Mukaddimah
Sunan Darimi | Hadits No. : 324
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ يَمَانٍ عَنْ ابْنِ ثَوْبَانَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ ضَمْرَةَ عَنْ كَعْبٍ قَالَ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلَّا مُتَعَلِّمَ خَيْرٍ أَوْ مُعَلِّمَهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abdullah bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Yaman} dari {Ibnu Tsauban} dari {ayahnya} dari {‘Abdullah bin Dlamrah} dari {ka’ab} ia berkata: “Dunia itu terlaknat, dan terlaknat segala isinya kecuali pemburu kebaikan atau pengajarnya”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 325
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ عَنْ بَحِيرٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ قَالَ النَّاسُ عَالِمٌ وَمُتَعَلِّمٌ وَمَا بَيْنَ ذَلِكَ هَمَجٌ لَا خَيْرَ فِيهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Katsir} dari {Al ‘Auza’i} dari {Bahir} dari {Khalid bin Ma’dan} ia berkata: “Manusia (terbagi dua) yaitu alim (orang yang mengajar) dan pelajar, selain itu adalah orang hina yang tidak ada kebaikan”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 326
أَخْبَرَنَا بِشْرُ بْنُ الْحَكَمِ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ رَجَاءٍ عَنْ هِشَامٍ عَنْ الْحَسَنِ قَالَ كَانُوا يَقُولُونَ مَوْتُ الْعَالِمِ ثُلْمَةٌ فِي الْإِسْلَامِ لَا يَسُدُّهَا شَيْءٌ مَا اخْتَلَفَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Bisyr bin Hakam} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Rajab} dari {Hisyam} dari {Hasan} ia berkata: “Mereka berkata bahwa wafatnya seorang alim laksana robeknya sesuatu yang tidak bisa ditambal, selama masih ada siang dan malam”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 327
أَخْبَرَنَا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ الصَّنْعَانِيُّ حَدَّثَنَا مُنْذِرٌ هُوَ ابْنُ النُّعْمَانِ عَنْ وَهْبِ بْنِ مُنَبِّهٍ قَالَ مَجْلِسٌ يُتَنَازَعُ فِيهِ الْعِلْمُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ قَدْرِهِ صَلَاةً لَعَلَّ أَحَدَهُمْ يَسْمَعُ الْكَلِمَةَ فَيَنْتَفِعُ بِهَا سَنَةً أَوْ مَا بَقِيَ مِنْ عُمُرِهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Yusuf bin Musa} telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Musa} telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Hasan As Shan`ani} telah menceritakan kepada kami {Mundzir Ibnu An Nu`man}, dari {Wahab bin Munabbih} ia berkata: ” Majelis yang diselenggarakan untuk mendiskusikan ilmu lebih aku sukai daripada digunakan untuk shalat (sunnah), sebab siapa tahu diantara kalian mendengar sepatah kata yang manfaatnya bisa setahun atau sepanjang umur.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 328
أَخْبَرَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا وَكِيعٌ قَالَ قَالَ سُفْيَانُ مَا أَعْلَمُ عَمَلًا أَفْضَلَ مِنْ طَلَبِ الْعِلْمِ وَحِفْظِهِ لِمَنْ أَرَادَ اللَّهَ بِهِ قَالَ قَالَ الْحَسَنُ بْنُ صَالِحٍ إِنَّ النَّاسَ لَيَحْتَاجُونَ إِلَى هَذَا الْعِلْمِ فِي دِينِهِمْ كَمَا يَحْتَاجُونَ إِلَى الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ فِي دُنْيَاهُمْ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ya’qub bin Ibrahim} telah mengabarkan kepada kami {Waki’} dia berkata: {Sufyan} berkata: “Aku tidak mengetahui suatu amalan yang lebih utama dari pada mencari ilmu dan menjaganya, bagi siapa yang Allah kehendaki. Sufyan juga berkata: Berkata Al Hasan bin Shalih: ‘Manusia membutuhkan ilmu ini untuk agamanya, sebagaimana mereka membutuhkan ilmu untuk makanan dan minuman dalam dunia mereka’ “.
