Mukaddimah

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Darimi | Hadits No. : 304

أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ يُونُسَ قَالَ كَتَبَ إِلَيَّ مَيْمُونُ بْنُ مِهْرَانَ إِيَّاكَ وَالْخُصُومَةَ وَالْجِدَالَ فِي الدِّينِ لَا تُجَادِلَنَّ عَالِمًا وَلَا جَاهِلًا أَمَّا الْعَالِمُ فَإِنَّهُ يَخْزُنُ عَنْكَ عِلْمَهُ وَلَا يُبَالِي مَا صَنَعْتَ وَأَمَّا الْجَاهِلُ فَإِنَّهُ يُخَشِّنُ بِصَدْرِكَ وَلَا يُطِيعُكَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Sa’id bin ‘Amir} dari {Isma’il bin Ibrahim} dari {Yunus} ia berkata: ” {Maimun bin Mihran} berkata kepadaku: ‘Jauhilah olehmu bertengkar dan berbantah-bantahan dalam agama. Janganlah kamu membantah orang yang tahu dan orang yang bodoh. Adapun orang yang tahu, sesungguhnya dia menyimpan ilmunya dari kamu dan dia tidak memperdulikan apa-apa yang kamu perbuat. Sebaliknya orang bodoh dia menyakiti hatimu dan tidak menaatimu’ “.

Sunan Darimi | Hadits No. : 305

أَخْبَرَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ قَالَ قَالَ سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام لِابْنِهِ دَعْ الْمِرَاءَ فَإِنَّ نَفْعَهُ قَلِيلٌ وَهُوَ يُهَيِّجُ الْعَدَاوَةَ بَيْنَ الْإِخْوَانِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu Al Mughirah} telah menceritakan kepada kami {Al ‘Auza’i} dari {Yahya bin Abu Katsir} ia berkata: “Sulaiman bin Daud ‘alaihimassalam berkata kepada anaknya: “Tinggalkanlah suka berdebat (untuk mencari menang), karena manfaatnya sedikit, dan hal itu dapat mengobarkan permusuhan diantara sesama saudara”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 306

أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ حَسَّانَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ أَبِي حَكِيمٍ قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ عَبْدِ الْعَزِيزِ يَقُولُ مَنْ جَعَلَ دِينَهُ غَرَضًا لِلْخُصُومَاتِ أَكْثَرَ التَّنَقُّلَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Yahya bin Hassan} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Idris} dari {Isma’il bin Abu Hakim} ia berkata: “Aku pernah mendengar {Umar bin Abdul Aziz} rahimahuillahu berkata: ‘Barangsiapa menjadikan agamanya bahan perdebatan, niscaya ia sering bersilat lidah”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 307

أَخْبَرَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ قَالَ كَتَبَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ إِلَى أَهْلِ الْمَدِينَةِ إِنَّهُ مَنْ تَعَبَّدَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِحُ وَمَنْ عَدَّ كَلَامَهُ مِنْ عَمَلِهِ قَلَّ كَلَامُهُ إِلَّا فِيمَا يَعْنِيهِ وَمَنْ جَعَلَ دِينَهُ غَرَضًا لِلْخُصُومَةِ كَثُرَ تَنَقُّلُهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Marwan bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Abdul Aziz} ia berkata: ” {Umar bin Abdul Aziz} menulis surat untuk penduduk Madinah: “Barangsiapa beribadah tanpa ilmu, ia lebih banyak merusak daripada memperbaiki, barangsiapa amalnya lebih banyak daripada perkataannya, ia sedikit berbicara kecuali dalam hal-hal yang bermanfaat, dan barangsiapa yang menjadikan agamanya sebagai bahan perdebatan, ia sering bersilat lidah”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 308

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ بُرْقَانَ عَنْ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ قَالَ سَأَلَهُ رَجُلٌ عَنْ شَيْءٍ مِنْ الْأَهْوَاءِ فَقَالَ عَلَيْكَ بِدِينِ الْأَعْرَابِيِّ وَالْغُلَامِ فِي الْكُتَّابِ وَالْهَ عَمَّا سِوَى ذَلِكَ قَالَ أَبُو مُحَمَّد كَثُرَ تَنَقُّلُهُ أَيْ يَنْتَقِلُ مِنْ رَأْيٍ إِلَى رَأْيٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Yusuf} dari {Sufyan} dari {Ja’far bin Burqan} dari {Umar bin Abdul Aziz} rahimahullahu ia berkata: “Ada seorang laki-laki bertanya kepadanya tentang hawa nafsu, maka ia berkata: ‘Hendaknya kamu senantiasa memegang teguh agama orang-orang Arab dan anak-anak dalam madrasah. Dan tinggalkanlah selain hal itu, Abu Muhammad berkata: ‘Maksudnya banyak berpindah, yaitu berpindah dari satu pendapat ke pendapat yang lain’ “.

