Musnad Penduduk Kufah

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17504

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا طَعْمَةُ بْنُ عَمْرٍو الْجَعْفَرِيُّ عَنْ عُمَرَ بْنِ بَيَانٍ التَّغْلِبِيِّ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الْمُغِيرَةِ الثَّقَفِيِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ بَاعَ الْخَمْرَ فَلْيُشَقِّصْ الْخَنَازِيرَ يَعْنِي يُقَصِّبُهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Tha’mah bin Amru Al Ja’fari} dari {Umar bin Bayan At Taghlibi} dari {Urwah bin Al Mughirah Ats Tsaqafi} dari {Bapaknya} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa menjual khamer, maka hendaklah ia memotong-motong daging babi (menghalalkan dagingnya).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17505

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا شَرِيكُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ حُصَيْنِ بْنِ عُقْبَةَ عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَرَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذَ بِحُجْزَةِ سُفْيَانَ بْنِ سَهْلٍ الثَّقَفِيِّ فَقَالَ يَا سُفْيَانُ لَا تُسْبِلْ إِزَارَكَ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُسْبِلِينَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid} telah mengabarkan kepada kami {Syarik bin Abdullah} dari {Abdul Malik bin Umair} dari {Hushain bin Uqbah} dari {Al Mughirah bin Syu’bah} ia berkata, “Aku melihat Nabi saw. memegang Hujzah (ikatan kain) milik Sufyan bin Sahl Ats Tsaqafi seraya bersabda: “Wahai Sufyan, jangan kamu menjulurkan kainmu melebihi kedua mata kaki, karena Allah tidak menyukai orang-orang yang menjulurkan kainnya melebihi kedua mata kaki.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17506

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا الْمَسْعُودِيُّ عَنْ زِيَادِ بْنِ عِلَاقَةَ عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَصَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَهَضَ فِي الرَّكْعَتَيْنِ فَسَبَّحْنَا بِهِ فَمَضَى فَلَمَّا أَتَمَّ الصَّلَاةَ سَجَدَ سَجْدَتَيْ السَّهْوِ وَقَالَ مَرَّةً فَسَبَّحَ بِهِ مَنْ خَلْفَهُ فَأَشَارَ أَنْ قُومُوا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid} telah mengabarkan kepada kami {Al Mas’udi} dari {Ziyad bin Ilaqah} dari {Al Mughirah bin Syu’bah} ia berkata, “Rasulullah saw. pernah shalat bersama kami, beliau lalu langsung berdiri pada rakaat kedua hingga kami bertasbih. Setelah menyempurnakan shalat, beliau sujud sahwi dua kali.” Sekali waktu Al Mughirah berkata, “Orang-orang yang berada di belakang beliau pun bertasbih, maka beliau memberi isyarat agar mereka berdiri.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17507

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ وَحَجَّاجٌ قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مَنْصُورٍ قَالَ سَمِعْتُ مُجَاهِدًا يُحَدِّثُ قَالَ حَدَّثَنِي عَقَّارُ بْنُ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ حَدِيثًا فَلَمَّا خَرَجْتُ مِنْ عِنْدِهِ لَمْ أُمْعِنْ حِفْظَهُ فَرَجَعْتُ إِلَيْهِ أَنَا وَصَاحِبٌ لِي فَلَقِيتُ حَسَّانَ بْنَ أَبِي وَجْزَةَ وَقَدْ خَرَجَ مِنْ عِنْدِهِ فَقَالَ مَا جَاءَ بِكَ فَقُلْتُ كَذَا وَكَذَا فَقَالَ حَسَّانُ حَدَّثَنَاهُ عَقَّارٌ عَنْ أَبِيهِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَمْ يَتَوَكَّلْ مَنْ اكْتَوَى وَاسْتَرْقَى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} dan {Hajjaj} keduanya berkata, Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Manshur} ia berkata, Aku mendengar {Mujahid} menceritakan, ia berkata, “Aqqar bin Al Mughirah bin Syu’bah menceritakan suatu hadits kepadaku, saat aku keluar dari rumahnya ternyata hafalanku belum lancar sehingga aku kembali lagi bersama seorang dari temanku. Kemudian di jalan aku berjumpa dengan Hassan bin Abu Wajzah yang baru keluar dari rumah Aqqar, ia bertanya, “Apa yang menyebabkanmu datang lagi?” Aku lalu menjawab begini dan begini. Maka {Hassan} berkata, “Telah menceritakannya kepada kami {Aqqar} dari {Bapaknya} dari Nabi saw., bahwa beliau bersabda: “Tidak dikatakan bertawakkal orang yang berobat dengan Kay dan minta untuk diruqyah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17508

حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ زِيَادِ بْنِ عِلَاقَةَ عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَكَسَفَتْ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ مَاتَ إِبْرَاهِيمُ فَقَالَ النَّاسُ كَسَفَتْ لِمَوْتِ إِبْرَاهِيمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَةٌ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَصَلُّوا وَادْعُوا اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu An Nadlr} telah menceritakan kepada kami {Syaiban} dari {Ziyad bin Ilaqah} dari {Al Mughirah bin Syu’bah} ia berkata, “Terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah saw., yakni bertepatan dengan wafatnya Ibrahim (putera Rasulullah saw.), maka orang-orang pun berkata, “Terjadinya gerhana matahari karena wafatnya Ibrahim.” Maka Nabi saw. pun bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua ayat dari ayat-ayat Allah, gerhana tidak terjadi karena kematian seseorang atau karena kelahirannya. Jika kalian melihat gerhana, maka tunaikanlah shalat dan berdo’alah kepada Allah ‘azza wajalla.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17509

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ وَعَفَّانُ قَالَا حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ إِيَادٍ حَدَّثَنَا إِيَادٌ عَنْ سُوَيْدِ بْنِ سَرْحَانَ عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكَلَ طَعَامًا ثُمَّ أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَقَامَ وَقَدْ كَانَ تَوَضَّأَ قَبْلَ ذَلِكَ فَأَتَيْتُهُ بِمَاءٍ لِيَتَوَضَّأَ مِنْهُ فَانْتَهَرَنِي وَقَالَ وَرَاءَكَ فَسَاءَنِي وَاللَّهِ ذَلِكَ ثُمَّ صَلَّى فَشَكَوْتُ ذَلِكَ إِلَى عُمَرَ فَقَالَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ إِنَّ الْمُغِيرَةَ قَدْ شَقَّ عَلَيْهِ انْتِهَارُكَ إِيَّاهُ وَخَشِيَ أَنْ يَكُونَ فِي نَفْسِكَ عَلَيْهِ شَيْءٌ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ عَلَيْهِ فِي نَفْسِي شَيْءٌ إِلَّا خَيْرٌ وَلَكِنْ أَتَانِي بِمَاءٍ لِأَتَوَضَّأَ وَإِنَّمَا أَكَلْتُ طَعَامًا وَلَوْ فَعَلْتُهُ فَعَلَ ذَلِكَ النَّاسُ بَعْدِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abul Walid} dan {Affan} keduanya berkata, Telah menceritakan kepada kami {Ubaidullah bin Iyad} telah menceritakan kepada kami {Iyad} dari {Suwaid bin Sarhan} dari {Al Mughirah bin Syu’bah}, bahwa saat Rasulullah saw. sedang makan Iqamah dikumandangkan, maka beliau langsung berdiri tanpa berwudhu terlebih dahulu. Kemudian aku mendatangi beliau dengan membawakan air agar beliau berwudhu, akan tetapi beliau mencegahku seraya bersabda: “Berikanlah kepada orang yang di belakangmu.” Maka demi Allah, hal itu membuat hatiku kecewa. Maka aku pun mengadu kepada Umar, lalu Umar berkata, “Wahai Nabi Allah, sesungguhnya bentakanmu telah meresahkan Mughirah dan ia khawatir kalau-kalau di hatimu masih menyimpan sesuatu atasnya.” Maka Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya di dalam hatiku tidak ada sesuatu pun kecuali kebaikan. Ia menemuiku dengan membawa air agar aku berwudhu dengannya, (setelah wudhu) aku hanya menyantap makanan, sekiranya aku berwudhu lagi niscaya orang-orang sesudahku akan ikut melakukannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17510

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا بُكَيْرُ بْنُ عَامِرٍ عَنِ ابْنِ أَبِي نُعْمٍ عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَكُنْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَقَضَى حَاجَتَهُ ثُمَّ تَوَضَّأَ وَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ نَسِيتَ قَالَ بَلْ أَنْتَ نَسِيتَ بِهَذَا أَمَرَنِي رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Bukair bin Amir} dari {Ibnu Abu Nu’aim} dari {Al Mughirah bin Syu’bah} ia berkata, “Aku pernah bersama Nabi saw. dalam suatu perjalanan. Kemudian beliau buang hajat. Setelah itu beliau berwudhu dan membasuh kedua sepatunya. Aku berkata, “Wahai Rasulullah, apakah anda lupa?” beliau bersabda: “Tidak, bahkan kamulah yang lupa dengan hal ini, Rabb-ku Azza wa Jalla telah menyuruhku.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17511

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ عَقَّارِ بْنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ عَنْ أَبِيهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ اكْتَوَى أَوْ اسْتَرْقَى فَقَدْ بَرِئَ مِنْ التَّوَكُّلِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman} dari {Sufyan} dari {Manshur} dari {Mujahid} dari {Aqqar bin Al Mughirah bin Syu’bah} dari {Bapaknya}, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa melakukan Kay dan meminta untuk diruqyah, maka ia telah berlepas diri dari (sifat) tawakkal.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17512

حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ جَابِرٍ عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شِبْلٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَأَمَّنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الظُّهْرِ أَوْ الْعَصْرِ فَقَامَ فَقُلْنَا سُبْحَانَ اللَّهِ فَقَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَأَشَارَ بِيَدِهِ يَعْنِي قُومُوا فَقُمْنَا فَلَمَّا فَرَغَ مِنْ صَلَاتِهِ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ ثُمَّ قَالَ إِذَا ذَكَرَ أَحَدُكُمْ قَبْلَ أَنْ يَسْتَتِمَّ قَائِمًا فَلْيَجْلِسْ وَإِذَا اسْتَتَمَّ قَائِمًا فَلَا يَجْلِسْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Aswad bin Amir} telah menceritakan kepada kami {Isra`il} dari {Jabir} dari {Al Mughirah bin Syibl} dari {Qais bin Abu Hazim} dari {Al Mughirah bin Syu’bah} ia berkata, “Rasulullah saw. pernah mengimami kami shalat zhuhur atau ashar, lalu beliau (langsung) berdiri (pada rakaat kedua) hingga kami membaca, “SUBHAANALLAH.” Dan beliau membaca: “SUBHAANALLAH.” Lalu beliau memberikan isyarat agar mereka berdiri, maka kami pun berdiri. Selesai shalat beliau langsung sujud dua kali lalu bersabda: “Jika salah seorang dari kalian ingat sebelum tegak berdiri maka hendaknya ia duduk, tetapi jika telah tegak berdiri maka janganlah ia duduk.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17513

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ قَالَ سَمِعْتُ سُفْيَانَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شِبْلٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ فَلَمْ يَسْتَتِمَّ قَائِمًا فَلْيَجْلِسْ وَإِذَا اسْتَتَمَّ قَائِمًا فَلَا يَجْلِسْ وَيَسْجُدُ سَجْدَتَيْ السَّهْوِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} ia berkata, aku mendengar {Sufyan} dari {Jabir bin Abdullah} dari {Al Mughirah bin Syibl} dari {Qais bin Abu Hazim} dari {Al Mughirah bin Syu’bah} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Jika salah seorang dari kalian berdiri dan belum tegak dalam berdirinya maka hendaknya ia duduk. Tetapi jika telah tegak maka janganlah ia duduk (kembali), dan hendaklah ia sujud sahwi dengan dua kali sujud.”