Sunan Darimi | Hadits No. : 329
أَخْبَرَنَا أَبُو نُعَيْمٍ وَجَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ قَالَا حَدَّثَنَا مِسْعَرٌ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ قَالَ قَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ تَعَلَّمُوا قَبْلَ أَنْ يُقْبَضَ الْعِلْمُ فَإِنَّ قَبْضَ الْعِلْمِ قَبْضُ الْعُلَمَاءِ وَإِنَّ الْعَالِمَ وَالْمُتَعَلِّمَ فِي الْأَجْرِ سَوَاءٌ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu Nu’aim} dan telah mengabarkan kepada kami {Ja’far bin ‘Aun} berkata: telah menceritakan kepada kami {Mis’ar} dari {‘Amr bin Murrah} dari {Salim bin Abu Al Ja’d} ia berkata: berkata {Abu Darda`} radliallahu ‘anhu: “Belajarlah kalian sebelum ilmu dicabut, sesungguhnya dicabutnya ilmu dengan diwafatkan ulama. Sesungguhnya orang alim (yang mengajarkan ilmu) dan manusia terpelajar (yang berburu ilmu) memperoleh pahala sama”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 330
أَخْبَرَنَا هَارُونُ بْنُ مُعَاوِيَةَ عَنْ حَفْصِ بْنِ غِيَاثٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ الْخُرَاسَانِيِّ عَنْ الضَّحَّاكِ وَلَكِنْ كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ قَالَ حَقٌّ عَلَى كُلِّ مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ أَنْ يَكُونَ فَقِيهًا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Harun bin Mu’awiyah} dari {Hafsh bin Ghiyats} dari {Abi Abdullah Al Khurasani} dari {Ad Dlahaq} -Ia mengomentari ayat- ‘Akan tetapi jadilah kalian semua Rabbaniyyun karena kamu selalu mengajarkan Al kitab’ (Surat Ali-Imran 79), dia berkata: “adalah kewajiban setiap orang yang membaca Al Qur`an untuk menjadi faqih (mengetahui maksud atau isinya secara mendalam) “.
Sunan Darimi | Hadits No. : 331
أَخْبَرَنَا هَارُونُ بْنُ مُعَاوِيَةَ عَنْ حَفْصٍ عَنْ أَشْعَثَ بْنِ سَوَّارٍ عَنْ الْحَسَنِ { لَوْلَا يَنْهَاهُمْ الرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ } قَالَ الْحُكَمَاءُ الْعُلَمَاءُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Harun bin Mu’awiyah} dari {Hafsh} dari {Asy’ats bin Sawwar} dari {Hasan} –mengomentari ayat– “LAULAA YANHAHUMUR RABBANIYYUNA WAL AHBAAR” (Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak mencegah mereka, Surat Almaidah 63), Hasan berkata: ‘Rabbaniyyun Maksudnya adalah para pemimpin yang alim”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 332
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ الْفَزَارِيِّ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَ { كُونُوا رَبَّانِيِّينَ } قَالَ عُلَمَاءُ فُقَهَاءُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin ‘Uyainah} dari {Abu Ishaq Al Fazari} dari {‘Atha’ bin As Sa`ib} dari {Sa’id bin Jubair} ia berkata: “jadilah kalian semua Rabbaniyyun” dia berkata: maksudnya adalah ulama yang ahli fikih”.
Sunan Darimi | Hadits No. : 333
أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ سَمِعْتُ سُفْيَانَ بْنَ عُيَيْنَةَ يَقُولُ يُرَادُ لِلْعِلْمِ الْحِفْظُ وَالْعَمَلُ وَالِاسْتِمَاعُ وَالْإِنْصَاتُ وَالنَّشْرُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ubaidullah bin Sa’id} ia berkata: “aku telah mendengar {Sufyan bin ‘Uyainah} berkata: “Yang dimaksud ilmu adalah menghafal, beramal, mendengar, diam dan menyebarkan”.