Musnad Sepuluh Sahabat yang Dijamin Masuk Surga
Musnad Ahmad | Hadits No. : 131
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَنْبَأَنَا شُعَيْبٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ حَدَّثَنَا سَالِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ يَقُولُكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْطِينِي الْعَطَاءَ فَأَقُولُ أَعْطِهِ أَفْقَرَ إِلَيْهِ مِنِّي حَتَّى أَعْطَانِي مَرَّةً مَالًا فَقُلْتُ أَعْطِهِ أَفْقَرَ إِلَيْهِ مِنِّي فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُذْهُ فَتَمَوَّلْهُ وَتَصَدَّقْ بِهِ فَمَا جَاءَكَ مِنْ هَذَا الْمَالِ وَأَنْتَ غَيْرُ مُشْرِفٍ وَلَا سَائِلٍ فَخُذْهُ وَمَا لَا فَلَا تُتْبِعْهُ نَفْسَكَحَدَّثَنَا هَارُونُ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْطِينِي الْعَطَاءَ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Yaman} telah memberitakan kepada kami {Syu’aib} dari {Az Zuhri} Telah menceritakan kepada kami {Salim Bin Abdullah} bahwa {Abdullah Bin Umar} berkata aku mendengar {Umar} berkata Nabi saw. memberiku sebuah pemberian, maka aku berkata “Berikan saja kepada orang yang lebih membutuhkan ketimbang aku.” Sampai suatu ketika beliau memberiku harta dan aku berkata “Berikan saja kepada orang yang lebih membutuhkan ketimbang aku.” Maka Nabi saw. bersabda: “Ambillah dan kembangkanlah (infestasikan) harta itu kemudian berinfaqlah dengannya. Apa yang datang kepadamu dari harta ini sedangkan kamu tidak mengharapkannya dan tidak meminta-mintanya maka ambillah, dan apabila tidak seperti demikian maka janganlah kamu mengklaimnya menjadi milikmu.” Telah menceritakan kepada kami {Harun} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahab} Telah menceritakan kepadaku {Yunus} dari {Ibnu Syihab} dari {Salim} dari {Bapaknya} dia berkata aku mendengar {Umar} berkata Rasulullah saw. memberiku sebuah pemberian, ” kemudian dia menyebutkan makna hadits.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 132
حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا لَيْثٌ حَدَّثَنِي بُكَيْرٌ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ سَعِيدٍ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَهَشَشْتُ يَوْمًا فَقَبَّلْتُ وَأَنَا صَائِمٌ فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ صَنَعْتُ الْيَوْمَ أَمْرًا عَظِيمًا فَقَبَّلْتُ وَأَنَا صَائِمٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَأَيْتَ لَوْ تَمَضْمَضْتَ بِمَاءٍ وَأَنْتَ صَائِمٌ قُلْتُ لَا بَأْسَ بِذَلِكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَفِيمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} Telah menceritakan kepada kami {Laits} Telah menceritakan kepadaku {Bukair} dari {Abdul Malik Bin Sa’id Al Anshari} dari {Jabir Bin Abdullah} dari {Umar Bin Al Khaththab} dia berkata pada suatu hari aku rindu dan hasratku muncul kemudian aku mencium padahal sedang berpuasa, maka aku datang kepada Nabi saw. dan aku berkata “Hari ini aku melakukan suatu kesalahan besar, aku telah mencium padahal sedang berpuasa” maka Rasulullah saw. bertanya: “Bagaimana pendapatmu jika kamu berpuasa kemudian berkumur-kumur?” Aku menjawab “Tidak apa-apa hal itu.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Maka dimana masalahnya?”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 133
حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا دَاوُدُ يَعْنِي ابْنَ أَبِي الْفُرَاتِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِي الْأَسْوَدِ أَنَّهُ قَالَأَتَيْتُ الْمَدِينَةَ فَوَافَيْتُهَا وَقَدْ وَقَعَ فِيهَا مَرَضٌ فَهُمْ يَمُوتُونَ مَوْتًا ذَرِيعًا فَجَلَسْتُ إِلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَمَرَّتْ بِهِ جَنَازَةٌ فَأُثْنِيَ عَلَى صَاحِبِهَا خَيْرًا فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَجَبَتْ ثُمَّ مُرَّ بِأُخْرَى فَأُثْنِيَ عَلَى صَاحِبِهَا خَيْرًا فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَجَبَتْ ثُمَّ مُرَّ بِالثَّالِثَةِ فَأُثْنِيَ عَلَيْهَا شَرًّا فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَجَبَتْ فَقَالَ أَبُو الْأَسْوَدِ مَا وَجَبَتْ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ قَالَ قُلْتُ كَمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّمَا مُسْلِمٍ شَهِدَ لَهُ أَرْبَعَةٌ بِخَيْرٍ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ قَالَ فَقُلْنَا وَثَلَاثَةٌ قَالَ فَقَالَ وَثَلَاثَةٌ قَالَ قُلْنَا وَاثْنَانِ قَالَ وَاثْنَانِ قَالَ ثُمَّ لَمْ نَسْأَلْهُ عَنْ الْوَاحِدِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yunus Bin Muhammad} Telah menceritakan kepada kami {Daud yaitu Ibnu Abil Furath} dari {Abdullah Bin Buraidah} dari {Abul Aswad} bahwa dia berkata aku datang ke Madinah, setibanya aku di sana rupanya sedang terjadi wabah penyakit, orang-orang meninggal dalam keadaan menyedihkan, maka ketika aku duduk di sisi {Umar Bin Al Khaththab}, lewatlah jenazah kemudian si mayit dipuji dengan kebaikan, maka Umar berkata “wajib” kemudian jenazah lain lewat dan mayit dipuji dengan kebaikan, maka Umar berkata “wajib” kemudian jenazah ketiga lewat dan mayit tersebut dibeberkan keburukannya, maka Umar berkata “wajib” akhirnya Abul Aswad bertanya “Apa artinya wajib wahai Amirul Mukminin?” Umar menjawab “Aku berkata sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah saw.: “Orang muslim siapa saja yang disaksikan oleh empat orang dengan kebaikan, maka Allah akan memasukkannya ke dalam Syurga” aku bertanya “Bagaiman jika tiga orang?” Beliau menjawab: “Juga tiga orang” aku bertanya lagi “Bagaiman jika dua orang?” Beliau menjawab “Juga dua orang.” Kemudian kami tidak menanyakannya bagaimana jika satu orang.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 134
حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا بُكَيْرٌ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ عُمَرَ قَالَغَزَوْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَمَضَانَ وَالْفَتْحَ فِي رَمَضَانَ فَأَفْطَرْنَا فِيهِمَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Sa’id} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} Telah menceritakan kepada kami {Bukair} dari {Sa’id Bin Al Musayyib} dari {Umar} dia berkata “Kami berperang bersama Rasulullah saw. pada bulan Ramadlan, dan pada penaklukan kota Makkah di bulan Ramadlan, dan kami berbuka pada kedua kejadian itu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 135
حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ حَدَّثَنَا الْمُثَنَّى بْنُ عَوْفٍ الْعَنَزِيُّ بَصْرِيٌّ قَالَ أَنْبَأَنَا الْغَضْبَانُ بْنُ حَنْظَلَةَأَنَّ أَبَاهُ حَنْظَلَةَ بْنَ نُعَيْمٍ وَفَدَ إِلَى عُمَرَ فَكَانَ عُمَرُ إِذَا مَرَّ بِهِ إِنْسَانٌ مِنْ الْوَفْدِ سَأَلَهُ مِمَّنْ هُوَ حَتَّى مَرَّ بِهِ أَبِي فَسَأَلَهُ مِمَّنْ أَنْتَ فَقَالَ مِنْ عَنَزَةَ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ حَيٌّ مِنْ هَاهُنَا مَبْغِيٌّ عَلَيْهِمْ مَنْصُورُونَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Sa’id