Nikah

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 1955

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ خَلَّادٍ الْبَاهِلِيِّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍأَنْ أَبِيّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَكَحَ وَهُوَ مُحْرِمٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Khallad Al Bahili} berkata, telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin Uyainah} dari {Amru bin Dinar} dari {Jabir bin Zaid} dari {Ibnu Abbas} berkata “Bapakku saw. menikah dalam keadaan muhrim (sedang ihram).”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 1956

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ رَجَاءٍ الْمَكِّيُّ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ نَبِيهِ بْنِ وَهْبٍ عَنْ أَبَانَ بْنِ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُحْرِمُ لَا يَنْكِحُ وَلَا يُنْكِحُ وَلَا يَخْطُبُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ash Shabbah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Raja Al Makki} dari {Malik bin Anas} dari {Nafi’} dari {Nabih bin Wahb} dari {Aban bin Utsman bin Affan} dari {Bapaknya} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Orang yang muhrim tidak boleh menikah, atau dinikahkan, atau meminang.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 1957

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَابُورَ الرَّقِّيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ سُلَيْمَانَ الْأَنْصَارِيُّ أَخُو فُلَيْحٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَجْلَانَ عَنْ ابْنِ وَثِيمَةَ النَّصْرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَاكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ خُلُقَهُ وَدِينَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلَّا تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Sabur Ar Raqqi} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdul Hamid bin Sulaiman Al Anshari} -saudara Fulaih- dari {Muhammad bin ‘Ajlan} dari {Ibnu Watsimah An Nashri} dari {Abu Hurairah} ia berkata “Rasulullah saw. bersabda: “Apabila datang kepada kalian orang yang kalian ridlai ahlak dan agamanya, maka nikahkanlah (dengan anakmu). Jika tidak kalian lakukan, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan yang banyak di muka bumi.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 1958

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا الْحَارِثُ بْنُ عِمْرَانَ الْجَعْفَرِيُّ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَخَيَّرُوا لِنُطَفِكُمْ وَانْكِحُوا الْأَكْفَاءَ وَأَنْكِحُوا إِلَيْهِمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Sa’id} berkata, telah menceritakan kepada kami {Al Harits bin Imran Al Ja’fari} dari {Hisyam bin Urwah} dari {Bapaknya} dari {‘Aisyah} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Pandai-pandailah memilih untuk tempat seperma kalian. Nikahilah wanita-wanita yang setara, dan nikahkanlah mereka.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 1959

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ هَمَّامٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ النَّضْرِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ بَشِيرِ بْنِ نَهِيكٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَتْ لَهُ امْرَأَتَانِ يَمِيلُ مَعَ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَى جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَحَدُ شِقَّيْهِ سَاقِطٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Hammam} dari {Qatadah} dari {An Nadlr bin Anas} dari {Basyir bin Nahik} dari {Abu Hurairah} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa mempunyai dua isteri kemudian condong kepada salah seorang dari keduanya, maka pada hari kiamat ia akan datang dengan pundak yang miring sebelah.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 1960

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَمَانٍ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا سَافَرَ أَقْرَعَ بَيْنَ نِسَائِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Yaman} dari {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Urwah} dari {‘Aisyah} berkata, “Rasulullah saw. jika ingin pergi bersafar, beliau mengundi antara isteri-isterinya.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 1961

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى قَالَا حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَنْبَأَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْكَانَ رَسُولُ اللَّه صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْسِمُ بَيْنَ نِسَائِهِ فَيَعْدِلُ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُمَّ هَذَا فِعْلِي فِيمَا أَمْلِكُ فَلَا تَلُمْنِي فِيمَا تَمْلِكُ وَلَا أَمْلِكُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Yahya} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} berkata, telah memberitakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Ayyub} dari {Abu Qilabah} dari {Abdullah bin Yazid} dari {‘Aisyah} ia berkata, “Rasulullah saw. selalu memberi bagian kepada semua isterinya dan berlaku adil, setelah itu beliau mengatakan: “Ya Allah, ini adalah pembagianku yang bisa aku lakukan, maka janganlah Engkau bebankan kepadaku sesuatu yang Engkau mampui dan tidak aku mampui.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 1962

