Musnad Penduduk Bashrah

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 19017

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي الْمُهَلَّبِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَكَانَتْ الْعَضْبَاءُ لِرَجُلٍ مِنْ بَنِي عُقَيْلٍ وَكَانَتْ مِنْ سَوَابِقِ الْحَاجِّ فَأُسِرَ الرَّجُلُ وَأُخِذَتْ الْعَضْبَاءُ مَعَهُ قَالَ فَمَرَّ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي وَثَاقٍ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى حِمَارٍ عَلَيْهِ قَطِيفَةٌ فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ تَأْخُذُونِي وَتَأْخُذُونَ سَابِقَةَ الْحَاجِّ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَأْخُذُكَ بِجَرِيرَةِ حُلَفَائِكَ ثَقِيفَ قَالَ وَقَدْ كَانَتْ ثَقِيفُ قَدْ أَسَرُوا رَجُلَيْنِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ فِيمَا قَالَ وَإِنِّي مُسْلِمٌ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ قُلْتَهَا وَأَنْتَ تَمْلِكُ أَمْرَكَ أَفْلَحْتَ كُلَّ الْفَلَاحِ قَالَ وَمَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ إِنِّي جَائِعٌ فَأَطْعِمْنِي وَإِنِّي ظَمْآنُ فَاسْقِنِي قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذِهِ حَاجَتُكَ ثُمَّ فُدِيَ بِالرَّجُلَيْنِ وَحَبَسَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعَضْبَاءَ لِرَحْلِهِ قَالَ ثُمَّ إِنَّ الْمُشْرِكِينَ أَغَارُوا عَلَى سَرْحِ الْمَدِينَةِ فَذَهَبُوا بِهَا وَكَانَتْ الْعَضْبَاءُ فِيهِ قَالَ وَأَسَرُوا امْرَأَةً مِنْ الْمُسْلِمِينَ قَالَ فَكَانُوا إِذَا نَزَلُوا أَرَاحُوا إِبِلَهُمْ بِأَفْنِيَتِهِمْ قَالَ فَقَامَتْ الْمَرْأَةُ ذَاتَ لَيْلَةٍ بَعْدَمَا نُوِّمُوا فَجَعَلَتْ كُلَّمَا أَتَتْ عَلَى بَعِيرٍ رَغَا حَتَّى أَتَتْ عَلَى الْعَضْبَاءِ فَأَتَتْ عَلَى نَاقَةٍ ذَلُولٍ مُجَرَّسَةٍ فَرَكِبَتْهَا ثُمَّ وَجَّهَتْهَا قِبَلَ الْمَدِينَةِ قَالَ وَنَذَرَتْ إِنْ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَنْجَاهَا عَلَيْهَا لَتَنْحَرَنَّهَا فَلَمَّا قَدِمَتْ الْمَدِينَةَ عُرِفَتْ النَّاقَةُ فَقِيلَ نَاقَةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَأُخْبِرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِنَذْرِهَا أَوْ أَتَتْهُ فَأَخْبَرَتْهُ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِئْسَمَا جَزَتْهَا أَوْ بِئْسَمَا جَزَيْتِيهَا إِنْ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنْجَاهَا عَلَيْهَا لَتَنْحَرَنَّهَا قَالَ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا وَفَاءَ لِنَذْرٍ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ وَلَا فِيمَا لَا يَمْلِكُ ابْنُ آدَمَو قَالَ وُهَيْبٌ يَعْنِي ابْنَ خَالِدٍ وَكَانَتْ ثَقِيفُ حُلَفَاءَ لِبَنِي عُقَيْلٍ وَزَادَ حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ فِيهِ وَكَانَتْ الْعَضْبَاءُ دَاجِنًا لَا تُمْنَعُ مِنْ حَوْضٍ وَلَا نَبْتٍ قَالَ عَفَّانُ مُجَرَّسَةٌ مُعَوَّدَةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan}, telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Zaid}, telah menceritakan kepada kami {Ayyub} dari {Abu Qilabah} dari {Abu