Musnad Penduduk Kufah

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17524

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا التَّيْمِيُّ عَنْ بَكْرٍ عَنِ الْحَسَنِ عَنِ ابْنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ عَنْ أَبِيهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ فَمَسَحَ بِنَاصِيَتِهِ وَمَسَحَ عَلَى الْخُفَّيْنِ وَالْعِمَامَةِقَالَ بَكْرٌ وَقَدْ سَمِعْتُهُ مِنْ ابْنِ الْمُغِيرَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} ia berkata Telah menceritakan kepada kami {At Taimi} dari {Al Bakr} dari {Al Hasan} dari {Ibnu Al Mughirah bin Syu’bah} dari {Bapaknya}, bahwa Nabi saw. berwudhu, lalu beliau membasuh ubun-ubun, kedua khuf dan Imamah (sejis surban penutup kepala).” {Bakr} berkata, “Aku mendengarnya dari Ibnu Al Mughirah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17525

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ زَكَرِيَّا عَنْ عَامِرٍ قَالَ حَدَّثَنِي عُرْوَةُ بْنُ الْمُغِيرَةِ عَنْ أَبِيهِ قَالَكُنْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فِي مَسِيرٍ فَقَالَ لِي مَعَكَ مَاءٌ قُلْتُ نَعَمْ فَنَزَلَ عَنْ رَاحِلَتِهِ ثُمَّ ذَهَبَ عَنِّي حَتَّى تَوَارَى عَنِّي فِي سَوَادِ اللَّيْلِ قَالَ وَكَانَتْ عَلَيْهِ جُبَّةٌ فَذَهَبَ يُخْرِجُ يَدَيْهِ فَلَمْ يَسْتَطِعْ أَنْ يُخْرِجَ يَدَيْهِ مِنْهَا فَأَخْرَجَ يَدَيْهِ مِنْ أَسْفَلِ الْجُبَّةِ فَغَسَلَ يَدَيْهِ وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ ثُمَّ ذَهَبْتُ أَنْزِعُ خُفَّيْهِ قَالَ دَعْهُمَا فَإِنِّي أَدْخَلْتُهُمَا وَهُمَا طَاهِرَتَانِ فَمَسَحَ عَلَيْهِمَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Zakaria} dari {Amir} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Urwah bin Al Mughirah} dari {Bapaknya} ia berkata, “Aku pernah bersama Nabi saw. di malam hari dalam suatu perjalanan. Kemudian beliau bertanya kepadaku: “Apakah kamu membawa air?” Aku menjawab, “Ya.” Beliau kemudian turun dari kendaraannya dan menjauh dariku menuju kegelapan.” Al Mughirah berkata, “Saat itu beliau mengenakan Jubah dan ingin mengeluarkan kedua tangannya, namun beliau tidak bisa mengeluarkannya. Maka beliau pun mengeluarkan kedua tangannya dari bawah Jubah, setelah itu mencuci kedua tangan dan membasuh kepalanya. Kemudian saat aku akan melepas kedua khufnya beliau berkata: “Biarkanlah, karena aku memasukkan keduanya dalam keadaan suci.” Beliau lalu mengusap kedua khufnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17526

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا مِسْعَرٌ عَنْ أَبِي صَخْرَةَ عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَبِتُّ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَأَمَرَ بِجَنْبٍ فَشُوِيَ ثُمَّ أَخَذَ الشَّفْرَةَ فَجَعَلَ يَحُزُّ لِي بِهَا مِنْهُ فَجَاءَ بِلَالٌ يُؤْذِنُهُ بِالصَّلَاةِ فَأَلْقَى الشَّفْرَةَ وَقَالَ مَا لَهُ تَرِبَتْ يَدَاهُ قَالَ وَكَانَ شَارِبِي وَفَى فَقَصَّهُ لِي عَلَى سِوَاكٍ أَوْ قَالَ أَقُصُّهُ لَكَ عَلَى سِوَاكٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Mis’ar} dari {Abu Shakhrah} dari {Al Mughirah bin Abdullah} dari {Al Mughirah bin Syu’bah} ia berkata, “Aku pernah bermalam di tempat Rasulullah saw., kemudian beliau menyuruh untuk mengambil rusuk kambing dan memanggangnya. Beliau lalu mengambil pisau panjang dan memotong sebagian darinya untuk diberikan kepadaku. Kemudian Bilal datang dan memberitahukan bahwa waktu shalat telah masuk, maka beliau pun melepas pisau itu seraya bersabda: “Beruntung kau Bilal.” Mughirah berkata, “Saat itu kumisku telah memanjang, maka Rasulullah saw. memotongnya seukuran kayu siwak, atau beliau mengatakan: “Aku akan memotong kumismu sekadar kayu siwak.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17527

