Musnad Sahabat Anshar

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20484

حَدَّثَنَا يَزِيدُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ عَنْ مَكْحُولٍ عَنْ غُضَيْفِ بْنِ الْحَارِثِ رَجُلٍ مِنْ أَيْلَةَ قَالَمَرَرْتُ بِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فَقَالَ نِعْمَ الْغُلَامُ فَاتَّبَعَنِي رَجُلٌ مِمَّنْ كَانَ عِنْدَهُ فَقَالَ يَا ابْنَ أَخِي ادْعُ اللَّهَ لِي بِخَيْرٍ قَالَ قُلْتُ وَمَنْ أَنْتَ يَرْحَمُكَ اللَّهُ قَالَ أَنَا أَبُو ذَرٍّ صَاحِبُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ أَنْتَ أَحَقُّ أَنْ تَدْعُوَ لِي مِنِّي لَكَ قَالَ يَا ابْنَ أَخِي إِنِّي سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ حِينَ مَرَرْتُ بِهِ آنِفًا يَقُولُ نِعْمَ الْغُلَامُ وَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ وَضَعَ الْحَقَّ عَلَى لِسَانِ عُمَرَ يَقُولُ بِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ishaq} dari {Makhul} dari {Ghudlaif bin Harits} seorang pemuda dari Ailah, ia berkata, “Aku melewati Umar bin Khathab, ia lalu berkata, ‘Inilah sebaik-baik pemuda.” Lalu ada seorang laki-laki yang ada di sisinya mengikutiku seraya berkata, “Wahai anak saudaraku, berdoalah kebaikan untukku kepada Allah!” Ghudlaif berkata, “Aku lalu bertanya, ‘Anda siapa, semoga Allah merahmatimu? ‘ orang itu menjawab, “Aku adalah {Abu Dzar}, sahabat Rasulullah saw.” Aku lalu berkata, “Semoga Allah mengampunimu, engkau lebih berhak untuk mendoakan aku dari pada aku mendoakanmu. Wahai anak saudaraku, ketika aku lewat di hadapan Umar bin Khathab tadi aku mendengarnya mengatakan, ‘Inilah sebaik-baik pemuda.’ Dan aku juga mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sungguh, Allah meletakkan kebenaran pada lisan Umar.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20485

حَدَّثَنَا يَزِيدُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو عَنْ عِرَاكِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ أَبُو ذَرٍّإِنِّي لَأَقْرَبُكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ أَقْرَبَكُمْ مِنِّي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ خَرَجَ مِنْ الدُّنْيَا كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ تَرَكْتُهُ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ وَاللَّهِ مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا وَقَدْ تَشَبَّثَ مِنْهَا بِشَيْءٍ غَيْرِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Amru} dari {‘Irak bin Malik} dia berkata, {Abu Dzar} berkata, “Sesungguhnya aku adalah orang yang paling dekat di antara kalian dengan Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam pada hari Kiamat, aku telah mendengar Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: ‘Sungguh orang yang paling dekat di antara kalian denganku pada hari Kiamat adalah orang yang keluar dari dunia dengan kondisi sebagaimana hari ketika aku meninggalkannya.’ Dan demi Allah, tidak ada seorangpun dari kalian kecuali dia telah bergantung dengan sesuatu, kecuali aku.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20486

حَدَّثَنَا يَزِيدُ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ يَعْنِي ابْنَ حُسَيْنٍ عَنِ الْحَكَمِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَكُنْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى حِمَارٍ وَعَلَيْهِ بَرْذَعَةٌ أَوْ قَطِيفَةٌ قَالَ فَذَاكَ عِنْدَ غُرُوبِ الشَّمْسِ فَقَالَ لِي يَا أَبَا ذَرٍّ هَلْ تَدْرِي أَيْنَ تَغِيبُ هَذِهِ قَالَ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَإِنَّهَا تَغْرُبُ فِي عَيْنٍ حَامِئَةٍ تَنْطَلِقُ حَتَّى تَخِرَّ لِرَبِّهَا عَزَّ وَجَلَّ سَاجِدَةً تَحْتَ الْعَرْشِ فَإِذَا حَانَ خُرُوجُهَا أَذِنَ اللَّهُ لَهَا فَتَخْرُجُ فَتَطْلُعُ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يُطْلِعَهَا مِنْ حَيْثُ تَغْرُبُ حَبَسَهَا فَتَقُولُ يَا رَبِّ إِنَّ مَسِيرِي بَعِيدٌ فَيَقُولُ لَهَا اطْلُعِي مِنْ حَيْثُ غِبْتِ فَذَلِكَ حِينَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid} telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin Husain} dari {Al Hakam} dari {Ibrahim At Taimi} dari {Ayahnya} dari {Abu Dzar} berkata, “Aku bersama Nabi saw. di atas himar dan beliau mengenakan kain tebal, waktu itu matahari sedang tenggelam. Beliau bersabda: “Wahai Abu Dzar, apakah engkau tahu kemana Ia (matahari) pergi?” Aku menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Beliau bersabda: “Ia kembali ke ujung tanah hitam (tempatnya), lalu ia bertolak hingga bersungkur sujud di hadapan Rabbnya Azza Wa Jalla di bawah ‘Arasy. Jika waktu kemunculannya tiba Allah memberinya izin hingga ia pun muncul (terbit), bila ia hendak terbit di tempat terbenamnya maka Allah pun menahannya, ia lalu berkata, ‘Wahai Rabbku, sungguh perjalananku amat jauh.’ Maka Allah pun berfirman: ‘Kalau begitu terbitlah di tempat tenggelammu! ‘ Dan itu terjadi ketika keimanan seseorang tiada lagi bermanfaat.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20487

