Keimaman
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 829
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ مَالِكٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ أَحَدِكُمْ وَحْدَهُ خَمْسًا وَعِشْرِينَ جُزْءًا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah} dari {Malik} dari {Ibnu Syihab} dari {Sa’id bin Al Musayyab} dari {Abu Hurairah} bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat salah seorang dari kalian sendirian dengan kelebihan dua puluh lima bagian.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 830
أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَمَّارٍ قَالَ حَدَّثَنِي الْقَاسِمُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ عَائِشَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَزِيدُ عَلَى صَلَاةِ الْفَذِّ خَمْسًا وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Ubaidullah bin Sa’id} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Abdurrahman bin ‘Ammar} dia berkata telah menceritakan kepadaku {Al Qasim bin Muhammad} dari {‘Aisyah} dari Nabi saw. beliau bersabda: “Shalat berjamaah (pahalanya) melebihi atas shalat sendirian sebanyak dua puluh lima derajat.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 831
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانُوا ثَلَاثَةً فَلْيَؤُمَّهُمْ أَحَدُهُمْ وَأَحَقُّهُمْ بِالْإِمَامَةِ أَقْرَؤُهُمْ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Awanah} dari {Qatadah} dari {Abu Nadhrah} dari {Abu Sa’id} dia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Bila mereka bertiga, maka salah seorang dari mereka menjadi imam bagi yang lain, dan yang paling berhak menjadi imam adalah yang paling banyak hapalannya.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 832
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي زِيَادٌ أَنَّ قَزَعَةَ مَوْلًى لِعَبْدِ الْقَيْسِ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ عِكْرِمَةَ قَالَ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍصَلَّيْتُ إِلَى جَنْبِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَائِشَةُ خَلْفَنَا تُصَلِّي مَعَنَا وَأَنَا إِلَى جَنْبِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُصَلِّي مَعَهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Isma’il bin Ib Radliyallahu’anha im} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} dia berkata {Ibnu Juraij} berkata telah mengabarkan kepadaku {Ziyad} bahwasanya {Qaza’ah} -seorang budak Abdul Qais- mengabarkan kepadanya bahwasanya ia mendengar {‘Ikrimah} berkata {Ibnu ‘Abbas} berkata “Aku pernah shalat di samping Rasulullah saw. Aisyah juga shalat bersama kami di belakang, sedangkan aku di samping Rasulullah saw.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 833
أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَصَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُمْتُ عَنْ يَسَارِهِ فَأَخَذَنِي بِيَدِهِ الْيُسْرَى فَأَقَامَنِي عَنْ يَمِينِهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Suwaid bin Nashr} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Abdullah} dari {Abdul Malik bin Abu Sulaiman} dari {‘Atha} dari {Ibnu ‘Abbas} dia berkata “Aku shalat bersama Rasulullah saw. dan aku berdiri di sebelah kiri beliau. Tetapi beliau memegangku dengan tangan kirinya dan memposisikan diriku di sebelah kanannya.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 834
أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ أَنَّهُ أَخْبَرَهُمْ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَصِيرٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ شُعْبَةُ وَقَالَ أَبُو إِسْحَقَ وَقَدْ سَمِعْتُهُ مِنْهُ وَمِنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ يَقُولُصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا صَلَاةَ الصُّبْحِ فَقَالَ أَشَهِدَ فُلَانٌ الصَّلَاةَ قَالُوا لَا قَالَ فَفُلَانٌ قَالُوا لَا قَالَ إِنَّ هَاتَيْنِ الصَّلَاتَيْنِ مِنْ أَثْقَلِ الصَّلَاةِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا وَالصَّفُّ الْأَوَّلُ عَلَى مِثْلِ صَفِّ الْمَلَائِكَةِ وَلَوْ تَعْلَمُونَ فَضِيلَتَهُ لَابْتَدَرْتُمُوهُ وَصَلَاةُ الرَّجُلِ مَعَ الرَّجُلِ أَزْكَى مِنْ صَلَاتِهِ وَحْدَهُ وَصَلَاةُ الرَّجُلِ مَعَ الرَّجُلَيْنِ أَزْكَى مِنْ صَلَاتِهِ مَعَ الرَّجُلِ وَمَا كَانُوا أَكْثَرَ فَهُوَ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Isma’il bin Mas’ud} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Khalid bin Al Harits} dari {Syu’bah} dari {Abu Ishaq} bahwasanya ia mengabarkan kepada mereka, dari {Abdullah bin Abu Bashir} dari {bapaknya}, {Syu’bah} berkata dan berkata {Abu Ishaq} dan aku telah mendengarnya darinya dari {Bapaknya}, dia berkata aku mendengar {Ubay bin Ka’b} berkata “Suatu hari Rasulullah saw. mengerjakan shalat Subuh, lantas beliau bersabda, Apakah kamu melihat Fulan ikut shalat berjamaah? ‘ Para sahabat menjawab, ‘Tidak’. Rasulullah saw. bertanya lagi, ‘ Apakah si Fulan (orang lain lagi) ikut shalat berjamaah? ‘ Sahabat menjawab, Tidak, Beliau saw. lalu bersabda: ‘Dua shalat ini sangat berat bagi orang munafiq. Andaikan mereka mengetahui (pahala) nya, mereka pasti mendatanginya, walau dengan merangkak. Barisan pertama laksana barisan para malaikat, seandainya mereka mengetahui keutamaannya mereka pasti bersegera menuju barisan pertama. Shalatnya seseorang bersama orang lain lebih utama baginya daripada shalat sendirian, dan shalat seseorang bersama dua orang lebih utama daripada shalat bersama satu orang. Kalau mereka bertambah banyak. Allah Azza wa Jalla lebih mencintainya’.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 835
أَخْبَرَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى قَالَ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ مَحْمُودٍ عَنْ عِتْبَانَ بْنِ مَالِكٍأَنَّهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ السُّيُولَ لَتَحُولُ بَيْنِي وَبَيْنَ مَسْجِدِ قَوْمِي فَأُحِبُّ أَنْ تَأْتِيَنِي فَتُصَلِّيَ فِي مَكَانٍ مِنْ بَيْتِي أَتَّخِذُهُ مَسْجِدًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَنَفْعَلُ فَلَمَّا دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَيْنَ تُرِيدُ فَأَشَرْتُ إِلَى نَاحِيَةٍ مِنْ الْبَيْتِ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَفَفْنَا خَلْفَهُ فَصَلَّى بِنَا رَكْعَتَيْنِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Nashr bin ‘Ali} dia berkata telah memberitakan kepada kami {Abdul A’la} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Mahmud} dari {‘Itban bin Malik} bahwasanya dia berkata “Wahai Rasulullah saw. banjir, menghalangi kami dengan masjid kaumku. Maka aku senang jika engkau shalat di suatu tempat di rumahku yang aku jadikan masjid.” Rasulullah saw. menjawab, “Akan aku lakukan.” Setelah Rasulullah saw. masuk ke rumahnya, beliau bertanya, “Di sebelah mana kamu ingin aku shalat?” Lalu dia ditunjukkan ke arah pojok rumah. Kemudian Rasulullah saw. berdiri dan mereka berbaris di belakang beliau, lalu beliau saw. shalat bersama kami dua rakaat.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 836
أَنْبَأَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا إِسْمَعِيلُ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَأَقْبَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِوَجْهِهِ حِينَ قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ قَبْلَ أَنْ يُكَبِّرَ فَقَالَ أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ وَتَرَاصُّوا فَإِنِّي أَرَاكُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِي
Terjemahan: Telah memberitakan kepada kami {‘Ali bin Hujr} dia berkata telah memberitakan kepada kami {Isma’il} dari {Humaid} dari {Anas} dia berkata “Rasulullah saw. menghadap kepada kami dengan wajahnya ketika berdiri sebelum beliau saw. bertakbir, lalu beliau bersabda: “Luruskan barisan kalian dan rapatkanlah. Karena aku melihat kalian dari balik punggungku.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 837
أَخْبَرَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو زُبَيْدٍ وَاسْمُهُ عَبْثَرُ بْنُ الْقَاسِمِ عَنْ حُصَيْنٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَكُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ قَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ لَوْ عَرَّسْتَ بِنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِنِّي أَخَافُ أَنْ تَنَامُوا عَنْ الصَّلَاةِ قَالَ بِلَالٌ أَنَا أَحْفَظُكُمْ فَاضْطَجَعُوا فَنَامُوا وَأَسْنَدَ بِلَالٌ ظَهْرَهُ إِلَى رَاحِلَتِهِ فَاسْتَيْقَظَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ طَلَعَ حَاجِبُ الشَّمْسِ فَقَالَ يَا بِلَالُ أَيْنَ مَا قُلْتَ قَالَ مَا أُلْقِيَتْ عَلَيَّ نَوْمَةٌ مِثْلُهَا قَطُّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَبَضَ أَرْوَاحَكُمْ حِينَ شَاءَ فَرَدَّهَا حِينَ شَاءَ قُمْ يَا بِلَالُ فَآذِنْ النَّاسَ بِالصَّلَاةِ فَقَامَ بِلَالٌ فَأَذَّنَ فَتَوَضَّئُوا يَعْنِي حِينَ ارْتَفَعَتْ الشَّمْسُ ثُمَّ قَامَ فَصَلَّى بِهِمْ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Hannad bin As Sari} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Zubaid ‘Abtsar bin Al Qasim} dari {Hushain} dari {Abdullah bin Abu Qatadah} dari {Bapaknya}, dia berkata “Kami bersama Rasulullah saw. lalu ada sebagian orang yang berkata, ‘Wahai Rasulullah saw. seandainya engkau shalat bersama kami pada akhir malam (pasti itu lebih baik) ‘. Kemudian beliau bersabda, ‘Aku khawatir kalian tertidur sehingga tidak shalat’. Bilal berkata, ‘Aku akan menjaga kalian”. Lalu mereka berbaring dan terlelap dalam tidurnya. Sedang Bilal menyandarkan punggungnya ke untanya. Rasulullah saw. terbangun ketika matahari sudah terbit, maka beliau bersabda, ‘Wahai Bilal. mana yang kamu katakan? ‘ la menjawab, Aku belum pernah tertidur selelap ini’. Rasulullah saw. bersabda, “Allah Azza wa Jalla menggenggam nyawa kalian ketika menghendaki dan mengembalikannya lagi ketika Dia menghendakinya. Hai Bilal, adzanlah untuk shalat’. Lalu Bilal bangkit (dan mengumandangkan adzan, lantas orang-orang segera berwudhu – yakni saat matahari sudah mulai tinggi- kemudian beliau saw. shalat bersama mereka.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 838
أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ زَائِدَةَ بْنِ قُدَامَةَ قَالَ حَدَّثَنَا السَّائِبُ بْنُ حُبَيْشٍ الْكَلَاعِيُّ عَنْ مَعْدَانَ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ الْيَعْمُرِيِّ قَالَقَالَ لِي أَبُو الدَّرْدَاءِ أَيْنَ مَسْكَنُكَ قُلْتُ فِي قَرْيَةٍ دُوَيْنَ حِمْصَ فَقَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ ثَلَاثَةٍ فِي قَرْيَةٍ وَلَا بَدْوٍ لَا تُقَامُ فِيهِمْ الصَّلَاةُ إِلَّا قَدْ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمْ الشَّيْطَانُ فَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَقَالَ السَّائِبُ يَعْنِي بِالْجَمَاعَةِ الْجَمَاعَةَ فِي الصَّلَاةِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Suwaid bin Nashr} dia berkata telah memberitakan kepada kami {Abdullah bin Al Mubarak} dari {Zaidah bin Qudamah} dia berkata telah menceritakan kepada kami {As-Saib bin Hubaisy Al Kala’i} dari {Ma’dan bin Abu Thalhah Al Ya’muri} dia berkata {Abu Ad Darda} bertanya kepadaku ‘Di mana rumahmu? ‘ Aku menjawab, ‘Di Desa Duwain Himsha”. Lalu ia berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Tiga orang yang tinggal di suatu desa atau pegunungan tanpa menegakkan shalat berjamaah, pasti setan menguasai mereka. Hendaklah kalian melaksanakan shalat jamaah, karena serigala memangsa kambing yang sendirian.” As Saib (perawi) berkata, “Yang dimaksud dengan jamaah di sini adalah jamaah shalat.”