Muhallab} dari {Imran bin Husain} ia berkata “Unta seorang bani Uqail termasuk unta yang larinya paling cepat. Si laki-laki kemudian tertawan dan untanya pun ikut ditawan bersamanya. Lantas Rasulullah saw. melewatinya, yang ketika itu ia dalam keadaan di ikat tangannya sedang Rasulullah saw. mengendarai keledai dan memakai kain katun. Si laki-laki tawanan berujar “Wahai Muhammad, kau menawanku dan menawan unta pacuanku yang cepat larinya?” Rasulullah saw. menjawab: “Itu kulakukan sebagai pembalasan karena dosa sekutumu, Tsaqif! -Tsaqif ketika itu tengah menawan dua sahabat nabi saw.- Sang tawanan terus mengomel sekehendaknya dan akhirnya berujar “Saya muslim sekarang.” Rasulullah saw. berkomentar: “Sekiranya kamu mengucapkan syahadat, dan kamu bisa mengendalikan urusanmu, sungguh kamu akan memperoleh segala keberuntungan.” Rasulullah saw. lantas pergi. Si laki-laki tawanan berujar lagi “Ya Muhammad, saya lapar, berilah aku makan, saya juga haus, maka berilah aku minum!” Kata Imran “Rasulullah saw. berujar: “Ini keperluanmu!.” Di kemudian hari, laki-laki ini ditebus dengan dua sahabat nabi yang ditawan. Namun Rasulullah saw. tetap menahan untanya untuk kendaraannya. Kata Imran “Kemudian kaum musyrikin melakukan penyerbuan ke ternak Madinah dan merampoknya. Sedang unta beliau yang sering diistilahkan ‘adhba’ juga turut dibawa kabur. Kata Imran “Mereka juga menawan seorang wanita dari kaum muslimin. Sudah menjadi tradisi ketika itu, jika mereka singgah, mereka kandangkan untanya di halaman depan perseinggahan mereka. Kata Imran “Ketika kaum musyrikin yang menawan ketiduran, wanita itu bangun, sialnya setiap kali ia datangi unta untuk dikendarai, unta itu mendengus-dengus, hingga ia temui ‘adhba’. Jadilah ia mengendarai unta penurut yang sudah terlatih. Ia kendarai dan ia hadapkan ke kota Madinah. Ia sempat bernadzar “Sekiranya Allah Azza wa Jalla menyelamatkannya, maka ia akan sembelih unta ‘adhba’ itu.” Ketika ia sampai Madinah, unta tersebut sudah dikenal hingga dikatakan “Ini adalah unta Rasulullah saw.!” Nabi saw. pun diberitahu tentang nadzarnya -atau dengan redaksi “Si wanita menemui beliau dan menyampaikan ceritanya- Maka Rasulullah saw. berkomentar: “Alangkah jahatnya pembalasan ia kepadanya -atau dengan redaksi “Alangkah buruknya pembalasanmu”-, Allah telah menyelamatkannya, namun ia malah menyembelihnya.” Lantas Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada kewajiban melaksanakan nadzar dalam kemaksiatan kepada Allah dan tidak pula terhadap sesuatu yang tidak dimiliki oleh anak Adam.” Kata Wuhaib, alias Ibn Khalid, Tsaqif adalah sekutu bani ‘Uqail. Hammad menambahkan ‘Adhba’ adalah istilah untuk binatang ternak yang tidak dilarang mendatangi kolam (lumpang minuman) atau tetumbuhan. ‘Affan berkomentar mengenai makna mujarrasah, maksudnya terlatih.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 19018

