Musnad Penduduk Kufah
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17584
حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي السَّفَرِ قَالَ سَمِعْتُ الشَّعْبِيَّ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ مُضَرِّسِ بْنِ حَارِثَةَ بْنِ لَامٍ قَالَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ بِجَمْعٍ فَقُلْتُ لَهُ هَلْ لِي مِنْ حَجٍّ فَقَالَ مَنْ صَلَّى مَعَنَا هَذِهِ الصَّلَاةَ فِي هَذَا الْمَكَانِ ثُمَّ وَقَفَ مَعَنَا هَذَا الْمَوْقِفَ حَتَّى يُفِيضَ الْإِمَامُ أَفَاضَ قَبْلَ ذَلِكَ مِنْ عَرَفَاتٍ لَيْلًا أَوْ نَهَارًا فَقَدْ تَمَّ حَجُّهُ وَقَضَى تَفَثَهُحَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي السَّفَرِ قَالَ سَمِعْتُ الشَّعْبِيَّ يُحَدِّثُ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ مُضَرِّسِ بْنِ أَوْسِ بْنِ حَارِثَةَ بْنِ لَامٍ قَالَ أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَهُ حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي السَّفَرِ حَدَّثَنِي قَالَ سَمِعْتُ الشَّعْبِيَّ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الْمُضَرِّسِ بْنِ أَوْسِ بْنِ حَارِثَةَ بْنِ لَامٍ قَالَ أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ بِجَمْعٍ فَذَكَرَ مِثْلَ حَدِيثِ رَوْحٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Rauh} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} ia berkata, aku mendengar {Abdullah bin Abu As Safar} ia berkata, aku mendengar {Asy Sya’bi} dari {Urwah bin Mudlarris bin Haritsah bin Lam} ia berkata, “Aku datang menemui Rasulullah saw. saat beliau berada dalam sekerumunan orang. Aku lalu bertanya kepada beliau, “Apakah aku mendapatkan pahala haji?” Beliau bersabda: “Barangsiapa menunaikan shalat (subuh) ini bersama kami di tempat ini, lalu melakukan wukuf bersama kami di tempat wukuf ini hingga Imam keluar, dan sebelumnya ia telah keluar dari Arafah pada malam hari atau siang hari, maka hajinya telah sempurna dan boleh bertahallul.” Telah menceritakan kepada kami {Abu An Nadlr} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Abdullah bin Abu As Safar} ia berkata, aku mendengar {Asy Sya’bi} menceritakan dari {Urwah bin Mudlarris bin Aus bin Haritsah bin Lam} ia berkata, “Aku mendatangi Nabi saw.…lalu ia menyebutkan hadits itu.” Telah menceritakan kepada kami {Affan} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} berkata, {Abdullah bin Abu As Safar} menceritakan kepadaku, ia berkata aku mendengar {Asy Sya’bi} dari {Urwah bin Al Mudlarris bin Aus bin Haritsah bin Lam} ia berkata, “Aku datang menemui Nabi saw. saat beliau berada dalam suatu kerumunan orang…lalu ia menyebutkan seperti hadits Rauh.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17585
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي السَّفَرِ قَالَ سَمِعْتُ الشَّعْبِيَّ قَالَ حَدَّثَنَا عُرْوَةُ بْنُ مُضَرِّسٍ قَالَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ بِجَمْعٍ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ لِي مِنْ حَجٍّ فَقَالَ مَنْ صَلَّى مَعَنَا هَذِهِ الصَّلَاةَ فِي هَذَا الْمَكَانِ وَوَقَفَ مَعَنَا هَذَا الْمَوْقِفَ حَتَّى يُفِيضَ أَفَاضَ قَبْلَ ذَلِكَ مِنْ عَرَفَاتٍ لَيْلًا أَوْ نَهَارًا فَقَدْ تَمَّ حَجُّهُ وَقَضَى تَفَثَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Abdullah bin Abu Safar} ia berkata, aku mendengar {Asy Sya’bi} berkata, Telah menceritakan kepada kami {Urwah bin Mudlarris} ia berkata, “Aku datang menemui Rasulullah saw. saat beliau berada dalam suatu kerumunan orang, aku lantas bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah aku mendapat pahala haji?” beliau bersabda: “Barangsiapa menunaikan shalat (subuh) ini bersama kami di tempat ini, lalu melakukan wukuf bersama kami di tempat wukuf ini hingga ia keluar, dan sebelumnya ia telah keluar dari Arafah pada malam hari atau siang hari, maka hajinya telah sempurnya dan boleh untuk bertahallul.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17586
