Musnad Penduduk Bashrah

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 19097

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ خَيْثَمَةَ عَنِ الْحَسَنِ أَنَّ عِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ قَالَإِنَّهُ مَرَّ عَلَى قَاصٍّ قَرَأَ ثُمَّ سَأَلَ فَاسْتَرْجَعَ وَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ فَلْيَسْأَلْ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ بِهِ فَإِنَّهُ سَيَجِيءُ قَوْمٌ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ يَسْأَلُونَ النَّاسَ بِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abdullah}, telah menceritakan kepada kami {Sufyan}, telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Khaitsamah} dari {Al Hasan} ia berkata bahwa {‘Imran bin Hushain} pernah melewati pembawa kisah sambil membaca (Al-Quran), setelah itu ia meminta (sesuatu) lalu memohon pulang. Imran berkata saya pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa membaca Al-Quran, hendaknya ia memohon kepada Allah Azza Wa Jalla, sungguh akan datang sekelompok kaum yang membacakan Al-Quran lalu meminta (suatu imbalan) kepada manusia dari bacaannya itu.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 19098

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبَانَ الْوَرَّاقُ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّهْشَلِيُّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا نَذْرَ فِي غَضَبٍ وَكَفَّارَتُهُ كَفَّارَةُ الْيَمِينِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Aban Al Warraq}, telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar An Nahsyali} dari {Muhammad bin Az Zubair} dari {Al Hasan} dari {‘Imran bin Hushain} ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Tidak di anggap nadzar ketika marah, dan kafaaratnya adalah kafarat sumpah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 19099

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْحَاقَ الطَّالَقَانِيُّ حَدَّثَنَا الْحَارِثُ بْنُ عُمَيْرٍ عَنْ حُمَيْدٍ الطَّوِيلِ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا جَلَبَ وَلَا جَنَبَ وَلَا شِغَارَ فِي الْإِسْلَامِ وَمَنْ انْتَهَبَ فَلَيْسَ مِنَّا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Ishaq Ath Thalaqani}, telah menceritakan kepada kami {Al Harits bin ‘Umair} dari {Humaid Ath Thawil} dari {Al Hasan} dari {‘Imran bin Hushain} bahwa Nabi saw. bersabda: “Tidak ada jalab, tidak ada janab dan tidak ada nikah syighar, barangsiapa merampok (merampas) maka bukan dari golongan kami.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 19100

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ وَعَفَّانُ قَالَا ثَنَا مَهْدِيٌّ قَالَ عَفَّانُ حَدَّثَنَا غَيْلَانُ عَنْ مُطَرِّفٍ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِمَّا أَنْ يَكُونَ قَالَ لِعِمْرَانَ أَوْ لِرَجُلٍ وَهُوَ يَسْمَعُ صُمْتَ سُرَرَ هَذَا الشَّهْرِ قَالَ لَا قَالَ فَإِذَا أَفْطَرْتَ فَصُمْ يَوْمَيْنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasyim} dan {‘Affan}, keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Mahdi}, telah menceritakan kepada kami {‘Affan}, telah menceritakan kepada kami {Ghailan} dari {Mutharrif} dari {‘Imran bin Hushain} dari Nabi saw. kemungkinan beliau bersabda pada ‘Imran bin Hushain atau pada orang lain yang mendengarnya: “Apakah engkau puasa permulaan bulan ini?.” Ia itu menjawab “Tidak.” Beliau bersabda: “Apabila engkau tidak berpuasa, maka puasalah dua hari saja.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 19101