budak Bani Hasyim} Telah menceritakan kepada kami {Al Mutsanna Bin ‘Auf Al ‘Anazi orang Bashrah} dia berkata telah memberitakan kepada kami {Al Ghadlban Bin Hanzhalah} bahwa bapaknya yaitu Hanzhalah Bin Nu’aim menjadi utusan menghadap kepada Umar, dan {Umar} apabila dikunjungi oleh seorang utusan dia bertanya kepada orang tersebut “Dari utusan mana dia” sampai akhirnya tibalah giliran bapakku dan dia bertanya kepadanya “Dari utusan mana kamu?” Maka dia menjawab “Dari ‘Anazah” maka dia berkata “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Kampung dari daerah ini selalu ditolong jika dizhalimi.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 136
حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ مَعْمَرٍ أَنَّهُ سَأَلَ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ عَنْ الصِّيَامِ فِي السَّفَرِ فَحَدَّثَهُ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَغَزَوْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَزْوَتَيْنِ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ يَوْمَ بَدْرٍ وَيَوْمَ الْفَتْحِ فَأَفْطَرْنَا فِيهِمَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan Bin Musa} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Yazid Bin Abu Habib} dari {Ma’mar} bahwa dia bertanya kepada {Sa’id Bin Musayyib} tentang berpuasa ketika bepergian, maka dia menceritakan kepadanya dari {Umar Bin Al Khaththab}, bahwa dia berkata “Kami berperang bersama Rasulullah saw. sebanyak dua kali pada bulan Ramadlan, yaitu perang Badar dan penaklukan kota Makkah, kemudian kami berbuka pada perang tersebut.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 137
حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ حَدَّثَنَا دَيْلَمُ بْنُ غَزْوَانَ عَبْدِيٌّ حَدَّثَنَا مَيْمُونٌ الْكُرْدِيُّ حَدَّثَنِي أَبُو عُثْمَانَ النَّهْدِيُّ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي كُلُّ مُنَافِقٍ عَلِيمِ اللِّسَانِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Sa’id} Telah menceritakan kepada kami {Dailam Bin Ghazwan} seorang abd, Telah menceritakan kepada kami {Maimun Al Kurdi} Telah menceritakan kepadaku {Abu Utsman An Nahdi} dari {Umar Bin Al Khaththab} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya yang paling aku takuti dari ummatku adalah setiap munafiq yang pandai bersilat lidah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 138
حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا صَالِحُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زَائِدَةَ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُ كَانَ مَعَ مَسْلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ فِي أَرْضِ الرُّومِ فَوُجِدَ فِي مَتَاعِ رَجُلٍ غُلُولٌ فَسَأَلَ سَالِمَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ فَقَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ وَجَدْتُمْ فِي مَتَاعِهِ غُلُولًا فَأَحْرِقُوهُ قَالَ وَأَحْسَبُهُ قَالَ وَاضْرِبُوهُ قَالَ فَأَخْرَجَ مَتَاعَهُ فِي السُّوقِ قَالَ فَوَجَدَ فِيهِ مُصْحَفًا فَسَأَلَ سَالِمًا فَقَالَ بِعْهُ وَتَصَدَّقْ بِثَمَنِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Sa’id} Telah menceritakan kepada kami {Abdul Aziz Bin Muhammad} Telah menceritakan kepada kami {Shalih Bin Muhammad Bin Za`idah} dari {Salim Bin Abdullah} bahwa dia bersama Maslamah Bin Abdul Malik di bumi Romawi, kemudian ditemukan pada harta seorang lelaki ghulul (barang curian dari harta rampasan perang), maka