَإِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ja’far bin ‘Aun} telah mengabarkan kepada kami {Hisyam} dari {ayahnya} dari {Abdullah bin ‘Amr} ia berkata: “Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Allah tidak akan mencabut ilmu dari manusia secara langsung, akan tetapi dicabutnya ilmu itu dengan diwafatkannya para ulama`, sehingga ketika tidak tersisa seorang ulama` pun, manusia akan menjadikan orang-orang yang bodoh sebagai pemimpin, lalu mereka ditanya dan mereka berfatwa tanpa dasar ilmu, mereka itu sesat dan menyesatkan’ “.

Sunan Darimi | Hadits No. : 242

أَخْبَرَنَا مُوسَى بْنُ خَالِدٍ أَخْبَرَنَا مُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ الْحَجَّاجِ عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ الْقَاسِمِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مَوْلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ خُذُوا الْعِلْمَ قَبْلَ أَنْ يَذْهَبَ قَالُوا وَكَيْفَ يَذْهَبُ الْعِلْمُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ وَفِينَا كِتَابُ اللَّهِ قَالَ فَغَضِبَ لَا يُغْضِبُهُ اللَّهُ ثُمَّ قَالَ ثَكِلَتْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ أَوَلَمْ تَكُنِ التَّوْرَاةُ وَالْإِنْجِيلُ فِي بَنِي إِسْرَائِيلَ فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمْ شَيْئًا إِنَّ ذَهَابَ الْعِلْمِ أَنْ يَذْهَبَ حَمَلَتُهُ إِنَّ ذَهَابَ الْعِلْمِ أَنْ يَذْهَبَ حَمَلَتُهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Musa bin Khalid} telah mengabarkan kepada kami {Mu’tamir bin Sulaiman} dari {Al Hajjaj} dari {‘Auf bin Malik} dari {Al Qasim Abu Abdur Rahman} -bekas budak Abdur Rahman bin Yazid-, dari {Abu Umamah} dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Ambilah ilmu sebelum ia hilang’, mereka bertanya: ‘Bagaimana ilmu bisa hilang wahai Nabi Allah, sedang Al Qur`an masih berada bersama kami? ‘, perawi berkata: ‘lalu beliau marah’, seraya berkata: ‘TSAKILATKUM UMMAHATUKUM, Bukankah Taurat dan Injil ada bersama Bani Isra`il tetapi keduanya tidak memberikan manfaat bagi mereka? ‘, sesungguhnya hilangnya ilmu itu dengan wafatnya para pemegangnya, sesungguhnya hilangnya ilmu itu dengan wafatnya para pemegangnya’ “.

Sunan Darimi | Hadits No. : 243

حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا ثَابِتُ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا هِلَالٌ هُوَ ابْنُ خَبَّابٍ قَالَ سَأَلْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ قُلْتُ يَا أَبَا عَبْدِ اللَّهِ مَا عَلَامَةُ هَلَاكِ النَّاسِ قَالَ إِذَا هَلَكَ عُلَمَاؤُهُمْ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu An Anu’man} telah menceritakan kepada kami {Tsabit bin Yazid} telah menceritakan kepada kami {Hilal Ibnu Khabbab}, ia berkata: “Aku pernah bertanya kepada {Sa’id bin Jubair}: Wahai Abu Abdullah, apa saja tanda kehancuran manusia?, lalu ia menjawab: ‘Jika ulama` mereka telah rusak’ “.

Sunan Darimi | Hadits No. : 244

أَخْبَرَنَا مَالِكُ بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا مَسْعُودُ بْنُ سَعْدٍ الْجُعْفِيُّ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رُبَيِّعَةَ عَنْ سَلْمَانَ قَالَ لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا بَقِيَ الْأَوَّلُ حَتَّى يَتَعَلَّمَ أَوْ يُعَلِّمَ الْآخِرَ فَإِنْ هَلَكَ الْأَوَّلُ قَبْلَ أَنْ يُعَلِّمَ أَوْ يَتَعَلَّمَ الْآخِرُ هَلَكَ النَّاسُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Malik bin Isma’il} telah menceritakan kepada kami {Mas’ud bin Sa’ad Al Ju’fi} dari {‘Atha` bin As Sa`ib} dari {Abdullah bin Rabi’ah} dari {Salman} ia berkata: “Manusia akan tetap dalam keadaan baik-baik saja, selama ada generasi awal hingga ia belajar atau mengajar generasi yang selanjutnya, apabila generasi awal tiada sebelum ia belajar atau mengajar generasi selanjutnya maka manusia akan hancur lebur”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 245

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّلْتِ حَدَّثَنَا أَبُو كُدَيْنَةَ عَنْ قَابُوسَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ هَلْ تَدْرُونَ مَا ذَهَابُ الْعِلْمِ قُلْنَا لَا قَالَ ذَهَابُ الْعُلَمَاءِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin As Shalt} telah menceritakan kepada kami {Abu Kudainah} dari {Qabus} dari {ayahnya} dari {Ibnu Abbas} radliallau ‘anhu ia berkata: “Apakah kalian tahu apa yang dimaksud dengan hilangnya ilmu itu?, kami menjawab: ‘(kami) tidak tahu’, ia berkata: ‘Meninggalnya para ulama`’ “.