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ عَن يُونُسَ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْكَيِّ فَاكْتَوَيْنَا فَمَا أَفْلَحْنَا وَلَا أَنْجَحْنَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} dari {Yunus} dari {Al Hasan} dari {‘Imran bin Hushain} dia berkata “Rasulullah saw. melarang kami berobat dengan kayy, namun kami tetap melakukannya, ternyata kami tidak pernah berhasil dan beruntung.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 19019

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَبِي نَضْرَةَأَنَّ فَتًى سَأَلَ عِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ عَنْ صَلَاةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي السَّفَرِ فَعَدَلَ إِلَى مَجْلِسِ الْعُوقَةِ فَقَالَ إِنَّ هَذَا الْفَتَى سَأَلَنِي عَنْ صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي السَّفَرِ فَاحْفَظُوا عَنِّي مَا سَافَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَفَرًا إِلَّا صَلَّى رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ حَتَّى يَرْجِعَ وَإِنَّهُ أَقَامَ بِمَكَّةَ زَمَانَ الْفَتْحِ ثَمَانِيَ عَشْرَةَ لَيْلَةً يُصَلِّي بِالنَّاسِ رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِقَالَ أَبِي و حَدَّثَنَاه يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَزَادَ فِيهِ إِلَّا الْمَغْرِبَ ثُمَّ يَقُولُ يَا أَهْلَ مَكَّةَ قُومُوا فَصَلُّوا رَكْعَتَيْنِ أُخْرَيَيْنِ فَإِنَّا سَفْرٌ ثُمَّ غَزَا حُنَيْنًا وَالطَّائِفَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ رَجَعَ إِلَى جِعِرَّانَةَ فَاعْتَمَرَ مِنْهَا فِي ذِي الْقَعْدَةِ ثُمَّ غَزَوْتُ مَعَ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ وَحَجَجْتُ وَاعْتَمَرْتُ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ وَمَعَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ قَالَ يُونُسُ إِلَّا الْمَغْرِبَ وَمَعَ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ صَدْرَ إِمَارَتِهِ قَالَ يُونُسُ رَكْعَتَيْنِ إِلَّا الْمَغْرِبَ ثُمَّ إِنَّ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ صَلَّى بَعْدَ ذَلِكَ أَرْبَعًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} dari {Hammad bin Salamah}, telah mengabarkan kepada kami {Ali bin Zaid} dari {Abu Nadhrah} bahwa seorang pemuda bertanya kepada {‘Imran bin Hushain} tentang shalat dalam perjalanan yang dilakukan Nabi saw., lalu Imran pergi ke majlis Al ‘Uqah dan berkata “Sesungguhnya pemuda ini telah bertanya kepadaku tentang shalat dalam perjalanan yang dilakukan Nabi saw., maka ingat-ingatlah apa yang aku katakan “Tidaklah Rasulullah saw. melakukan perjalanan kecuali beliau shalat dua rakaat dua rakaat hingga beliau kembali pulang. Dan beliau juga pernah tinggal di Mekah ketika penaklukan kota Mekah, selama delapan belas malam, mengimami masyarakat dengan dua rakaat dua rakaat.” Ayahku berkata telah menceritakan kepada kami {Yunus bin Muhammad} dengan sanad ini, namun ada tambahan -kecuali shalat Maghrib-. Kemudian beliau bersabda: “Wahai penduduk Mekah berdirilah dan lanjutkan shalat kalian dua rakaat lagi, karena kami adalah orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Kemudian beliau memerangi penduduk Hunain dan Thaif, beliau juga mengerjakan shalat dua rakaat dua rakaat kemudian beliau kembali ke Ji’ranah, beliau melakukan umrah pada bulan Dzul Qa’dah. Kemudian aku berperang bersama Abu Bakar Radhiyallahu Ta’ala ‘anhu, aku haji dan umrah bersamanya, sedangkan dia mengerjakan shalat dua rakaat dua rakaat. Begitu juga ketika bersama Umar Radhiyallahu Ta’ala ‘anhu, dia juga shalat dua rakaat dua rakaat. -Yunus berkata Kecuali shalat Maghrib- begitu juga bersama Utsman radliallahu ‘anhu, yaitu di awal pemerintahannya -Yunus berkata “Dua rakaat kecuali Maghrib- setelah itu Utsman radliallahu ‘anhu shalat empat rakaat.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 19020

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا مَنْصُورٌ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍأَنَّ رَجُلًا مِنْ الْأَنْصَارِ أَعْتَقَ سِتَّةَ مَمْلُوكِينَ لَهُ عِنْدَ مَوْتِهِ وَلَيْسَ لَهُ مَالٌ غَيْرُهُمْ فَبَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ لَا أُصَلِّيَ عَلَيْهِ قَالَ ثُمَّ دَعَا بِالرَّقِيقِ فَجَزَّأَهُمْ ثَلَاثَةَ أَجْزَاءٍ فَأَعْتَقَ اثْنَيْنِ وَأَرَقَّ أَرْبَعَةً
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husyaim}, telah mengabarkan kepada kami {Manshur} dari {Al Hasan} dari {‘Imran bin Hushain} bahwa menjelang kematiannya seorang laki-laki dari Anshar telah membebaskan enam orang budaknya, sementara dirinya tidak memiliki harta peninggalan selain dari budak-budak tersebut, ketika hal itu sampai kepada Nabi saw., beliau bersabda: “Sungguh aku berkeinginan untuk tidak menshalatkannya.” Imran melanjutkan “”Kemudian beliau memanggil budak-budak tersebut dan membaginya menjadi tiga bagian, memerdekakan yang dua dan menjadikan yang empat tetap sebagai budak.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 19021

