Mukaddimah
Sunan Darimi | Hadits No. : 254
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُبَارَكِ أَخْبَرَنَا بَقِيَّةُ حَدَّثَنَا صَدَقَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ الْمُهَاصِرَ بْنَ حَبِيبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى إِنِّي لَسْتُ كُلَّ كَلَامِ الْحَكِيمِ أَتَقَبَّلُ وَلَكِنِّي أَتَقَبَّلُ هَمَّهُ وَهَوَاهُ فَإِنْ كَانَ هَمُّهُ وَهَوَاهُ فِي طَاعَتِي جَعَلْتُ صَمْتَهُ حَمْدًا لِي وَوَقَارًا وَإِنْ لَمْ يَتَكَلَّمْ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Al Mubarak} telah mengabarkan kepada kami {Baqiyyah} telah menceritakan kepada kami {Shadaqah bin Abdullah} Bahwasanya {Al Muhashir bin Habib} telah berkata: “Rasulullah saw. bersabda: ‘Allah berfirman’: ‘Tidak semua perkataan orang yang bijak Aku terima, tetapi Aku hanya menerima berdasarkan niat dan keinginannya, jika niat dan keinginannya semata dalam ketaatan kepada-Ku, maka Aku jadikan diamnya itu sebagai pujian, meski ia tidak sedang memuji’ “.
Sunan Darimi | Hadits No. : 255
أَخْبَرَنَا مَخْلَدُ بْنُ مَالِكٍ عَنْ حَجَّاجِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ لَيْثِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ عَنْ أَبِي الزَّاهِرِيَّةِ يَرْفَعُ الْحَدِيثَ إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَالَ أَبُثُّ الْعِلْمَ فِي آخِرِ الزَّمَانِ حَتَّى يَعْلَمَهُ الرَّجُلُ وَالْمَرْأَةُ وَالْعَبْدُ وَالْحُرُّ وَالصَّغِيرُ وَالْكَبِيرُ فَإِذَا فَعَلْتُ ذَلِكَ بِهِمْ أَخَذْتُهُمْ بِحَقِّي عَلَيْهِمْ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Makhlad bin Malik} dari {Hajjaj bin Muhammad} dari {Laits bin sa’ad} dari {Mu’awiyah bin Shalih} dari {Abu Az Zahiriyyah} ia telah memarfu’kan hadis ini: ” Allah telah berfirman: ‘Aku tebarkan ilmu pada akhir zaman, sehingga laki-laki, wanita, budak, orang merdeka, anak kecil, serta orang dewasa mengetahuinya, jika Aku telah lakukan hal itu, niscaya Aku akan mengambil hakKu dari mereka’ “.
Sunan Darimi | Hadits No. : 256
أَخْبَرَنَا مَخْلَدُ بْنُ مَالِكٍ حَدَّثَنَا مَخْلَدُ بْنُ حُسَيْنٍ عَنْ هِشَامٍ عَنْ الْحَسَنِ قَالَ مَنْ طَلَبَ شَيْئًا مِنْ هَذَا الْعِلْمِ فَأَرَادَ بِهِ مَا عِنْدَ اللَّهِ يُدْرِكْ إِنْ شَاءَ اللَّهُ وَمَنْ أَرَادَ بِهِ الدُّنْيَا فَذَاكَ وَاللَّهِ حَظُّهُ مِنْهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Makhlad bin Malik} telah menceritakan kepada kami {Makhlad bin Husain} dari {Hisyam} dari {Al Hasan} ia berkata: “Barangsiapa yang mencari sesuatu dari ilmu ini kemudian dengannya ia mengharapkan apa yang ada di sisi Allah, ia mendapatkannya. Sebaliknya barangsiapa yang niatnya sekedar menginginkan dunia, (dunia itu saja) bagiannya, demi Allah, bagiannya hanya itu saja”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 257
أَخْبَرَنَا يَعْلَى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَوْنٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عِيسَى قَالَ قَالَ ابْنُ مَسْعُودٍ لَا تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ لِثَلَاثٍ لِتُمَارُوا بِهِ السُّفَهَاءَ وَتُجَادِلُوا بِهِ الْعُلَمَاءَ وَلِتَصْرِفُوا بِهِ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْكُمْ وَابْتَغُوا بِقَوْلِكُمْ مَا عِنْدَ اللَّهِ فَإِنَّهُ يَدُومُ وَيَبْقَى وَيَنْفَدُ مَا سِوَاهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kammi {Ya’la} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin ‘Aun} dari {Ibrahim bin isa} ia berkata: ” {Ibnu Mas’ud} telah berkata: ‘Janganlah kalian mencari ilmu untuk tiga hal: Untuk menghina orang bodoh, mendebat para ulama`, serta untuk mencari perhatian orang-orang. Dan carilah dengan perkataan kalian apa yang ada di sisi Allah, sebab hal itu terus berlanjut dan tersisa, serta menepis selainnya’ “.
