Musnad Penduduk Bashrah
Musnad Ahmad | Hadits No. : 19007
حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ أَخْبَرَنَا قَتَادَةُ عَنْ مُطَرِّفٍ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ عَلَى مَنْ نَاوَأَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى وَيَنْزِلَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلَام
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Bahz}, telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} telah mengabarkan kepada kami {Qatadah} dari {Mutharrif} dari {‘Imran bin Hushain} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sekelompok dari umatku akan senantiasa berada diatas kebenaran dan selalu menang terhadap orang yang memusuhi mereka, hingga datang urusan Allah tabaraka wata’ala dan turunnya Isa bin Maryam ‘alaihissalam.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 19008
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا عَوْفٌ عَنْ أَبِي رَجَاءٍ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اطَّلَعْتُ فِي النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِي الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَحَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا سَلْمُ بْنُ زَرِيرٍ حَدَّثَنَا أَبُو رَجَاءٍ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اطَّلَعْتُ فَذَكَرَ مِثْلَهُ حَدَّثَنَا الْخَفَّافُ أَخْبَرَنَا سَعِيدٌ عَنْ أَبِي رَجَاءٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far}, telah menceritakan kepada kami {‘Auf} dari {Abu Raja’} dari {‘Imran bin Hushain} ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Aku melongok keneraka, maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah wanita. Dan aku melongok kesurga, maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang fakir.” Telah berkata kepada kami {Abdusshamad} telah berkata kepada kami {Salam bin Zarir} telah berkata kepada kami {Abu Raja`} dari {‘Imran bin Hushain} dia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Aku melongok…-seperti hadits diatas-. Telah menceritakan kepada kami {Al Khaffaf} telah mengabarkan kepada kami {Sa’id} dari {Abu Raja’} dari {Ibnu Abbas} dari Nabi saw. seperti hadits di atas.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 19009
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي قَزَعَةَ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا جَلَبَ وَلَا جَنَبَ وَلَا شِغَارَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far}, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Abu Qaza’ah} dari {Al Hasan} dari {‘Imran bin Hushain} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada jalb, tidak ada janab dan tidak ada nikah syighar.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 19010
حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا مَنْصُورٌ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍأَنَّ امْرَأَةً مِنْ الْمُسْلِمِينَ أَسَرَهَا الْعَدُوُّ وَقَدْ كَانُوا أَصَابُوا قَبْلَ ذَلِكَ نَاقَةً لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَرَأَتْ مِنْ الْقَوْمِ غَفْلَةً قَالَ فَرَكِبَتْ نَاقَةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ جَعَلَتْ عَلَيْهَا أَنْ تَنْحَرَهَا قَالَ فَقَدِمَتْ الْمَدِينَةَ فَأَرَادَتْ أَنْ تَنْحَرَ نَاقَةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمُنِعَتْ مِنْ ذَلِكَ فَذُكِرَ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بِئْسَمَا جَزَيْتِيهَا قَالَ ثُمَّ قَالَ لَا نَذْرَ لِابْنِ آدَمَ فِيمَا لَا يَمْلِكُ وَلَا فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husyaim}, telah mengabarkan kepada kami {Manshur} dari {Al Hasan} dari {‘Imran bin Hushain} bahwa seorang wanita dari kaum muslimin tertawan oleh musuh, sebelumnya mereka (musuh) juga mengambil unta Rasulullah saw., ketika