Buruan

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 2474

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمِنْهَالِ الضَّرِيرُ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا حَبِيبٌ الْمُعَلِّمُ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِأَنَّ أَعْرَابِيًّا يُقَالُ لَهُ أَبُو ثَعْلَبَةَ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي كِلَابًا مُكَلَّبَةً فَأَفْتِنِي فِي صَيْدِهَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ كَانَ لَكَ كِلَابٌ مُكَلَّبَةٌ فَكُلْ مِمَّا أَمْسَكْنَ عَلَيْكَ قَالَ ذَكِيًّا أَوْ غَيْرَ ذَكِيٍّ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَإِنْ أَكَلَ مِنْهُ قَالَ وَإِنْ أَكَلَ مِنْهُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفْتِنِي فِي قَوْسِي قَالَ كُلْ مَا رَدَّتْ عَلَيْكَ قَوْسُكَ قَالَ ذَكِيًّا أَوْ غَيْرَ ذَكِيٍّ قَالَ وَإِنْ تَغَيَّبَ عَنِّي قَالَ وَإِنْ تَغَيَّبَ عَنْكَ مَا لَمْ يَضِلَّ أَوْ تَجِدْ فِيهِ أَثَرًا غَيْرَ سَهْمِكَ قَالَ أَفْتِنِي فِي آنِيَةِ الْمَجُوسِ إِنْ اضْطُرِرْنَا إِلَيْهَا قَالَ اغْسِلْهَا وَكُلْ فِيهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Al Minhal Adh Dharir}, telah menceritakan kepada kami {Yazid? bin Zurai’}, telah menceritakan kepada kami {Habib Al Mu’allim} dari {‘Amr bin Syu’aib} dari {ayahnya} dari {kakeknya}, bahwa seorang badui yang dipanggil Abu Tsa’labah berkata wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki anjing yang terlatih, maka berilah aku fatwa mengenai buruannya. Kemudian Nabi saw. berkata: “Apabila engkau memiliki anjing yang terlatih maka makanlah apa yang mereka tangkap untukmu!” Ia berkata disembelih ataupun tidak disembelih? Beliau berkata: “Ya.” Ia berkata “Walaupun anjing tersebut telah makan sebagian darinya?” beliau berkata: “Walaupun anjing tersebut telah makan sebagian darinya.” Kemuidan ia berkata wahai Rasulullah, berilah aku fatwa mengenai busurku! Beliau berkata: “Makanlah apa yang dibawa kembali oleh busurmu kepadamu!” Beliau berkata “Disembelih maupun tidak disembelih.” Ia berkata walaupun tak terlihat dariku? Beliau berkata: “Walaupun tak terlihat darimu, selama tidak hilang atau engkau dapati padanya bekas selain anak panahmu.” Ia berkata berilah aku fatwa mengenai bejana orang-orang majusi apabila kami terpaksa menggunakannya? Beliau berkata: “Cucilah dan makanlah padanya!”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 2475

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي وَاقِدٍ قَالَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا قُطِعَ مِنْ الْبَهِيمَةِ وَهِيَ حَيَّةٌ فَهِيَ مَيْتَةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Utsman bin Abu Syaibah?}, telah menceritakan kepada kami {Hasyim bin Al Qasim}, telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Abdullah bin Dinar}, dari {Zaid bin Aslam}, dari {‘Atha` bin Yasar} dari {Abu Waqid}, ia berkata Nabi saw. bersabda: “Apa yang dipotong dari binatang dalam keadaan hidup, maka sesuatu tersebut adalah bangkai.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 2476

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ حَدَّثَنِي أَبُو مُوسَى عَنْ وَهْبِ بْنِ مُنَبِّهٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ مَرَّةً سُفْيَانُوَلَا أَعْلَمُهُ إِلَّا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ سَكَنَ الْبَادِيَةَ جَفَا وَمَنْ اتَّبَعَ الصَّيْدَ غَفَلَ وَمَنْ أَتَى السُّلْطَانَ افْتُتِنَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ الْحَكَمِ النَّخَعِيُّ عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ شَيْخٍ مِنْ الْأَنْصَارِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَعْنَى مُسَدَّدٍ قَالَ وَمَنْ لَزِمَ السُّلْطَانَ افْتُتِنَ زَادَ وَمَا ازْدَادَ عَبْدٌ مِنْ السُّلْطَانِ دُنُوًّا إِلَّا ازْدَادَ مِنْ اللَّهِ بُعْدًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad}, telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Sufyan}, telah menceritakan kepadaku {Abu Musa} dari {Wahb bin Munabbih} dari {Ibnu Abbas}, dari Nabi saw., suatu kali Sufyan mengatakan dan aku tidak mengetahuinya kecuali dari Nabi saw., beliau berkata: “Barangsiapa yang tinggal di pelosok (pedalaman), maka ia akan menjadi keras, dan barangsiapa yang mengikuti hewan buruan maka ia akan lalai, dan barangsiapa yang datang kepada penguasa maka ia akan terkena fitnah.” Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Isa}, telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin ‘Ubaid}, telah menceritakan kepada kami {Al Hasan bin Al Hakam An Nakha’i}, dari {Adi bin Tsabit} dari {seorang syekh dari kalangan anshor}, dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw. dengan makna hadits Musaddad, beliau bersabda: “Barangsiapa yang terus menyertai penguasa, maka ia terfitnah.” Ia menambahkan: “Dan tidaklah seorang hamba bertambah dekat kepada penguasa melainkan ia akan bertambah jauh dari Allah.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 2477

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مَعِينٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ خَالِدٍ الْخَيَّاطُ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا رَمَيْتَ الصَّيْدَ فَأَدْرَكْتَهُ بَعْدَ ثَلَاثِ لَيَالٍ وَسَهْمُكَ فِيهِ فَكُلْهُ مَا لَمْ يُنْتِنْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ma’in}, Telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Khalid Al Khayyath}, dari {Mu’awiyah bin Shalih} dari {Abdurrahman bin Jubair bin Nufair}, dari {ayahnya}, dari {Tsa’labah Al Khusyani}, dari Nabi saw., beliau bersabda: “Apabila engkau memanah hewan buruan kemudian engkau mendapatinya setelah tiga malam dan anak panahmu ada padanya, maka makanlah selama belum membusuk!”