Musnad Penduduk Bashrah

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18937

حَدَّثَنَاه يَزِيدُ قَالَ أَخْبَرَنَا أَبُو الْأَشْهَبِ عَنْ أَبِي الْحَكَمِ الْبُنَانِيِّ عَنْ أَبِي بَرْزَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ مِمَّا أَخْشَى عَلَيْكُمْ شَهَوَاتِ الْغَيِّ فِي بُطُونِكُمْ وَفُرُوجِكُمْ وَمُضِلَّاتِ الْهَوَى
Terjemahan: Telah menceritakan sebuah hadits pada kami {Yazid} telah mengkabarkan kepada kami {Abul Asyhab} dari {Abul Hakam Al Bunany} dari {Abu Barzah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Sungguh yang sangat aku takutkan dari kalian adalah syahwat keji dari perut, dan kemaluan kalian, serta hawa nafsu yang menyesatkan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18938

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ أَبِي بَرْزَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْلَمُ سَالَمَهَا اللَّهُ وَغِفَارٌ غَفَرَ اللَّهُ لَهَا مَا أَنَا قُلْتُهُ وَلَكِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَالَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Mahdy} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {‘Ali bin Zaid} dari {Al Mughirah bin Abu Barzah} dari {Bapaknya} berkata Rasulullah saw. bersabda: (suku) Aslam(artinya selamat), mudah-mudahan Allah menyelamatkan mereka. Dan (suku) Ghifar(artinya terampuni), mudah-mudahan Allah mengampuni mereka, bukan aku yang mengatakannya akan tetapi Allah ta’ala yang mengatakannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18939

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي حَمْزَةَ جَارِهِمْ قَالَ سَمِعْتُ حُمَيْدَ بْنَ هِلَالٍ يُحَدِّثُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُطَرِّفٍ عَنْ أَبِي بَرْزَةَ قَالَكَانَ أَبْغَضَ النَّاسِ أَوْ أَبْغَضَ الْأَحْيَاءِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَقِيفُ وَبَنُو حَنِيفَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} telah mengkabarkan kepada kami {Syu’bah} dari {Abu Hamzah Jarihim} berkata aku mendengar {Humaid bin Hilal} menceritakan dari {Abdullah bin Mutharrif} dari {Abu Barzah} berkata “Manusia atau kabilah yang paling dibenci Rasulullah saw. adalah bani Tsaqif dan bani Hanifah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18940

حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ شَاذَانُ أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرٍ يَعْنِي ابْنَ عَيَّاشٍ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جُرَيْجٍ عَنْ أَبِي بَرْزَةَ الْأَسْلَمِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يَدْخُلْ الْإِيمَانُ قَلْبَهُ لَا تَغْتَابُوا الْمُسْلِمِينَ وَلَا تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ فَإِنَّهُ مَنْ يَتَّبِعْ عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِعْ اللَّهُ عَوْرَتَهُ وَمَنْ يَتَّبِعْ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي بَيْتِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Aswad bin Amir bin Syadzan} telah mengkabarkan kepada kami {Abu Bakar} yaitu Ibnu ‘Ayyasy dari {Al A’masy} dari {Sa’id bin Abdillah bin Juraij} dari {Abu Barzah Al Aslamy} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Wahai orang yang imannya masih sebatas lisannya dan belum masuk ke hati, janganlah kalian menggunjing orang-orang muslim, janganlah kalian mencari-cari aurat (‘aib) mereka. Karena barang siapa yang selalu mencari-cari kesalahan mereka, maka Allah akan membongkar kesalahannya, serta barang siapa yang diungkap auratnya oleh Allah, maka Dia akan memperlihatkannya (aibnya) di rumahnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18941

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ حَدَّثَنَا سُكَيْنٌ حَدَّثَنَا سَيَّارُ بْنُ سَلَامَةَ سَمِعَ أَبَا بَرْزَةَيَرْفَعُهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْأَئِمَّةُ مِنْ قُرَيْشٍ إِذَا اسْتُرْحِمُوا رَحِمُوا وَإِذَا عَاهَدُوا وَفَوْا وَإِذَا حَكَمُوا عَدَلُوا فَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ذَلِكَ مِنْهُمْ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Dawud} telah menceritakan kepada kami {Sukain} telah menceritakan kepada kami {Sayyar bin Salamah} telah mendengar dari {Abu Barzah} -merafa’kan(menghubungkan hadits) kepada Nabi saw. bahwa beliau bersabda: “Pemimpin itu dari bangsa Quraisy, karena apabila mereka dimintakan untuk menyayangi, maka mereka akan menyayangi, apabila mereka mengadakan perjanjian maka mereka akan menepatinya, apabila mereka menetapkan hukum, maka mereka akan berbuat adil. Dan barangsiapa yang tidak melaksanakan hal tersebut diantara mereka, maka baginya akan mendapat laknat dari Allah, malaikat dan manusia seluruhnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18942

