Mukaddimah
Sunan Darimi | Hadits No. : 284
أَخْبَرَنَا بِشْرُ بْنُ الْحَكَمِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ صَحِبْتُ ابْنَ عُمَرَ إِلَى الْمَدِينَةِ فَلَمْ أَسْمَعْهُ يُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحَدِيثٍ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ كُنْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأُتِيَ بِجُمَّارٍ فَقَالَ إِنَّ مِنْ الشَّجَرِ شَجَرًا مِثْلَ الرَّجُلِ الْمُسْلِمِ فَأَرَدْتُ أَنْ أَقُولَ هِيَ النَّخْلَةُ فَنَظَرْتُ فَإِذَا أَنَا أَصْغَرُ الْقَوْمِ فَسَكَتُّ قَالَ عُمَرُ وَدِدْتُ أَنَّكَ قُلْتَ وَعَلَيَّ كَذَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Bisyr bin Al Hakam} telah menceriotakan kepada kami {Sufyan} dari {Ibnu Abu Najih} dari {Mujahid} ia berkata: ‘Aku bersahabat dengan {Ibnu Umar} radliallahu ‘anhu di Madinah, dan aku tidak pernah mendengar ia menceritakan hadis dari Rasulullah saw. kecuali (suatu waktu) ia pernah berkata: ‘Aku bersama Nabi saw., lalu beliau diberi pohon kurma, kemudian beliau bersabda: “Dari pepohonan ada satu pohon yang menyerupai seorang muslim’, aku ingin menebak (bahwa) pohon yang dimaksudnya adalah pohon kurma. Aku melihat (di sekelilingku), ternyata aku adalah orang yang paling muda, maka aku pun diam. Kemudian Umar berkata: ‘Padahal aku ingin sekali kamu (Abdullah bin Umar) menjawabnya”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 285
أَخْبَرَنَا بِشْرُ بْنُ الْحَكَمِ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ يَزِيدَ الْهَدَادِيُّ حَدَّثَنَا صَالِحٌ الدَّهَّانُ قَالَ مَا سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ زَيْدٍ يَقُولُ قَطُّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِعْظَامًا وَاتِّقَاءً أَنْ يَكْذِبَ عَلَيْهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Bisyr bin Al Hakam} telah menceritakan kepada kami {Khalid bin Yazid Al Hadadi} telah menceritakan kepada kami {Shalih Ad Dahan} ia berkata: “Aku tidak pernah sama sekali mendengar {Jabir bin Zaid} berkata: ‘Rasulullah saw. bersabda, (Sebagai wujud) penghormatan dan kehati-hatian dari mendustakan atas namanya”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 286
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ أَخْبَرَنَا رَوْحٌ عَنْ كَهْمَسِ بْنِ الْحَسَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَقِيقٍ قَالَ جَاءَ أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِلَى كَعْبٍ يَسْأَلُ عَنْهُ وَكَعْبٌ فِي الْقَوْمِ فَقَالَ كَعْبٌ مَا تُرِيدُ مِنْهُ فَقَالَ أَمَا إِنِّي لَا أَعْرِفُ لِأَحَدٍ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَكُونَ أَحْفَظَ لِحَدِيثِهِ مِنِّي فَقَالَ كَعْبٌ أَمَا إِنَّكَ لَنْ تَجِدَ طَالِبَ شَيْءٍ إِلَّا سَيَشْبَعُ مِنْهُ يَوْمًا مِنْ الدَّهْرِ إِلَّا طَالِبَ عِلْمٍ أَوْ طَالِبَ دُنْيَا فَقَالَ أَنْتَ كَعْبٌ قَالَ نَعَمْ قَالَ لِمِثْلِ هَذَا جِئْتُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Abdullah} telah mengabarkan kepada kami {Rauh} dari {Kahmas bin Al Hasan} dari {Abdullah bin Syaqiq} ia berkata: “Abu Hurairah radliallahu ‘anhu datang menemui Ka’ab dan bertanya kepadanya, sedang Ka’ab masih bersama orang-orang. Ka’ab bertanya: ‘Apa yang kamu inginkan dari pertanyaanmu itu? ‘, (Abu Hurairah) berkata: ‘Ada pun aku, sementara ini aku mengira tidak ada yang lebih banyak hafal hadis Nabi saw. dari kalangan sahabatnya daripada aku’. Kemudian {Ka’ab} berkata: ‘Pada satu saat kamu akan dapati orang yang mencari sesuatu akan puas, kecuali pencari ilmu atau pencari dunia’, ia bertanya: ‘Apakah kamu Ka’ab? ‘, ia menjawab: Ya, aku Ka’ab’. (Abu Hurairah berkomentar: ‘Dengan tujuan seperti inilah aku datang (mencarimu) ‘ “.