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا يُونُسُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي الْمُهَلَّبِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَخَاكُمْ النَّجَاشِيَّ قَدْ مَاتَ فَصَلُّوا عَلَيْهِ فَقَامَ فَصَفَّنَا خَلْفَهُ فَإِنِّي لَفِي الصَّفِّ الثَّانِي فَصَلَّى عَلَيْهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husyaim}, telah mengabarkan kepada kami {Yunus} dari {Abu Qilabah} dari {Abu Muhallab} dari {‘Imran bin Hushain} bahwasanya bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya saudara kalian yaitu raja Najasyi telah meninggal, maka shalatkanlah untuknya!, ” lalu beliau berdiri untuk mengerjakan shalat, kami pun bershaf dibelakang beliau sementara diriku berada di shaf kedua, setelah itu beliau menshalatkannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 19022

حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ عَنْ خَالِدٍ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي الْمُهَلَّبِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ فَسَلَّمَ فَقِيلَ لَهُ فَقَامَ فَصَلَّى رَكْعَةً فَسَلَّمَ ثُمَّ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Mu’tamir} dari {Khalid} dari {Abu Qilabah} dari {Abu Muhallab} dari {‘Imran bin Hushain} bahwa Rasulullah saw. shalat tiga rakaat kemudian salam. Ketika hal itu diberitahukan kepada beliau, beliau langsung shalat satu rakaat dan salam, selepas salam beliau sujud dua kali lalu duduk.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 19023

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا يَزِيدُ يَعْنِي الرِّشْكَ عَنْ مُطَرِّفِ بْنِ الشِّخِّيرِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَعُلِمَ أَهْلُ الْجَنَّةِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فِيمَ يَعْمَلُ الْعَامِلُونَ قَالَ اعْمَلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ أَوْ كَمَا قَالَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il}, telah menceritakan kepada kami {Yazid yaitu Ar Risyk} dari {Mutharrif bin Syikhir} dari {‘Imran bin Hushain} dia berkata seseorang bertanya ‘Wahai Rasulullah, apakah penghuni surga dan penghuni neraka telah dimengerti (ditetapkan)? Beliau menjawab: ‘Iya’. Orang tadi bertanya lagi ‘Lantas apa gunanya orang beramal? Nabi menjawab “Beramalah, karena seseorang itu di mudahkan terhadap sesuatu yang telah dicipta baginya.” atau sebagaimana yang beliau sabdakan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 19024

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي الْمُهَلَّبِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَبَيْنَمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ وَامْرَأَةٌ مِنْ الْأَنْصَارِ عَلَى نَاقَةٍ فَضَجِرَتْ فَلَعَنَتْهَا فَسَمِعَ ذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ خُذُوا مَا عَلَيْهَا وَدَعُوهَا فَإِنَّهَا مَلْعُونَةٌقَالَ عِمْرَانُ فَكَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَيْهَا الْآنَ تَمْشِي فِي النَّاسِ مَا يَعْرِضُ لَهَا أَحَدٌ يَعْنِي النَّاقَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} telah menceritakan kepada kami {Ayyub} dari {Abu Qilabah} dari {Abu Muhallab} dari {‘Imran bin Hushain} dia berkata “Ketika Rasulullah saw. dalam suatu perjalanan, ada seorang wanita Anshar yang tengah mengendarai unta. Namun, unta yang sedang dikendarainya itu memberontak dengan tiba-tiba. Dengan serta-merta wanita itu mengutuk untanya. Ketika Rasulullah mendengar ucapan wanita itu, beliau bersabda: ‘Turunkanlah beban di atas unta dan lepaskanlah unta tersebut, karena ia telah dikutuk.’ Imran berkata ‘Sepertinya saya melihat unta tersebut berjalan bersama rombongan kafilah tanpa ada seorang pun yang mengendarainya, yaitu mengendarai unta tersebut.’

