Mukaddimah

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Darimi | Hadits No. : 244

أَخْبَرَنَا مَالِكُ بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا مَسْعُودُ بْنُ سَعْدٍ الْجُعْفِيُّ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رُبَيِّعَةَ عَنْ سَلْمَانَ قَالَ لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا بَقِيَ الْأَوَّلُ حَتَّى يَتَعَلَّمَ أَوْ يُعَلِّمَ الْآخِرَ فَإِنْ هَلَكَ الْأَوَّلُ قَبْلَ أَنْ يُعَلِّمَ أَوْ يَتَعَلَّمَ الْآخِرُ هَلَكَ النَّاسُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Malik bin Isma’il} telah menceritakan kepada kami {Mas’ud bin Sa’ad Al Ju’fi} dari {‘Atha` bin As Sa`ib} dari {Abdullah bin Rabi’ah} dari {Salman} ia berkata: “Manusia akan tetap dalam keadaan baik-baik saja, selama ada generasi awal hingga ia belajar atau mengajar generasi yang selanjutnya, apabila generasi awal tiada sebelum ia belajar atau mengajar generasi selanjutnya maka manusia akan hancur lebur”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 245

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّلْتِ حَدَّثَنَا أَبُو كُدَيْنَةَ عَنْ قَابُوسَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ هَلْ تَدْرُونَ مَا ذَهَابُ الْعِلْمِ قُلْنَا لَا قَالَ ذَهَابُ الْعُلَمَاءِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin As Shalt} telah menceritakan kepada kami {Abu Kudainah} dari {Qabus} dari {ayahnya} dari {Ibnu Abbas} radliallau ‘anhu ia berkata: “Apakah kalian tahu apa yang dimaksud dengan hilangnya ilmu itu?, kami menjawab: ‘(kami) tidak tahu’, ia berkata: ‘Meninggalnya para ulama`’ “.

Sunan Darimi | Hadits No. : 246

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَسْعَدَ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ قَالَ حُذَيْفَةُ أَتَدْرِي كَيْفَ يُنْقَصُ الْعِلْمُ قَالَ قُلْتُ كَمَا يُنْفَضُ الثَّوْبُ وَكَمَا يَقْسُو الدِّرْهَمُ قَالَ لَا وَإِنَّ ذَلِكَ لَمِنْهُ قَبْضُ الْعِلْمِ قَبْضُ الْعُلَمَاءِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin As’ad} telah menceritakan kepada kami {Abu bakar} dari {‘Ashim} dari {Abu wa`il} ia berkata: ” {Hudzaifah} pernah berkata: ‘Apakah kamu tahu bagaimana cara ilmu itu berkurang? ‘ aku menjawab: ‘Seperti berkurangnya baju, dan seperti berkurangnya dirham’. Lalu ia berkata: ‘tidak demikian’, sesungguhnya itu bagian darinya, tetapi hilangnya ilmu dengan sebab wafatnya para ulama`’ “.

Sunan Darimi | Hadits No. : 247

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّلْتِ عَنْ مَنْصُورِ بْنِ أَبِي الْأَسْوَدِ عَنْ حُصَيْنٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ مَا لِي أَرَى عُلَمَاءَكُمْ يَذْهَبُونَ وَجُهَّالَكُمْ لَا يَتَعَلَّمُونَ فَتَعَلَّمُوا قَبْلَ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ فَإِنَّ رَفْعَ الْعِلْمِ ذَهَابُ الْعُلَمَاءِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin As Shalt} dari {Mansur bin Abu Al `Aswad} dari {Hushain} dari {Salim bin Abu Al Ja’d} dari {Abu Darda`} radliallahu ‘anhu ia berkata: ” Mengapa aku melihat para ulama` kalian wafat sedang orang-orang bodoh diantara kalian tidak (mau) belajar?, hendaklah kalian belajar sebelum ilmu itu diangkat, karena pengangkatan ilmu itu dengan kepergian (wafat) -nya para ulama`”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 248

أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَسَدٍ أَبُو عَاصِمٍ حَدَّثَنَا عَبْثَرٌ عَنْ بُرْدٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ النَّاسُ عَالِمٌ وَمُتَعَلِّمٌ وَلَا خَيْرَ فِيمَا بَعْدَ ذَلِكَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ahmad bin Asad Abu ‘Ashim} telah menceritakan kepada kami {‘Abtsar} dari {Burd} dari {Sulaiman bin Musa} dari {Abu Darda`} radliallahu ‘anhu ia berkata: “Manusia itu (terbagi menjadi dua) golongan, yang berilmu serta pelajar (pemburu ilmu), sungguh tidak ada kebaikan pada golongan yang ketiga”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 249

أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَسَدٍ أَبُو عَاصِمٍ حَدَّثَنَا عَبْثَرٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ مُعَلِّمُ الْخَيْرِ وَالْمُتَعَلِّمُ فِي الْأَجْرِ سَوَاءٌ وَلَيْسَ لِسَائِرِ النَّاسِ بَعْدُ خَيْرٌ
Terjemahan: Telah menghabarakan kepada kami {Ahmad bin Asad Abu ‘Ashim} telah menceritakan kepada kami {‘Abtsar} dari {Al A’masy} dari {Salim} dari {Abu Darda`} radliallahu ‘anhu ia berkata: “Orang yang mengajari kebaikan dan yang belajar terhadapnya mempunyai pahala sama, dan tidak ada lagi kebaikan setelah dua hal tersebut”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 250

أَخْبَرَنَا قَبِيصَةُ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ اغْدُ عَالِمًا أَوْ مُتَعَلِّمًا أَوْ مُسْتَمِعًا وَلَا تَكُنِ الرَّابِعَ فَتَهْلِكَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qabishah} telah mengabarkan kepada kami {Sufyan} dari {‘Atha` bin As Sa`ib} dari {Al Hasan} dari {Abdullah bin mas’ud} radliallahu ‘anhu ia berkata: “Siapkanlah diri kamu (untuk menjadi) seorang ulama`, seorang pelajar, atau seorang pendengar setia, dan janganlah kamu menjadi (bagian) dari yang keempat, niscaya kamu akan celaka”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 251

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ أَخْبَرَنَا خَالِدٌ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رُبَيِّعَةَ قَالَ قَالَ سَلْمَانُ لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا بَقِيَ الْأَوَّلُ حَتَّى يَتَعَلَّمَ الْآخِرُ فَإِذَا هَلَكَ الْأَوَّلُ قَبْلَ أَنْ يَتَعَلَّمَ الْآخِرُ هَلَكَ النَّاسُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Amr bin ‘Aun} telah mengabarkan kepada kami {Khalid} dari {‘Atha` bin As Sa`ib} dari {Abdullah bin Rabi’ah} ia berkata: ” {Salman} berkata: ‘Manusia akan tetap dalam keadaan baik-baik saja selama masih ada generasi awal, hingga generasi berikutnya belajar (darinya), jika generasi awal telah hilang sebelum generasi akhir belajar, hancurlah manusia”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 252

أَخْبَرَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ وَعُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ قَالَا أَخْبَرَنَا ابْنُ عَوْنٍ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ الْأَحْنَفِ قَالَ قَالَ عُمَرُ تَفَقَّهُوا قَبْلَ أَنْ تُسَوَّدُوا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Wahab bin Jarir} dan {Utsman bin Umar} keduanya berkata: “telah menceritakan kepada kami {Ibnu ‘Aun} dari {Muhammad} dari {Al Ahnaf} ia berkata: ” {Umar} telah berkata: ‘Hendaklah kalian belajar sebelum kalian tidak bisa berbuat apa-apa”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 253

أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا بَقِيَّةُ حَدَّثَنِي صَفْوَانُ بْنُ رُسْتُمَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مَيْسَرَةَ عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ قَالَ تَطَاوَلَ النَّاسُ فِي الْبِنَاءِ فِي زَمَنِ عُمَرَ فَقَالَ عُمَرُ يَا مَعْشَرَ الْعُرَيْبِ الْأَرْضَ الْأَرْضَ إِنَّهُ لَا إِسْلَامَ إِلَّا بِجَمَاعَةٍ وَلَا جَمَاعَةَ إِلَّا بِإِمَارَةٍ وَلَا إِمَارَةَ إِلَّا بِطَاعَةٍ فَمَنْ سَوَّدَهُ قَوْمُهُ عَلَى الْفِقْهِ كَانَ حَيَاةً لَهُ وَلَهُمْ وَمَنْ سَوَّدَهُ قَوْمُهُ عَلَى غَيْرِ فِقْهٍ كَانَ هَلَاكًا لَهُ وَلَهُمْ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Yazid bin Harun} telah mengabarkan kepada kami {Baqiyyah} telah menceritajkan kepadaku {Shafwan bin Rustum} dari {Abdur Rahman bin Maisarah} dari {Tamim Ad Dari} radliallahu ‘anhu ia berkata: “Orang-orang berlomba-lomba mempertinggi bangunan pada zaman Umar, lalu {Umar} berkata: ‘Wahai masyarakat Arab ingatlah, ingatlah, sesungguhnya tidak ada Islam kecuali dengan berjama’ah, dan tidak ada jama’ah kecuali dengan adanya kepemimpinan, dan tidak ada (gunanya) kepemimpinan kecuali dengan ketaatan. Barangsiapa yang dihormati kaumnya karena ilmu, hal demikian membawa kebaikan untuk kehidupan dirinya dan masyarakatnya, dan barangsiapa yang dihormati oleh kaumnya bukan karena ilmu, maka ia hancur (begitu juga dengan) kaumnya’ “.