Sunan Darimi | Hadits No. : 287
أَخْبَرَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا شِبْلٌ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ طَاوُسٍ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ أَعْلَمُ قَالَ مَنْ جَمَعَ عِلْمَ النَّاسِ إِلَى عِلْمِهِ وَكُلُّ طَالِبِ عِلْمٍ غَرْثَانُ إِلَى عِلْمٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ya’qub bin Ibrahim} telah mengabarkan kepada kami {Yahya bin Abu Bakar} telah mengabarkan kepada kami {Syibl} dari {‘Amr bin Dinar} dari {Thawus} ia berkata: “Ditanyakan, wahai Rasulullah, siapakah (diantara) manusia yang paling berilmu?, Beliau menjawab: ‘ adalah seseorang yang mengumpulkan ilmu orang lain untuk ditimbanya, dan setiap pencari ilmu pasti tidak akan pernah puas dengan ilmu (yang dimilikinya) ‘ “.
Sunan Darimi | Hadits No. : 288
أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ عَنْ الْخَلِيلِ بْنِ مُرَّةَ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ قُرَّةَ قَالَ كُنْتُ فِي حَلْقَةٍ فِيهَا الْمَشْيَخَةُ وَهُمْ يَتَرَاجَعُونَ فِيهِمْ عَائِذُ بْنُ عَمْرٍو فَقَالَ شَابٌّ فِي نَاحِيَةِ الْقَوْمِ أَفِيضُوا فِي ذِكْرِ اللَّهِ بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ فَنَظَرَ الْقَوْمُ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ فِي أَيِّ شَيْءٍ رَآنَا ثُمَّ قَالَ بَعْضُهُمْ مَنْ أَمَرَكَ بِهَذَا فَمُرْ لَئِنْ عُدْتَ لَنَفْعَلَنَّ وَلَنَفْعَلَنَّ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Sa’id bin ‘Amir} dari {Al Khalil bin Murrah} dari {Mu’awiyah bin Qurrah} ia berkata: “Aku pernah berada dalam satu halaqah yang diikutsertai para syaikh sedang mereka melangsungkan diskusi. Diantara mereka ‘A`idz bin ‘Amr. Lalu berkatalah seorang pemuda: ‘Perbanyaklah dalam berdzikir, semoga kalian diberkahi! ‘, Orang-orang saling melihat satu sama lainnya sambil berkomentar: ‘ memangnya dia itu melihat kita sedang apa? ‘, kemudian sebagian dari mereka berkata: ‘Siapakah yang memerintah dirimu untuk ngomong seperti itu?, tolong berdiri, jika kamu ulangi maka niscaya kami akan mengerjaimu dan kami akan mengerjaimu’ “.
Sunan Darimi | Hadits No. : 289
أَخْبَرَنَا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا أَبُو عَامِرٍ حَدَّثَنَا قُرَّةُ بْنُ خَالِدٍ عَنْ عَوْنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ نِعْمَ الْمَجْلِسُ مَجْلِسٌ يُنْشَرُ فِيهِ الْحِكْمَةُ وَتُرْجَى فِيهِ الرَّحْمَةُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Yusuf bin Musa} telah mengabarkan kepada kami {Abu ‘Amir} telah mengabarkan kepada kami {Qurrah bin Khalid} dari {‘Aun bin Abdullah} ia berkata: ” {Abdullah} telah berkata: ‘Sebaik-baik suatu majlis adalah majlis yang dipenuhi hikmah serta diharapkan rahmat Allah turun’ “.
