Mukaddimah
Sunan Darimi | Hadits No. : 164
أَخْبَرَنَا عِصْمَةُ بْنُ الْفَضْلِ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ عَنْ يَزِيدَ بْنِ عُقْبَةَ حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ عَنْ جَابِرِ بْنِ زَيْدٍ أَنَّ ابْنَ عُمَرَ لَقِيَهُ فِي الطَّوَافِ فَقَالَ لَهُ يَا أَبَا الشَّعْثَاءِ إِنَّكَ مِنْ فُقَهَاءِ الْبَصْرَةِ فَلَا تُفْتِ إِلَّا بِقُرْآنٍ نَاطِقٍ أَوْ سُنَّةٍ مَاضِيَةٍ فَإِنَّكَ إِنْ فَعَلْتَ غَيْرَ ذَلِكَ هَلَكْتَ وَأَهْلَكْتَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Ishmah bin Al Fadlal} telah menceritakan kepada kami {Zaid bin Al Hubab} dari {Yazid bin ‘Uqbah} telah menceritakan kepada kami {Al Dlahhak} dari {Jabir bin Zaid}: {Ibnu Umar} bertemu dengannya ketika sedang melakukan thawaf, Kemudian ia (Ibnu Umar radliallahu ‘anhu) berkata kepadanya: ‘Wahai Abu Sya’tsa`, kamu salah satu dari ahli fikih kota Bashrah, maka janganlah kamu berfatwa kecuali berdasarkan Al Qur`an dan sunnah, karena jika kamu tidak berbuat demikian niscaya kamu akan celaka dan mencelakakan orang lain”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 165
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ حُرَيْثِ بْنِ ظُهَيْرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ أَتَى عَلَيْنَا زَمَانٌ لَسْنَا نَقْضِي وَلَسْنَا هُنَالِكَ وَإِنَّ اللَّهَ قَدْ قَدَّرَ مِنْ الْأَمْرِ أَنْ قَدْ بَلَغْنَا مَا تَرَوْنَ فَمَنْ عَرَضَ لَهُ قَضَاءٌ بَعْدَ الْيَوْمِ فَلْيَقْضِ فِيهِ بِمَا فِي كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَإِنْ جَاءَهُ مَا لَيْسَ فِي كِتَابِ اللَّهِ فَلْيَقْضِ بِمَا قَضَى بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنْ جَاءَهُ مَا لَيْسَ فِي كِتَابِ اللَّهِ وَلَمْ يَقْضِ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلْيَقْضِ بِمَا قَضَى بِهِ الصَّالِحُونَ وَلَا يَقُلْ إِنِّي أَخَافُ وَإِنِّي أُرَى فَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَالْحَلَالَ بَيِّنٌ وَبَيْنَ ذَلِكَ أُمُورٌ مُشْتَبِهَةٌ فَدَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لَا يَرِيبُكَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Yusuf} dari {Sufyan} dari {Al A’masy} dari {‘Umarah bin ‘Umair} dari {Huraits bin Zhuhair} dari {Abdullah bin Mas’ud} ia berkata: ” Akan datang kepada kami satu zaman, kami bukan orang-orang yang memutuskan dan kami pun waktu itu tidak ada di situ, Dan sesungguhnya Allah sudah mentakdirkan sesuatu yang belum kalian lihat (belum terjadi). Maka barang siapa yang mendapatkan masalah setelah hari ini, hendaklah ia memutuskan sesuai dengan Kitab Allah subhanallahu wa ta’ala, jika masalahnya tidak ada dalam Al Qur`an, hendaklah ia memutuskan sesuai dengan apa yang telah diputuskan Rasulullah saw. Tetapi jika ia datang kepadanya masalah yang tidak ada dalam Al Qur`an dan keputusan Rasulullah saw., hendaklah ia memutuskan dengan apa yang telah diputuskan oleh orang-orang yang shalih, dan jangan ia katakan: ‘Aku takut’, atau berkata: ‘Menurutku’. Sesungguhnya perkara yang haram telah jelas dan yang halal itu telah jelas dan diantara keduanya adalah perkara yang mutasyabih (samar-samar). Maka tinggalkan apa yang kalian ragu dan berpegang teguhlah pada sesuatu yang kalian tidak ragu padanya”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 166