musuh sedang lengah, wanita tersebut kabur dengan menaiki unta Rasulullah saw. Sesampainya di Madinah, ia bernazar untuk menyembelih unta tersebut, Ketika wanita itu hendak menyembelih unta Rasulullah saw., ada seseorang yang menghalanginya, lalu kejadian itu diberitahukan kepada Rasulullah saw., beliau pun bersabda: “Alangkah buruk balasan yang kau berikan padanya!.” Kemudian beliau bersabda lagi: “Anak Adam tidak wajib menepati nadzarnya dari sesuatu yang tidak ia mampui dan dalam rangka bermaksiat kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 19011
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُثَنَّي حَدَّثَنَا صَالِحُ بْنُ رُسْتُمَ أَبُو عَامِرٍ الْخَزَّازُ حَدَّثَنِي كَثِيرُ بْنُ شِنْظِيرٍ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَمَا قَامَ فِينَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطِيبًا إِلَّا أَمَرَنَا بِالصَّدَقَةِ وَنَهَانَا عَنْ الْمُثْلَةِ قَالَ وَقَالَ أَلَا وَإِنَّ مِنْ الْمُثْلَةِ أَنْ يَنْذُرَ الرَّجُلُ أَنْ يَخْرِمَ أَنْفَهُ أَلَا وَإِنَّ مِنْ الْمُثْلَةِ أَنْ يَنْذُرَ الرَّجُلُ أَنْ يَحُجَّ مَاشِيًا فَلْيُهْدِ هَدْيًا وَلْيَرْكَبْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abdullah bin Al Mutsanna}, telah menceritakan kepada kami {Shalih bin Rustum Abu ‘Amir Al Khazaz}, telah menceritakan padaku {Katsir bin Syinzhir} dari {Al Hasan} dari {‘Imran bin Hushain} berkata, tidaklah Rasulullah saw. berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami kecuali beliau selalu menganjurkan sedekah dan melarang kami memutilasi. ‘Imran bin Hushain melanjutkan, beliau bersabda: “Ketahuilah bahwa termasuk dari mutilasi adalah seseorang bernadzar memotong hidungnya, termasuk bagian dari mutilasi adalah seorang berjanji naik haji dengan berjalan kaki, namuan hendaknya ia mengambil pemandu dan berkendaraan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 19012
حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ حُمَيْدٍ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَمَا خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُطْبَةً إِلَّا أَمَرَنَا بِالصَّدَقَةِ وَنَهَانَا عَنْ الْمُثْلَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Kamil}, telah menceritakan kepada kami {Hammad} dari {Humaid} dari {Al Hasan} dari {‘Imran bin Hushain} berkata “Tidaklah Rasulullah Sahallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah kecuali beliau selalu memerintahkan kami bersedekah dan melarang memutilasi.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 19013
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي الْمُهَلَّبِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَلَعَنَتِ امْرَأَةٌ نَاقَةً لَهَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهَا مَلْعُونَةٌ فَخَلُّوا عَنْهَا قَالَ فَلَقَدْ رَأَيْتُهَا تَتْبَعُ الْمَنَازِلَ مَا يَعْرِضُ لَهَا أَحَدٌ نَاقَةٌ وَرْقَاءُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq}, telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Ayyub} dari {Abu Qilabah} dari {Abu Muhallab} dari {‘Imran bin Hushain} ia berkata “Ada seorang wanita yang mencerca untanya, Mendengar itu Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya unta itu telah dikutuk, maka lepaskanlah ia.” ‘Imran bin Hushain berkata “Sungguh aku pernah melihat unta tersebut selalu singgah di persingahan-persinggahan tanpa ada seorang pun yang mengendarainya, yaitu unta yang warna putihnya bercampur dengan warna hitam.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 19014