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي خَالِدٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَرَآنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَخْطُبُ وَأَنَا فِي الشَّمْسِ فَأَمَرَنِي فَحَوَّلْتُ إِلَى الظِّلِّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu Khalid} dari {Qais bin Abu Hazim} dari {Bapaknya} ia berkata, “Saat Nabi saw. sedang berkhutbah beliau melihatku berada di bawah terik matahari, beliau lalu menyuruhku untuk bernaung.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17587
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ بَشِيرِ بْنِ سَلْمَانَ عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ صَفْوَانَ عَنْ أَبِيهِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبْرِدُوا بِالظُّهْرِ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Basyir bin Salman} dari {Al Qasim bin Shafwan} dari {Bapaknya} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Akhirkanlah shalat zhuhur hingga udara menjadi dingin, sebab teriknya matahari adalah hembusan dari neraka jahannam.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17588
حَدَّثَنَا يَعْلَى بْنُ عُبَيْدٍ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْمَاعِيلَ يَعْنِي بَشِيرًا عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ صَفْوَانَ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبْرِدُوا بِصَلَاةِ الظُّهْرِ فَإِنَّ الْحَرَّ مِنْ فَوْرِ جَهَنَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ubaid} telah menceritakan kepada kami {Abu Isma’il} -yakni Basyir- dari {Al Qasim bin Shafwan Az Zuhri} dari {Bapaknya} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: Akhirkanlah shalat zhuhur hingga udara menjadi dingin, sebab teriknya matahari adalah hembusan dari neraka jahannam.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17589
حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو إِسْحَاقَ قَالَ سَمِعْتُ سُلَيْمَانَ بْنَ صُرَدٍ يَقُولُ قَالَ وَحَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ صُرَدٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْأَحْزَابِ قَالَ يَحْيَى يَعْنِي يَوْمَ الْخَنْدَقِ الْآنَ نَغْزُوهُمْ وَلَا يَغْزُونَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Sufyan} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Abu Ishaq} ia berkata, aku mendengar {Sulaiman bin Shurad} berkata, (Abdullah bin Ahmad) berkata, Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman} dari {Sufyan} dari {Abu Ishaq} dari {Sulaiman bin Shurad} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda pada hari Ahzab -Yahya menyebutkan pada perang Khandaq-: “Pada hari ini kita akan memerangi mereka, dan mereka tidak akan memerangi kita lagi.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17590
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا إِسْحَاقَ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ صُرَدٍ قَالَانْصَرَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْأَحْزَابِ قَالَ الْآنَ نَغْزُوهُمْ وَلَا يَغْزُونَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} ia berkata, aku mendengar {Abu Ishaq} dari {Sulaiman bin Shurad} ia berkata, “Ketika Rasulullah saw. berangkat pada hari terjadinya perang Ahzab, beliau bersabda: “Pada hari ini kita akan memerangi mereka, dan mereka tidak akan memerangi kita lagi.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17591