Sunan Darimi | Hadits No. : 309

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ قَالَ قَالَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ إِذَا رَأَيْتَ قَوْمًا يُنْتِجُونَ بِأَمْرٍ دُونَ عَامَّتِهِمْ فَهُمْ عَلَى تَأْسِيسِ الضَّلَالَةِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Katsir} dari {Al ‘Auza’i} ia berkata: ” {Umar bin Abdul Aziz} pernah berkata: ‘Jika kamu melihat satu kaum yang mengurai masalah (untuk kepentingan diri mereka sendiri) tanpa mempedulikan kebanyakan orang, mereka berada dalam pondasi kesesatan”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 310

أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْحَقَ عَنْ ابْنِ الْمُبَارَكِ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ قَالَ قَالَ إِبْلِيسُ لِأَوْلِيَائِهِ مِنْ أَيِّ شَيْءٍ تَأْتُونَ بَنِي آدَمَ فَقَالُوا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ قَالَ فَهَلْ تَأْتُونَهُمْ مِنْ قِبَلِ الِاسْتِغْفَارِ قَالُوا هَيْهَاتَ ذَاكَ شَيْءٌ قُرِنَ بِالتَّوْحِيدِ قَالَ لَأَبُثَّنَّ فِيهِمْ شَيْئًا لَا يَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ مِنْهُ قَالَ فَبَثَّ فِيهِمْ الْأَهْوَاءَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ibrahim bin Ishak} dari {Ibnu Al Mubarak} dari {Al ‘Auza’i} ia berkata: “Iblis berkata kepada pengikutnya, Dari sisi mana saja kalian datang (menggoda) manusia?, mereka menjawab: ‘dari segala arah’, ia bertanya lagi: ‘Apakah kalian akan datang (menggoda) mereka dari arah istighfar? ‘, mereka menjawab: ‘tidak mungkin, karena hal itu sangat berkaitan dengan tauhid, ia berkata: ‘Aku akan sebarkan sesuatu diantara mereka hingga mereka tidak beristighfar kepada Allah. Dia (Al ‘Auza’i) berkata: ‘Lalu iblis menyebarkan (keinginan mengikuti) hawa nafsu kepada mereka’ “.

Sunan Darimi | Hadits No. : 311

أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْحَقَ عَنْ الْمُحَارِبِيِّ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ مَا أَدْرِي أَيُّ النِّعْمَتَيْنِ عَلَيَّ أَعْظَمُ أَنْ هَدَانِي لِلْإِسْلَامِ أَوْ عَافَانِي مِنْ هَذِهِ الْأَهْوَاءِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ibrahim bin Ishak} dari {Al Muharibi} dari {Al A’masy} dari {Mujahid}, ia berkata: Aku tidak tahu diantara dua nikmat yang aku terima, manakah yang lebih besar, Allah memberiku hidayah dengan Islam atau Allah menjagaku dari rongrongan hawa nafsu”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 312

أَخْبَرَنَا مُوسَى بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ مُسْلِمٍ الْأَعْوَرِ عَنْ حَبَّةَ بْنِ جُوَيْنٍ قَالَ سَمِعْتُ عَلِيًّا أَوْ قَالَ قَالَ عَلِيٌّ لَوْ أَنَّ رَجُلًا صَامَ الدَّهْرَ كُلَّهُ وَقَامَ الدَّهْرَ كُلَّهُ ثُمَّ قُتِلَ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ لَحَشَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ مَنْ يُرَى أَنَّهُ كَانَ عَلَى هُدًى
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Musa bin khalid} telah menceritakan kepada kami {Isa bin Yunus} dari {Al A’masy} dari {Muslim Al A’war} dari {Habbah bin Juwain} ia berkata: Aku pernah mendengar {Ali}, -atau ia berkata: Ali telah berkata: – ‘Kalau seseorang puasa setahun penuh, dan shalat malam setahun penuh, kemudian ia terbunuh diantara rukun yamani dan maqam Ibrahim, niscaya Allah mengumpulkannya dihari kiamat bersama siapa saja yang memandangnya bahwa dia berada di jalan hidayah”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 313

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حُمَيْدٍ عَنْ هَارُونَ هُوَ ابْنُ الْمُغِيرَةِ عَنْ شُعَيْبٍ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ عَنْ أَبِي صَادِقٍ قَالَ قَالَ سَلْمَانُ لَوْ وَضَعَ رَجُلٌ رَأْسَهُ عَلَى الْحَجَرِ الْأَسْوَدِ فَصَامَ النَّهَارَ وَقَامَ اللَّيْلَ لَبَعَثَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ هَوَاهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Humaid} dari {Harun Ibnu Al Mughirah} dari {Syu’aib} dari {Salamah bin Kuhail} dari {Abu Shadiq} ia berkata: {Salman} berkata: “Sekiranya seseorang meletakkan kepalanya pada hajar aswad, berpuasa pada siang hari, dan shalat pada malam hari, Allah membangkitkannya pada hari kiamat bersama keinginannya “.