Maslamah Bin Abdul Malik bertanya kepada Salim Bin Abdullah, Salim Bin Abdullah menjawab Telah menceritakan kepadaku {Abdullah} dari {Umar} bahwa Rasulullah saw. telah bersabda: “Barangsiapa kalian dapati dalam hartanya ada barang Ghulul maka bakarlah.” Umar berkata “Aku mengira beliau berkata: “Dan pukullah” Shalih berkata “Kemudian Maslamah mengeluarkan harta lelaki tersebut ke pasar.” Shalih berkata “Dan dia menemukan Mushaf ada didalamnya, kemudian dia bertanya kepada Salim, dan dia menjawab “Juallah dan sedekahkan hasilnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 139
حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ وَحُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَا حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَعَوَّذُ مِنْ خَمْسٍ مِنْ الْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَفِتْنَةِ الصَّدْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَسُوءِ الْعُمُرِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Sa’id} dan {Husain Bin Muhammad} keduanya berkata Telah menceritakan kepada kami {Israil} dari {Abu Ishaq} dari {‘Amru Bin Maimun} dari {Umar}, bahwa Nabi saw. berlindung dari lima hal “dari sifat bakhil, pengecut, fitnatush shadr (meninggal sebelum tobat), siksa qubur dan umur yang buruk.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 140
حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ قَالَ سَمِعْتُ عَطَاءَ بْنَ دِينَارٍ عَنْ أَبِي يَزِيدَ الْخَوْلَانِيِّ أَنَّهُ سَمِعَ فَضَالَةَ بْنَ عُبَيْدٍ يَقُولُ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُأَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الشُّهَدَاءُ ثَلَاثَةٌ رَجُلٌ مُؤْمِنٌ جَيِّدُ الْإِيمَانِ لَقِيَ الْعَدُوَّ فَصَدَقَ اللَّهَ حَتَّى قُتِلَ فَذَلِكَ الَّذِي يَرْفَعُ إِلَيْهِ النَّاسُ أَعْنَاقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأْسَهُ حَتَّى وَقَعَتْ قَلَنْسُوَتُهُ أَوْ قَلَنْسُوَةُ عُمَرَ وَرَجُلٌ مُؤْمِنٌ جَيِّدُ الْإِيمَانِ لَقِيَ الْعَدُوَّ فَكَأَنَّمَا يُضْرَبُ جِلْدُهُ بِشَوْكِ الطَّلْحِ أَتَاهُ سَهْمٌ غَرْبٌ فَقَتَلَهُ هُوَ فِي الدَّرَجَةِ الثَّانِيَةِ وَرَجُلٌ مُؤْمِنٌ جَيِّدُ الْإِيمَانِ خَلَطَ عَمَلًا صَالِحًا وَآخَرَ سَيِّئًا لَقِيَ الْعَدُوَّ فَصَدَقَ اللَّهَ حَتَّى قُتِلَ فَذَلِكَ فِي الدَّرَجَةِ الثَّالِثَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Sa’id} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dia berkata aku mendengar {‘Atho` Bin Dinar} dari {Abu Yazid Al Khaulani} bahwa dia mendengar {Fadlalah Bin ‘Ubaid} berkata aku mendengar {Umar Bin Al Khaththab} bahwa dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Orang yang mati syahid itu ada tiga orang seorang lelaki mukmin yang bagus keimanannya bertemu dengan musuh kemudian dia berlaku jujur kepada Allah hingga terbunuh, maka pada hari Kiamat orang-orang akan melongokkan lehernya untuk melihat kepadanya, ” dan Rasulullah saw. juga melongokkan lehernya, sampai kopyah beliau terjatuh atau kopyah Umar terjatuh, “Dan seorang lelaki mukmin yang bagus keimanannya bertemu dengan musuh seakan akan kulitnya dipukul dengan duri pohon, dia tertembus oleh panah yang nyasar kemudian terbunuh, maka dia di syurga berada di tingkat ke dua. Dan seorang lelaki mukmin yang bagus keimanannya yang amal shalihnya bercampur dengan amal keburukan dia bertemu dengan musuh kemudian berlaku jujur kepada Allah sampai tebunuh maka dia di syurga berada di tingkat ke tiga.”