Musnad Penduduk Bashrah
Musnad Ahmad | Hadits No. : 19167
حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ عَنْ حَمَّادٍ حَدَّثَنَا أَبُو قَزَعَةَ عَنْ حَكِيمِ بْنِ مُعَاوِيَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَا يَقْبَلُ تَوْبَةَ عَبْدٍ كَفَرَ بَعْدَ إِسْلَامِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Kamil} dari {Hammad}, telah menceritakan kepada kami {Abu Qaza’ah} dari {Hakim bin Mu’awiyah} dari {Ayahnya} ia berkata Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah Tabaraka Wa Ta’ala tidak menerima taubat seseorang yang kafir (murtad) setelah keIslamannya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 19168
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ بَهْزِ بْنِ حَكِيمِ بْنِ مُعَاوِيَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَأَخَذَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَاسًا مِنْ قَوْمِي فِي تُهْمَةٍ فَحَبَسَهُمْ فَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ قَوْمِي إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَخْطُبُ فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ عَلَامَ تَحْبِسُ جِيرَتِي فَصَمَتَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْهُ فَقَالَ إِنَّ نَاسًا لَيَقُولُونَ إِنَّكَ تَنْهَى عَنْ الشَّرِّ وَتَسْتَخْلِي بِهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا يَقُولُ قَالَ فَجَعَلْتُ أَعْرِضُ بَيْنَهُمَا بِالْكَلَامِ مَخَافَةَ أَنْ يَسْمَعَهَا فَيَدْعُوَ عَلَى قَوْمِي دَعْوَةً لَا يُفْلِحُونَ بَعْدَهَا أَبَدًا فَلَمْ يَزَلْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهِ حَتَّى فَهِمَهَا فَقَالَ قَدْ قَالُوهَا أَوْ قَائِلُهَا مِنْهُمْ وَاللَّهِ لَوْ فَعَلْتُ لَكَانَ عَلَيَّ وَمَا كَانَ عَلَيْهِمْ خَلُّوا لَهُ عَنْ جِيرَانِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Bahz bin Hakim bin Mu’awiyah} dari {ayahnya} dari {kakeknya}, ia berkata Nabi saw. pernah menahan beberapa orang dari kaumku karena suatu tuduhan. Karenanya seorang dari kaumku menemui Nabi saw. ketika beliau tengah berkhutbah, ia berkata “Hei Muhammad, karena alasan apa engkau menahan tetanggaku?” Nabi saw. hanya diam. Lantas orang tersebut berujar “Sesungguhnya orang-orang beranggapan bahwa engkau melarang kejahatan (penyimpangan), namun anda sendiri melakukannya.” Lantas Nabi saw. meneruskan pembicaraan apa yang beliau kehendaki. Kata ayah atau kakek Mu’awiyah “Maka aku menengahi keduanya dengan suatu pembicaraan, karena khawatir jangan-jangan Nabi mendengar omelan seseorang dari kaumku itu, sehingga beliau mendo’akan kecelakaan atas kaumku sehingga mereka tidak akan sejahtera selama-lamanya. Nabi saw. meneruskan ucapannya hingga orang itu memahaminya. Lantas beliau bersabda: “Biarkanlah orang-orang meneruskan omelannya atau siapalah yang mengucapkannya, demi Allah, apa yang kulakukan itu tanggung jawabku dan bukan tanggung jawab mereka, dan sekarang tolong lepaskan dia.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 19169
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ بَهْزِ بْنِ حَكِيمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّهُسَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ سَأَلَهُ مَوْلَاهُ فَضْلَ مَالِهِ فَلَمْ يُعْطِهِ جُعِلَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq}, telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Bahz bin Hakim} dari {Ayahnya} dari {Kakeknya} bahwa ia mendengar Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang budaknya meminta sedikit kelebihan hartanya, namun ia menolak, maka akan didatangkan untuknya di hari kiamat seekor ular raksasa.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 19170
