Musnad Sahabat Anshar

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20274

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ بْن أَحْمَد قَالَ و حَدَّثَنِي أَبُو الشَّعْثَاءِ عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ الْوَاسِطِيُّ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَمَانٍ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ مُغِيرَةَ السَّرَّاجِ عَنْ الرَّبِيعِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَشِّرْ هَذِهِ الْأُمَّةَ بِالسَّنَاءِ وَالرِّفْعَةِ وَالنَّصْرِ وَالتَّمْكِينِ فِي الْأَرْضِ فَمَنْ عَمِلَ عَمَلَ الْآخِرَةِ لِلدُّنْيَا لَمْ يَكُنْ لَهُ فِي الْآخِرَةِ نَصِيبٌ وَهَذَا لَفْظُ الْمُقَدَّمِيِّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Ahmad ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Abu Sya’tsa` Ali bin Hasan Al Wasithi} telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Yaman} dari {Sufyan} dari {Mughirah As Saraj} dari {Rabi’ bin Anas} dari {Abu ‘Aliyah} dari {Ubay bin Ka’b} berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Berilah kabar gembira kepada umat ini dengan para wanita, kemuliaan, agama, pertologan dan kekuasaan di muka bumi. Barangsiapa di antara mereka melakukan amal akhirat untuk keduniaan, maka di Akhirat dia tidak akan mendapatkan bagian.” Ini adalah lafadz Al Muqaddami.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20275

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُسْلِمٍ و حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ غِيَاثٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُسْلِمٍ عَنْ الرَّبِيعِ بْنِ أَنَسٍ فِي حَدِيثِهِ حَدَّثَنَا الرَّبِيعُ عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَشِّرْ هَذِهِ الْأُمَّةَ بِالسَّنَاءِ وَالنَّصْرِ وَالتَّمْكِينِ فَمَنْ عَمِلَ مِنْهُمْ عَمَلَ الْآخِرَةِ لِلدُّنْيَا لَمْ يَكُنْ لَهُ فِي الْآخِرَةِ نَصِيبٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Mahdi} telah menceritakan kepada kami {Abdul Aziz bin Muslim}, dan telah menceritakan kepada kami Abdullah telah menceritakan kepadaku {Abdul Wahid bin Ghayyats} telah menceritakan kepada kami {Abdul Aziz bin Muslim} dari {Rabi’ bin Anas} -dalam haditsnya telah menceritakan kepada kami Rabi’- dari {Abu ‘Aliyah} dari {Ubay bin Ka’b} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Berilah kabar gembira kepada umat ini dengan para wanita, kemuliaan, agama, pertologan dan kekuasaan di muka bumi. Barangsiapa di antara mereka melakukan amalan Akhirat untuk dunia, maka di Akhirat dia tidak akan mendapatkan bagian.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20276

حَدَّثَنِي أَبُو يَحْيَى مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ الْبَزَّازُ حَدَّثَنَا قَبِيصَةُ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَشِّرْ هَذِهِ الْأُمَّةَ بِالسَّنَاءِ وَالتَّمْكِينِ فِي الْبِلَادِ وَالنَّصْرِ وَالرِّفْعَةِ فِي الدِّينِ وَمَنْ عَمِلَ مِنْهُمْ بِعَمَلِ الْآخِرَةِ لِلدُّنْيَا فَلَيْسَ لَهُ فِي الْآخِرَةِ نَصِيبٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku {Abu Yahya Muhammad bin Abdurrahim Al Bazzaz} telah menceritakan kepada kami {Qabishah} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ayyub} dari {Abu ‘Aliyah} dari {Ubay bin Ka’b} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Berilah kabar gembira kepada umat ini dengan para wanita, kemuliaan, agama, pertologan dan kekuasaan di muka bumi. Barangsiapa di antara mereka mengerjakan amal akhirat untuk keduniaan, maka di Akhirat dia tidak akan mendapatkan bagian.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20277

