Musnad Penduduk Kufah
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17424
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ سُفْيَانَ حَدَّثَنِي أَبُو حَصِينٍ عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنْ عَاصِمٍ الْعَدَوِىِّ عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ قَالَخَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ دَخَلَ وَنَحْنُ تِسْعَةٌ وَبَيْنَنَا وِسَادَةٌ مِنْ أَدَمٍ فَقَالَ إِنَّهَا سَتَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ يَكْذِبُونَ وَيَظْلِمُونَ فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ فَصَدَّقَهُمْ بِكِذْبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ وَلَيْسَ بِوَارِدٍ عَلَيَّ الْحَوْضَ وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَيُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ وَهُوَ وَارِدٌ عَلَيَّ الْحَوْضَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Sufyan} telah menceritakan kepadaku {Abu Hashin} dari {Asy Sya’bi} dari {Ashim Al Adawi} dari {Ka’ab bin Ujrah} ia berkata, “Rasulullah saw. pernah keluar atau masuk menemui kami, saat itu kami berjumlah sembilan orang. Dan di antara kami ada bantal yang terbuat dari kulit. Beliau lalu bersabda: “Sesungguhnya akan ada setelahku para pemimpin yang berbuat kedustaan dan kezhaliman. Barangsiapa mendatangi mereka kemudian membenarkan kebohongan mereka, atau membantu mereka dalam kezhalimannya, maka ia bukan golonganku dan aku bukan golongannya. Serta ia tidak akan minum dari telagaku. Dan barangsiapa tidak membenarkan kebohongan mereka dan tidak membantu mereka dalam berbuat shalim, maka ia adalah golonganku dan aku adalah golongannya. Dan kelak ia akan minum dari telagaku.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17425
حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ أَخْبَرَنَا مِسْعَرٌ عَنِ الْحَكَمِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَأَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا قَدْ عَلِمْنَا السَّلَامَ عَلَيْكَ فَكَيْفَ الصَّلَاةُ قَالَ فَعَلَّمَهُ أَنْ يَقُولَ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdah bin Sulaiman} telah mengabarkan kepada kami {Mis’ar} dari {Al Hakam} dari {Abdurrahman bin Abu Laila} dari {Ka’ab bin Ujrah}, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Nabi saw. seraya berkata, “Sesungguhnya kami telah mengetahui bagaimana mengucapkan salam kepadamu, tetapi bagaimana dengan bershalawat?” Maka beliau pun mengajarinya membaca: “ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAA MUHAMMAD WA ‘ALAA `AALI MUHAMMAD KAMAA SHALLAIT ‘ALAA IBRAHIIM INNAKA HAMIIDUM MAJIID, WA BAARIK ‘ALAA MUHAMMAD WA ‘ALAA `AALI MUHAMMAD KAMAA BAARAKTA ‘ALAA `AALI IBRAHIIM INNAKA HAMIIDUM MAJIID (Ya Allah, curahkanlah shalawat-Mu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau curahkan kepada Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung. Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaiman Engkau memberkahi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17426
حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سَيْفٍ قَالَ سَمِعْتُ مُجَاهِدًا يَقُولُ حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي لَيْلَى قَالَ حَدَّثَنِي كَعْبُ بْنُ عُجْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَفَ عَلَيْهِ بِالْحُدَيْبِيَةِ قَالَ وَرَأْسُهُ يَتَهَافَتُ قَمْلًا قَالَ أَيُؤْذِيكَ هَوَامُّكَ قَالَ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ فَاحْلِقْ رَأْسَكَ قَالَ فِيَّ نَزَلَتْ{ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ بِهِ أَذًى مِنْ رَأْسِهِ فَفِدْيَةٌ مِنْ صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ }قَالَ فَأَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ صُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ أَوْ تَصَدَّقْ بِفِرْقٍ بَيْنَ سِتَّةٍ أَوْ بِنُسُكٍ مَا تَيَسَّرَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Saif} ia berkata, saya mendengar {Mujahid} berkata, telah menceritakan kepadaku {Ibnu Abu Laila} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Ka’ab bin Ujrah}, bahwa Nabi saw. pernah menjumpainya di Hudaibiyah sementara pada rambut kepalanya banyak kutu yang bertebaran. Beliau lalu bertanya: “Apakah kutu itu melukaimu?” Ka’ab berkata, “Saya lantas menjawab, “Benar.” Beliau bersabda: “Kalau begitu, cukurlah rambutmu.” Ka’ab berkata, “Maka turunlah ayat berkenaan denganku: ‘(Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban) ‘. (Qs. Al Baqarah: 196). Maka Rasulullah saw. memerintahkanku seraya bersabda: “Berpuasalah tiga hari, atau kamu bersedekah kepada enam orang miskin, atau kamu menyembelih seekor kambing, (pilihlah) mana yang mudah bagimu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17427
حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ قَالَكُنْتُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ فِتْنَةً فَقَرَّبَهَا فَمَرَّ رَجُلٌ مُتَقَنِّعٌ فَقَالَ هَذَا يَوْمَئِذٍ عَلَى الْهُدَى قَالَ فَاتَّبَعْتُهُ حَتَّى أَخَذْتُ بِضَبْعَيْهِ فَحَوَّلْتُ وَجْهَهُ إِلَيْهِ وَكَشَفْتُ عَنْ رَأْسِهِ وَقُلْتُ هَذَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ نَعَمْ فَإِذَا هُوَ عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid} telah mengabarkan kepada kami {Hisyam} dari {Muhammad} dari {Ka’ab bin Ujrah} ia berkata, “Saya pernah berada di sisi Rasulullah saw., lalu beliau menyebut-nyebut tentang fitnah dan menjelaskan akan dekatnya kejadian itu. Tiba-tiba seorang laki-laki yang bertopeng melintas, beliau kemudian bersabda: “Kelak pada saat itu orang ini akan berada di atas petunjuk.” Ka’ab berkata, “Lalu saya pun mengikutinya sampai saya memegang kedua lengannya, lalu aku membalikkan wajah laki-laki itu ke hadapan beliau seraya aku buka topeng yang menutupi wajahnya. Aku katakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, apakah ini?” Beliau menjawab: “Ya.” Dan ternyata orang itu adalah Utsman bin Affan radliallahu ‘anhu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17428
حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا شَرِيكُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَجْلَانَ عَنِ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ قَالَدَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَسْجِدَ وَقَدْ شَبَّكْتُ بَيْنَ أَصَابِعِي فَقَالَ لِي يَا كَعْبُ إِذَا كُنْتَ فِي الْمَسْجِدِ فَلَا تُشَبِّكْ بَيْنَ أَصَابِعِكَ فَأَنْتَ فِي صَلَاةٍ مَا انْتَظَرْتَ الصَّلَاةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid} telah mengabarkan kepada kami {Syarik bin Abdullah} dari {Muhammad bin Ajlan} dari {Al Maqburi} dari {Ka’ab bin Ujrah} ia berkata, “Rasulullah saw. menemuiku di dalam Masjid saat aku sedang menganyam antara jari-jari tanganku, maka beliau pun bersabda kepadaku: “Wahai Ka’ab! Jika kamu berada di dalam Masjid, maka janganlah kamu menganyam antara jari-jari tanganmu, sebab kamu dihitung sebagai orang yang melaksanakan shalat selama kamu menunggu shalat.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17429
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُ أَنْ يَحْلِقَ رَأْسَهُ أَوْ يَنْسُكَ نُسُكًا أَوْ يَصُومَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ أَوْ يُطْعِمَ فِرْقًا بَيْنَ سِتَّةِ مَسَاكِينَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} Telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Ayyub} dari {Mujahid} dari {Abdurrahman bin Abu Laila} dari {Ka’ab bin Ujrah}, bahwa Rasulullah saw. memerintahkan kepadanya untuk mencukur rambutnya, atau menyembelih seekor kambing, atau berpuasa tiga hari, atau memberi makan kepada enam orang miskin.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17430
حَدَّثَنَا هَاشِمٌ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ الْمُسَيَّبِ الْبَجَلِيُّ عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ قَالَبَيْنَمَا أَنَا جَالِسٌ فِي مَسْجِدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُسْنِدِي ظُهُورِنَا إِلَى قِبْلَةِ مَسْجِدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَبْعَةُ رَهْطٍ أَرْبَعَةٌ مَوَالِينَا وَثَلَاثَةٌ مِنْ عَرَبِنَا إِذْ خَرَجَ إِلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةَ الظُّهْرِ حَتَّى انْتَهَى إِلَيْنَا فَقَالَ مَا يُجْلِسُكُمْ هَاهُنَا قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ نَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ قَالَ فَأَرَمَّ قَلِيلًا ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ أَتَدْرُونَ مَا يَقُولُ رَبُّكُمْ عَزَّ وَجَلَّ قُلْنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَإِنَّ رَبَّكُمْ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ مَنْ صَلَّى الصَّلَاةَ لِوَقْتِهَا وَحَافَظَ عَلَيْهَا وَلَمْ يُضَيِّعْهَا اسْتِخْفَافًا بِحَقِّهَا فَلَهُ عَلَيَّ عَهْدٌ أَنْ أُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ وَمَنْ لَمْ يُصَلِّ لِوَقْتِهَا وَلَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا وَضَيَّعَهَا اسْتِخْفَافًا بِحَقِّهَا فَلَا عَهْدَ لَهُ إِنْ شِئْتُ عَذَّبْتُهُ وَإِنْ شِئْتُ غَفَرْتُ لَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasyim} Telah menceritakan kepada kami {Isa bin Al Musayyab Al Bajali} dari {Sya’bi} dari {Ka’b bin Ujrah} ia berkata, “Saat saya duduk di dalam Masjid Rasulullah saw. dengan menyandarkan punggung ke kiblat Masjid, dan jumlah kami waktu itu tujuh orang dengan empat orang pembantu dan tiga orang Arab dusun. Tiba-tiba Rasulullah saw. keluar untuk menunaikan shalat zhuhur. Saat beliau berada di hadapan kami, beliau pun bertanya: “Apa tujuan kalian duduk-duduk di sini?” kami menjawab, “Wahai Rasulullah, kami sedang menunggu shalat.” Kemudian beliau diam sejenak lalu mengangkat kepalanya seraya kembali bertanya: “Apakah kalian tahu apa yang difirmankan oleh Rabb kalian ‘azza wajalla?” Kami menjawab, “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau lantas bersabda: “Sesungguhnya Rabb kalian ‘azza wajalla berfirman: ‘Barangsiapa menunaikan shalat pada waktunya, kemudian ia menjaganya, tidak melailakannya karena meremehkan haknya, maka ia mempunyai janji atas-Ku agar Aku memasukkannya ke dalam surga. Dan barangsiapa shalat tidak pada waktunya, dan tidak pula menjaganya serta melalaikan karena meremehkan haknya, maka ia tidak memiliki perjanjian. Jika mau maka Aku akan menyiksanya, dan jika mau maka Aku akan mengampuninya.'”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17431
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي زِيَادٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ كَعْبٍ قَالَلَمَّا نَزَلَتْ{ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ }قَالُوا كَيْفَ نُصَلِّي عَلَيْكَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ قَالَ قُولُوا اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ قَالَ وَنَحْنُ نَقُولُ وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ قَالَ يَزِيدُ فَلَا أَدْرِي أَشَيْءٌ زَادَهُ ابْنُ أَبِي لَيْلَى مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ أَوْ شَيْءٌ رَوَاهُ كَعْبٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Fudhail} Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Abu Ziyad} dari {Abdurrahman bin Abu Laila} dari {Ka’ab} ia berkata, “Ketika turun ayat: ‘(Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi) ‘ (Qs. Al Ahzab: 56). Para sahabat bertanya, “Bagaimana cara kami bershalawat kepadamu wahai Nabi Allah?” Beliau bersabda: “Ucapkanlah, ‘ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAA MUHAMMAD WA ‘ALAA `AALI MUHAMMAD KAMAA SHALLAIT ‘ALAA IBRAHIIM INNAKA HAMIIDUM MAJIID. WA BAARIK ‘ALAA MUHAMMAD WA ‘ALAA `AALI MUHAMMAD KAMAA BAARAKTA ‘ALAA `AALI IBRAHIIM INNAKA HAMIIDUM MAJIID (Ya Allah, curahkanlah shalawat-Mu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana telah Engkau curahkan kepada Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung. Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaiman Engkau telah memberkahi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung).'” Abu Laila berkata, “Kami menyebutkan, “Dan juga atas kami bersama mereka.” Yazid berkata, “Saya tidak tahu, kalimat itu tambahan dari Ibnu Abu Laila atau sesuatu yang diriwayat oleh Ka’ab.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17432