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ بَهْزِ بْنِ حَكِيمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ الْقَوْمَ ثُمَّ يَكْذِبُ لِيُضْحِكَهُمْ وَيْلٌ لَهُ وَوَيْلٌ لَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq}, telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Bahz bin Hakim} dari {Ayahnya} dari {Kakeknya} ia berkata Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Celakalah orang yang berbicara kemudian berbohong agar orang lain mentertawakannya, celakalah dia, celakalah dia.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 19171
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ أَخْبَرَنَا أَبُو قَزَعَةَ الْبَاهِلِيُّ عَنْ حَكِيمِ بْنِ مُعَاوِيَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ مَا أَتَيْتُكَ حَتَّى حَلَفْتُ عَدَدَ أَصَابِعِي هَذِهِ أَنْ لَا آتِيَكَ أَرَانَا عَفَّانُ وَطَبَّقَ كَفَّيْهِ فَبِالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا الَّذِي بَعَثَكَ بِهِ قَالَ الْإِسْلَامُ قَالَ وَمَا الْإِسْلَامُ قَالَ أَنْ يُسْلِمَ قَلْبُكَ لِلَّهِ تَعَالَى وَأَنْ تُوَجِّهَ وَجْهَكَ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى وَتُصَلِّيَ الصَّلَاةَ الْمَكْتُوبَةَ وَتُؤَدِّيَ الزَّكَاةَ الْمَفْرُوضَةَ أَخَوَانِ نَصِيرَانِ لَا يَقْبَلُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ أَحَدٍ تَوْبَةً أَشْرَكَ بَعْدَ إِسْلَامِهِ قُلْتُ مَا حَقُّ زَوْجَةِ أَحَدِنَا عَلَيْهِ قَالَ تُطْعِمُهَا إِذَا طَعِمْتَ وَتَكْسُوهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ وَلَا تَضْرِبْ الْوَجْهَ وَلَا تُقَبِّحْ وَلَا تَهْجُرْ إِلَّا فِي الْبَيْتِ قَالَ تُحْشَرُونَ هَاهُنَا وَأَوْمَأَ بِيَدِهِ إِلَى نَحْوِ الشَّامِ مُشَاةً وَرُكْبَانًا وَعَلَى وُجُوهِكُمْ تُعْرَضُونَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى وَعَلَى أَفْوَاهِكُمْ الْفِدَامُ وَأَوَّلُ مَا يُعْرِبُ عَنْ أَحَدِكُمْ فَخِذُهُ وَقَالَ مَا مِنْ مَوْلًى يَأْتِي مَوْلًى لَهُ فَيَسْأَلُهُ مِنْ فَضْلٍ عِنْدَهُ فَيَمْنَعُهُ إِلَّا جَعَلَهُ اللَّهُ تَعَالَى عَلَيْهِ شُجَاعًا يَنْهَسُهُ قَبْلَ الْقَضَاءِ قَالَ عَفَّانُ يَعْنِي بِالْمَوْلَى ابْنَ عَمِّهِ قَالَ وَقَالَ إِنَّ رَجُلًا مِمَّنْ كَانَ قَبْلَكُمْ رَغَسَهُ اللَّهُ تَعَالَى مَالًا وَوَلَدًا حَتَّى ذَهَبَ عَصْرٌ وَجَاءَ آخَرُ فَلَمَّا احْتُضِرَ قَالَ لِوَلَدِهِ أَيَّ أَبٍ كُنْتُ لَكُمْ قَالُوا خَيْرَ أَبٍ فَقَالَ هَلْ أَنْتُمْ مُطِيعِيَّ وَإِلَّا أَخَذْتُ مَالِي مِنْكُمْ انْظُرُوا إِذَا أَنَا مُتُّ أَنْ تُحَرِّقُونِي حَتَّى تَدَعُونِي حُمَمًا ثُمَّ اهْرُسُونِي بِالْمِهْرَاسِ وَأَدَارَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَيْهِ حِذَاءَ رُكْبَتَيْهِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَفَعَلُوا وَاللَّهِ وَقَالَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ هَكَذَا ثُمَّ اذْرُونِي فِي يَوْمٍ رَاحٍ لَعَلِّي أَضِلُّ اللَّهَ تَعَالَى كَذَا قَالَ عَفَّانُ قَالَ أَبِي وَقَالَ مُهَنَّا أَبُو شِبْلٍ عَنْ حَمَّادٍ أَضِلُّ اللَّهَ فَفَعَلُوا وَاللَّهِ ذَاكَ فَإِذَا هُوَ قَائِمٌ فِي قَبْضَةِ اللَّهِ تَعَالَى فَقَالَ يَا ابْنَ آدَمَ مَا حَمَلَكَ عَلَى مَا فَعَلْتَهُ قَالَ مِنْ مَخَافَتِكَ قَالَ فَتَلَافَاهُ اللَّهُ تَعَالَى بِهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan}, telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah}, telah mengabarkan pada kami {Abu Qar’ah Al Bahili} dari {Hakim bin Mu’awiyah} dari {Ayahnya} ia berkata Aku datang kepada Rasulullah saw., lalu aku berkata “Tidaklah aku datang kepadamu kecuali aku telah bersumpah dengan beberapa jariku ini bahwa aku tidak akan datang kepadamu -‘Affan memperlihatkan dan menengadahkan telapaknya- Demi dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, dengan apakah kamu di utus?.” Beliau menjawab: “Dengan Islam.” Mu’awiyah bertanya “Apakah Islam