Sunan Darimi | Hadits No. : 290
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنِي مُعَاوِيَةُ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ جُبْيَرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَشَخَصَ بِبَصَرِهِ إِلَى السَّمَاءِ ثُمَّ قَالَ هَذَا أَوَانُ يُخْتَلَسُ الْعِلْمُ مِنْ النَّاسِ حَتَّى لَا يَقْدِرُوا مِنْهُ عَلَى شَيْءٍ فَقَالَ زِيَادُ بْنُ لَبِيدٍ الْأَنْصَارِيُّ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ يُخْتَلَسُ مِنَّا وَقَدْ قَرَأْنَا الْقُرْآنَ فَوَاللَّهِ لَنَقْرَأَنَّهُ وَلَنُقْرِئَنَّهُ نِسَاءَنَا وَأَبْنَاءَنَا فَقَالَ ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا زِيَادُ إِنْ كُنْتُ لَأَعُدُّكَ مِنْ فُقَهَاءِ أَهْلِ الْمَدِينَةِ هَذِهِ التَّوْرَاةُ وَالْإِنْجِيلُ عِنْدَ الْيَهُودِ وَالنَّصَارَى فَمَاذَا يُغْنِي عَنْهُمْ قَالَ جُبَيْرٌ فَلَقِيتُ عُبَادَةَ بْنَ الصَّامِتِ قَالَ قُلْتُ أَلَا تَسْمَعُ مَا يَقُولُ أَخُوكَ أَبُو الدَّرْدَاءِ فَأَخْبَرْتُهُ بِالَّذِي قَالَ قَالَ صَدَقَ أَبُو الدَّرْدَاءِ إِنْ شِئْتَ لَأُحَدِّثَنَّكَ بِأَوَّلِ عِلْمٍ يُرْفَعُ مِنْ النَّاسِ الْخُشُوعُ يُوشِكُ أَنْ تَدْخُلَ مَسْجِدَ الْجَمَاعَةِ فَلَا تَرَى فِيهِ رَجُلًا خَاشِعًا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abdullah bin Shalih} telah menceritakan kepada kami {Mu’awiyah} dari {Abdur Rahman bin Jubair bin nufair} dari ayahnya – {Jubair bin Nufair} -, dari {Abu Darda`} radliallahu ‘anhu ia berkata: “Dahulu kami bersama Rasulullah saw., beliau menengadahkan pandangannya ke langit, kemudian bersabda: ‘Sekarang adalah waktu ilmu terampas dari (genggaman) manusia, hingga mereka tidak menghargainya sedikit pun’, lalu Ziyad bin Labid Al Anshari radliallahu ‘anhu bertanya: ‘Wahai Rasulullah saw., bagaimana ilmu itu bisa terampas dari kami sedang kami (selalu) membaca Al Qur`an?, demi Allah kami akan selalu membacanya dan mengajarkannya kepada isteri-isteri dan anak-anak kami. kemudian beliau berkata: ‘Celaka wahai Ziyad, aku telah menganggapmu sebagai ahli fikih bagi penduduk kota Madinah, (bukankah) Taurat dan Injil masih berada di (tangan) orang-orang Yahudi dan Nasrani, dan hal itu tidakkah bisa mencerahkan mereka? ‘, Jubair berkata: ‘kemudian aku bertemu dengan {‘Ubadah bin As Shamit} radliallahu ‘anhu, aku bertanya: ‘apakah kamu pernah mendengar apa yang telah dikatakan saudaramu Abu Darda` radliallahu ‘anhu? ‘. Lalu aku kabarkan kepadanya apa yang telah dikatakannya, ia berkata: ‘Abu Darda` radliallahu ‘anhu benar, jika kamu berkehendak maka aku akan menceritakan kepadamu tentang ilmu pertama yang dicabut dari manusia, yaitu kekhusyu’an, hingga hampir-hampir kamu masuk ke masjid dan kamu tidak dapati di sana orang yang khusyu’ ‘ “.
