Musnad Sahabat Anshar

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20254

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبُو يُوسُفَ يَعْقُوبُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ بْنِ حَمَّادِ بْنِ زَيْدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا جَابِرُ بْنُ يَزِيدَ بْنِ رِفَاعَةَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ قَالَ سَمِعْتُ زِرَّ بْنَ حُبَيْشٍ يَقُولُلَوْلَا سُفَهَاؤُكُمْ لَوَضَعْتُ يَدَيَّ فِي أُذُنَيَّ ثُمَّ نَادَيْتُ أَلَا إِنَّ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي رَمَضَانَ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ قَبْلَهَا ثَلَاثٌ وَبَعْدَهَا ثَلَاثٌ نَبَأُ مَنْ لَمْ يَكْذِبْنِي عَنْ نَبَإِ مَنْ لَمْ يَكْذِبْهُ قُلْتُ لِأَبِي يُوسُفَ يَعْنِي أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَذَا هُوَ عِنْدِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami Abdullah telah menceritakan kepadaku {Abu Yusuf Ya’qub bin Isma’il bin Hammad bin Zaid} telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Mahdi} telah menceritakan kepada kami {Jabir bin Yazid bin Rifa’ah} dari {Yazid bin Abu Sulaiman} ia berkata, Aku mendengar {Zir bin Hubaisy} berkata, “Kalaulah bukan karena kebodohan kalian tentu aku akan meletakkan dua tanganku pada telingaku, lantas akan aku katakan, ‘Ketahuilah bahwa lailatul qadar terjadi pada bulan Ramadan di sepuluh hari terakhir, di tujuh hari terakhir didahului tiga malam dan diakhiri tiga malam, berita dari orang yang tidak mendustaiku (Ubay), berita dari orang yang tidak mendustainya (Rasulullah).” Zir melanjutkan, “Aku bertanya kepada {Abu Yusuf} -yaitu Ubay bin Ka’b- dari Nabi saw., ia menjawab “Demikian yang ada padaku.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20255