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ قَتَادَةَ وَغَيْرِ وَاحِدٍ عَنْ مُطَرِّفِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الشِّخِّيرِ قَالَصَلَّيْتُ أَنَا وَعِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ بِالْكُوفَةِ خَلْفَ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ فَكَبَّرَ بِنَا هَذَا التَّكْبِيرَ حِينَ يَرْكَعُ وَحِينَ يَسْجُدُ فَكَبَّرَهُ كُلَّهُ فَلَمَّا انْصَرَفْنَا قَالَ لِي عِمْرَانُ مَا صَلَّيْتُ مُنْذُ حِينٍ أَوْ قَالَ مُنْذُ كَذَا وَكَذَا أَشْبَهَ بِصَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ هَذِهِ الصَّلَاةِ يَعْنِي صَلَاةَ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq}, telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Qatadah} dan yang lain dari {Mutharrif bin Abdullah bin Asy Syikhir} ia berkata Aku pernah shalat bersama {‘Imran bin Hushain} di Kufah di belakang Ali bin Abu Thalib, ia bertakbir bersama kami dengan takbir seperti ini ketika ruku’, sujud dan ia juga bertakbir setiap kali (setiap gerakan), seusai kami mengerjakan shalat, Imran berkata kepadaku “Aku tidak pernah mengerjakan shalat semenjak ini -atau Imran mengatakan- semenjak ini dan ini lebih mirip dari shalatnya Rasulullah saw. daripada shalat ini yaitu shalatnya Ali ra..”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 19015
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي الْمُهَلَّبِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍأَنَّ امْرَأَةً مِنْ جُهَيْنَةَ اعْتَرَفَتْ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِزِنًا وَقَالَتْ أَنَا حُبْلَى فَدَعَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلِيَّهَا فَقَالَ أَحْسِنْ إِلَيْهَا فَإِذَا وَضَعَتْ فَأَخْبِرْنِي فَفَعَلَ فَأَمَرَ بِهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَشُكَّتْ عَلَيْهَا ثِيَابُهَا ثُمَّ أَمَرَ بِرَجْمِهَا فَرُجِمَتْ ثُمَّ صَلَّى عَلَيْهَا فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ يَا رَسُولَ اللَّهِ رَجَمْتَهَا ثُمَّ تُصَلِّي عَلَيْهَا فَقَالَ لَقَدْ تَابَتْ تَوْبَةً لَوْ قُسِمَتْ بَيْنَ سَبْعِينَ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ لَوَسِعَتْهُمْ وَهَلْ وَجَدْتَ شَيْئًا أَفْضَلَ مِنْ أَنْ جَادَتْ بِنَفْسِهَا لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq}, telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Yahya bin Abu Katsir} dari {Abu Qilabah} dari {Abu Muhallab} dari {‘Imran bin Hushain} bahwa seorang wanita dari Juhainah datang kepada Nabi saw. dan mengaku telah berzina, dia berkata “Saat ini saya tengah mengandung, ” maka Nabi saw. memanggil walinya dan berkata kepadanya: “Rawatlah wanita ini sebaik-baiknya, apabila telah melahirkan kabarkanlah kepadaku.” Maka walinya melaksanakan perintah tersebut. Kemudian Nabi saw. memerintahkan supaya ia mengenakan pakaian yang erat. Kemudian beliau memerintahkan untuk dirajam, setelah di rajam beliau menshalatkan jenazahnya. Maka Umar bin Khattab berkata “Wahai Rasulullah, kenapa anda menshalatkannya padahal anda telah merajamnya?.” Beliau menjawab: “Sungguh dia telah bertaubat, kalau sekiranya taubatnya dibagi-bagikan kepada tujuh puluh orang penduduk Madinah, pasti taubatnya akan mencukupi mereka semua, adakah taubat yang lebih utama daripada menyerahkan nyawanya kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 19016
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنِ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَعَضَّ رَجُلٌ رَجُلًا فَانْتُزِعَتْ ثَنِيَّتُهُ فَأَبْطَلَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ أَرَدْتَ أَنْ تَقْضَمَ يَدَ أَخِيكَ كَمَا يَقْضَمُ الْفَحْلُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq}, telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Ayyub} dari {Ibnu Sirin} dari {‘Imran bin Hushain} dia berkata “Seseorang menggigit orang lain hingga gigi serinya tanggal, maka Nabi saw. tidak mengenakan diyat dan bersabda: “Apakan kamu ingin memotong menggigit tangan saudaramu sebagaimana yang dilakukan kuda.”