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عُبَيْدٍ الطَّائِيُّ وَمُحَمَّدُ بْنُ قَيْسٍ الْأَسَدِيُّ عَنْ عَلِيِّ بْنِ رَبِيعَةَ الْوَالِبِيِّ قَالَإِنَّ أَوَّلَ مِنْ نِيحَ عَلَيْهِ بِالْكُوفَةِ قَرَظَةُ بْنُ كَعْبٍ الْأَنْصَارِيُّ فَقَالَ الْمُغِيرَةُ بْنُ شُعْبَةَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ نِيحَ عَلَيْهِ فَإِنَّهُ يُعَذَّبُ بِمَا نِيحَ عَلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Ubaid Ath Tha`i} dan {Muhammad bin Qais Al Asadi} dari {Ali bin Rabi’ah Al Walibi} ia berkata, “Sesungguhnya orang yang pertama kali diratapi di Kufah adalah Qarazhah bin Ka’ab Al Anshari, maka {Al Mughirah bin Syu’bah} berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa diratapi (saat meninggal) maka pada hari kiamat ia akan disiksa lantaran ratapan tersebut.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17528

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ مِسْعَرٍ وَسُفْيَانُ عَنْ زِيَادِ بْنِ عِلَاقَةَ عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي حَتَّى تَرِمَ قَدَمَاهُ فَقِيلَ لَهُ فَقَالَ أَوَلَا أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Mis’ar} dan {Sufyan} dari {Ziyad bin Ilaqah} dari {Al Mughirah bin Syu’bah}, bahwa Nabi saw. shalat sampai kedua kakinya bengkak, maka ditanyakanlah hal itu kepada beliau. Beliau lantas menjawab: “Apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang bersyukur.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17529

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ يُونُسَ بْنِ أَبِي إِسْحَاقَ عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الْمُغِيرَةِ عَنْ أَبِيهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَبِسَ جُبَّةً رُومِيَّةً ضَيِّقَةَ الْكُمَّيْنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Yunus bin Abu Ishaq} dari {Asy Sya’bi} dari {Urwah bin Al Mughirah} dari {Bapaknya}, bahwa Nabi saw. pernah mengenakan Jubbah dari Rum yang kedua lengannya sempit.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17530

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ وَحَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ حَبِيبٍ عَنْ مَيْمُونِ بْنِ أَبِي شَبِيبٍ عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ حَدَّثَ بِحَدِيثٍ وَهُوَ يَرَى أَنَّهُ كَذِبٌ فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبِينَ وَقَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ فَهُوَ أَحَدُ الْكَذَّابِينَحَدَّثَنَا بَهْزُ بْنُ أَسَدٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا حَبِيبُ بْنُ أَبِي ثَابِتٍ فَذَكَرَ نَحْوَهُ قَالَ فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبِينَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} ia berkata, dan Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman} dari {Sufyan} dari {Habib} dari {Maimun bin Abu Syabib} dari {Al Mughirah bin Syu’bah} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa menceritakan suatu hadits dan ia tahu bahwa hadits tersebut dusta, maka ia adalah salah seorang dari pada pendusta.” Abdurrahman menyebutkan, “Maka ia termasuk salah seorang dari para pendusta.” Telah menceritakan kepada kami {Bahz bin Asad} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} telah menceritakan kepada kami {Habib bin Abu Tsabit} lalu ia menyebutkan hadits yang semisal. Ia menyebutkan, “Maka ia termasuk salah seorang dari para pendusta.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17531