Sunan Darimi | Hadits No. : 291
أَخْبَرَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ جَمِيلٍ الْكِنَانِيُّ حَدَّثَنَا مَكْحُولٌ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِي عَلَى أَدْنَاكُمْ ثُمَّ تَلَا هَذِهِ الْآيَةَ { إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ } إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ سَمَاوَاتِهِ وَأَرَضِيهِ وَالنُّونَ فِي الْبَحْرِ يُصَلُّونَ عَلَى الَّذِينَ يُعَلِّمُونَ النَّاسَ الْخَيْرَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ya’qub bin Ibrahim} telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} telah menceritakan kepada kami {Al Walid bin Jamil Al Kinani} telah menceritakan kepada kami {Makhul} ia berkata: “Rasulullah saw. bersabda: ‘Keutamaan seorang yang berilmu dari seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas orang-orang yang paling rendah diantara kalian, kemudian beliau membaca ayat ini: “INNAMA YAKHSYALLAHA MIN ‘IBADIHIL ‘ULAMA`” (Hanyasanya yang takut kepada Allah dari hamba-hambaNya adalah para ulama) -Qs. Faathir: 8-, sesungguhnya Allah, para malaikat, penduduk langit dan bumi, serta ikan di lautan (selalu) bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia’ “.
Sunan Darimi | Hadits No. : 292
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَسَدٍ أَبُو عَاصِمٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَمَانٍ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ لَيْثٍ عَنْ رَجُلٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ لَا يَكُونُ الرَّجُلُ عَالِمًا حَتَّى لَا يَحْسُدَ مَنْ فَوْقَهُ وَلَا يَحْقِرَ مَنْ دُونَهُ وَلَا يَبْتَغِيَ بِعِلْمِهِ ثَمَنًا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ahmad bin `Asad Abu ‘Ashim} telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Yaman} dari {Sufyan} dari {Laits} dari {seseorang} dari {Ibnu Umar} radliallahu ‘anhu ia berkata: “Seseorang tidak menjadi seorang ulama sampai ia tidak hasad (dengki) terhadap orang yang (keilmuannya) di atasnya, dan tidak meremehkan orang yang (keilmuannya) di bawahnya, serta tidak mengharap upah dari ilmunya”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 293
أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِي أُسَامَةَ عَنْ مِسْعَرٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ الْأَعْلَى التَّيْمِيَّ يَقُولُ مَنْ أُوتِيَ مِنْ الْعِلْمِ مَا لَا يُبْكِيهِ لَخَلِيقٌ أَنْ لَا يَكُونَ أُوتِيَ عِلْمًا يَنْفَعُهُ لِأَنَّ اللَّهَ تَعَالَى نَعَتَ الْعُلَمَاءَ ثُمَّ قَرَأَ الْقُرْآنَ { إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ إِلَى قَوْلِهِ يَبْكُونَ }
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Sa’id bin Sulaiman} dari {Abu Usamah} dari {Mis’ar} ia berkata: “Aku pernah mendengar {Abdul A’la At Taimi} berkata: ‘Barangsiapa yang dianugerahi ilmu dan ilmunya tidak membuatnya menangis kepada Allah, berarti ia mendapatkan ilmu yang tidak bermanfaat, karena Allah mensifati para ulama, kemudian ia membaca Al Qur`an: INNALLADZIINA UUTUL ‘ILMA” (sesungguhnya orang-orang yang dianugerahi ilmu) sampai firmanNya: “YABKUUN” (mereka selalu menangis) -Qs. Al Isra`: 107-108-‘ “.