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عَبْدِ الْمُؤْمِنِ الْمُقْرِئُ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ شَقِيقٍ حَدَّثَنَا أَبُو جَعْفَرٍ الرَّازِيُّ عَنْ الرَّبِيعِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَانْكَسَفَتْ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى بِهِمْ فَقَرَأَ بِسُورَةٍ مِنْ الطُّوَلِ ثُمَّ رَكَعَ خَمْسَ رَكَعَاتٍ وَسَجْدَتَيْنِ ثُمَّ قَامَ الثَّانِيَةَ فَقَرَأَ بِسُورَةٍ مِنْ الطُّوَلِ ثُمَّ رَكَعَ خَمْسَ رَكَعَاتٍ وَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ ثُمَّ جَلَسَ كَمَا هُوَ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ يَدْعُو حَتَّى انْجَلَى كُسُوفُهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami Abdullah telah menceritakan kepada kami {Rauh bin Abdul Mu`min Al Muqri`} telah menceritakan kepada kami {Umar bin Syaqiq} telah menceritakan kepada kami {Abu Ja’far Ar Razi} dari {Rabi’ bin Anas} dari {Abu Aliyah} dari {Ubay bin Ka’b} dia berkata, “Pada masa Rasulullah saw. pernah terjadi gerhana matahari, kemudian Rasulullah saw. bersama para sahabat melaksanakan shalat dan membaca surat-surat panjang, beliau lalu rukuk lima kali rakaat dan sujud dua kali. Kemudian beliau bangkit pada rakaat kedua membaca surat-surat panjang, kemudian rukuk lima kali dan sujud dua kali, kemudian beliau duduk dengan menghadap kiblat berdoa sampai hilang gerhananya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20278

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عَبْدِ الْمُؤْمِنِ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ شَقِيقٍ حَدَّثَنَا أَبُو جَعْفَرٍ الرَّازِيُّ حَدَّثَنَا الرَّبِيعُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍأَنَّهُمْ جَمَعُوا الْقُرْآنَ فِي مَصَاحِفَ فِي خِلَافَةِ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَكَانَ رِجَالٌ يَكْتُبُونَ وَيُمْلِي عَلَيْهِمْ أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ فَلَمَّا انْتَهَوْا إِلَى هَذِهِ الْآيَةِ مِنْ سُورَةِ بَرَاءَةٌ{ ثُمَّ انْصَرَفُوا صَرَفَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَفْقَهُونَ }فَظَنُّوا أَنَّ هَذَا آخِرُ مَا أُنْزِلَ مِنْ الْقُرْآنِ فَقَالَ لَهُمْ أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقْرَأَنِي بَعْدَهَا آيَتَيْنِ{ لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ إِلَى وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ }ثُمَّ قَالَ هَذَا آخِرُ مَا أُنْزِلَ مِنْ الْقُرْآنِ قَالَ فَخُتِمَ بِمَا فُتِحَ بِهِ بِاللَّهِ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَهُوَ قَوْلُ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى{ وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا يُوحَى إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ }
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami Abdullah telah menceritakan kepada kami {Rauh bin Abdul Mu`min} telah menceritakan kepada kami {Umar bin Syaqiq} telah menceritakan kepada kami {Abu Ja’far Ar Razi} telah menceritakan kepada kami {Rabi’ bin Anas} dari {Abu Aliyah} dari {Ubay bin Ka’b}, bahwa para sahabat mengumpulkan Al-Qur’an ke dalam beberapa Mushaf pada masa kekhilafahan Abu Bakar? radliallahu ‘anhu. Beberapa sahabat mencatat sedangkan Ubay bin Ka’b yang mendiktekan kepada mereka, ketika mereka sampai pada surat At Taubah ayat berikut ini: ‘(sesudah itu merekapun pergi. Allah Telah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak mengerti) ‘ (Qs. At Taubah: 127), para sahabat mengira bahwa ini adalah ayat Al-Qur’an yang terakhir diturunkan. Maka Ubay bin Ka’b pun berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Rasulullah saw. telah membacakan kepadaku dua ayat setelahnya: ‘(Sungguh Telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin) ‘ (Qs. At Taubah: 128) sampai ayat ‘(dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung) ‘ (Qs. At Taubah: 129). Ubay lalu berkata, “Inilah ayat terakhir yang diturunkan dalam Al-Qur’an.” Ubay melanjutkan, “Maka ditutuplah Al-Qur’an dengan ayat yang di turunkan oleh Allah sebagai pembukanya, Dzat yang tidak ada tuhan kecuali Dia, ayat yang dimaksud adalah firman Allah Tabaaraka Wa Ta’ala: ‘(Dan kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan kami wahyukan kepadanya: ‘Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak untuk disembah) melainkan aku, Maka sembahlah olehmu sekalian akan aku) ‘ (Qs. Al Anbiyaa’: 25).

