Musnad Penduduk Bashrah
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18987
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا خَالِدٌ الْحَذَّاءُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي الْمُهَلَّبِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَلَّمَ فِي ثَلَاثِ رَكَعَاتٍ مِنْ الْعَصْرِ ثُمَّ قَامَ فَدَخَلَ فَقَامَ إِلَيْهِ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ الْخِرْبَاقُ وَكَانَ فِي يَدَيْهِ طُولٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَخَرَجَ إِلَيْهِ فَذَكَرَ لَهُ صَنِيعَهُ فَجَاءَ فَقَالَ أَصَدَقَ هَذَا قَالُوا نَعَمْ فَصَلَّى الرَّكْعَةَ الَّتِي تَرَكَ ثُمَّ سَلَّمَ ثُمَّ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan pada kami {Isma’il} telah menceritakan kepada kami {Khalid Al Hadzdza’} dari {Abu Qilabah} dari {Abul Muhallab} dari {Imran bin Hushain} radliallahu ‘anhu bahwasanya Nabi saw. shalat asar tiga rakaat, lalu beliau berdiri. Kemudian seseorang yang dikenal dengan sebutan Al Khirbaq yang memiliki tangan panjang menemui beliau (untuk mengingatkan shalatnya yang kurang) lalu berkata “Wahai Rasulullah!, ” -Maka Rasululah keluar menemuinya dan ia (Al Khirbaq) menyebutkan apa yang telah beliau kerjakan. Kemudian beliau bersabda: “Apakah (yang ia katakan) benar?.” Mereka menjawab “Ya!.” Maka beliau shalat lagi satu rakaat yang kurang, kemudian beliau salam, kemudian sujud dua kali lalu salam lagi.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18988
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ ثَنَا شُعْبَةُ وَحَجَّاجٌ قَالَ حَدَّثَنِي شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ قَتَادَةَ يُحَدِّثُ عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى قَالَ حَجَّاجٌ فِي حَدِيثِهِ سَمِعْتُ زُرَارَةَ بْنَ أَوْفَى عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَقَاتَلَ يَعْلَى ابْنُ مُنْيَةٍَ أَوْ ابْنُ أُمَيَّةَ رَجُلًا فَعَضَّ أَحَدُهُمَا يَدَ صَاحِبِهِ فَانْتَزَعَ يَدَهُ مِنْ فِيهَ فَانْتَزَعَ ثَنِيَّتَهُ وَقَالَ حَجَّاجٌ ثَنِيَّتَيْهِ فَاخْتَصَمَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَعَضُّ أَحَدُكُمَا أَخَاهُ كَمَا يَعَضُّ الْفَحْلُ لَا دِيَةَ لَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dan {Hajjaj}. Telah menceritakan kepadaku {Syu’bah} ia berkata Aku mendengar {Qatadah} menyebutkan hadits dari {Zurarah bin ‘Aufa}, ia berkata telah menceritakan dalam sebuah hadits aku mendengar Zurarah bin ‘Aufa dari {Imran bin Hushain} radliallahu ‘anhu berkata “Ya’la bin munayyah atau Umayyah bertikai dengan sseorang, salah satu dari mereka menggigit tangan yang lain hingga putus dan gigi depan yang tergigit hingga tanggal. Lalu keduanya mengadu kepada Nabi saw., lalu beliau bersabda “Yang tadi digigit menggigit saudaranya sebagaimana kuda menggigit, dan tidak ada diyat (ganti rugi) baginya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18989
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا السَّوَّارِ الْعَدَوِىَّ يُحَدِّثُ أَنَّهُ سَمِعَ عِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ الْخُزَاعِيَّ يُحَدِّثُعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ الْحَيَاءُ لَا يَأْتِي إِلَّا بِخَيْرٍفَقَالَ بُشَيْرُ بْنُ كَعْبٍ مَكْتُوبٌ فِي الْحِكْمَةِ أَنَّ مِنْهُ وَقَارًا وَمِنْهُ سَكِينَةً فَقَالَ عِمْرَانُ أُحَدِّثُكَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتُحَدِّثُنِي عَنْ صُحُفِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Qatadah} ia berkata Aku mendengar {Abu As Sawwar Al ‘Adawy} menceritakan bahwa ia pernah mendengar {‘Imron bin Hushain Al Khuza’i} menceritakan dari Rasulullah saw. bahwa beliau telah bersabda: “Malu itu tidak lain kecuali hanya akan membawa kebaikan.” Lalu Busyair bin Ka’ab berkata “(kata-kata ini) tertulis juga dalam Al Hikmah (Kitab ahlu kitab) bahwa dari (sifat malu) akan tumbuh kedamaian dan ketenangan.” Lalu ‘Imron berkata “Aku ceritakan (hadits) dari Rasulullah saw. dan engkau juga ceritakan dari shuhufmu (Al Kitab).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18990