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ أَخْبَرَنَا أَيُّوبُ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ وَهْبٍ الثَّقَفِيِّ قَالَكُنَّا مَعَ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ فَسُئِلَ هَلْ أَمَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ غَيْرَ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ فَقَالَ نَعَمْ كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَلَمَّا كَانَ مِنْ السَّحَرِ ضَرَبَ عُنُقَ رَاحِلَتِي فَظَنَنْتُ أَنَّ لَهُ حَاجَةً فَعَدَلْتُ مَعَهُ فَانْطَلَقْنَا حَتَّى بَرَزْنَا عَنْ النَّاسِ فَنَزَلَ عَنْ رَاحِلَتِهِ ثُمَّ انْطَلَقَ فَتَغَيَّبَ عَنِّي حَتَّى مَا أَرَاهُ فَمَكَثَ طَوِيلًا ثُمَّ جَاءَ فَقَالَ حَاجَتَكَ يَا مُغِيرَةُ قُلْتُ مَا لِي حَاجَةٌ فَقَالَ هَلْ مَعَكَ مَاءٌ فَقُلْتُ نَعَمْ فَقُمْتُ إِلَى قِرْبَةٍ أَوْ إِلَى سَطِيحَةٍ مُعَلَّقَةٍ فِي آخِرَةِ الرَّحْلِ فَأَتَيْتُهُ بِمَاءٍ فَصَبَبْتُ عَلَيْهِ فَغَسَلَ يَدَيْهِ فَأَحْسَنَ غَسْلَهُمَا قَالَ وَأَشُكُّ أَقَالَ دَلَّكَهُمَا بِتُرَابٍ أَمْ لَا ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثُمَّ ذَهَبَ يَحْسِرُ عَنْ يَدَيْهِ وَعَلَيْهِ جُبَّةٌ شَامِيَّةٌ ضَيِّقَةُ الْكُمَّيْنِ فَضَاقَتْ فَأَخْرَجَ يَدَيْهِ مِنْ تَحْتِهَا إِخْرَاجًا فَغَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ قَالَ فَيَجِيءُ فِي الْحَدِيثِ غَسْلُ الْوَجْهِ مَرَّتَيْنِ قَالَ لَا أَدْرِي أَهَكَذَا كَانَ أَمْ لَا ثُمَّ مَسَحَ بِنَاصِيَتِهِ وَمَسَحَ عَلَى الْعِمَامَةِ وَمَسَحَ عَلَى الْخُفَّيْنِ وَرَكِبْنَا فَأَدْرَكْنَا النَّاسَ وَقَدْ أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَتَقَدَّمَهُمْ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ وَقَدْ صَلَّى بِهِمْ رَكْعَةً وَهُمْ فِي الثَّانِيَةِ فَذَهَبْتُ أُوذِنُهُ فَنَهَانِي فَصَلَّيْنَا الرَّكْعَةَ الَّتِي أَدْرَكْنَا وَقَضَيْنَا الرَّكْعَةَ الَّتِي سُبِقْنَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ismail} Telah mengabarkan kepada kami {Ayyub} dari {Muhammad} dari {‘Amru bin Wahb atstsaqafi} katanya, kami pernah bersama {Mughirah bin Syu’bah} dan ia ditanya “Apakah salah seorang sahabat pernah mengimami Nabi saw. selain Abu Bakar? Mughirah langsung berdiri dan menjawab “Iya ada, kami pernah bersama Nabi saw. dalam sebuah safar. Ketika waktu sahur tiba, beliau pukul tengkuk untaku, saya kira beliau mempunyai perlu sehingga aku belokkan untaku bersama beliau. Kami terus berangkat hingga kami tidak nampak dari orang-orang. Beliau pun turun dari untanya kemudian berjalan dan hilang dari pandanganku. Aku tak melihatnya sekian lama. Beberapa saat kemudian beliau muncul dan bertanya “Apa perlumu wahai Mughirah?” “Saya tidak perlu.” Jawabku.”Kamu punya air?” Ganti Nabi saw. bertanya. Saya pun menghampiri geriba atau kantong kulit bersusun yang sering diistilahkan shathihat yang digantungkan di kayu untaku. Aku bawakan air untuk beliau dan aku tuangkan. Beliau basuh kedua tangannya dan beliau lakukan dengan baik. Kata Amru, aku ragu apakah Mughirah mengucapkan “Dan Rasul menggosok kedua tangannya dengan tanah ataukah tidak.” Kemudian beliau basuh wajahnya, kemudian beliau singkap kedua tangannya yang ketika itu memakai kain syam yang pergelangan bajunya sangat sempit, dan rupanya pergelangan baju beliau kesempitan. Akhirnya beliau keluarkan kedua tangannya dari ketiak bajunya, dan beliau basuh wajahnya dan kedua tangannya. Kata Mughirah, kemudian termuat dalam hadis tersebut “Membasuh wajah (diulang dua kali), saya tidak tahu apakah begini ataukah tidak, sambil beliau peragakan dengan mengusap ubun-ubunnya, beliau usap mantelnya, dan beliau usap kedua sepatunya. Kami pun kembali berkendara. Kami temui para sahabatku, ternyata shalat sudah didirikan. Rupanya Abdurrahman bin Auf yang berada di depan. Ia mengimami mereka dan sudah menyelesaikan satu rakaat dan tengah melangsungkan rakaat keduanya, akupun berinisiatif untuk mengikutinya namun aku minta ijin nabi terlebih dahulu. Rupanya Nabi melarangku, selanjutnya kami shalat pada rakaat yang kami temui dan menggenapkan rakaat yang ketinggalan.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17433
حَدَّثَنَا يَعْلَى بْنُ عُبَيْدٍ أَبُو يُوسُفَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنْ قَيْسٍ عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَزَالُ مِنْ أُمَّتِي قَوْمٌ ظَاهِرِينَ عَلَى النَّاسِ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ ظَاهِرُونَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’la bin Ubaid Abu Yusuf} Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} dari {Qais} dari {Al Mughirah bin Syu’bah} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Akan senantiasa ada di antara umatku suatu kaum yang nampak di atas kebenaran di antara manusia hingga datangnya hari kiamat, dan mereka tetap berada di atas kebenaran.”