itu?.” Beliau menjawab: “Hendaknya engkau serahkan jiwamu sepenuhnya hanya pada Allah Ta’ala dan engkau menghadapkan wajahmu hanya kepada Allah saja, engkau mengerjakan shalat, menunaikan zakat, itulah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dan Allah Azza Wa Jalla tidak akan menerima taubat seorang hamba yang menyekutukan-Nya setelah ia masuk Islam.” Aku bertanya “Lalu apa hak istri terhadap kita (suami)?.” Beliau menjawab: “Engkau memberinya makan apabila engkau makan, memberinya pakaian apabila engkau berpakaian, jangan memukul wajah, jangan menjelekkannya dan jangan memisahkan tempat tidur kecuali dalam satu rumah.” Beliau melanjutkan: “Kalian akan dikumpulkan di sana, (seraya menunjukkan tangannya ke arah Syam) dalam keadaan berjalan kaki dan berkendaraan, wajah kalian akan ditampakkan semua dihadapan Allah, mulut-mulut kalian akan dikunci dan yang pertama kali akan berkomentar adalah paha (kaki-kaki) kalian.” Beliau melanjutkan lagi: “Dan siapa saja dari seorang budak yang meminta kelebihan dari harta tuannya, namun tuannya tidak memberinya, melainkan Allah Ta’ala akan menjadikan untuknya seekor ular besar bernama Syuja’, dan Ular itu akan menghancurkannya sebelum diputuskannya perkara.” {‘Affan} seorang budak milik anak pamannya berkata “Sesungguhnya sebelum kalian ada seseorang yang Allah Ta’ala karuniai harta dan anak-anak, hingga zaman berganti dengan generasi setelahnya. Sewaktu ayahnya hendak meninggal, ia berkata kepada anaknya “Buat kalian, ayah macam apakah aku ini? Mereka berkata ‘Ayah adalah orang yang terbaik!.’ Dia berkata lagi ‘Apakah kalian akan mentaatiku?, kalau tidak, maka aku akan mengambil semua hartaku dari kalian!.’ ‘Lihatlah oleh kalian, jika nanti aku telah meninggal dunia, maka bakarlah aku hingga diriku menjadi arang.’ Kemudian tumbuklah (arangku) hingga halus dengan alat penumbuk -Rasulullah saw. sambil mendemontrasikan dengan memutar-mutar dengan kedua tangannya sejajar kedua lututnya- Rasulullah saw. lalu bersabda: “Kemudian mereka melakukan wasiat ayahnya.” Demi Allah Nabiyullah saw. mempraktekkan dengan tangannya seperti ini, – ‘Kemudian tebarkanlah (abuku) pada hari yang anginya kencang, supaya Allah Ta’ala tidak dapat menemukanku.’ -demikianlah yang di katakan ‘Affan, Ayahku berkata dan Muhanna Abu Syibl mengatakan dari Hammad dengan redaksi -supaya diriku tidak dapat di temukan Allah- lalu anak-anaknya melaksanakan perintah ayahnya, demi Allah, ternyata dirinya telah berdiri tegak dalam genggaman Allah Ta’ala. Maka Allah bertanya kepadanya: ‘Wahai anak Adam, apa yang membuatmu melakukan hal ini (membakar diri)?.’ Lak-laki itu menjawab ‘Ya Rabb-ku, karena aku takut kepada-Mu!.’ Maka Allah Ta’ala pun mengampuni perbuatannya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 19172
حَدَّثَنَا حَسَنٌ قَالَ حَمَّادٌ فِيمَا سَمِعْتُهُ قَالَ وَسَمِعْتُ الْجُرَيْرِيَّ يُحَدِّثُ عَنْ حَكِيمِ بْنِ مُعَاوِيَةَ عَنْ أَبِيهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَنْتُمْ تُوفُونَ سَبْعِينَ أُمَّةً أَنْتُمْ آخِرُهَا وَأَكْرَمُهَا عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَمَا بَيْنَ مِصْرَاعَيْنِ مِنْ مَصَارِيعِ الْجَنَّةِ مَسِيرَةُ أَرْبَعِينَ عَامًا وَلَيَأْتِيَنَّ عَلَيْهِ يَوْمٌ وَإِنَّهُ لَكَظِيظٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan}, {Hammad} berkata sebagaimana yang saya dengar, ia berkata Aku mendengar {Al Jurairi} bercerita dari {Hakim bin Mu’awiyyah} dari {Ayahnya} bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh (jumlah) kalian sebanding dengan tujuh puluh umat, sedangkan kalian adalah ummat yang terbaik lagi mulia diantara mereka di hadapan Allah Azza wa Jalla. Antara satu tempat dengan tempat lain di surga sejauh jarak perjalanan empat puluh tahun. Dan sungguh akan datang suatu hari yang menyusahkan lagi penuh sesak.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 19173
حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا الْجُرَيْرِيُّ أَبُو مَسْعُودٍ عَنْ حَكِيمِ بْنِ مُعَاوِيَةَ عَنْ أَبِيهِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَجِيئُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى أَفْوَاهِكُمْ الْفِدَامُ وَإِنَّ أَوَّلَ مَا يَتَكَلَّمُ مِنْ الْآدَمِيِّ فَخِذُهُ وَكَفُّهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid}, telah mengabarkan pada kami {Al Jurairi Abu Mas’ud} dari {Hakim bin Mu’awiyah} dari {Ayahnya} dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Kalian akan datang pada hari kiamat dalam keadaan mulut terkunci, sedangkan yang pertama kali berbicara dari anak cucu Adam adalah paha dan telapak tangannya (yaitu kaki dan tangannya).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 19174
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنَا أَبُو قَزَعَةَ عَنْ رَجُلٍ مِنْ بَنِي قُشَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُسَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا حَقُّ امْرَأَتِي عَلَيَّ قَالَ تُطْعِمُهَا إِذَا طَعِمْتَ وَتَكْسُوهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ وَلَا تَضْرِبْ الْوَجْهَ وَلَا تَهْجُرْ إِلَّا فِي الْبَيْتِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq}, telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Juraij}, telah mengabarkan kepada kami {Abu Qaza’ah} dari {seorang laki-laki} dari bani Qusyair dari {Ayahnya} bahwa ia bertanya kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam “Apakah hak seorang istri terhadapku?.” Beliau menjawab: “Kamu memberinya makan sebagaimana kamu makan, memberinya pakaian sebagaimana kamu berpakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menjelekkannya dan tidak menghajrnya (memisahkan dari tempat tidur) kecuali di dalam rumah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 19175
حَدَّثَنَا يَزِيدُ حَدَّثَنَا بَهْزُ بْنُ حَكِيمِ بْنِ مُعَاوِيَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَبَرُّ قَالَ أُمَّكَ قُلْتُ ثُمَّ مَنْ قَالَ أُمَّكَ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ثُمَّ مَنْ قَالَ أُمَّكَ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أَبَاكَ ثُمَّ الْأَقْرَبَ فَالْأَقْرَبَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid}, telah menceritakan kepada kami kami {Bahz bin Hakim bin Mu’awiyah} dari {Ayahnya} dari {Kakeknya} ia berkata Aku bertanya “Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti?.” Beliau menjawab: “Ibumu.” Ia bertanya lagi “Lalu siapa?” Beliau menjawab: “Ibumu.” Ia bertanya lagi “Lalu siapa?.” Beliau kembali menjawab: “Ibumu.” Ia bertanya lagi “Lalu siapa?.” Beliau menjawab: “Ayahmu, kemudian kerabat yang terdekat dan yang dekat.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 19176
حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا بَهْزٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَسَمِعْتُ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَلَا إِنَّكُمْ تُوفُونَ سَبْعِينَ أُمَّةً أَنْتُمْ خَيْرُهَا وَأَكْرَمُهَا عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid}, telah menceritakan kepada kami {Bahz} dari {Ayahnya} dari {Kakeknya} ia berkata Aku mendengar Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh (jumlah) kalian sebanding dengan tujuh puluh umat, sedangkan kalian adalah ummat yang terbaik dan mulia diantara mereka di hadapan Allah Azza Wa Jalla.”