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عُقْبَةُ بْنُ خَالِدٍ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ أَنْبَأَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ جَمِيعًا عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْلَمَّا كَبِرَتْ سَوْدَةُ بِنْتُ زَمْعَةَ وَهَبَتْ يَوْمَهَا لِعَائِشَةَ فَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْسِمُ لِعَائِشَةَ بِيَوْمِ سَوْدَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Uqbah bin Khalid}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ash Shabbah} berkata, telah memberitakan kepada kami {Abdul Aziz bin Muhammad} semuanya dari {Hisyam bin Urwah} dari {Bapaknya} dari {‘Aisyah} ia berkata, “Ketika Saudah binti Zam’ah telah berusia senja, ia memberikan bagiannya kepada ‘Aisyah. Maka Rasulullah saw. juga memberikan bagian kepada ‘Aisyah dari hari pemberian Saudah.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 1963

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى قَالَا حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ سُمَيَّةَ عَنْ عَائِشَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَدَ عَلَى صَفِيَّةَ بِنْتِ حُيَيٍّ فِي شَيْءٍ فَقَالَتْ صَفِيَّةُ يَا عَائِشَةُ هَلْ لَكِ أَنْ تُرْضِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِّي وَلَكِ يَوْمِي قَالَتْ نَعَمْ فَأَخَذَتْ خِمَارًا لَهَا مَصْبُوغًا بِزَعْفَرَانٍ فَرَشَّتْهُ بِالْمَاءِ لِيَفُوحَ رِيحُهُ ثُمَّ قَعَدَتْ إِلَى جَنْبِ رَسُولُ اللَّه صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَائِشَةُ إِلَيْكِ عَنِّي إِنَّهُ لَيْسَ يَوْمَكِ فَقَالَتْ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ فَأَخْبَرَتْهُ بِالْأَمْرِ فَرَضِيَ عَنْهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} dan {Muhammad bin Yahya} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {‘Affan} berkata, telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Tsabit} dari {Sumayyah} dari {‘Aisyah} berkata, “Rasulullah marah pada Shafiyyah binti Huyay karena suatu masalah, Shafiyyah lalu berkata, “Wahai ‘Aisyah, apakah kamu mempunyai cara agar Rasulullah saw. meridlaiku, maka hari giliranku akan menjadi milikmu?” ‘Aisyah menjawab: “Ya, ” Maka ‘Aisyah mengambil kerudungnya yang telah dicelup dengan za’faran, dan mencipratinya dengan air agar baunya tercium, kemudian dia duduk di samping Rasulullah saw. Nabi saw. bersabda: “Wahai ‘Aisyah, menjauhlah dariku, karena sekarang bukan giliran harimu.” ‘Aisyah lalu berkata, “Itu adalah keutamaan Allah yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.” ‘Aisyah kemudian memberitahukan perkara yang sebenarnya, sehingga beliau ridla kepadanya.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 1964

حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْنَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ{ وَالصُّلْحُ خَيْرٌ }فِي رَجُلٍ كَانَتْ تَحْتَهُ امْرَأَةٌ قَدْ طَالَتْ صُحْبَتُهَا وَوَلَدَتْ مِنْهُ أَوْلَادًا فَأَرَادَ أَنْ يَسْتَبْدِلَ بِهَا فَرَاضَتْهُ عَلَى أَنْ تُقِيمَ عِنْدَهُ وَلَا يَقْسِمَ لَهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hafsh bin ‘Amru} berkata, telah menceritakan kepada kami {‘Amru bin Ali} dari {Hisyam bin Urwah} dari {Bapaknya} dari {‘Aisyah} ia berkata, “Ayat ‘(Dan damai itu lebih baik) ‘ ini turun kepada seorang laki-laki yang mempunyai seorang isteri yang telah lama hidup bersamanya, dan telah melahirkan beberapa anak, kemudia ia ingin menceraikannya. Lalu isterinya merelakannya dengan syarat, ia tetap boleh tinggal bersamanya meskipun tidak mendapatkan jatah giliran.”