حَدَّثَنَا يَزِيدُ وَمُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ قَالَا حَدَّثَنَا الْعَوَّامُ قَالَ مُحَمَّدٌ عَنِ الْقَاسِمِ وَقَالَ يَزِيدُ فِي حَدِيثِهِ حَدَّثَنِي الْقَاسِمُ بْنُ عَوْفٍ الشَّيْبَانِيُّ عَنْ رَجُلٍ قَالَكُنَّا قَدْ حَمَلْنَا لِأَبِي ذَرٍّ شَيْئًا نُرِيدُ أَنْ نُعْطِيَهُ إِيَّاهُ فَأَتَيْنَا الرَّبَذَةَ فَسَأَلْنَا عَنْهُ فَلَمْ نَجِدْهُ قِيلَ اسْتَأْذَنَ فِي الْحَجِّ فَأُذِنَ لَهُ فَأَتَيْنَاهُ بِالْبَلْدَةِ وَهِيَ مِنًى فَبَيْنَا نَحْنُ عِنْدَهُ إِذْ قِيلَ لَهُ إِنَّ عُثْمَانَ صَلَّى أَرْبَعًا فَاشْتَدَّ ذَلِكَ عَلَى أَبِي ذَرٍّ وَقَالَ قَوْلًا شَدِيدًا وَقَالَ صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَصَلَّيْتُ مَعَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ ثُمَّ قَامَ أَبُو ذَرٍّ فَصَلَّى أَرْبَعًا فَقِيلَ لَهُ عِبْتَ عَلَى أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ شَيْئًا ثُمَّ صَنَعْتَ قَالَ الْخِلَافُ أَشَدُّ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَنَا فَقَالَ إِنَّهُ كَائِنٌ بَعْدِي سُلْطَانٌ فَلَا تُذِلُّوهُ فَمَنْ أَرَادَ أَنْ يُذِلَّهُ فَقَدْ خَلَعَ رِبْقَةَ الْإِسْلَامِ مِنْ عُنُقِهِ وَلَيْسَ بِمَقْبُولٍ مِنْهُ تَوْبَةٌ حَتَّى يَسُدَّ ثُلْمَتَهُ الَّتِي ثَلَمَ وَلَيْسَ بِفَاعِلٍ ثُمَّ يَعُودُ فَيَكُونُ فِيمَنْ يُعِزُّهُ أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ لَا يَغْلِبُونَا عَلَى ثَلَاثٍ أَنْ نَأْمُرَ بِالْمَعْرُوفِ وَنَنْهَى عَنْ الْمُنْكَرِ وَنُعَلِّمَ النَّاسَ السُّنَنَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid} dan {Muhammad bin Yazid} keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami {Al Awwam} bahwa {Muhammad} telah berkata dari {Al Qasim}, dalam hadits yang lain {Yazid} berkata, telah menceritakan kepada kami {Al Qasim bin ‘Auf Asy Syaibani} dari {seorang lelaki} dia berkata, “Kami telah membawa sesuatu untuk kami berikan kepada {Abu Dzar}, kemudian kami tiba di Rabadzah dan kami bertanya tentangnya namun kami tidak menemukannya. Orang-orang mengatakan bahwa dia izin untuk melaksanakan haji dan diizinkan, maka kami pun datang ke Baldah yaitu Mina. Ketika kami sedang berada di sisinya, tiba-tiba dikatakan kepadanya, ‘Sesungguhnya Utsman melaksanakan shalat empat rakaat’, sehingga hal itu membuat Abu Dzar marah dan mengatakan dengan perkataan yang keras, ‘Aku telah melaksanakan shalat bersama Rasulullah saw. dan beliau melaksanakannya dua rakaat, demikian juga ketika aku shalat bersama Abu Bakar dan Umar! ‘ Kemudian Abu Dzar bangkit dan melaksanakan shalat empat rakaat sehingga orang-orang mengatakan, “Kamu telah mencela Amirul Mukminin sementara kamu mengerjakannya (shalat empat rakaat).” Abu Dzar menjawab, “Perbedaan dalam hal ini sangat kuat, sesungguhnya Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam pernah berkhutbah di hadapan kami dan bersabda: ‘Sesungguhnya akan ada setelahku nanti para penguasa, maka janganlah kalian merendahkan mereka, karena barangsiapa merendahkan mereka berarti dia telah melepas ikatan Islam dari lehernya, dan taubat tidak akan diterima darinya sehingga dia menutupi kekurangan yang dia lakukan, namun ia pasti tidak bisa melakukannya sehingga kembali menjadi orang yang menghormatinya.” Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam telah memerintahkan kepada kami agar tidak lengah dari tiga hal memerintahkan yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, dan mengajarkan kepada manusia tentang sunnah sunnah Nabi.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20488

