Mukaddimah

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Darimi | Hadits No. : 104

أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا حَفْصٌ عَنْ أَشْعَثَ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ أَنَّهُ كَانَ لَا يَقُولُ بِرَأْيِهِ إِلَّا شَيْئًا سَمِعَهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abdullah bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Hafsh} dari {`Asy’ats} dari {Ibnu Sirin}: “Bahwasanya ia tidak pernah berkata dengan pendapatnya kecuali sesuatu yang pernah ia dengar”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 105

أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَثَّامٌ عَنْ الْأَعْمَشِ قَالَ مَا سَمِعْتُ إِبْرَاهِيمَ يَقُولُ بِرَأْيِهِ فِي شَيْءٍ قَطُّ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abdullah bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {‘Atstsam} dari {Al A’masy} ia berkata: ” Aku sama sekali tidak pernah mendengar {Ibrahim} menjawab suatu hal dengan akalnya semata”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 106

أَخْبَرَنَا أَبُو النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ مَا قُلْتُ بِرَأْيِي مُنْذُ ثَلَاثُونَ سَنَةً قَالَ أَبُو هِلَالٍ مُنْذُ أَرْبَعِينَ سَنَةً
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu An Nu’man} telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Awanah} dari {Qatadah} ia berkata: ” Aku tidak pernah berpendapat dengan pendapatku semata sejak tiga puluh tahun yang lalu. {Abu Hilal} berkata: “Bahkan sejak empat puluh tahun”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 107

حَدَّثَنَا مَخْلَدُ بْنُ مَالِكٍ حَدَّثَنَا حَكَّامُ بْنُ سَلْمٍ عَنْ أَبِي خَيْثَمَةَ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ رُفَيْعٍ قَالَ سُئِلَ عَطَاءٌ عَنْ شَيْءٍ قَالَ لَا أَدْرِي قَالَ قِيلَ لَهُ أَلَا تَقُولُ فِيهَا بِرَأْيِكَ قَالَ إِنِّي أَسْتَحْيِي مِنْ اللَّهِ أَنْ يُدَانَ فِي الْأَرْضِ بِرَأْيِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Makhlad bin Malik} telah menceritakan kepada kami {Hakkam bin Salm} dari {Abu Khaitsamah} dari {Abdul Aziz bin Rufai’} ia berkata: {‘Atho`} ditanya tentang suatu hal, lalu ia menjawab: ‘Aku tidak tahu’ kemudian seseorang berkata: ‘mengapa kamu tidak jawab hal tersebut dengan pendapatmu (saja)? ‘, ia menjawab: ‘ Aku malu kepada Allah untuk menjadikan pendapatku sebagai pedoman di muka bumi’.”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 108

أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ أَبَانَ أَخْبَرَنِي حَاتِمٌ هُوَ ابْنُ إِسْمَعِيلَ عَنْ عِيسَى عَنْ الشَّعْبِيِّ قَالَ جَاءَهُ رَجُلٌ يَسْأَلُهُ عَنْ شَيْءٍ فَقَالَ كَانَ ابْنُ مَسْعُودٍ يَقُولُ فِيهِ كَذَا وَكَذَا قَالَ أَخْبِرْنِي أَنْتَ بِرَأْيِكَ فَقَالَ أَلَا تَعْجَبُونَ مِنْ هَذَا أَخْبَرْتُهُ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ وَيَسْأَلُنِي عَنْ رَأْيِي وَدِينِي عِنْدِي آثَرُ مِنْ ذَلِكَ وَاللَّهِ لَأَنْ أَتَعَنَّى بِعَنِيَّةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أُخْبِرَكَ بِرَأْيِي
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ismail bin Abaan} ia berkata: telah mengabarkan kepadaku {Hatim Ibnu Ismail}, dari {Isa} dari {As Sya’bi} ia berkata: “Seseorang mendatanginya dan menanyakan sesuatu, lalu ia berkata: Ibnu Mas’ud dalam masalah ini mengatakan demikian dan demikian, Ia berkata: ‘Berilah penjelasan dengan pendapatmu’, maka ia berkata: ‘ Apakah kalian tidak heran dengan kejadian ini?, aku sampaikan pendapat Ibnu Mas’ud tetapi ia malah minta (penjelasan) dari pendapatku. Padahal agamaku bagiku adalah atsar (pendapat sahabat). Demi Allah, aku ditempeli tahi dan kencing unta adalah lebih aku sukai daripada memberitakan kepadamu dengan pendapatku'”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 109

أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ أَبَانَ حَدَّثَنَا حَاتِمٌ هُوَ ابْنُ إِسْمَعِيلَ عَنْ عِيسَى عَنْ الشَّعْبِيِّ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالْمُقَايَسَةَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَئِنْ أَخَذْتُمْ بِالْمُقَايَسَةِ لَتُحِلُّنَّ الْحَرَامَ وَلَتُحَرِّمُنَّ الْحَلَالَ وَلَكِنْ مَا بَلَغَكُمْ عَنْ مَنْ حَفِظَ مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاعْمَلُوا بِهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kmi {Ismail bin Abaan} telah menceritakan kepada kami {Hatim} dari {Isa} dari {As Sya’bi} ia berkata: ” Berhati-hatilah kalian melakukan qiyas dengan semata-mata mengandalkan otak (rasio) semata, demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, jika kalian melakukannya maka kalian akan menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal, tetapi berita yang sampai kepada kalian dari para sahabat Muhammad saw. yang pandai agama, kerjakanlah”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 110

أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ عَنْ ابْنِ عَوْنٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ عَلْقَمَةَ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى عَبْدِ اللَّهِ فَقَالَ إِنَّهُ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ الْبَارِحَةَ ثَمَانِيًا قَالَ بِكَلَامٍ وَاحِدٍ قَالَ بِكَلَامٍ وَاحِدٍ قَالَ فَيُرِيدُونَ أَنْ يُبِينُوا مِنْكَ امْرَأَتَكَ قَالَ نَعَمْ قَالَ وَجَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ إِنَّهُ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ مِائَةَ طَلْقَةٍ قَالَ بِكَلَامٍ وَاحِدٍ قَالَ بِكَلَامٍ وَاحِدٍ قَالَ فَيُرِيدُونَ أَنْ يُبِينُوا مِنْكَ امْرَأَتَكَ قَالَ نَعَمْ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ مَنْ طَلَّقَ كَمَا أَمَرَهُ اللَّهُ فَقَدْ بَيَّنَ اللَّهُ الطَّلَاقَ وَمَنْ لَبَّسَ عَلَى نَفْسِهِ وَكَّلْنَا بِهِ لَبْسَهُ وَاللَّهِ لَا تُلَبِّسُونَ عَلَى أَنْفُسِكُمْ وَنَتَحَمَّلُهُ نَحْنُ هُوَ كَمَا تَقُولُونَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Sa’id bin ‘Amir} dari {Ibnu ‘Aun} dari {Muhammad bin Sirin} dari {Alqamah} ia berkata: Seseorang menemui Abdullah, ia menyampaikan uneg-unegnya bahwa ia semalam telah menceraikan isterinya sebanyak delapan kali. Ia (Abdullah) bertanya: ‘dengan satu ucapan? ‘, orang itu menjawab: ‘dengan satu ucapan’. Abdullah bertanya: Terus mereka menginginkan agar kamu (menthalaq) ba`in isterimu’?, ia menjawab: ‘Ya, benar’. Kemudian (‘Alqamah) menceritakan lagi: ” Dan juga pernah Abdullah didatangi seseorang dan menceritakan bahwa ia telah menceraikan isterinya seratus kali’. Abdullah bertanya: ‘dengan satu ucapan? ‘, ia menjawab: ‘ya, dengan satu ucapan’. Lalu Abdullah bertanya: ‘terus mereka menginginkan agar kamu (menthalaq) ba`in isterimu? ‘, ia menjawab: ‘ya, benar’. Maka {Abdullah} berkata: ” Barang siapa yang menthalaq (isterinya) sesuai dengan cara yang telah Allah jelaskan, sungguh Allah telah menjelaskan thalaq. Sebaliknya barang siapa melakukan tindakan gegabah pada dirinya (tindakan ngawur yang tak ada keterangan), kami pasrahkan kengawuran atau gegabahannya kepadanya, demi Allah, Janganlah sekali-kali kalian melakukan tindakan gegabah diri kalian, sehingga kami merasa kepayahan sebagaimana uneg-uneg yang kalian sampaikan kepadaku ini'”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 111

أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ الْقَاسِمِ قَالَ لَأَنْ يَعِيشَ الرَّجُلُ جَاهِلًا بَعْدَ أَنْ يَعْلَمَ حَقَّ اللَّهِ عَلَيْهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَقُولَ مَا لَا يَعْلَمُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Sulaiman bin Harb} telah menceritaklan kepada kami {Hammad bin Zaid} dari {Yahya bin Sa’id} dari {Al Qasim} ia berkata: Seseorang hidup dalam kebodohan setelah ia mengetahui hak Allah atasnya itu lebih baik baginya dari pada ia mengatakan apa yang tidak ia ketahui”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 112

أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ قَالَ سَمِعْتُ الْقَاسِمَ يُسْأَلُ قَالَ إِنَّا وَاللَّهِ مَا نَعْلَمُ كُلَّ مَا تَسْأَلُونَ عَنْهُ وَلَوْ عَلِمْنَا مَا كَتَمْنَاكُمْ وَلَا حَلَّ لَنَا أَنْ نَكْتُمَكُمْ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Sulaiman bin harb} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Zaid} dari {Ayyub} ia berkata: “Aku mendengar {Al Qasim} ditanya (suatu hal), maka ia berkata: “Demi Allah kami tidak mengetahui semua yang kalian tanyakan, dan sekiranya kami mengetahui pasti kami tidak akan menyembunyikannya, dan tidaklah berhak bagi kami untuk menyembunyikan dari kalian”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 113

أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ عَنْ ابْنِ عَوْنٍ قَالَ سُئِلَ الْقَاسِمُ عَنْ شَيْءٍ قَدْ سَمَّاهُ فَقَالَ مَا أَضْطَرُّ إِلَى مَشُورَةٍ وَمَا أَنَا مِنْ ذَا فِي شَيْءٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Sa’id bin ‘Amir} dari {Ibnu ‘Aun} ia berkata: “Pernah {Al Qasim} ditanya tentang suatu hal yang ia ceritakan, maka ia menjawab: ‘ Aku tidak perlu untuk bermusyawarah, dan itu kuanggap tidak masalah”.