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ أَخُو سُلَيْمَانَ بْنِ كَثِيرٍ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ عَوْفٍ عَنْ أَبِي رَجَاءٍ الْعُطَارِدِيِّ عَنْ عِمْرَانَأَنَّ رَجُلًا جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ فَرَدَّ عَلَيْهِ ثُمَّ جَلَسَ فَقَالَ عَشْرٌ ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ فَرَدَّ عَلَيْهِ ثُمَّ جَلَسَ فَقَالَ عِشْرُونَ ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ فَرَدَّ عَلَيْهِ ثُمَّ جَلَسَ فَقَالَ ثَلَاثُونَحَدَّثَنَا هَوْذَةُ عَنْ عَوْفٍ عَن أَبِي رَجَاءٍ مُرْسَلًا وَكَذَلِكَ قَالَ غَيْرُهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Katsir} saudara laki-laki Sulaiman bin Katsir, telah menceritakan kepada kami {Ja’far bin Sulaiman} dari {Auf} dari {Abu Raja’ Al Utharidi} dari {‘Imran bin Hushain} bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi saw. lalu mengucapkan Assalamu ‘alaikum.” beliau menjawabnya, kemudian orang tersebut duduk lalu beliau bersabda: “Baginya sepuluh pahala, ” kemudian seseorang lagi datang kepada Nabi saw. lalu mengucapkan Assalamu ‘Alaikum Warahmatullah (Semoga selamat, sejahtera dan rahmat Allah terlimpah atasmu). Kemudian orang tersebut duduk, lalu beliau bersabda: “Baginya dua puluh pahala.” Selang beberapa saat seseorang datang kepada Nabi saw. lalu mengucapkan Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh (Semoga selamat, sejahtera, rahmat dan berkah Allah terlimpah atasmu).” Lalu orang tersebut duduk, beliau pun bersabda: “Baginya tiga puluh pahala.” Telah menceritakan kepada kami {Haudzah} dari {Auf} dari {Abu Raja’} secara mursal, begitu juga dengan yang lainnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 19102

حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا الْمُبَارَكُ عَنِ الْحَسَنِ أَخْبَرَنِي عِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ قَالَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالصَّدَقَةِ وَنَهَى عَنْ الْمُثْلَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasyim bin Qasim}, telah menceritakan kepada kami {Al Mubarak} dari {Al Hasan}, telah mengabarkan kepadaku {‘Imran bin Hushain} ia berkata “Rasulullah saw. memerintahkan bersedekah dan melarang memutilasi.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 19103

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ حَدَّثَنَا الْمُبَارَكُ عَنِ الْحَسَنِ قَالَ ثَنَا عِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ قَالَأُتِيَ بِرَجُلٍ أَعْتَقَ سِتَّةَ مَمْلُوكِينَ عِنْدَ مَوْتِهِ وَلَيْسَ لَهُ مَالٌ غَيْرُهُمْ فَأَقْرَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَهُمْ فَأَعْتَقَ اثْنَيْنِ وَأَرَقَّ أَرْبَعَةً
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasyim}, telah menceritakan kepada kami {Al Mubarak} dari {Al Hasan} ia berkata telah menceritakan kepada kami {‘Imran bin Hushain} ia berkata “Seorang laki-laki membebaskan enam orang budaknya menjelang wafat, padahal ia tidak memiliki herta peninggalan selain budak-budak tersebut, lalu ia di hadapkan kepada Nabi saw. Maka Nabi saw. mengundi budak-budak tersebut, dan membebaskan yang dua serta menetapkan yang empat (menjadi budak).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 19104

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ وَحَسْنُ بْنُ مُوسَى قَالَا ثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ حَدَّثَنَا غَيْلَانُ بْنُ جَرِيرٍ عَنْ مُطَرِّفٍ قَالَصَلَّيْتُ أَنَا وَعِمْرَانُ خَلْفَ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ فَكَانَ إِذَا سَجَدَ كَبَّرَ وَإِذَا رَفَعَ كَبَّرَ وَإِذَا نَهَضَ مِنْ الرَّكْعَتَيْنِ كَبَّرَ فَلَمَّا انْصَرَفْنَا أَخَذَ عِمْرَانُ بْنُ الْحُصَيْنِ بِيَدِي فَقَالَ لَقَدْ صَلَّى بِنَا هَذَا مِثْلَ صَلَاةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ قَالَ لَقَدْ ذَكَّرَنِي هَذَا صَلَاةَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Harb} dan {Hasan bin Musa}, keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Zaid} telah menceritakan kepada kami {Ghailan bin Jarir} dari {Mutharrif} ia berkata Aku bersama {Imran bin Hushain} shalat di belakang Ali bin Abu Thalib di Kufah, Ali bertakbir setiap hendak sujud, bangun dari sujud dan bangun dari dua raka’at. Seusai shalat, Imran bin Hushain memegang tanganku sambil berkata “Sungguh dia shalat mengimami kami ini sebagaimana shalatnya Rasulullah saw.” Atau berkata “Hal ini mengingatkanku pada shalatnya Muhammad saw.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 19105