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ وَيَزِيدُ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَنَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْكَيِّ فَاكْتَوَيْنَا فَمَا أَفْلَحْنَا وَلَا أَنْجَحْنَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dan {Yazid} telah mengabarkan kepada kami {Qatadah} dari {Al Hasan} dari {Imran bin Hushain} radliallahu ‘anhu berkata “Rasulullah saw. melarang kami dari berobat menggunakan kayy (jeos yaitu besi yang dipanaskan, sundutan besi panas), lalu kami mencoba untuk melanggar, maksudnya kami mencoba berobat dengan kayy sedang kami tidak beruntung dan tidak berhasil sama sekali(tidak sembuh).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18991
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا مِرَايَةَ الْعِجْلِيَّ قَالَ سَمِعْتُ عِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ يُحَدِّثُعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَا طَاعَةَ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Qatadah}, ia berkata Aku mendengar {Abu Mirayah Al ‘Ijliy} berkata Aku mendengar {Imran bin Hushain} radliallahu ‘anhu menyebutkan hadits dari Nabi saw., beliau bersabda: “Tidak ada ketaatan dalam rangka kemaksiatan kepada Allah ‘azza wajalla.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18992
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ وَحَجَّاجٌ قَالَا أَنَا شُعْبَةُ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ هِلَالٍ قَالَ سَمِعْتُ مُطَرِّفًا قَالَ قَالَ لِي عِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ إِنِّي أُحَدِّثُكَ حَدِيثًا عَسَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يَنْفَعَكَ بِهِإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ جَمَعَ بَيْنَ حَجٍّ وَعُمْرَةٍ ثُمَّ لَمْ يَنْهَ عَنْهُ حَتَّى مَاتَ وَلَمْ يَنْزِلْ قُرْآنٌ فِيهِ يُحَرِّمُهُ وَإِنَّهُ كَانَ يُسَلِّمُ عَلَيَّ فَلَمَّا اكْتَوَيْتُ أَمْسَكَ عَنِّي فَلَمَّا تَرَكْتُهُ عَادَ إِلَيَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} dan {Hajjaj} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Humaid bin Hilal}, ia berkata Aku mendengar {Mutharrif} berkata {Imran bin Hushain} radliallahu ‘anhu berkata kepadaku “Aku akan mengatakan kepadamu sebuah hadits yang mudah-mudahan Allah mendatangkan manfaat bagimu karenanyaya. Rasulullah saw. pernah menggabung (menyatukan) antara haji dan umrah kemudian beliau tidak melarangnya hingga beliau wafat, dan tidak ada ayat Al-Quran yang turun yang mengharamkannya, beliau selalu memberi salam untukku, akan tetapi ketika aku berobat dengan kayy (besi yang dipanaskan) beliau melarangku, ketika aku meninggalkannya beliau kembali lagi menemuiku.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18993
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ وَحَجَّاجٌ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ يَزِيدَ الرِّشْكِ قَالَ سَمِعْتُ مُطَرِّفًا يُحَدِّثُ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ سُئِلَ أَوْ قِيلَ لَهُ أَيُعْرَفُ أَهْلُ النَّارِ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَقَالَ نَعَمْ قَالَ فَلِمَ يَعْمَلُ الْعَامِلُونَ قَالَ يَعْمَلُ كُلٌّ لِمَا خُلِقَ لَهُ أَوْ لِمَا يُسِّرَ لَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dan {Hajjaj}, ia berkata telah mengkabarkan kepada kami {Syu’bah} dari {Yazid Ar Risyk} berkata Aku mendengar {Mutharrif} menceritakan sebuah hadits dari {Imran bin Hushain} radliallahu ‘anhu dari Nabi saw. bahwasanya beliau ditanya atau dikatakan kepada beliau “Apa benar penghuni neraka sudah diketahui sekalipun kelihatannya ia penduduk surga?.” Beliau menjawab: “Ya!.” Lalu ditanyakan lagi “Jadi apa fungsinya orang-orang berbuat (beramal, bertindak)?.” Beliau menjawab: “Semuanya beramal untuk yang dicipta baginya, atau yang dimudahkan baginya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18994