Sunan Darimi | Hadits No. : 246

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَسْعَدَ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ قَالَ حُذَيْفَةُ أَتَدْرِي كَيْفَ يُنْقَصُ الْعِلْمُ قَالَ قُلْتُ كَمَا يُنْفَضُ الثَّوْبُ وَكَمَا يَقْسُو الدِّرْهَمُ قَالَ لَا وَإِنَّ ذَلِكَ لَمِنْهُ قَبْضُ الْعِلْمِ قَبْضُ الْعُلَمَاءِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin As’ad} telah menceritakan kepada kami {Abu bakar} dari {‘Ashim} dari {Abu wa`il} ia berkata: ” {Hudzaifah} pernah berkata: ‘Apakah kamu tahu bagaimana cara ilmu itu berkurang? ‘ aku menjawab: ‘Seperti berkurangnya baju, dan seperti berkurangnya dirham’. Lalu ia berkata: ‘tidak demikian’, sesungguhnya itu bagian darinya, tetapi hilangnya ilmu dengan sebab wafatnya para ulama`’ “.

Sunan Darimi | Hadits No. : 247

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّلْتِ عَنْ مَنْصُورِ بْنِ أَبِي الْأَسْوَدِ عَنْ حُصَيْنٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ مَا لِي أَرَى عُلَمَاءَكُمْ يَذْهَبُونَ وَجُهَّالَكُمْ لَا يَتَعَلَّمُونَ فَتَعَلَّمُوا قَبْلَ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ فَإِنَّ رَفْعَ الْعِلْمِ ذَهَابُ الْعُلَمَاءِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin As Shalt} dari {Mansur bin Abu Al `Aswad} dari {Hushain} dari {Salim bin Abu Al Ja’d} dari {Abu Darda`} radliallahu ‘anhu ia berkata: ” Mengapa aku melihat para ulama` kalian wafat sedang orang-orang bodoh diantara kalian tidak (mau) belajar?, hendaklah kalian belajar sebelum ilmu itu diangkat, karena pengangkatan ilmu itu dengan kepergian (wafat) -nya para ulama`”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 248

أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَسَدٍ أَبُو عَاصِمٍ حَدَّثَنَا عَبْثَرٌ عَنْ بُرْدٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ النَّاسُ عَالِمٌ وَمُتَعَلِّمٌ وَلَا خَيْرَ فِيمَا بَعْدَ ذَلِكَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ahmad bin Asad Abu ‘Ashim} telah menceritakan kepada kami {‘Abtsar} dari {Burd} dari {Sulaiman bin Musa} dari {Abu Darda`} radliallahu ‘anhu ia berkata: “Manusia itu (terbagi menjadi dua) golongan, yang berilmu serta pelajar (pemburu ilmu), sungguh tidak ada kebaikan pada golongan yang ketiga”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 249

أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَسَدٍ أَبُو عَاصِمٍ حَدَّثَنَا عَبْثَرٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ مُعَلِّمُ الْخَيْرِ وَالْمُتَعَلِّمُ فِي الْأَجْرِ سَوَاءٌ وَلَيْسَ لِسَائِرِ النَّاسِ بَعْدُ خَيْرٌ
Terjemahan: Telah menghabarakan kepada kami {Ahmad bin Asad Abu ‘Ashim} telah menceritakan kepada kami {‘Abtsar} dari {Al A’masy} dari {Salim} dari {Abu Darda`} radliallahu ‘anhu ia berkata: “Orang yang mengajari kebaikan dan yang belajar terhadapnya mempunyai pahala sama, dan tidak ada lagi kebaikan setelah dua hal tersebut”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 250

أَخْبَرَنَا قَبِيصَةُ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ اغْدُ عَالِمًا أَوْ مُتَعَلِّمًا أَوْ مُسْتَمِعًا وَلَا تَكُنِ الرَّابِعَ فَتَهْلِكَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qabishah} telah mengabarkan kepada kami {Sufyan} dari {‘Atha` bin As Sa`ib} dari {Al Hasan} dari {Abdullah bin mas’ud} radliallahu ‘anhu ia berkata: “Siapkanlah diri kamu (untuk menjadi) seorang ulama`, seorang pelajar, atau seorang pendengar setia, dan janganlah kamu menjadi (bagian) dari yang keempat, niscaya kamu akan celaka”.