Musnad Sahabat Anshar
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20364
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا أَبُو عِمْرَانَ الْجَوْنِيُّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا آنِيَةُ الْحَوْضِ قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَآنِيَتُهُ أَكْثَرُ مِنْ عَدَدِ نُجُومِ السَّمَاءِ وَكَوَاكِبِهَا فِي اللَّيْلَةِ الْمُظْلِمَةِ الْمُصْحِيَةِ آنِيَةُ الْجَنَّةِ مَنْ شَرِبَ مِنْهَا لَمْ يَظْمَأْ آخِرَ مَا عَلَيْهِ يَشْخَبُ فِيهِ مِيزَابَانِ مِنْ الْجَنَّةِ مَنْ شَرِبَ مِنْهُ لَمْ يَظْمَأْ عَرْضُهُ مِثْلُ طُولِهِ مَا بَيْنَ عَمَّانَ إِلَى أَيْلَةَ مَاؤُهُ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنْ اللَّبَنِ وَأَحْلَى مِنْ الْعَسَلِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdul Aziz bin Abdu Ash Shamad} telah menceritakan kepada kami {Abu Imran Al Jauni} dari {Abdullah bin Shamait} dari {Abu Dzar} dia berkata, “Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana bejana telaga itu?” Beliau menjawab: “Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, bejana telaga itu lebih banyak jumlahnya dari bintang-bintang yang ada di langit dan planet-planetnya yang terang di malam hari yang gelap gulita. Barangsiapa meminum darinya maka dia tidak akan merasa haus. Orang yang terakhir mendatanginya, akan di tuangkan di dalamnya parit dari Surga. Barangsiapa meminum darinya maka dia tidak akan merasa haus, lebarnya seperti panjangnya yaitu antara Amman sampai Ailah, airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20365
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ حَدَّثَنِي فُلَيْتٌ الْعَامِرِيُّ عَنْ جَسْرَةَ الْعَامِرِيَّةِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً فَقَرَأَ بِآيَةٍ حَتَّى أَصْبَحَ يَرْكَعُ بِهَا وَيَسْجُدُ بِهَا{ إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ }فَلَمَّا أَصْبَحَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا زِلْتَ تَقْرَأُ هَذِهِ الْآيَةَ حَتَّى أَصْبَحْتَ تَرْكَعُ بِهَا وَتَسْجُدُ بِهَا قَالَ إِنِّي سَأَلْتُ رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ الشَّفَاعَةَ لِأُمَّتِي فَأَعْطَانِيهَا وَهِيَ نَائِلَةٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ لِمَنْ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Fudhail} telah menceritakan kepadaku {Fulait Al ‘Amri} dari {Jasrah Al Amiriyah} dari {Abu Dzar} ia berkata, “Rasulullah saw. shalat di suatu malam, lalu beliau membaca ayat hingga subuh tiba. Beliau rukuk dan sujud dengan ayat tersebut: ‘(Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) ‘ (Qs. Al Maa`idah: 118). Ketika subuh tiba aku menanyakannya kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, kenapa engkau membaca ayat ini hingga subuh tiba, engkau rukuk dan sujud dengannya?” Beliau menjawab: “Aku memohon syafaat buat umatku dan Allah memberikannya padaku, dan mereka akan mendapatkannya atas izin Allah, yaitu bagi orang yang tidak menyekutukan Allah Azza Wa Jalla dengan sesuatu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20366
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ حَدَّثَنَا سَالِمٌ يَعْنِي ابْنَ أَبِي حَفْصَةَ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَبَا ذَرٍّ أَيُّ جَبَلٍ هَذَا قُلْتُ أُحُدٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا يَسُرُّنِي أَنَّهُ لِي ذَهَبًا قِطَعًا أُنْفِقُهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَدَعُ مِنْهُ قِيرَاطًا قَالَ قُلْتُ قِنْطَارًا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ قِيرَاطًا قَالَهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ قَالَ يَا أَبَا ذَرٍّ إِنَّمَا أَقُولُ الَّذِي هُوَ أَقَلُّ وَلَا أَقُولُ الَّذِي هُوَ أَكْثَرُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Fudhail} telah menceritakan kepada kami {Salim bin Abu Hafshah} dari {Salim bin Abul Ji’d} dari {Abu Dzar} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Wahai Abu Dzar, gunung apakah ini?” Aku menjawab, “Uhud, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, bukan suatu kebangaan bagiku sekiranya aku mempunyai bagian darinya sepotong emas lalu aku sedekahkah di jalan Allah, tiada yang menggembirakan bila aku memilikinya aku akan sedekahkan di jalan Allah, dan aku akan meninggalkannya hanya satu qirath.” Abu Dzar bertanya “Qintharan (sekotak) wahai Rasulullah, Beliau menjawab: “Satu qirath (butir saja) beliau mengulanginya hingga tiga kali. Lalu bersabda: “Wahai Abu Dzar, Aku mengatakkannya yang lebih kecil bukan yang lebih besar.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20367
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي الْأَحْوَصِ عَنْ أَبِي ذَرٍّيَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَإِنَّ الرَّحْمَةَ تُوَاجِهُهُ فَلَا يَمْسَحْ الْحَصَى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Az Zuhri} dari {Abul Ahwash} dari {Abu Dzar} dan sampai kepada Nabi Shallalahu ‘Alaihi Wasallam: “Apabila salah seorang dari kalian berdiri untuk melaksanakan shalat sesungguhnya rahmat sedang mengarah kepadanya, maka janganlah dia mengusap kerikil.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20368
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي مُرَاوِحٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ قَالَ إِيمَانٌ بِاللَّهِ تَعَالَى وَجِهَادٌ فِي سَبِيلِهِ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَأَيُّ الرِّقَابِ أَفْضَلُ قَالَ أَنْفَسُهَا عِنْدَ أَهْلِهَا وَأَغْلَاهَا ثَمَنًا قَالَ فَإِنْ لَمْ أَجِدْ قَالَ تُعِينُ صَانِعًا أَوْ تَصْنَعُ لِأَخْرَقَ وَقَالَ فَإِنْ لَمْ أَسْتَطِعْ قَالَ كُفَّ أَذَاكَ عَنْ النَّاسِ فَإِنَّهَا صَدَقَةٌ تَصَدَّقُ بِهَا عَنْ نَفْسِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin Urwah} dari {Ayahnya} dari {Abu Murah} dari {Abu Dzar} dia berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, “Amalan apa yang paling utama?” beliau menjawab: “Beriman kepada Allah Ta’ala dan berjihad di jalan-Nya.” Aku bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, budak bagaimana yang paling utama?” Beliau menjawab: “Yang paling baik menurut pemiliknya dan yang paling mahal harganya.” Abu Dzar bertanya lagi, “Jika aku tidak mendapatkannya?” Beliau menjawab: “Kamu menolong orang atau kamu mengajari orang yang bodoh.” Abu Dzar bertanya lagi, “Jika aku tidak bisa?” Beliau menjawab: “Cegah dirimu dari menyakiti orang lain karena hal itu menjadi sedekah bagi dirimu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20369
حَدَّثَنَا هَارُونُ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا الْأَحْوَصِ مَوْلَى بَنِي لَيْثٍ يُحَدِّثُنَا فِي مَجْلِسِ ابْنِ الْمُسَيَّبِ وَابْنُ الْمُسَيَّبِ جَالِسٌ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا ذَرٍّ يَقُولُإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَإِنَّ الرَّحْمَةَ تُوَاجِهُهُ فَلَا يُحَرِّكْ الْحَصَى أَوْ لَا يَمَسَّ الْحَصَى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Harun} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Wahab} telah mengkabarkan kepadaku {Yunus} dari {Ibnu Syihab} berkata, Aku mendengar {Abul Ahwash} budak bani Laits di majelis Ibnu Musayyab -dan Ibnu Musayyab duduk di majelis itu-, bahwa ia mendengar {Abu Dzar} berkata, “Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian berdiri untuk melaksanakan shalat, sesungguhnya rahmat sedang mengarah kepadanya, maka janganlah dia mengerakkan atau mengusap kerikil.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20370
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَسَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ فِي الْأَرْضِ أَوَّلُ قَالَ الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ ثُمَّ الْمَسْجِدُ الْأَقْصَى قُلْتُ كَمْ بَيْنَهُمَا قَالَ أَرْبَعُونَ سَنَةً قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ ثُمَّ حَيْثُمَا أَدْرَكْتَ الصَّلَاةَ فَصَلِّ فَكُلُّهَا مَسْجِدٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Al A’masy} dari {Ibrahim At Taimi} dari {Ayahnya} dari {Abu Dzar} dia berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah saw., “Masjid apa yang pertama kali dibangun di muka bumi?” Beliau menjawab: “Al Masjidul Haram.” Aku bertanya lagi, “Kemudian masjid apa?” Beliau menjawab: “Masjid Al Aqsha.” Aku bertanya lagi, “Berapa jarak pembangunan antara keduanya?” Beliau menjawab: “Empat puluh tahun.” Kemudian aku bertanya, “Kemudian masjid apa?” Beliau menjawab: “Masjid apa saja di mana kamu mendapatkan waktu shalat maka shalatlah karena semuanya adalah masjid.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20371
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ سَمِعْنَاهُ مِنْ اثْنَيْنِ وَثَلَاثَةٍ حَدَّثَنَا حَكِيمُ بْنُ جُبَيْرٍ عَنْ مُوسَى بْنِ طَلْحَةَ عَنْ ابْنِ الْحَوْتَكِيَّةِقَالَ عُمَرُ مَنْ حَاضِرُنَا يَوْمَ الْقَاحَةِ فَقَالَ أَبُو ذَرٍّ أَنَا أَمَرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِصِيَامِ الْبِيضِ الْغُرِّ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} ia berkata, kami mendengarnya dari dua atau tiga orang, telah menceritakan kepada kami {Hakim bin Jubair} dari {Musa bin Thalhah} dari {Ibnu Al Hautakiyah}, “Umar? radliallahu ‘anhu berkata, “Siapa ikut hadir bersama kami pada hari Al Qaahah (nama tempat antara Makkah dan Madinah)?” {Abu Dzar} berkata, “Aku. Rasulullah saw. memerintahkan untuk puasa pada hari-hari bidl, yaitu di tiap pertengahan bulan tanggal tiga belas, empat belas dan lima belas.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20372
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا اثْنَانِ عَنْ مُوسَى بْنِ طَلْحَةَ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَحَكِيمِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ الْحَوْتَكِيَّةِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ أَنَّهُ قَالَإِنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَهُ بِصِيَامِ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} telah menceritakan kepada kami dari dua orang, yaitu {Musa bin Thalhah} dari {Muhammad bin Abdurrahman} dan {Hakim bin Jubair} dari {Ibnu Hautakiyah} dari {Abu Dzar} ia berkata, “Seseorang berkata kepada Nabi saw., lalu beliau memerintahkannya untuk berpuasa di tanggal tiga belas, empat belas dan lima belas.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20373
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ سَمِعَ مُحَمَّدَ بْنَ السَّائِبِ بْنِ بَرَكَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَكُنْتُ أَمْشِي خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى كَنْزٍ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ قُلْتُ بَلَى قَالَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} ia mendengar {Muhammad bin Sa`ib bin Barakah} dari {Amru bin Maimun} dari {Abu Dzar} ia berkata, “Aku berjalan di belakang Rasulullah saw., beliau lalu bertanya: “Apakah engkau mau simpanan dari simpanan-simpanan Surga?” Abu Dzar menjawab, “Tentu.” Beliau bersabda: “Bacalah ‘LAA HAULAA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAH (Tidak ada daya dan upaya kecuali dari Allah) ‘.”