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ وَحَجَّاجٌ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا جَمْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ زَهْدَمَ بْنَ مُضَرِّبٍ قَالَ حَجَّاجٌ فِي حَدِيثِهِ قَالَ جَاءَنِي زَهْدَمٌ فِي دَارِي فَحَدَّثَنِي قَالَ سَمِعْتُ عِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ يُحَدِّثُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ خَيْرَكُمْ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ قَالَ عِمْرَانُ فَلَا أَدْرِي قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ قَرْنِهِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثَةً ثُمَّ يَكُونُ بَعْدَهُمْ قَوْمٌ يَشْهَدُونَ وَلَا يُسْتَشْهَدُونَ وَيَخُونُونَ وَلَا يُؤْتَمَنُونَ وَيَنْذُرُونَ وَلَا يُوفُونَ وَيَظْهَرُ فِيهِمْ السِّمَنُحَدَّثَنَا حَجَّاجٌ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا جَمْرَةَ يَقُولُ جَاءَنِي زَهْدَمٌ فِي دَارِي فَحَدَّثَنِي قَالَ سَمِعْتُ عِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ يُحَدِّثُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ خَيْرَكُمْ قَرْنِي فَذَكَرَ مِثْلَهُ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ وَيَخُونُونَ وَلَا يُؤْتَمَنُونَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dan {Hajjaj} telah mengabarkan kepada kami {Syu’bah} ia berkata Aku mendengar {Abu Jamrah} berkata Aku mendengar {Zahdam bin Mudlarrib}. Hajjaj berkata dalam haditsnya “Zahdam mendatangiku di rumahku lalu menceritakan kepadaku, ia berkata saya mendengar {‘Imron bin Hushain} menceritakan bahwa Nabi saw. bersabda: “Sebaik-baik generasi adalah generasiku, kemudian angkatan setelah mereka, lalu angkatan mereka lagi dan kemudian angkatan setelah itu.” ‘Imron bin Hushain berkata “Aku tidak tahu apakah Rasulullah menyebutkan angkatan setelahnya itu dua atau tiga kali, ” Kemudian akan datang suatu kaum yang akan bersaksi padahal mereka tiada diminta untuk bersaksi, mereka berkhianat dan tiada dapat dipercaya, mereka juga bernadzar(berjanji) tapi tidak mereka tepati serta mereka dikenal dengan badan yang gemuk.” Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} telah mengkabarkan kepada kami {Syu’bah} ia berkata “Aku mendengar {Abu Jamrah} berkata ” {Zahdam} mendatangiku di rumahku lalu menceritakan kepadaku, ia berkata saya mendengar {‘Imran bin Hushain} menceritakan bahwa Nabi saw. bersabda: “Sebaik-baik generasi adalah generasiku, ” kemudian menyebutkan hadits seperti di atas hanya tidak disebutkan “Mereka berkhianat dan tiada dapat dipercaya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18995
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي التَّيَّاحِ قَالَ سَمِعْتُ مُطَرِّفًا يُحَدِّثُ أَنَّهُ كَانَتْ لَهُ امْرَأَتَانِ قَالَ فَجَاءَ إِلَى إِحْدَاهُمَا قَالَ فَجَعَلَتْ تَنْزِعُ بِهِ عِمَامَتَهُ وَقَالَتْ جِئْتَ مِنْ عِنْدِ امْرَأَتِكَ قَالَ جِئْتُ مِنْ عِنْدِ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ فَحَدَّثَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَبُ أَنَّهُ قَالَ إِنَّ أَقَلَّ سَاكِنِي الْجَنَّةِ النِّسَاءُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Abu tayyah}, ia berkata Aku mendengar {Muththarrif} menceritakan bahwa ia memiliki dua orang istri, lalu ia mendatangi salah satunya lalu istrinya langsung membukakan sorbannya kemudian berkata “Kamu datang dari istrimu yang lain?.” Dia menjawab “Aku datang dari tempat {Imran bin Hushain} radliallahu ‘anhu, dia mengatakan sebuah hadits dari Nabi saw. -saya mengira beliau bersabda-: “Penghuni surga yang paling sedikit jumlahnya adalah dari golongan wanita.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18996
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي التَّيَّاحِ قَالَ سَمِعْتُ رَجُلًا مِنْ بَنِي لَيْثٍ قَالَ أَشْهَدُ عَلَى عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ شُعْبَةُ أَوْ قَالَ عِمْرَانُأَشْهَدُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ نَهَى عَنْ الْحَنَاتِمِ أَوْ قَالَ الْحَنْتَمِ وَخَاتَمِ الذَّهَبِ وَالْحَرِيرِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Abu tayyah}, ia berkata Aku mendengar {seseorang dari bani Laits} berkata ‘Aku menyaksiakan {Imran bin Hushain} berkata berkata ‘Imran “Aku bersaksi atas nama Rasulullah saw. bahwasanya beliau melarang untuk memakai hanatim (bejana tanah yang dipakai untuk mengoplos anggur) atau beliau bersabda: “Hantam (bejana tanah biasa digunakan untuk mengoplos anggur untuk mabuk), cincin dari emas dan sutera.