حَدَّثَنَا عَفَّانُ وَبَهْزٌ قَالَا ثَنَا أَبُو عَوَانَةَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ قَالَ بَهْزٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُ أُمَّتِي الْقَرْنُ الَّذِي بُعِثْتُ فِيهِمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ قَالَ وَاللَّهُ أَعْلَمُ أَذَكَرَ الثَّالِثَ أَمْ لَا ثُمَّ يَنْشَأُ قَوْمٌ يَشْهَدُونَ وَلَا يُسْتَشْهَدُونَ وَيَنْذُرُونَ وَلَا يُوفُونَ وَيَخُونُونَ وَلَا يُؤْتَمَنُونَ وَيَفْشُو فِيهِمْ السِّمَنُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} dan {Bahz} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Awanah}, telah menceritakan kepada kami {Qatadah}. – {Bahz} mengatakan dari {Qatadah} – dari {Zurarah bin ‘Aufa} dari {‘Imran bin Hushain} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Sebaik-baik ummatku adalah masa yang aku di utus (hidup) bersama mereka, kemudian orang-orang setelah mereka kemudian orang-orang setelah mereka. -Imran mengatakan “Demi Allah, aku mengetahui pakah beliau menyebutkan hingga tiga kali atau tidak- Kemudian akan datang suatu kaum yang bersaksi padahal mereka tidak diminta persaksian, mereka bernadzar (berjanji) namun tidak pernah menepati, mereka berkhianat dan tiada dapat dipercaya, mereka dikenal dengan badan mereka yang gemuk.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 19106

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبَانُ يَعْنِي الْعَطَّارَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي الْمُهَلَّبِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍأَنَّ امْرَأَةً مِنْ جُهَيْنَةَ أَتَتْ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ لَهُ إِنِّي أَصَبْتُ حَدًّا فَأَقِمْهُ عَلَيَّ وَهِيَ حَامِلٌ فَأَمَرَ بِهَا أَنْ يُحْسَنَ إِلَيْهَا حَتَّى تَضَعَ فَلَمَّا وَضَعَتْ جِيءَ بِهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَ بِهَا فَشُكَّتْ عَلَيْهَا ثِيَابُهَا ثُمَّ رَجَمَهَا ثُمَّ صَلَّى عَلَيْهَا فَقَالَ عُمَرُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ تُصَلِّي عَلَيْهَا وَقَدْ زَنَتْ فَقَالَ لَقَدْ تَابَتْ تَوْبَةً لَوْ قُسِمَتْ بَيْنَ سَبْعِينَ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ لَوَسِعَتْهُمْ وَهَلْ وَجَدْتَ أَفْضَلَ مِنْ أَنْ جَادَتْ بِنَفْسِهَا لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} dari {Aban yaitu Al ‘Aththar}, telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Abu Katsir} dari {Abu Qilabah} dari {Abu Muhallab} dari {‘Imran bin Hushain} bahwa seorang wanita dari suku Juhainah datang kepada Nabi saw. sambil berkata “Sungguh aku telah melanggar hukum (berzina) maka tegakkanlah hukum atasku!.” Padahal dia tengah mengandung, maka beliau memerintahkan (kepada walinya) untuk merawat wanita tersebut hingga melahirkan, seusai melahirkan wanita itu di hadapkan kepada Nabi saw. dan beliau memerintahkan supaya mengenakan pakaian yang erat (agar auratnya tidak tersingkap ketika ekskusi), kemudian wanita itu di rajam, setelah itu beliau menshalati jenazahnya. Serta merta berkata “Wahai Nabiyullah, menshalatkannya padahal anda telah merajamnya?.” Beliau menjawab: “Sungguh dia telah bertaubat, kalau sekiranya taubatnya dibagi-bagikan kepada tujuh puluh orang penduduk Madinah, maka taubatnya akan mencukupi mereka semua, adakah taubat yang lebih baik daripada seseorang menyerahkan dirinya kepada Allah Tabaraka Wa Ta’ala?”