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20279

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا أَبُو جَعْفَرٍ عَنْ الرَّبِيعِ عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِعَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ فِي قَوْلِهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى{ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ }الْآيَةَ قَالَ هُنَّ أَرْبَعٌ وَكُلُّهُنَّ عَذَابٌ وَكُلُّهُنَّ وَاقِعٌ لَا مَحَالَةَ فَمَضَتْ اثْنَتَانِ بَعْدَ وَفَاةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِخَمْسٍ وَعِشْرِينَ سَنَةً فَأُلْبِسُوا شِيَعًا وَذَاقَ بَعْضُهُمْ بَأْسَ بَعْضٍ وَثِنْتَانِ وَاقِعَتَانِ لَا مَحَالَةَ الْخَسْفُ وَالرَّجْمُحَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عَبْدِ الْمُؤْمِنِ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ شَقِيقٍ حَدَّثَنَا أَبُو جَعْفَرٍ الرَّازِيُّ عَنْ الرَّبِيعِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ فِي قَوْلِهِ{ قُلْ هُوَ الْقَادِرُ }فَذَكَرَ نَحْوَهُ وَقَالَ فِي حَدِيثِهِ الْخَسْفُ وَالْقَذْفُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Abu Ja’far} dari {Rabi’} dari {Abu Aliyah} dari {Ubay bin Ka’b} berkenaan dengan firman Allah Ta’ala: ‘(Katakanlah: “Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu) ‘ (Qs. Al An’am: 65). Ubay berkata, “Semuanya ada empat, semuanya adalah siksa dan mau tidak mau semuanya pasti terjadi, yang dua sudah terjadi dua puluh lima tahun setelah Nabi saw. wafat, mereka diliputi dengan perpecahan, satu sama lain saling menyerang, dan yang dua lagi pasti terjadi yaitu Al Khasaf (tenggelam ke dalam bumi) dan rajam.” Telah menceritakan kepada kami Abdullah dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Rauh bin Abdul Mu`min} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Umar bin Syaqiq} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Ja’far Ar Razi} dari {Rabi’ bin Anas} dari {Abu ‘Aliyah} dari {Ubay bin Kab} tentang firman Allah: QUL HUWAL QAADIRU (Katakanlah: “Dialah yang berkuasa..) ‘ (Qs. Al An’am: 65), lalu ia menyebutkan sebagaimana hadits tersebut. Dan dalam hadits ia menyebutkan Al Khasaf dan Qadzaf (tenggelam ke dalam bumi dan menuduh berbuat zina).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20280

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا أَبُو صَالِحٍ هَدِيَّةُ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ الْمَرْوَزِيُّ حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ عُبَيْدٍ عَنْ الرَّبِيعِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَلَمَّا كَانَ يَوْمُ أُحُدٍ قُتِلَ مِنْ الْأَنْصَارِ أَرْبَعَةٌ وَسِتُّونَ رَجُلًا وَمِنْ الْمُهَاجِرِينَ سِتَّةٌ فَقَالَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَئِنْ كَانَ لَنَا يَوْمٌ مِثْلُ هَذَا مِنْ الْمُشْرِكِينَ لَنُرْبِيَنَّ عَلَيْهِمْ فَلَمَّا كَانَ يَوْمُ الْفَتْحِ قَالَ رَجُلٌ لَا يُعْرَفُ لَا قُرَيْشَ بَعْدَ الْيَوْمِ فَنَادَى مُنَادِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمِنَ الْأَسْوَدُ وَالْأَبْيَضُ إِلَّا فُلَانًا وَفُلَانًا نَاسًا سَمَّاهُمْ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى{ وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِلصَّابِرِينَ }فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَصْبِرُ وَلَا نُعَاقِبُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami Abdullah telah menceritakan kepada kami {Abu Shalih Hadiyyah bin Abdul Wahab Al Marwazi} telah menceritakan kepada kami {Fadlal bin Musa} telah menceritakan kepada kami {Isa bin Ubaid} dari {Rabi’ bin Anas} dari {Abu Aliyah} dari {Ubay bin Ka’b} dia berkata, “Ketika perang Uhud kaum Anshar yang terbunuh berjumlah enam puluh empat orang, dan dari kaum Muhajirin berjumlah enam orang. Maka para sahabat Rasulullah saw. berkata: “Jika kita mendapatkan seperti hari ini dengan orang-orang musyrik pasti kita akan jatuhkan korban dari mereka lebih banyak.” Maka ketika hari penaklukan kota Makkah berkatalah seseorang yang tak dikenal, “Tidak ada orang Quraisy setelah hari ini.” Maka berkatalah penyeru Rasulullah saw.: “Orang yang berkulit putih dan berkulit hitam akan mendapatkan keamaan, kecuali fulan dan fulan.” Yakni beberapa orang yang mereka sebutkan namanya. Kemudian Allah Tabaaraka Wa Ta’ala menurunkan firman-Nya: ‘(Dan jika kamu memberikan balasan, Maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu, akan tetapi jika kamu bersabar, Sesungguhnya Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar) ‘ (Qs. An Nahl: 126). Kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Kita bersabar dan jangan membalas.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20281

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْجَرْمِيُّ قَدِمَ مِنْ الْكُوفَةِ حَدَّثَنَا أَبُو نُمَيْلَةَ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ عُبَيْدٍ الْكِنْدِيُّ عَنْ الرَّبِيعِ بْنِ أَنَسٍ حَدَّثَنِي أَبُو الْعَالِيَةِ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍأَنَّهُ أُصِيبَ يَوْمَ أُحُدٍ مِنْ الْأَنْصَارِ أَرْبَعَةٌ وَسِتُّونَ وَأُصِيبَ مِنْ الْمُهَاجِرِينِ سِتَّةٌ وَحَمْزَةُ فَمَثَّلُوا بِقَتْلَاهُمْ فَقَالَتْ الْأَنْصَارُ لَئِنْ أَصَبْنَا مِنْهُمْ يَوْمًا مِنْ الدَّهْرِ لَنُرْبِيَنَّ عَلَيْهِمْ فَلَمَّا كَانَ يَوْمُ فَتْحِ مَكَّةَ نَادَى رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ لَا يُعْرَفُ لَا قُرَيْشَ بَعْدَ الْيَوْمِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى عَلَى نَبِيِّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ{ وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ }الْآيَةَ فَقَالَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُفُّوا عَنْ الْقَوْمِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami Abdullah telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Muhammad Al Jarmi} datang dari Kufah, telah menceritakan kepada kami {Abu Numailah} telah menceritakan kepada kami {Isa bin Ubaid Al Kindi} dari {Rabi’ bin Anas} telah menceritakan kepadaku {Abu Aliyah} dari {Ubay bin Ka’b}, bahwa dalam perang Uhud sebanyak enam puluh empat orang-orang Anshar dan enam orang Muhajirin syahid terbunuh. Dan Hamzah sendiri terbunuh dengan mutilasi. Orang-orang Anshar berkata: “Jika pada suatu saat kita mendapatkan kesempatan membalas orang-orang musyrik sebagaimana yang mereka lakukan hari ini, niscaya kita akan jatuhkan korban dari mereka lebih banyak.” Maka ketika hari penaklukan kota Makkah berkatalah seseorang yang tak dikenal, “Tidak ada orang Quraisy setelah hari ini!” Kemudian Allah Tabaaraka Wa Ta’ala menurunkan firman-Nya: ‘(Dan jika kamu memberikan balasan, Maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu…) ‘ (Qs. An Nahl: 126). Kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Tahanlah dari membunuh mereka.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20282

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا هَدِيَّةُ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ وَمَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ قَالَا حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا حُسَيْنُ بْنُ وَاقِدٍ عَنْ الرَّبِيعِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ{ إِنْ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ إِلَّا إِنَاثًا }قَالَ مَعَ كُلِّ صَنَمٍ جِنِّيَّةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami Abdullah telah menceritakan kepada kami {Hadiyyah bin Abdul Wahab} dan {Mahmud bin Ghailan} keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami {Fadll bin Musa} telah mengkabarkan kepada kami {Husain bin Waqid} dari {Rabi’ bin Anas} dari {Abu Aliyah} dari {Ubay bin Ka’b} tentang ayat: ‘(yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala) ‘ (Qs. An Nisa`: 117). Ubay berkata, “Pada setiap patung ada Jin wanita.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20283