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا هَمَّامُ بْنُ يَحْيَى عَنْ قَتَادَةَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي الْحَسَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الصَّامِتِ سَمِعَ أَبَا ذَرٍّ قَالَإِنَّ خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَهِدَ إِلَيَّ أَيُّمَا ذَهَبٍ أَوْ فِضَّةٍ أُوكِيَ عَلَيْهِ فَهُوَ كَيٌّ عَلَى صَاحِبِهِ حَتَّى يُفْرِغَهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِفْرَاغًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid} telah mengabarkan kepada kami {Hammam bin Yahya} dari {Qatadah} dari {Sa’id bin Abul Hasan} dari {Abdullah bin Shamit} bahwa ia mendengar {Abu Dzar} berkata, “Kekasihku saw. telah membaiatku, bahwa siapa saja yang memiliki emas dan perak yang disimpan maka ia menjadi api bagi pemiliknya hingga ia sedekahkan di jalan Allah seluruhnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20489

حَدَّثَنَا يَزِيدُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُؤَمَّلِ عَنْ قَيْسِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّأَنَّهُ أَخَذَ بِحَلْقَةِ بَابِ الْكَعْبَةِ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا صَلَاةَ بَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ وَلَا بَعْدَ الْفَجْرِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ إِلَّا بِمَكَّةَ إِلَّا بِمَكَّةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid} dari {Abdullah bin Mu`ammal} dari {Qais bin Sa’d} dari {Mujahid} dari {Abu Dzar}, bahwa dia duduk di lingkaran pintu Ka’bah kemudian berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Tidak ada shalat setelah shalat Ashar sampai matahari terbenam dan tidak ada shalat setelah Subuh sampai matahari terbit, kecuali di Makkah, kecuali di Makkah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20490

حَدَّثَنَا رَوْحٌ وَهَاشِمٌ قَالَا حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ هِلَالٍ قَالَ هَاشِمٌ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الصَّامِتِ قَالَ قَالَ أَبُو ذَرٍّقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ الرَّجُلُ يُحِبُّ الْقَوْمَ وَلَا يَسْتَطِيعُ أَنْ يَعْمَلَ كَعَمَلِهِمْ قَالَ أَنْتَ يَا أَبَا ذَرٍّ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ قُلْتُ فَإِنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ قَالَ فَأَنْتَ يَا أَبَا ذَرٍّ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ قَالَ هَاشِمٌ قَالَهَا لَهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Rauh} dan {Hasyim} keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Mughirah} telah menceritakan kepada kami {Humaid bin Hilal} berkata {Hasyim} dari {Humaid} dari {Abdullah bin Shamit} berkata, {Abu Dzar} berkata, “Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana dengan seorang laki-laki yang ia mencintai suatu kaum akan tetapi ia tidak bisa beramal seperti amalan mereka?” Beliau menjawab: “Wahai Abu Dzar, engkau bersama orang yang engkau cintai!” Aku pun berkata, “Aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.” Beliau bersabda: “Wahai Abu Dzar, engkau akan bersama orang yang engkau cintai.” {Hasyim} berkata, “Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam mengulangi perkataan ‘Engkau bersama orang yang engkau cintai’ sebanyak tiga kali.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20491

حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ أَخْبَرَنِي حَبِيبُ بْنُ أَبِي ثَابِتٍ وَعَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ رُفَيْعٍ وَالْأَعْمَشُ كُلُّهُمْ سَمِعَ زَيْدَ بْنَ وَهْبٍ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي ذَرٍّعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ مَاتَ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Dawud} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} telah mengabarkan kepadaku {Habib bin Abu Tsabit} dan {Abdul Aziz bin Rufa’i} dan {Al A’masy} semuanya mendengar dari {Zaid bin Wahb} bahwa ia menceritakan dari {Abu Dzar} dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda: “Barangsiapa mati dan tidak mensekutukan Allah dengan sesuatu pun maka ia masuk surga.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20492