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي الْعَبَّاسُ بْنُ الْوَلِيدِ النَّرْسِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ شُعَيْبٍ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُ قَالَ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ مَنْ يَقُمْ الْحَوْلَ يُصِبْهَافَانْطَلَقْتُ حَتَّى قَدِمْتُ عَلَى عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ وَأَرَدْتُ لُقِيَّ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ قَالَ عَاصِمٌ فَحَدَّثَنِي أَنَّهُ لَزِمَ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ وَعَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ فَزَعَمَ أَنَّهُمَا كَانَا يَقُومَانِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ فَيَرْكَعَانِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْمَغْرِبِ قَالَ فَقُلْتُ لِأُبَيٍّ وَكَانَتْ فِيهِ شَرَاسَةٌ اخْفِضْ لَنَا جَنَاحَكَ رَحِمَكَ اللَّهُ فَإِنِّي إِنَّمَا أَتَمَتَّعُ مِنْكَ تَمَتُّعًا فَقَالَ تُرِيدُ أَنْ لَا تَدَعَ آيَةً فِي الْقُرْآنِ إِلَّا سَأَلْتَنِي عَنْهَا قَالَ وَكَانَ لِي صَاحِبَ صِدْقٍ فَقُلْتُ يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَخْبِرْنِي عَنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ فَإِنَّ ابْنَ مَسْعُودٍ يَقُولُ مَنْ يَقُمْ الْحَوْلَ يُصِبْهَا فَقَالَ وَاللَّهِ لَقَدْ عَلِمَ عَبْدُ اللَّهِ أَنَّهَا فِي رَمَضَانَ وَلَكِنَّهُ عَمَّى عَلَى النَّاسِ لِكَيْلَا يَتَّكِلُوا وَاللَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ الْكِتَابَ عَلَى مُحَمَّدٍ إِنَّهَا لَفِي رَمَضَانَ وَإِنَّهَا لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ فَقُلْتُ يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَنَّى عَلِمْتَ ذَلِكَ قَالَ بِالْآيَةِ الَّتِي أَنْبَأَنَا بِهَا مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَدَدْنَا وَحَفِظْنَا فَوَاللَّهِ إِنَّهَا لَهِيَ مَا يُسْتَثْنَى قَالَ فَقُلْتُ وَمَا الْآيَةُ فَقَالَ إِنَّهَا تَطْلُعُ حِينَ تَطْلُعُ لَيْسَ لَهَا شُعَاعٌ حَتَّى تَرْتَفِعَوَكَانَ عَاصِمٌ لَيْلَتَئِذٍ مِنْ السَّحَرِ لَا يَطْعَمُ طَعَامًا حَتَّى إِذَا صَلَّى الْفَجْرَ صَعِدَ عَلَى الصَّوْمَعَةِ فَنَظَرَ إِلَى الشَّمْسِ حِينَ تَطْلُعُ لَا شُعَاعَ لَهَا حَتَّى تَبْيَضَّ وَتَرْتَفِعَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami Abdullah telah menceritakan kepadaku {Abbas bin Walid An Narsi} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Syu’aib} dari {Ashim} dari {Zir bin Hubaisy} dari Abdullah bahwa ia mengatakan tentang lailataul qadar, “Barangsiapa melaksanakan shalat malam setahun maka ia akan mendapatkannya.” Maka aku bergegas pergi ke tempat Utsman bin Affan, aku berharap bertemu beberapa sahabat Rasulullah saw. baik dari kalangan Muhajirin maupun Anshar.” Ashim berkata, ” {Ubay bin Ka’b} dan Abdurrahman bin Auf melazimkannya untuk melaksanakan shalat hingga terbenam matahari, lalu shalat dua kali sebelum Maghrib.” Ashim berkata, “Aku bertanya pada Ubai -Dia adalah seorang yang berperangai kasar-, “Berlaku sopanlah semoga Allah merahmatimu, aku hanya mengharapkan satu harapan padamu.” Lantas Ubai berkata, “Agar kamu tidak melewatkankan satupun ayat dalam Al Qur`an kecuali engkau menanyakannya kepadaku?” Ashim berkata, “Dan aku memiliki teman yang jujur, aku lalu berkata, ‘Wahai Abu Mundzir, jelaskan lailatul qadar kepadaku! karena Ibnu Mas’ud pernah menyatakan siapa saja yang mendirikan shalat setahun niscaya ia mendapatkannya’.” Ubai pun menjawab, ‘Demi Allah, sungguh Abdullah (Ibnu Mas’ud) Telah mengetahui bila lailatul qadar terjadi di bulan Ramadan, mungkin ia sembunyikan itu agar manusia tidak terlalu menggantungkan pada hal itu. Demi Allah yang telah menurunkan Al Qur`an pada Muhammad, Lailatul qadar itu terjadi di bulan Ramadan, yaitu di malam ke dua puluh tujuh.” Aku (Ashim) bertanya, ‘Wahai Abu mundzir, dari mana kamu tahu itu?” Ia menjawab, “Rasulullah Muhammad saw. telah memberitakannya pada kami, kami hitung dan kami hafal itu. Demi Allah, sungguh ia ada di malam-malam ganjil.” Aku bertanya, “Apa tanda-tandanya?” Dia menjawab, “Ia terjadi ketika matahari terbit tanpa ada benang sinarnya.” Maka di malam sahurnya itu Ashim tidak makan, hingga ia selesai shalat subuh, ia naik di tempat yang tinggi dan memperhatikan matahari di kala terbitnya tanpa menyisakan benang sinarnya hingga memutih dan merangkak menaiki langit (siang).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20256

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا حَجَّاجُ بْنُ أَرْطَاةَ عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ عَنْ أُبَيٍّعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ تَبِعَ جَنَازَةً حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهَا وَيُفْرَغَ مِنْهَا فَلَهُ قِيرَاطَانِ وَمَنْ تَبِعَهَا حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَهُوَ أَثْقَلُ فِي مِيزَانِهِ مِنْ أُحُدٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} telah mengkabarkan kepada kami {Hajjaj bin Arthah} dari {Adi bin Tsabit} dari {Zir bin Hubaisy} dari {Ubay} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Barangsiapa mengiringi Jenazah hingga di shalatkan dan selesai dari pemakamannya, maka ia akan mendapatkan pahala dua Qirath. Dan barangsiapa mengiringi Jenazah hingga dishalatkan maka baginya pahala satu Qirath, demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangannya (satu qirath) itu adalah lebih berat timbangannya ketimbang gunung uhud.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20257

