Musnad Penduduk Bashrah
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18977
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ رَبَاحٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا السَّوَّارِ قَالَ سَمِعْتُ عِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحَيَاءُ خَيْرٌ كُلُّهُحَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ رَبَاحٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا السَّوَّارِ قَالَ سَمِعْتُ عِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Khalid bin Rabah} ia berkata Aku mendengar {Abu As Sawwar} berkata “Aku telah mendengar {Imran bin Hushain} radliallahu ‘anhu berkata Rasulullah saw. bersabda: “Sifat malu itu semuanya baik.” Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Khalid bin Rabbah} ia berkata aku telah mendengar {Abu As Sawwar} berkata “aku telah mendengar dari {Imran bin Hushain} radliallahu ‘anhu dari Nabi saw. seperti hadits diatas.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18978
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ طَهْمَانَ عَنْ حُسَيْنٍ الْمُعَلِّمِ عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَكَانَ بِي النَّاصُورُ فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الصَّلَاةِ فَقَالَ صَلِّ قَائِمًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Thahman} dari {Husain al Mu’allim} dari {Ibnu Buraidah} dari {Imran bin Hushain} radliallahu ‘anhu berkata “Aku terserang penyakit bawasir, maka aku bertanya kepada Nabi saw. tentang tata cara shalat dalam keadaan sepeti itu.” Lalu beliau mensabdakan: “Shalatlah dengan berdiri, kalau kamu tidak bisa maka dengan duduk dan kalau kamu tidak bisa maka dengan tiduran(berbaring).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18979
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ حَدَّثَنَا هِلَالُ بْنُ يَسَافٍ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ يَجِيءُ قَوْمٌ يَتَسَمَّنُونَ يُحِبُّونَ السِّمَنَ يُعْطُونَ الشَّهَادَةَ قَبْلَ أَنْ يُسْأَلُوهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Al ‘Amasy} telah menceritakan kepada kami {Hilal bin Yasaf} dari {Imran bin Hushain} radliallahu ‘anhu, ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang hidup pada masaku, kemudian yang selanjutnya kemudian yang selanjutnya kemudian akan datang suatu kaum yang (gemuk) mengaku-aku baik, padahal tidak ada kebaikan pada dirinya, mereka memberikan persaksian sebelum mereka diminta untuk menjadi saksi.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18980
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَشْهَبِ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَسْأَلَةُ الْغَنِيِّ شَيْنٌ فِي وَجْهِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِقَالَ أَبِي لَمْ أَعْلَمْ أَحَدًا أَسْنَدَهُ غَيْرَ وَكِيعٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Abul Asyhab} dari {Al Hasan} dari {Imran bin Hushain} radliallahu ‘anhu berkata Rasulullah saw. bersabda: “Orang kaya yang meminta-minta adalah suatu cela (keburukan) pada wajahnya nanti dihari kiamat.” Bapakku berkata “Aku tidak mengetahui seorangpun yang menyambungkan sanad ini kecuali dari Waki’.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18981
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ جَامِعِ بْنِ شَدَّادٍ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ مُحْرِزٍ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍقَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ جَاءَ نَفَرٌ مِنْ بَنِي تَمِيمٍ قَالَ وَكِيعٌ جَاءَتْ بَنُو تَمِيمٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَبْشِرُوا يَا بَنِي تَمِيمٍ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ بَشَّرْتَنَا فَأَعْطِنَا قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ فَتَغَيَّرَ وَجْهُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَجَاءَ حَيٌّ مِنْ يَمَنٍ فَقَالَ اقْبَلُوا الْبُشْرَى إِذْ لَمْ يَقْبَلْهَا بَنُو تَمِيمٍ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَبِلْنَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dan {Abdurrahman} telah berkata kepada kami {Sufyan} dari {Jami’ bin Syadad} dari {Shofwan bin Muhriz} dari {Imran bin Hushain} radliallahu ‘anhu. Abdurahman berkata “Salah seorang dari bani Tamim telah datang.” Waki’ berkata “Beberapa orang dari bani Tamim datang kepada Nabi saw. lalu beliau bersabda: “Berilah kabar gembira, wahai bani Tamim!.” Mereka berkata “Wahai Rasulullah, anda telah memberikan kabar gembira buat kami, maka berikanlah sesuatu buat kami!.” Abdurrahman berkata “maka muka Rasulullah saw. berubah.” Lalu datang lagi rombongan dari Yaman, maka beliau bersabda: “Terimalah kabar gembira, karena banu Tamim tidak menerimanya!.” Mereka berkata “Wahai Rasulullah, kami menerimanya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18982