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ كِنَانَةَ بْنِ نُعَيْمٍ الْعَدَوِيِّ عَنْ أَبِي بَرْزَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ فِي مَغْزًى لَهُ فَلَمَّا فَرَغَ مِنْ الْقِتَالِ قَالَ هَلْ تَفْقِدُونَ مِنْ أَحَدٍ قَالَ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ نَفْقِدُ فُلَانًا وَفُلَانًا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَكِنْ أَفْقِدُ جُلَيْبِيبًا فَالْتَمِسُوهُ فَالْتَمَسُوهُ فَوَجَدُوهُ عِنْدَ سَبْعَةٍ قَدْ قَتَلَهُمْ ثُمَّ قَتَلُوهُ فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَامَ عَلَيْهِ فَقَالَ قَتَلَ سَبْعَةً ثُمَّ قَتَلُوهُ هَذَا مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ قَتَلَ سَبْعَةً وَقَتَلُوهُ هَذَا مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ فَرُفِعَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَضَعَهُ عَلَى سَاعِدِهِ فَمَا كَانَ لَهُ سَرِيرٌ إِلَّا سَاعِدَيْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى دَفَنَهُ وَمَا ذَكَرَ غُسْلًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Dawud} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Tsabit Al Bunany} dari {Kinanah bin Nu’aim Al Adawy} dari {Abu Barzah} bahwasanya Rasulullah saw. ketika beliau berada dalam sebuah peperangan, yaitu ketika perang telah usai, beliau bersabda: “Apakah kalian kehilangan seseorang?.” Mereka menjawab “Ya, wahai Rasulullah, kami kehilangan si fulan dan si fulan. Lalu Rasulullah saw. bersabda: “Sedangkan aku kehilangan Julaibib, tolong cari dia!.” Maka mereka mencarinya dan mereka mendapatkannya telah membunuh tujuh orang kemudian mereka (musuh) berhasil membunuhnya. Maka Rasulullah saw. datang dan berdiri dihadapan jenazahnya Julaibib seraya bersabda: “Dia telah membunuh tujuh orang, dan kemudian mereka membunuhnya, dia adalah termasuk dariku dan akupun termasuk darinya. Dia telah membunuh tujuh orang, dan kemudian mereka membunuhnya, dia adalah termasuk dariku dan aku pun termasuk darinya.” Kemudian dia dibawa ke hadapan Rasulullah saw., lalu diletakkan diatas lengan beliau, tidak ada alas kecuali lengan Rasulullah saw. hingga dia dikuburkan, dan rowi Abu Barzah tidak menyebutkan bila jenazahnya dimandikan.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18943

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مِهْزَمٍ الْعَبْدِيُّ عَنْ أَبِي طَالُوتَ الْعَبْدِي قَالَسَمِعْتُ أَبَا بَرْزَةَ وَخَرَجَ مِنْ عِنْدِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ زِيَادٍ وَهُوَ مُغْضَبٌ فَقَالَ مَا كُنْتُ أَظُنُّ أَنِّي أَعِيشُ حَتَّى أُخَلَّفُ فِي قَوْمٍ يُعَيِّرُونِي بِصُحْبَةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوا إِنَّ مُحَمَّدِيَّكُمْ هَذَا لَدَحْدَاحٌ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي الْحَوْضِ فَمَنْ كَذَّبَ فَلَا سَقَاهُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى مِنْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} telah mengkabarkan kepada kami {Muhammad bin Mihzam Al ‘Abdy} dari {Abu Thalut Al ‘Abdy} berkata aku telah mendengar {Abu Barzah} ketika ia pergi meninggalkan Ubaidullah bin Ziyad dalam keadaan marah sambil mengeluarkan kata-kata “Aku tidak pernah mengira akan hidup hingga masa yang suatu kaum mengejekku karena telah menjadi sahabat Muhammad saw., ” lalu mereka mengatakan “Sungguh Muhammadmu itu orang yang pendek lagi gemuk.” Padahal aku telah mendengar Rasulullah saw. mennyebutkan tentang Al Haudh (telaga di Surga), beliau bersabda: “Maka barangsiapa yang mendustakannya maka Allah tabaraka wata’ala tidak akan memberinya minum darinya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18944