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ يَعْنِي الْمُعَلِّمَ عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ يَعْمَرَ أَنَّ أَبَا الْأَسْوَدِ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِي ذَرٍّ أَنَّهُسَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَيْسَ مِنْ رَجُلٍ ادَّعَى لِغَيْرِ أَبِيهِ وَهُوَ يَعْلَمُهُ إِلَّا كَفَرَ وَمَنْ ادَّعَى مَا لَيْسَ لَهُ فَلَيْسَ مِنَّا وَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ وَمَنْ دَعَا رَجُلًا بِالْكُفْرِ أَوْ قَالَ عَدُوُّ اللَّهِ وَلَيْسَ كَذَاكَ إِلَّا حَارَ عَلَيْهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdushamad} telah menceritakan kepada kami {Ayahku} telah menceritakan kepada kami {Husain} -yaitu Al Mu’allim- dari {Ibnu Buraidah} telah menceritakan kepadaku {Yahya bin Ya’mar} bahwa {Abul Aswad} menceritakannya dari {Abu Dzar} bahwa dia telah mendengar Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Tidak ada vonis lain bagi seorang laki-laki yang menyandarkan nasabnya kepada selain bapaknya, padahal dia mengetahuinya, kecuali bahwa dia telah kafir. Barangsiapa mengaku sesuatu yang bukan miliknya maka dia bukan dari golonganku dan hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya dalam neraka. Dan barangsiapa memanggil seseorang dengan kata ‘kafir’ atau ‘musuh Allah’ padahal sebenarnya tidak, maka ucapan itu akan kembali kepadanya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20493

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ أَنَّ يَحْيَى بْنَ يَعْمَرَ حَدَّثَهُ أَنَّ أَبَا الْأَسْوَدِ الدِّيْلِيَّ حَدَّثَهُ أَنَّ أَبَا ذَرٍّ قَالَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْهِ ثَوْبٌ أَبْيَضُ فَإِذَا هُوَ نَائِمٌ ثُمَّ أَتَيْتُهُ أُحَدِّثُهُ فَإِذَا هُوَ نَائِمٌ ثُمَّ أَتَيْتُهُ وَقَدْ اسْتَيْقَظَ فَجَلَسْتُ إِلَيْهِ فَقَالَ مَا مِنْ عَبْدٍ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ثُمَّ مَاتَ عَلَى ذَلِكَ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ قُلْتُ وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ قَالَ وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ قُلْتُ وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ قَالَ وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ ثَلَاثًا ثُمَّ قَالَ فِي الرَّابِعَةِ عَلَى رَغْمِ أَنْفِ أَبِي ذَرٍّ قَالَ فَخَرَجَ أَبُو ذَرٍّ يَجُرُّ إِزَارَهُ وَهُوَ يَقُولُ وَإِنْ رَغِمَ أَنْفُ أَبِي ذَرٍّ قَالَ فَكَانَ أَبُو ذَرٍّ يُحَدِّثُ بِهَذَا بَعْدُ وَيَقُولُ وَإِنْ رَغِمَ أَنْفُ أَبِي ذَرٍّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdushamad} telah menceritakan kepadaku {Ayahku} telah menceritakan kepada kami {Husain} dari {Abu Buraidah} bahwa {Yahya bin Ya’mar} menceritakan padanya bahwa {Abul Aswad Ad Dili} menceritakan bahwa {Abu Dzar} berkata, “Aku mendatangi Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam yang sedang tidur dengan mengenakan baju berwarna putih, saat aku datang kembali beliau telah terbangun hingga aku pun duduk disisinya. Beliau bersabda: “Tiada seorang hamba yang mengucap kalimat ‘Laa Ilaaha Illallah’ lalu ia meninggal dalam keadaan seperti itu kecuali ia akan masuk surga.” Aku bertanya, “Walaupun ia berzina dan mencuri?” Beliau menjawab: “Walaupun ia berzina dan mencuri.” Aku bertanya lagi, “Walaupun ia berzina dan mencuri?” beliau menjawab: “Meskipun ia berzina dan mencuri.” Kemudian pada kali keempatnya beliau mengatakan: “Meskipun Abu Dzar tidak menyukainya.” Lalu Abu Dzar keluar menjinjing kain sarungnya sambil mulutnya bergumam, “Meskipun Abu Dzar tidak menyukainya.” Dan setelah itu Abu Dzar menyampaikan hadits ini, dan ia juga mengatakan, “Meskipun Abu Dzar tidak menyukainya.”