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ وَحَجَّاجٌ قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَاصِمِ بْنِ بَهْدَلَةَ عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَمَرَنِي أَنْ أَقْرَأَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ قَالَ فَقَرَأَ لَمْ يَكُنْ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ قَالَ فَقَرَأَ فِيهَا وَلَوْ أَنَّ ابْنَ آدَمَ سَأَلَ وَادِيًا مِنْ مَالٍ فَأُعْطِيَهُ لَسَأَلَ ثَانِيًا فَأُعْطِيَهُ لَسَأَلَ ثَالِثًا وَلَا يَمْلَأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلَّا التُّرَابُ وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ وَإِنَّ ذَلِكَ الدِّينَ الْقَيِّمَ عِنْدَ اللَّهِ الْحَنِيفِيَّةُ غَيْرُ الْمُشْرِكَةِ وَلَا الْيَهُودِيَّةِ وَلَا النَّصْرَانِيَّةِ وَمَنْ يَفْعَلْ خَيْرًا فَلَنْ يُكْفَرَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} dan {Hajjaj} keduanjya berkata, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Ashim bin Bahdalah} dari {Zir bin Hubaisy} dari {Ubay bin Ka’b} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah Tabaaraka Wa Ta’ala menyuruhku untuk membacakan Al-Qur’an kepadamu.” Ubay berkata, “Lalu Rasulullah saw. membaca: ‘LAM YAKUNILLADZIINA KAFARUU MIN AHLIL KITAB (Orang-orang kafir yakni ahli kitab..) ‘ (Qs. Al Bayyinah: 1). Lalu beliau membacakannya di dalamnya: “Sekiranya anak Adam meminta harta sebanyak satu lembah kemudian ia diberi niscaya ia akan meminta lembah yang kedua, jika ia diberi (yang kedua) niscaya ia akan meminta lembah yang ketiga. Dan tidak ada yang bisa memenuhi perut anak Adam kecuali tanah. Dan Allah akan menerima taubat bagi orang yang bertaubat. Dan itulah agama yang lurus di sisi Allah, bukan kemusyrikan, Yahudi atau Kristen, barangsiapa berbuat kebaikan maka sekali-kali tiada akan dipungkiri.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20258

حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ الْقَوَارِيرِيُّ حَدَّثَنَا سَلَمُ بْنُ قُتَيْبَةَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَاصِمِ بْنِ بَهْدَلَةَ عَنْ زِرٍّ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَمَرَنِي أَنْ أَقْرَأَ عَلَيْكَ قَالَ فَقَرَأَ عَلَيَّ{ لَمْ يَكُنْ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنْفَكِّينَ حَتَّى تَأْتِيَهُمْ الْبَيِّنَةُ رَسُولٌ مِنْ اللَّهِ يَتْلُو صُحُفًا مُطَهَّرَةً فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمْ الْبَيِّنَةُ }إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْحَنِيفِيَّةُ غَيْرُ الْمُشْرِكَةِ وَلَا الْيَهُودِيَّةِ وَلَا النَّصْرَانِيَّةِ وَمَنْ يَفْعَلْ خَيْرًا فَلَنْ يُكْفَرَهُ قَالَ شُعْبَةُ ثُمَّ قَرَأَ آيَاتٍ بَعْدَهَا ثُمَّ قَرَأَ لَوْ أَنَّ لِابْنِ آدَمَ وَادِيَيْنِ مِنْ مَالٍ لَسَأَلَ وَادِيًا ثَالِثًا وَلَا يَمْلَأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلَّا التُّرَابُ قَالَ ثُمَّ خَتَمَهَا بِمَا بَقِيَ مِنْهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku {Ubaidullah bin Umar Al Qawariri} telah menceritakan kepada kami {Salam bin Qutaibah} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Ashim bin Bahdalah} dari {Zir} dari {Ubay bin Ka’b} berkata, “Rasulullah saw. bersabda kepadaku: “Sesungguhnya Allah Tabaaraka Wa Ta’ala menyuruhku untuk membacakan Al-Qur’an kepadamu.” Ubay berkata, “Beliau lalu membacakan kepadaku: ‘LAM YAKUNILLADZINA KAFARUU MIN AHLIL KITAB WAL MUSYRIKIINA MUNFAKKIINA HATTAA TA`TIYAHUMUL BAYYINAH RASUULUM MINAALLAHI YATLUU SHUHUFAN MUTHAHHARAH FIIHAA KUTUBUN QAYYIMAH WAMAA TAFARRAQALLADZIINA `UUTUL KITAABA ILLA MIN BA’DI MAA JAA`AHUMUL BAYYINAH (Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata), (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al-Quran), di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus. Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata) ‘ (Qs. Al Bayyinah: 1-4). Beliau bersabda: “Sungguh agama yang ada di sisi Allah adalah (agama yang) lurus, bukan kemusyrikan, Yahudi maupun Nashrani. Barangsiapa berbuat kebaikan maka sekali-kali tiada akan dipungkiri.” Syu’bah berkata, “Lalu beliau membacakan ayat-ayat setelahnya, kemudian mengucapkan: “Sekiranya anak Adam memiliki harta sebanyak dua lembah, niscaya ia akan meminta lembah yang ketiga. Dan tidak ada yang bisa memenuhi perut anak Adam kecuali tanah.” Ubay berkata, “Kemudian beliau menutupnya dengan mambaca sisa ayat.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20259

حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ الْجُعْفِيُّ عَنْ زَائِدَةَ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ زِرٍّ عَنْ أُبَيٍّ قَالَلَقِيَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام عِنْدَ أَحْجَارِ الْمِرَاءِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِجِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَام إِنِّي بُعِثْتُ إِلَى أُمَّةٍ أُمِّيِّينَ فِيهِمْ الشَّيْخُ الْعَاصِي وَالْعَجُوزَةُ الْكَبِيرَةُ وَالْغُلَامُ قَالَ فَمُرْهُمْ فَلْيَقْرَءُوا الْقُرْآنَ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍحَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ حَدَّثَنَا زَائِدَةُ حَدَّثَنَا عَاصِمٌ عَنْ زِرٍّ عَنْ أُبَيٍّ قَالَ أَبُو سَعِيدٍ وَقَالَ حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ لَقِيَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام عِنْدَ أَحْجَارِ الْمِرَاءِ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husain bin Ali Al Ju’fi} dari {Za`idah} dari {Ashim} dari {Zir} dari {Ubay} ia berkata, “Jibril menemui Rasulullah saw. di Ahjaril Mira` (nama tempat), lalu Rasulullah saw. bersabda: “Sungguh aku diutus pada umat yang buta aksara, di antara mereka ada orang tua yang suka bermaksiat, ada orang jompo yang manula dan ada juga anak-anak.” Jibril berkata, “Suruhlah mereka membaca Al-Qur’an dengan tujuh dialek.” Telah menceritakan kepada kami {Abu Sa’id maula bani Hasyim} telah menceritakan kepada kami {Za`idah} telah menceritakan kepada kami {Ashim} dari {Zir} dari {Ubay}. (dalam jalur lain disebutkan) {Abu Sa’id} berkata {Hammad bin Salamah} berkata dari {Hudzaifah} ia berkata, “Jibril menemui Rasulullah saw. di Ahjar Al Mira` (nama tempat) …lalu ia sebutkan hadits tersebut.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20260

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي وَهْبُ بْنُ بَقِيَّةَ أَخْبَرَنَا خَالِدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الطَّحَّانُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي زِيَادٍ عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَكَمْ تَقْرَءُونَ سُورَةَ الْأَحْزَابِ قَالَ بِضْعًا وَسَبْعِينَ آيَةً قَالَ لَقَدْ قَرَأْتُهَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَ الْبَقَرَةِ أَوْ أَكْثَرَ مِنْهَا وَإِنَّ فِيهَا آيَةَ الرَّجْمِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami Abdullah telah menceritakan kepadaku {Wahab bin Baqiyah} telah mengkabarkan kepada kami {Khalid bin Abdullah Ath Thahan} dari {Yazid bin Abu Ziyad} dari {Zir bin Hubaisy} dari {Ubay bin Ka’b} ia bertanya, “Berapa ayat kalian membaca surat Al Ahzab?” Zir bin Hubaisy menjawab, “Tujuh puluh ayat lebih.” Ubay berkata, “Sungguh aku telah membacanya bersama Rasulullah saw. seperti surat Al Baqarah atau lebih banyak darinya, dan di dalamnya terdapat surat tentang hukum rajam.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20261