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ وَسَمِعْتُهُ أَنَا مِنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي زِيَادٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْأَحْوَصِ قَالَ أَخْبَرَنِي رَبُّ هَذِهِ الدَّارِ أَبُو هِلَالٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا بَرْزَةَ قَالَكُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَسَمِعَ رَجُلَيْنِ يَتَغَنَّيَانِ وَأَحَدُهُمَا يُجِيبُ الْآخَرَ وَهُوَ يَقُولُ لَا يَزَالُ حَوَارِيَّ تَلُوحُ عِظَامُهُزَوَى الْحَرْبَ عَنْهُ أَنْ يُجَنَّ فَيُقْبَرَافَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْظُرُوا مَنْ هُمَا قَالَ فَقَالُوا فُلَانٌ وَفُلَانٌ قَالَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ ارْكُسْهُمَا رَكْسًا وَدُعَّهُمَا إِلَى النَّارِ دَعًّا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Muhammad} -dan aku telah mendengarnya dari Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah- telah mengkabarkan kepada kami {Muhammad bin Fudhail} dari {Yazid bin Ziyad} dari {Sulaiman bin ‘Amru bin Al Ahwash} telah mengabarkan kepada kami si pemelihara rumah ini yaitu {Abu Hilal} berkata Aku telah mendengar {Abu Barzah} berkata “Kami sedang bersama Rasulullah saw. dalam sebuah perjalanan, beliau mendengar dua orang sahabatnya sedang menyanyi (berpantun) yang salah satunya membalas perkataan yang lain. Orang tersebut(salah satu dari mereka) Berkata “Para penolongku masih saja kelihatan tulangnya, bersembunyi untuk menghindar dari perang tapi malah mati berkalang tanah(mati terkubur).” Maka Nabi saw. bersabda “Perhatikan siapa keduanya itu!.” Mereka menjawab “Keduanya adalah si fulan dan fulan!.” Maka Nabi saw. berdo’a “Ya Allah, balikkanlah mereka (kuburkan atau matikan) dan campakkanlah mereka ke dalam neraka!.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18945

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ عَبْدِ الْمَجِيدِ حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ أَبِي الْمِنْهَالِ عَنْ أَبِي بَرْزَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَلَا يُحِبُّ الْحَدِيثَ بَعْدَهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdul wahhab bin Abdul Hamid} telah menceritakan kepada kami {Khalid} dari {Abu Minhal} dari {Abu Barzah} bahwa sesungguhnya Nabi saw. membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan tidak menyukai berkata-kata(ngobrol, ngerumpi) setelahnya(setelah ‘Isya).

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18946

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا سُكَيْنُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ حَدَّثَنَا سَيَّارُ بْنُ سَلَامَةَ أَبُو الْمِنْهَالِ قَالَدَخَلْتُ مَعَ أَبِي عَلَى أَبِي بَرْزَةَ وَإِنَّ فِي أُذُنَيَّ يَوْمَئِذٍ لَقُرْطَيْنِ وَإِنِّي غُلَامٌ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْأُمَرَاءُ مِنْ قُرَيْشٍ ثَلَاثًا مَا فَعَلُوا ثَلَاثًا مَا حَكَمُوا فَعَدَلُوا وَاسْتُرْحِمُوا فَرَحِمُوا وَعَاهَدُوا فَوَفَوْا فَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ذَلِكَ مِنْهُمْ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Affan} telah menceritakan kepada kami {Sukain bin Abdul Aziz} telah menceritakan kepada kami {Sayyar bin Salamah Abu Minhal}, ia berkata “Aku dan ayahku datang menemui {Abu Barzah} dan di telingaku waktu itu ada dua anting-anting sedang aku waktu itu masih kecil.” Ia melanjutkan lalu Rasulullah saw. bersabda: “Para pemimpin itu dari Quraisy (beliau ulangi perkataan beliau itu hingga tiga kali), mereka tiada akan melakukan(kezhaliman) (beliau ulangi perkataan beliau itu juga hingga tiga kali), bila mereka menghukumi sesuatu mereka akan berbuat adil, dan bila kalian meminta belas kasihan mereka akan mengasihi kalian, serta mereka akan selalu menepati janji yang telah mereka janjikan. Maka barang siapa yang tidak melakukannya(mengangkat mereka menjadi pemimpin), maka laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia akan menimpanya.”