Musnad Ahmad | Hadits No. : 19025

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ عَلِيُّ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ قَالَمَرَّ عِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ فَجَلَسْنَا فَقَامَ إِلَيْهِ فَتًى مِنْ الْقَوْمِ فَسَأَلَهُ عَنْ صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْغَزْوِ وَالْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَجَاءَ فَوَقَفَ عَلَيْنَا فَقَالَ إِنَّ هَذَا سَأَلَنِي عَنْ أَمْرٍ فَأَرَدْتُ أَنْ تَسْمَعُوهُ أَوْ كَمَا قَالَ غَزَوْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يُصَلِّ إِلَّا رَكْعَتَيْنِ حَتَّى رَجَعَ إِلَى الْمَدِينَةِ وَحَجَجْتُ مَعَهُ فَلَمْ يُصَلِّ إِلَّا رَكْعَتَيْنِ حَتَّى رَجَعَ إِلَى الْمَدِينَةِ وَشَهِدْتُ مَعَهُ الْفَتْحَ فَأَقَامَ بِمَكَّةَ ثَمَانِ عَشْرَةَ لَا يُصَلِّي إِلَّا رَكْعَتَيْنِ وَيَقُولُ لِأَهْلِ الْبَلَدِ صَلُّوا أَرْبَعًا فَإِنَّا سَفْرٌ وَاعْتَمَرْتُ مَعَهُ ثَلَاثَ عُمَرٍ فَلَمْ يُصَلِّ إِلَّا رَكْعَتَيْنِ وَحَجَجْتُ مَعَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُمَا حَجَّاتٍ فَلَمْ يُصَلِّيَا إِلَّا رَكْعَتَيْنِ حَتَّى رَجَعَا إِلَى الْمَدِينَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} ia berkata, dari {Ali bin Zaid} dari {Abu Nadhrah} ia berkata Suatu ketika {Imran bin Hushain} lewat sementara kami tengah duduk-duduk, lalu berdirilah seorang pemuda dari suatu kaum menanyakan shalat Rasulullah saw. dalam perang, haji dan umrah. Kemudian Imran mendatangi kami dan berhenti, ia berkata “Sesungguhnya orang ini telah bertanya kepadaku tentang suatu perkara, dan aku ingin kalian mendengarkannya -atau sebagaimana yang ia katakana- Aku pernah berperang bersama Rasulullah saw., tidaklah beliau mengerjakan shalat kecuali dua raka’at hingga beliau kembali ke Madinah. Dan tidak pula aku berhaji bersama beliau kecuali beliau mengerjakan shalat dua raka’at hingga pulang ke Madinah. Dan aku telah menyaksikan bersama beliau peristiwa Fahu Mekah, lalu kami pun bermalam selama delapan belas malam, dan tidaklah beliau shalat kecuali hanya dua raka’at, lalu bersabda kepda penduduk negeri: “Shalatlah kalian empat raka’at, karena kami sedang dalam perjalanan.” Dan aku telah melaksanakan umrah bersama beliau sebanyak tiga kali, maka tidaklah beliau shalat kecuali hanya dua raka’at saja. Aku juga telah berhaji bersama Abu Bakar dan Umar beberapa kali haji dan tidaklah keduanya shalat kecuali hanya dua raka’at saja hingga pulang ke Madinah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 19026

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ يُونُسَ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ فِي مَسِيرٍ فَعَرَّسُوا فَنَامُوا عَنْ صَلَاةِ الصُّبْحِ فَلَمْ يَسْتَيْقِظُوا حَتَّى طَلَعَتْ الشَّمْسُ فَلَمَّا ارْتَفَعَتْ وَانْبَسَطَتْ أَمَرَ إِنْسَانًا فَأَذَّنَ فَصَلَّوْا الرَّكْعَتَيْنِ فَلَمَّا حَانَتْ الصَّلَاةُ صَلَّوْا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdul A’la} dari {Yunus} dari {Al Hasan} dari {‘Imran bin Hushain} bahwa Rasulullah saw. berada dalam suatu perjalanan bersama para sahabatnya, lalu mereka berhenti beristirahat, kemudian mereka tertidur dari shalat Subuh dan belum bangun hingga matahari terbit. Ketika matahari sudah tinggi, beliau memerintahkan seseorang untuk mengumandangkan adzan lalu mereka shalat dua rakaat, setelah iqamat mereka pun mengerjakan shalat (Subuh).”