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ أَبِي إِسْحَاقَ سَمِعْتُهُ مِنَ الشَّعْبِيِّ قَالَ شَهِدَ لِي عُرْوَةُ بْنُ الْمُغِيرَةِ عَلَى أَبِيهِأَنَّهُ شَهِدَ لَهُ أَبُوهُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ فِي سَفَرٍ فَأَنَاخَ وَأَنَاخَ أَصْحَابُهُ قَالَ فَبَرَزَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِحَاجَتِهِ ثُمَّ جَاءَ فَأَتَيْتُهُ بِإِدَاوَةٍ وَعَلَيْهِ جُبَّةٌ لَهُ رُومِيَّةٌ ضَيِّقَةُ الْكُمَّيْنِ فَذَهَبَ يُخْرِجُ يَدَيْهِ فَضَاقَتَا فَأَخْرَجَهُمَا مِنْ تَحْتِ الْجُبَّةِ قَالَ ثُمَّ صَبَبْتُ عَلَيْهِ فَتَوَضَّأَ فَلَمَّا بَلَغَ الْخُفَّيْنِ أَهْوَيْتُ لِأَنْزِعَهُمَا فَقَالَ لَا إِنِّي أَدْخَلْتُهُمَا وَهُمَا طَاهِرَتَانِ قَالَ فَتَوَضَّأَ وَمَسَحَ عَلَيْهِمَا قَالَ الشَّعْبِيُّ فَشَهِدَ لِي عُرْوَةُ عَلَى أَبِيهِ شَهِدَ لَهُ أَبُوهُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Yunus bin Abu Ishaq} aku mendengarnya dari {Asy Sya’bi} ia berkata, telah bersaksi padaku {Urwah bin Al Mughirah} bahwa {Bapaknya} telah bersaksi padanya, bahwa ia menyaksikan Rasulullah saw. dalam suatu perjalanan. Beliau kemudian singgah hingga para sahabat pun ikut singgah. Nabi saw. kemudian pergi untuk buang hajat, setelah kembali maka aku datang menemui beliau dengan membawa kantong kulit berisi air. Saat itu beliau mengenakan Jubbah Romawi yang kedua lengannya sempit, beliau mencoba mengeluarkan kedua sikunya, namun karena sempit beliau mengeluarkan kedua sikunya dari bawah Jubbah.” Al Mughirah berkata, “Kemudian aku menuangkan air hingga beliau pun berwudhu. Ketika beliau akan membasuh kedua khufnya aku turun untuk membukan kedua khufnya, namun beliau melarangku seraya bersabda: “Biarkanlah. Sesungguhnya aku memasuk kakiku dalam keadaan suci.” Maka beliau pun berwudhu dan hanya mengusap kedua khufnya.” Asy Sya’bi berkata, “Maka Urwah bersaksi padaku atas bapaknya, bahwa bapaknya telah bersaksi atas Nabi saw.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17532

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ زِيَادِ بْنِ عِلَاقَةَ قَالَ سَمِعْتُ الْمُغِيرَةَ بْنَ شُعْبَةَ يَقُولُكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي حَتَّى تَرِمَ قَدَمَاهُ فَقِيلَ لَهُ أَلَيْسَ قَدْ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ قَالَ أَفَلَا أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ziyad bin Ilaqah} ia berkata, aku mendengar {Al Mughirah bin Syu’bah} berkata, “Nabi saw. pernah shalat hingga kedua kakinya bengkak. Maka dikatakanlah kepadanya, “Bukankah Allah telah mengampuni semua dosamu baik yang lalu maupun yang akan datang?” Maka beliau bersabda: “Apakah yang menghalangiku menjadi hamba yang bersyukur.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17533

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ حَدَّثَنِي سِمَاكٌ عَنْ تَمِيمِ بْنِ طَرَفَةَ عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِينٍ فَرَأَى خَيْرًا مِنْهَا فَلْيَأْتِ بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Syu’bah} telah menceritakan kepadaku {Simak} dari {Tamim bin Tharaqah} dari {Adi bin Hatim} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Barangsiapa bersumpah lalu melihat sesuatu yang lebih baik darinya, maka hendaklah ia mengutamakan yang lebih baik.”