وَمِمَّا اجْتَمَعَ فِيهِ سُلَيْمَانُ بْنُ صُرَدٍ وَخَالِدُ بْنُ عُرْفُطَةَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ جَامِعِ بْنِ شَدَّادٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَسَارٍ قَالَكُنْتُ جَالِسًا مَعَ سُلَيْمَانَ بْنِ صُرَدٍ وَخَالِدِ بْنِ عُرْفُطَةَ وَهُمَا يُرِيدَانِ أَنْ يَتْبَعَا جِنَازَةَ مَبْطُونٍ فَقَالَ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ أَلَمْ يَقُلْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ يَقْتُلُهُ بَطْنُهُ فَلَنْ يُعَذَّبَ فِي قَبْرِهِ فَقَالَ بَلَى
Terjemahan: Dan di antara hadits yang sama-sama diriwayatkan oleh Sulaiman bin Shurad dan Khalid bin Urfuthah Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Jami’ bin Syaddad} dari {Abdullah bin Yasar} ia berkata, aku pernah duduk bersama {Sulaiman bin Shurad} dan {Khalid bin Urfuthah} sedangkan keduanya ingin mengikuti jenazah orang yang mati lantaran sakit perut. Kemudian salah seorang dari keduanya berkata kepada temannya, “Bukankah Rasulullah saw. pernah bersabda: ‘Barangsiapa dibunuh oleh perutnya (mati lantaran sakit perut), maka di dalam kubur ia tidak akan disiksa?.” Maka temannya menjawab, “Benar.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17592
حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ أَخْبَرَنِي جَامِعُ بْنُ شَدَّادٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ يَسَارٍ قَالَكَانَ سُلَيْمَانُ بْنُ صُرَدٍ وَخَالِدُ بْنُ عُرْفُطَةَ قَاعِدَيْنِ قَالَ فَذُكِرَ أَنَّ رَجُلًا مَاتَ بِالْبَطْنِ فَقَالَ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ أَمَا سَمِعْتَ أَوَمَا بَلَغَكَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَتَلَهُ بَطْنُهُ فَلَنْ يُعَذَّبَ فِي قَبْرِهِ قَالَ الْآخَرُ بَلَى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Bahz} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} telah mengabarkan kepadaku {Jami’ bin Syaddad} ia berkata, aku mendengar {Abdullah bin Yasar} berkata {Sulaiman bin Shurad} dan {Khalid bin Urfuthah} pernah duduk-duduk bersama, lalu disebutkanlah bahwa ada seorang laki-laki yang meninggal karena sakit perut. Maka salah satu dari keduanya berkata kepada temannya, “Tidakkah kamu pernah mendengar, atau ia mengatakan, “Tidakkah telah sampai berita kepadamu bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa dibunuh oleh perutnya (mati karena sakit perut), maka ia tidak akan disiksa di dalam kuburnya.” Maka yang lainnya menjawab, “Benar.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17593
حَدَّثَنَا قُرَانٌ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ الشَّيْبَانِيُّ أَبُو سِنَانٍ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ قَالَمَاتَ رَجُلٌ صَالِحٌ فَأُخْرِجَ بِجِنَازَتِهِ فَلَمَّا رَجَعْنَا تَلَقَّانَا خَالِدُ بْنُ عُرْفُطَةَ وَسُلَيْمَانُ بْنُ صُرَدٍ وَكِلَاهُمَا قَدْ كَانَتْ لَهُ صُحْبَةٌ فَقَالَا سَبَقْتُمُونَا بِهَذَا الرَّجُلِ الصَّالِحِ فَذَكَرُوا أَنَّهُ كَانَ بِهِ بَطْنٌ وَأَنَّهُمْ خَشُوا عَلَيْهِ الْحَرَّ قَالَ فَنَظَرَ أَحَدُهُمَا إِلَى صَاحِبِهِ فَقَالَ أَمَا سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ قَتَلَهُ بَطْنُهُ لَمْ يُعَذَّبْ فِي قَبْرِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qurran} telah menceritakan kepada kami {Sa’id Asy Syaibani Abu Sinan} dari {Abu Ishaq} ia berkata, “Seorang laki-laki shalih meninggal dunia, lalu jenazahnya diberangkatkan. Ketika pulang kami berjumpa dengan {Khalid bin Urfuthah} dan {Sulaiman bin Shurad} -keduanya termasuk sahabat Nabi saw.-, maka kedua berkata, “Kalian telah mendahului kami mengantar jenazah laki-laki shalih ini.” Lalu orang-orang menuturkan bahwa laki-laki itu meninggal lantaran sakit perut, dan mereka khawatir laki-laki itu akan ditimpa panasnya (siksa kubur). Maka salah satu dari keduanya memandang ke arah temannya seraya bertanya, “Tidakkah kamu telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: ‘Barangsiapa dibunuh oleh perutnya (mati lantaran sakit perut), maka ia tidak akan disiksa di dalam kuburnya.'”