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ عَاصِمِ بْنِ بَهْدَلَةَ عَنْ زِرٍّ قَالَقَالَ لِي أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ كَأَيِّنْ تَقْرَأُ سُورَةَ الْأَحْزَابِ أَوْ كَأَيِّنْ تَعُدُّهَا قَالَ قُلْتُ لَهُ ثَلَاثًا وَسَبْعِينَ آيَةً فَقَالَ قَطُّ لَقَدْ رَأَيْتُهَا وَإِنَّهَا لَتُعَادِلُ سُورَةَ الْبَقَرَةِ وَلَقَدْ قَرَأْنَا فِيهَا الشَّيْخُ وَالشَّيْخَةُ إِذَا زَنَيَا فَارْجُمُوهُمَا الْبَتَّةَ نَكَالًا مِنْ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami Abdullah telah menceritakan kepada kami {Khalaf bin Hisyam} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Zaid} dari {Ashim bin Bahdalah} dari {Zir} berkata, ” {Ubay bin Ka’ab} berkata kepadaku, “Berapa ayat kalian membaca surat Al Ahzab?” Zir bin Hubaisy menjawab, “Tujuh puluh tiga ayat.” Dia (Ubay) Berkata, “Sungguh aku melihat bahwa ia sebanding dengan surat Al Baqarah, dan di dalamnya kami membaca (ayat): ‘Orang yang sudah tua baik laki-laki atau pun perempuan jika berzina maka rajamlah keduanya sebagai pelajaran dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Bijaksana’.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20262

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ وَعَبْدُ الْأَعْلَى قَالَا حَدَّثَنَا دَاوُدُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي مُوسَى عَنْ زِيَادٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَقُلْتُ لِأُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ لَوْ مِتْنَ نِسَاءُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّهُنَّ كَانَ يَحِلُّ لَهُ أَنْ يَتَزَوَّجَ قَالَ وَمَا يُحَرِّمُ ذَاكَ عَلَيْهِ قَالَ قُلْتُ لِقَوْلِهِ{ لَا يَحِلُّ لَكَ النِّسَاءُ مِنْ بَعْدُ }قَالَ إِنَّمَا أُحِلَّ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَرْبٌ مِنْ النِّسَاءِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami Abdullah telah menceritakan kepadaku {Ubaidullah bin Umar} telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Zura’i} dan {Abdul A’la} keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami {Dawud} dari {Muhammad bin Abu Musa} dari {Ziyad Al Anshari} dia berkata, “Aku bertanya kepada {Ubay bin Ka’b}, “Seandainya para isteri Nabi saw. wafat semuanya, apakah halal bagi beliau untuk menikah lagi?” Ubay menjawab, “Apa yang mengharamkannya untuk menikah?” Ziyad berkata, “Aku lalu berkata dengan membacakan ayat Allah: ‘(Tidak halal bagimu mengawini perempuan perempuan setelah itu) ‘ (Qs. Al Ahzab: 52).” Ubay pun berkata, “Hanyasannya dihalalkan bagi Rasulullah saw. beberapa orang wanita.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20263

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَيُّوبَ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ زِرٍّ قَالَأَتَيْتُ الْمَدِينَةَ فَدَخَلْتُ الْمَسْجِدَ فَإِذَا أَنَا بِأُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ فَأَتَيْتُهُ فَقُلْتُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ أَبَا الْمُنْذِرِ اخْفِضْ لِي جَنَاحَكَ وَكَانَ امْرَأً فِيهِ شَرَاسَةٌ فَسَأَلْتُهُ عَنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ فَقَالَ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ قُلْتُ أَبَا الْمُنْذِرِ أَنَّى عَلِمْتَ ذَلِكَ قَالَ بِالْآيَةِ الَّتِي أَخْبَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَدَدْنَا وَحَفِظْنَا وَآيَةُ ذَلِكَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِي صَبِيحَتِهَا مِثْلَ الطَّسْتِ لَا شُعَاعَ لَهَا حَتَّى تَرْتَفِعَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Muhammad bin Ayyub} telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Ayyasy} dari {Ashim} dari {Zir} berkata, “Aku datang ke Madinah dan masuk ke dalam masjid, ternyata di dalamnya ada {Ubay bin Ka’b}, maka aku pun mendekatinya dan berkata, ‘Wahai Abu Mundzir, tahanlah amarahmu kepadaku -Ubay adalah seorang yang temperamen dan mudah marah-, kabarkanlah kepadaku tentang lailatul qadar?” Ubay menjawab, “Ia adalah pada malam kedua puluh tujuh.” Aku lalu bertanya, “Wahai Abu Mundlir, dari mana engkau tahu?” Ia menjawab, “Dengan tanda-tanda yang dikabarkan oleh Rasulullah saw., hal itu lalu kami hitung dan kami hafalkan. Di antara tandanya adalah terbitnya matahari pada pagi harinya seperti baskom, tidak bersinar panas hingga ia naik sepenggalan.”