Sunan Darimi | Hadits No. : 258
وَبِهَذَا الْإِسْنَادِ قَالَ كُونُوا يَنَابِيعَ الْعِلْمِ مَصَابِيحَ الْهُدَى أَحْلَاسَ الْبُيُوتِ سُرُجَ اللَّيْلِ جُدُدَ الْقُلُوبِ خُلْقَانَ الثِّيَابِ تُعْرَفُونَ فِي أَهْلِ السَّمَاءِ وَتَخْفَوْنَ عَلَى أَهْلِ الْأَرْضِ_
Terjemahan: Dan dengan sanad ini (sama dengan hadits sebelumnya), ia ({Ibnu Mas’ud}) berkata: “Jadilah kalian sumber pengetahuan, lentera petunjuk yang selalu menerangi rumah, cahaya malam hari, hatinya senantiasa suci, berbaju apa adanya, (sehingga) kalian dikenal oleh penghuni langit, dan tidak dikenal oleh penghuni bumi”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 259
أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُمَارَةَ بْنِ حَزْمٍ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَطْلُبُ هَذَا الْعِلْمَ أَحَدٌ لَا يُرِيدُ بِهِ إِلَّا الدُّنْيَا إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepaada kami {Abu Ashim} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Umarah bin Hazm} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Abdur Rahman} ia berkata “Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ‘Tidaklah seseorang menuntut ilmu ini dan ia tidak menghendaki kecuali dunia, melainkan Allah mengharamkan aroma surga baginya”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 260
أَخْبَرَنَا مُجَاهِدُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ مِغْوَلٍ قَالَ قَالَ رَجُلٌ لِلشَّعْبِيِّ أَفْتِنِي أَيُّهَا الْعَالِمُ فَقَالَ الْعَالِمُ مَنْ يَخَافُ اللَّهَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Mujahid bin Musa} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Numair} dari {Malik bun Mighwal} ia berkata “Seorang laki-laki berkata kepada As Sya’bi ‘wahai orang alim, berikanlah untukku….’ Seketika itu, {As Sya’bi} menjawab ‘Ingat, yang disebut orang alim adalah orang yang takut kepada Allah ‘ “.
Sunan Darimi | Hadits No. : 261
أَخْبَرَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ مَزْيَدٍ عَنْ أَوْفَى بْنِ دَلْهَمٍ أَنَّهُ بَلَغَهُ عَنْ عَلِيٍّ قَالَ تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ تُعْرَفُوا بِهِ وَاعْمَلُوا بِهِ تَكُونُوا مِنْ أَهْلِهِ فَإِنَّهُ سَيَأْتِي بَعْدَ هَذَا زَمَانٌ لَا يَعْرِفُ فِيهِ تِسْعَةُ عُشَرَائِهِمْ الْمَعْرُوفَ وَلَا يَنْجُو مِنْهُ إِلَّا كُلُّ نُوَمَةٍ فَأُولَئِكَ أَئِمَّةُ الْهُدَى وَمَصَابِيحُ الْعِلْمِ لَيْسُوا بِالْمَسَايِيحِ وَلَا الْمَذَايِيعِ الْبُذْرِ قَالَ أَبُو مُحَمَّد نُوَمَةٌ غَافِلٌ عَنْ الشَّرِّ الْمَذَايِيعُ الْبُذْرِ كَثِيرُ الْكَلَامِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Utsman bin Umar} menceritakan kepada kami {Umar bin Yazid} dari {Aufa bin Dahlan}, bahwasanya telah {disampaikan kabar} dari {Ali} radliallahu ‘anhu ia berkata ” Pelajarilah ilmu, kamu akan mengenalnya, dan amalkanlah ilmu kalian, kalian menjadi ahlinya. Akan datang satu jaman yang ketika itu sembilan persepuluh kebaikan sudah tidak dikenali lagi. Tidak ada yang selamat kecuali sekelompok kecil. Mereka adalah para pemimpin yang tercerahkan dan menjadi cahaya ilmu, mereka bukanlah orang yang selalu berbuat buruk dan mengadu domba, dan mereka juga bukan orang yang hanya pandai bicara “.
Sunan Darimi | Hadits No. : 262
أَخْبَرَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ عَنْ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ قَالَ قَالَ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ بَعْدَ أَنْ تَعْلَمُوا فَلَنْ يَأْجُرَكُمْ اللَّهُ بِالْعِلْمِ حَتَّى تَعْمَلُوا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Marwan bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Abdul Aziz} dari {Yazid bin Jabir} ia berkata ” {Muadz bin Jabal} berkata ‘Kerjakanlah sesuatu semaksimalkemampuan kalian setelah kalian mempelajari ilmu. Kalian tidak diberikan ganjaran oleh Allah atas ilmu kalian hingga kalian mengamalkannya’ “.
Sunan Darimi | Hadits No. : 263
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ خَالِدِ بْنِ حَازِمٍ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مَزْيَدٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ يُحَدِّثُ عَنْ سَعْدٍ أَنَّهُ أَتَى ابْنَ مُنَبِّهٍ فَسَأَلَهُ عَنْ الْحَسَنِ وَقَالَ لَهُ كَيْفَ عَقْلُهُ فَأَخْبَرَهُ ثُمَّ قَالَ إِنَّا لَنَتَحَدَّثُ أَوْ نَجِدُ فِي الْكُتُبِ أَنَّهُ مَا آتَى اللَّهُ عَبْدًا عِلْمًا فَعَمِلَ بِهِ عَلَى سَبِيلِ الْهُدَى فَيَسْلُبَهُ عَقْلَهُ حَتَّى يَقْبِضَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abdullah bin Khalid bin Hazim} telah menceritakan kepada kami {Al Walid bin Mazid} ia berkata “Aku pernah mendengar {Abdur Rahman bin Yazid bin Jabir} menyampaikan yang ia dapatkan dari {Sa’ad} ‘bahwasanya {Ibnu Munabih} pernah mendatangi Sa’ad dan bertanya tentang Al Hasan, ia bertanya kepadanya, ‘Bagaimana pemikirannya? ‘. Kemudian ia memberitahukannya, lalu ia berkata ‘Kami hanya bercerita dengan dasar hadis atau apa yang kami temukan dalam Al qur`an. Sesungguhnya Allah tidak bakalan mencabut ilmu yang diberikan-Nya kepada seseorang yang ilmu tersebut diamalkannya dengan baik, hingga ia meninggal dunia’ “.