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي يَزِيدَ قَالَ كَانَ ابْنُ عَبَّاسٍ إِذَا سُئِلَ عَنْ الْأَمْرِ فَكَانَ فِي الْقُرْآنِ أَخْبَرَ بِهِ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِي الْقُرْآنِ وَكَانَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَ بِهِ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ فَعَنْ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ قَالَ فِيهِ بِرَأْيِهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abdullah bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Ibnu ‘Uyainah} dari {‘Ubaidullah bin Abu Yazid} ia berkata: “Dahulu {Ibnu Abbas} radliallahu ‘anhu apabila ditanya tentang suatu hal dan hal itu terdapat dalam Al Qur`an maka ia mengabarkannya. Jika tidak ada dalam Al Qur`an ia beri penjelasan dari Rasulullah saw. Jika tidak ada dalam Sunnah rasul, ia beri penjelasan dari Abu Bakar dan Umar radliallahu ‘anhuma, tetapi jika tidak ada penjelasan dari keduanya, ia memutuskan dengan pendapatnya sendiri”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 167
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ مُسْهِرٍ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ شُرَيْحٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ كَتَبَ إِلَيْهِ إِنْ جَاءَكَ شَيْءٌ فِي كِتَابِ اللَّهِ فَاقْضِ بِهِ وَلَا تَلْفِتْكَ عَنْهُ الرِّجَالُ فَإِنْ جَاءَكَ مَا لَيْسَ فِي كِتَابِ اللَّهِ فَانْظُرْ سُنَّةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاقْضِ بِهَا فَإِنْ جَاءَكَ مَا لَيْسَ فِي كِتَابِ اللَّهِ وَلَمْ يَكُنْ فِيهِ سُنَّةٌ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَانْظُرْ مَا اجْتَمَعَ عَلَيْهِ النَّاسُ فَخُذْ بِهِ فَإِنْ جَاءَكَ مَا لَيْسَ فِي كِتَابِ اللَّهِ وَلَمْ يَكُنْ فِي سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَمْ يَتَكَلَّمْ فِيهِ أَحَدٌ قَبْلَكَ فَاخْتَرْ أَيَّ الْأَمْرَيْنِ شِئْتَ إِنْ شِئْتَ أَنْ تَجْتَهِدَ رَأْيَكَ ثُمَّ تَقَدَّمَ فَتَقَدَّمْ وَإِنْ شِئْتَ أَنْ تَأَخَّرَ فَتَأَخَّرْ وَلَا أَرَى التَّأَخُّرَ إِلَّا خَيْرًا لَكَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin ‘Uyainah} dari {Ali bin Mushir} dari {Abu Ishaq} dari {As Sya’bi} dari {Syuraih}: ” {Umar bin Khatthab} radliallahu ‘anhu pernah menulis surat kepadanya,: ‘ Jika datang kepadamu permasalahan dan ada dalam Kitab Allah subhanallahu wa ta’ala, putuskanlah dengannya, dan jangan berpaling kepada pendapat kebanyakan orang, Dan jika datang masalah kepadamu dan tidak kamu dapati dalam Al Qur`an, maka lihatlah dalam sunnah Rasulullah saw., dan putuskanlah dengannya, Dan jika datang kepada kamu masalah yang tidak ada dalam Al Qur`an dan sunnah Rasulullah saw., maka lihatlah ijma’ orang-orang (para ulama`), dan jika datang masalah kepadamu yang tidak kamu dapatkan dalam Al Qur`an, sunnah Nabi saw., serta tidak seorang pun sebelum kamu mengatakan hal itu, maka pilihlah diantara dua hal, jika kamu berkehendak untuk berijtihad dengan pendapatmu, maka putuskanlah, dan jika kamu menghendaki untuk menunda, maka tundalah. Dan aku tidak melihat sikap menunda kecuali itu lebih baik bagimu”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 168
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمَّادٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ الثَّقَفِيِّ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ ابْنِ أَخِي الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ عَنْ نَاسٍ مِنْ أَهْلِ حِمْصٍ مِنْ أَصْحَابِ مُعَاذٍ عَنْ مُعَاذٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا بَعَثَهُ إِلَى الْيَمَنِ قَالَ أَرَأَيْتَ إِنْ عَرَضَ لَكَ قَضَاءٌ كَيْفَ تَقْضِي قَالَ أَقْضِي بِكِتَابِ اللَّهِ قَالَ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِي كِتَابِ اللَّهِ قَالَ فَبِسُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِي سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ قَالَ أَجْتَهِدُ رَأْيِي وَلَا آلُو قَالَ فَضَرَبَ صَدْرَهُ ثُمَّ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَفَّقَ رَسُولَ رَسُولِ اللَّهِ لِمَا يُرْضِي رَسُولَ اللَّهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Hammad} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Muhammad bin ‘Ubaidillah Al Tsaqafi} dari {‘Amr bin Al Harits} -sepupu Al Mughirah bin Syu’bah-, dari {beberapa orang sahabat Mu’adz dari penduduk Himsh}, dai {Mu’adz} bahwa Nabi saw. ketika mengutusnya ke negara Yaman, beliau berkata: ‘Jika ada satu permasalahan disodorkan kepadamu, bagaimanakah kamu memutuskannya? ‘, ia menjawab: ‘Kuputuskan dengan Kitabullah subhanallah wa ta’ala’, beliau bertanya: ‘Maka bagaimana jika tidak ada dalam Kitabullah subahanallahu wa ta’ala? ‘, ia menjawab: ‘kuputuskan dengan sunnah Rasulullah saw.’, beliau bertanya: ‘Bagaimana jika tidak ada dalam sunnah Rasulullah saw.? ‘, ia menjawab: ‘Aku akan berijtihad dengan pendapatku tidak lebih’. Ia berkata: ‘Waktu itu beliau menepuk dadanya, kemudian beliau berkata: ‘Segala puji bagi Allah yang memberi taufik kepada utusan RasulNya dengan sesuatu yang disenangi oleh RasulNya'”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 169
أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ حَمَّادٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سُلَيْمَانَ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ حُرَيْثِ بْنِ ظُهَيْرٍ قَالَ أَحْسَبُهُ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ قَالَ قَدْ أَتَى عَلَيْنَا زَمَانٌ وَمَا نُسْأَلُ وَمَا نَحْنُ هُنَاكَ وَإِنَّ اللَّهَ قَدَّرَ أَنْ بَلَغْتُ مَا تَرَوْنَ فَإِذَا سُئِلْتُمْ عَنْ شَيْءٍ فَانْظُرُوا فِي كِتَابِ اللَّهِ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوهُ فِي كِتَابِ اللَّهِ فَفِي سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوهُ فِي سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ فَمَا أَجْمَعَ عَلَيْهِ الْمُسْلِمُونَ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيمَا أَجْمَعَ عَلَيْهِ الْمُسْلِمُونَ فَاجْتَهِدْ رَأْيَكَ وَلَا تَقُلْ إِنِّي أَخَافُ وَأَخْشَى فَإِنَّ الْحَلَالَ بَيِّنٌ وَالْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَ ذَلِكَ أُمُورٌ مُشْتَبِهَةٌ فَدَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لَا يَرِيبُكَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمَّادٍ عَنْ أَبِي عَوَانَةَ عَنْ سُلَيْمَانَ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ نَحْوَهُ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بِنَحْوِهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Yahya bin Hammad} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Sulaiman} dari {‘Umarah bin ‘Umair} dari {Huraits bin Zhuhair} ia berkata: “Aku yakin, {Abdullah} pernah berkata: ‘Sungguh telah datang kepada kita suatu zaman yang kita belum pernah ditanya tentangnya, dan kita belum pernah mengalaminya. Dan Allah telah mentakdirkan agar aku menyampaikan bagaimana seharusnya kalian memandang. Begini, jika kalian ditanya sesuatu, lihatlah dalam Kitabullah subhanallahu wa ta’ala, tetapi jika kalian tidak dapatkan dalam Kitabullah maka lihatlah dalam sunnah Rasulullah saw., kemudian jika kalian tidak dapatkan dalam sunnah, pakailah apa yang telah menjadi kesepakatan kaum muslimin, dan jika kamu tidak dapati dalam ijma’, maka berijtihadlah dengan pendapatmu, dan jangan katakan: ‘sungguh aku takut. Karena perkara yang halal itu telah jelas dan yang haram telah jelas, dan diantara hal itu kesemuanya adalah perihal mutasyabih (samar-samar), maka tinggalkanlah sesuatu yang kamu ragu kepada sesuatu yang kamu tidak ragu padanya. Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Hammad} dari {Abu ‘Awanah} dari {Sulaiman} darti {‘Umarah bin ‘Umair} dari {Abdur Rahman bin Yazid} dari {Abdullah} begitu juga redaksinya. Telah mengabarkan kepada kami {Abdullah bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Jarir} dari {Al A’masy} dari {Al Qasim bin Abdur Rahman} dari {ayahnya} dari {Abdullah} demikian juga redaksinya”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 170
حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مُعَاوِيَةَ عَنْ حَفْصِ بْنِ غِيَاثٍ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ قَالَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ سَتُحْدِثُونَ وَيُحْدَثُ لَكُمْ فَإِذَا رَأَيْتُمْ مُحْدَثَةً فَعَلَيْكُمْ بِالْأَمْرِ الْأَوَّلِ قَالَ حَفْصٌ كُنْتُ أُسْنِدُ عَنْ حَبِيبٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ ثُمَّ دَخَلَنِي مِنْهُ شَكٌّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Harun bin Mu’awiyah} dari {Hafsh bin Ghiyats} telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} ia berkata: {Abdullah} berkata: ‘Wahai sekalian manusia, kamu akan mengada-adakan hal-hal yang baru, dan ada orang yang mengadakan hal baru untuk kalian (ikuti), maka jika kalian melihat hal yang baru (dalam agama), maka hendaklah kalian berpegang pada sesuatu yang dipegang oleh generasi awal'”. Hafsh berkata: “Aku meriwayatkan dari Habib dari Abu Abdur Rahman kemudian setelah itu aku ragu”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 171
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّلْتِ حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ ابْنِ عَوْنٍ عَنْ مُحَمَّدٍ قَالَ قَالَ عُمَرُ لِأَبِي مَسْعُودٍ أَلَمْ أُنْبَأْ أَوْ أُنْبِئْتُ أَنَّكَ تُفْتِي وَلَسْتَ بِأَمِيرٍ وَلِّ حَارَّهَا مَنْ تَوَلَّى قَارَّهَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin As Shalt} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Al Mubarak} dari {Ibnu ‘Aun} dari {Muhammad} ia berkata: ” {Umar} radliallahu ‘anhu berkata kepada Ibnu Mas’ud radliallahu ‘anhu: ‘ Bukankah aku telah memberitahukan atau diberitahu -Perawi ragu kepastian redaksi memberitahu atau diberitahu– bahwa kamu berfatwa padahal kamu (waktu itu) bukan seorang pemimpin?, Heih,,, berikanlah resiko keburukan itu kepada orang yang telah menikmati kemanisannya. Ket:
Sunan Darimi | Hadits No. : 172
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ إِنَّ الَّذِي يُفْتِي النَّاسَ فِي كُلِّ مَا يُسْتَفْتَى لَمَجْنُونٌ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Yusuf} dari {Sufyan} dari {Al A’masy} dari {Abu Wa`il} dari {Ibnu Mas’ud} ia berkata: ” Orang yang selalu berfatwa dalam setiap permasalahan yang ditanyakan (kepadanya) adalah orang gila”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 173
أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ عَنْ هِشَامٍ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ إِنَّمَا يُفْتِي النَّاسَ ثَلَاثَةٌ رَجُلٌ إِمَامٌ أَوْ وَالٍ وَرَجُلٌ يَعْلَمُ نَاسِخَ الْقُرْآنِ مِنْ الْمَنْسُوخِ قَالُوا يَا حُذَيْفَةُ وَمَنْ ذَاكَ قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ أَوْ أَحْمَقُ مُتَكَلِّفٌ
Terjemahan: Telah menhabarkan kepada kami {Sa’id bin ‘Amir} dari {Hisyam} dari {Muhammad} dari {Hudzaifah} ia berkata: ” Ada tiga golongan manusia yang memberikan fatwa (yaitu): Seorang imam, atau wali (yang mengatur urusan kaum muslimin) atau seorang yang mengetahui nasikh dan mansukh dalam Al Qur`an, mereka bertanya: ‘Wahai Hudzaifah, lalu siapakah gerangan dia itu? ‘, Itu Umar bin Khatthab radliallahu ‘anhu, Atau orang bodoh yang memaksakan diri'”.