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو وَعَبْدُ الصَّمَدِ قَالَا ثَنَا هِشَامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُ هَذِهِ الْأُمَّةِ الْقَرْنُ الَّذِي بُعِثْتُ فِيهِمْ قَالَ عَبْدُ الصَّمَدِ الَّذِينَ بُعِثْتُ فِيهِمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ يَنْشَأُ قَوْمٌ يَنْذُرُونَ وَلَا يُوفُونَ وَيَخُونُونَ وَلَا يُؤْتَمَنُونَ وَيَشْهَدُونَ وَلَا يُسْتَشْهَدُونَ وَيَنْشَأُ فِيهِمْ السِّمَنُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdul Malik bin Amru} dan {Abdushamad}, keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Hisyam} telah menceritakan kepada kami {Qatadah} dari {Zurarah bin ‘Aufa} dari {Imron bin Hushain} bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: “Sebaik-baik umat ini adalah kaum yang aku di utus pada mereka.” Abdushamad berkata(sebagaimana Rasulullah) “Yaitu kaum yang aku diutus kepada mereka kemudian generasi setelah itu kemudian datang suatu kaum yang suka berjanji tapi tiada ditepati, berkhianat dan tidak dapat dipercayai, mudah bersaksi padahal tidak diminta persaksiannya, dan hidup dikalangan mereka orang-orang yang bertubuh gemuk.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18983
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ أَخْبَرَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي مِرَايَةَ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا طَاعَةَ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman} telah mengkabarkan kepada kami {Hammam} dari {Qatadah} dari {Abu Mirayah} dari {Imran bin Hushain} radliallahu ‘anhu dari Nabi saw., beliau bersabda: “Tidak ada ketaatan dalam rangka kemaksiatan kepada Allah Tabaraka Wa Ta’ala.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18984
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنِ الْجُرَيْرِيِّ عَنْ أَبِي الْعَلَاءِ بْنِ الشِّخِّيرِ عَن مُطَرِّفٍ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ فُلَانًا لَا يُفْطِرُ نَهَارَ الدَّهْرِ فَقَالَ لَا أَفْطَرَ وَلَا صَامَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} dari {Al Jurairy} dari {Abul ‘Alaa’a bin Syikhkhir} dari {Mutharrif} dari {Imran bin Hushain} radliallahu ‘anhu berkata Telah dikatakan (pada Rasulullah) “Wahai Rasulullah, sesungguhnya si “A” tidak pernah berbuka sepanjang hari.” Lalu beliau bersabda: “(berarti) Ia tidak (mendapatkan pahala) berbuka dan juga (pahala) puasa.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18985
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي الْمُهَلَّبِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍأَنَّ رَجُلًا أَعْتَقَ سِتَّةَ مَمْلُوكِينَ لَهُ عِنْدَ مَوْتِهِ لَمْ يَكُنْ لَهُ مَالٌ غَيْرُهُمْ فَدَعَا بِهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَزَّأَهُمْ أَثْلَاثًا ثُمَّ أَقْرَعَ بَيْنَهُمْ فَأَعْتَقَ اثْنَيْنِ وَأَرَقَّ أَرْبَعَةً وَقَالَ لَهُ قَوْلًا شَدِيدًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} telah menceritakan kepada kami {Ayyub} dari {Abu Qilabah} dari {Abu Muhallab} dari {Imran bin Hushain} radliallahu ‘anhu bahwasanya seseorang telah membebaskan enam orang budaknya ketika ia sedang sakaratul-mautnya dan dia tidak mempunyai harta kecuali hanya budak-budak itu. Maka Rasulullah saw. memanggil mereka lalu membaginya menjadi sepertiga kemudian beliau mengundi diantara mereka kemudian beliau bebaskan dua orang dan membiarkan empat yang lainnya menjadi budak. Lalu beliau berkata kepadanya dengan perkataan yang tegas.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18986
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ أَخْبَرَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي الْمُهَلَّبِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَى رَجُلَيْنِ مِنْ الْمُسْلِمِينَ بِرَجُلٍ مِنْ الْمُشْرِكِينَ مِنْ بَنِي عُقَيْلٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} telah mengkabarkan kepada kami {Ayyub} dari {Abu Qilabah} dari {Abu Muhallab} dari {Imran bin Hushain} radliallahu ‘anhu, Pernah Nabi saw. menebus(tawanan) dua orang laki-laki muslim dengan dua orang laki-laki musyrik dari bani ‘Uqail.