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ الزُّبَالِيُّ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ سَمِعْتُ أَبِي يُحَدِّثُ عَنْ الرَّبِيعِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ رُفَيْعٍ أَبِي الْعَالِيَةِ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍفِي قَوْلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ{ وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّاتِهِمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ }الْآيَةَ قَالَ جَمَعَهُمْ فَجَعَلَهُمْ أَرْوَاحًا ثُمَّ صَوَّرَهُمْ فَاسْتَنْطَقَهُمْ فَتَكَلَّمُوا ثُمَّ أَخَذَ عَلَيْهِمْ الْعَهْدَ وَالْمِيثَاقَ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالَ فَإِنِّي أُشْهِدُ عَلَيْكُمْ السَّمَوَاتِ السَّبْعَ وَالْأَرَضِينَ السَّبْعَ وَأُشْهِدُ عَلَيْكُمْ أَبَاكُمْ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَام أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَمْ نَعْلَمْ بِهَذَا اعْلَمُوا أَنَّهُ لَا إِلَهَ غَيْرِي وَلَا رَبَّ غَيْرِي فَلَا تُشْرِكُوا بِي شَيْئًا وَإِنِّي سَأُرْسِلُ إِلَيْكُمْ رُسُلِي يُذَكِّرُونَكُمْ عَهْدِي وَمِيثَاقِي وَأُنْزِلُ عَلَيْكُمْ كُتُبِي قَالُوا شَهِدْنَا بِأَنَّكَ رَبُّنَا وَإِلَهُنَا لَا رَبَّ لَنَا غَيْرُكَ فَأَقَرُّوا بِذَلِكَ وَرَفَعَ عَلَيْهِمْ آدَمَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ فَرَأَى الْغَنِيَّ وَالْفَقِيرَ وَحَسَنَ الصُّورَةِ وَدُونَ ذَلِكَ فَقَالَ رَبِّ لَوْلَا سَوَّيْتَ بَيْنَ عِبَادِكَ قَالَ إِنِّي أَحْبَبْتُ أَنْ أُشْكَرَ وَرَأَى الْأَنْبِيَاءَ فِيهِمْ مِثْلُ السُّرُجِ عَلَيْهِمْ النُّورُ خُصُّوا بِمِيثَاقٍ آخَرَ فِي الرِّسَالَةِ وَالنُّبُوَّةِ وَهُوَ قَوْلُهُ تَعَالَى{ وَإِذْ أَخَذْنَا مِنْ النَّبِيِّينَ مِيثَاقَهُمْ إِلَى قَوْلِهِ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ }كَانَ فِي تِلْكَ الْأَرْوَاحِ فَأَرْسَلَهُ إِلَى مَرْيَمَ فَحَدَّثَ عَنْ أُبَيٍّ أَنَّهُ دَخَلَ مِنْ فِيهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami Abdullah telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ya’qub Az Zubali} telah menceritakan kepada kami {Mu’tamir bin Sulaiman} berkata, Aku mendengar {Ayahku} menceritakan dari {Rabi’ bin Anas} dari {Rufai’ Abu Aliyah} dari {Ubay bin Ka’b} tentang firman Allah Azza Wa Jalla: ‘(Dan ingatlah, ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka) ‘ (Qs. Al A’raaf: 172). Ubay berkata, “Allah kumpulkan dan menjadikan bagi mereka ruh, kemudian membentuk rupa dan menjadikan mereka dapat berbicara sehingga mereka berbicara. Allah lalu mengambil sumpah dan janji kepada mereka dan mempersaksikan kepada diri mereka sendiri ‘bukankah aku ini Rabb kalian? ‘, kemudian Allah berfirman: ‘Sesungguhnya aku mempersaksikan kepada kalian dengan tujuh langit dan tujuh bumi dan aku persaksikan kepada kalian dengan bapak kalian Adam ‘Alaihis Salam, agar supaya kalian tidak mengatakan pada hari kiyamat ‘kami tidak mengetahui sumpah ini’. Ketahuilah oleh kalian bahwa tidak ada tuhan selain-Ku dan tidak ada Rabb selain-Ku, maka janganlah kalian mensekutukan Aku dengan sesuatu yang lain. Sesungguhnya Aku akan mengutus seorang para rasul-Ku kepada kalian yang akan mengingatkan kalian akan sumpah dan janji-Ku, dan aku akan menurunkan Kitab-Ku kepada kalian.” Mereka menjawab, “Kami bersaksi bahwa Engkau adalah Rabb dan tuhan kami, tidak ada Rabb bagi kami kecuali Engkau. Maka mereka pun menyatakannya dan diangkatlah Adam sebagai saksi bagi mereka sehingga dia dapat melihat orang yang kaya dan yang miskin, yang bagus rupanya dan yang jelek. Kemudian Adam berkata, “Wahai Rabb mengapa tidak Engkau samakan di antara hamba hamba-Mu? ‘ Allah menjawab: “Sesungguhnya Aku suka untuk disyukuri.” Adam lalu melihat para Nabi di antara mereka, di antara mereka ada yang seperti pelita, mereka dinaungi oleh cahaya, sebab mereka mempunyai perjanjian sendiri terhadap risalah dan kenabian mereka. Maka inilah yang disinggung oleh firman Allah: ‘(Dan Ingatlah, ketika kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi) ‘ (Qs. Al Ahzab: 7) sampai pada firman-Nya: ‘(Isa putra Maryam) ‘ (Qs. Al Ahzab: 7). Isa pada saat itu masih bersama-sama dengan ruh-ruh para Nabi tersebut, lalu Allah mengirimkannya kepada Maryam.” Beliau menceritakan yang diriwayatkan Ubay, bahwa isa masuk dari mulut Maryam.”