Musnad Sahabat Anshar

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20594

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي الرِّجَالِ عَنْ شُرَحْبِيلَ قَالَأَخَذْتُ نُهَسًا بِالْأَسْوَافِ فَأَخَذَهُ مِنِّي زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ فَأَرْسَلَهُ وَقَالَ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَرَّمَ مَا بَيْنَ لَابَتَيْهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Sa’id} budak bani Hasyim, telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Abu Rijal} dari {Syurahbil} berkata, “Aku mengambil sisa daging yang ada di antara sela-sela gigi (untuk aku makan), namun {Zaid bin Tsabit} mengambil dan membuangnya seraya berkata, ‘Tidakkah engkau tahu bahwa Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam telah mengharamkan apa yang ada di antara dua lembah batu (memburu binatang di wilayah Madinah).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20595

حَدَّثَنَا سُرَيْجٌ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ خَارِجَةَ بْنِ زَيْدٍ أَنَّ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ قَالَرَخَّصَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْعِ الْعَرَايَا أَنْ تُبَاعَ بِخَرْصِهَا كَيْلًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Suraij} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu Zanad} dari {Ayahnya} dari {Kharijah bin Zaid} bahwa {Zaid bin Tsabit} berkata, “Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam membolehkan jual beli ‘Araya sesuai dengan takarannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20596

حَدَّثَنَا الْأَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنِ الرُّكَيْنِ عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ حَسَّانَ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي تَارِكٌ فِيكُمْ خَلِيفَتَيْنِ كِتَابُ اللَّهِ حَبْلٌ مَمْدُودٌ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَوْ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ وَعِتْرَتِي أَهْلُ بَيْتِي وَإِنَّهُمَا لَنْ يَتَفَرَّقَا حَتَّى يَرِدَا عَلَيَّ الْحَوْضَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Aswad bin Amir} telah menceritakan kepada kami {Syariik} dari {Rukain} dari {Al Qasim bin Hassan} dari {Zaid bin Tsabit} berkata, “Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Aku tinggalkan untuk kalian dua pusaka Kitabullah, tali yang terjulur antara langit dan bumi atau dari langit ke bumi, dan ahli baitku. Keduanya tidak akan terpisah hingga keduanya menemuiku di telaga.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20597

حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَدَخَلَ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ عَلَى مُعَاوِيَةَ فَحَدَّثَهُ حَدِيثًا فَأَمَرَ إِنْسَانًا أَنْ يَكْتُبَ فَقَالَ زَيْدٌ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ نَكْتُبَ شَيْئًا مِنْ حَدِيثِهِ فَمَحَاهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Ahmad} telah menceritakan kepada kami {Katsir bin Zaid} dari {Abdul Muthalib bin Abdullah} berkata, ” {Zaid bin Tsabit} menemui Mu’awiyah dan membacakan sebuah hadits, sementara Mu’awiyah menyuruh manusia untuk menuliskannya. Zaid berkata, ‘Sungguh Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam melarang kami untuk menulis haditsnya’, lalu ia pun menghapus tulisan tersebut.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20598

قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ الْمُطَّلِبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ تَمَارَوْا فِي الْقِرَاءَةِ فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ فَأَرْسَلُوا إِلَى خَارِجَةَ بْنِ زَيْدٍ فَقَالَ قَالَ أَبِيقَامَ أَوْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُطِيلُ الْقِيَامَ وَيُحَرِّكُ شَفَتَيْهِفَقَدْ أَعْلَمُ ذَلِكَ لَمْ يَكُنْ إِلَّا لِقِرَاءَةٍ فَأَنَا أَفْعَلُ
Terjemahan: Ia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Ahmad} telah menceritakan kepada kami {Katsir bin Zaid} dari {Muthalib bin Abdullah} ia berkata, “Manusia saling meributkan bacaan dalam shalat shalat zhuhur dan asar, lalu mereka mengutus seseorang kepada {Kharijah bin Zaid} ia berkata, {Ayahku} berkata “Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam memanjangkan berdiri saat shalat, lalu beliau menggerak-gerakan bibirnya. Dan aku tahu hal itu terjadi karena bacaan, maka aku pun ikut melakukannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20599

قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُصْعَبٍ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَخَّصَ فِي بَيْعِ الْعَرَايَا أَنْ تُبَاعَ بِخَرْصِهَا وَلَمْ يُرَخِّصْ فِي غَيْرِ ذَلِكَ
Terjemahan: Ia berkata telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Mus’ab} telah menceritakan kepada kami {Al Auza’i} dari {Az Zuhri} dari {Salim} dari {Ibnu Umar} dari {Zaid bin Tsabit}, bahwa Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam membolehkan jual beli ‘Araya dan tidak memberi keringanan untuk selainnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20600

قَالَ حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا النَّضْرِ يُحَدِّثُ عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّخَذَ حُجْرَةً فِي الْمَسْجِدِ مِنْ حَصِيرٍ فَصَلَّى فِيهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيَالِيَ حَتَّى اجْتَمَعَ إِلَيْهِ نَاسٌ ثُمَّ فَقَدُوا صَوْتَهُ فَظَنُّوا أَنَّهُ قَدْ نَامَ فَجَعَلَ بَعْضُهُمْ يَتَنَحْنَحُ لِيَخْرُجَ إِلَيْهِمْ فَقَالَ مَا زَالَ بِكُمْ الَّذِي رَأَيْتُ مِنْ صَنِيعِكُمْ حَتَّى خَشِيتُ أَنْ يُكْتَبَ عَلَيْكُمْ وَلَوْ كُتِبَ عَلَيْكُمْ مَا قُمْتُمْ بِهِ فَصَلُّوا أَيُّهَا النَّاسُ فِي بُيُوتِكُمْ فَإِنَّ أَفْضَلَ صَلَاةِ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الصَّلَاةَ الْمَكْتُوبَةَ
Terjemahan: Ia berkata telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Wuhaib} telah menceritakan kepada kami {Musa bin Uqbah} ia berkata, Aku mendengar {Abu Nadhar} menceritakan dari {Busr bin Sa’id} dari {Zaid bin Tsabit}, bahwa Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam membuat sebuah kamar di masjid dengan tikar, beliau shalat di situ beberapa malam hingga manusia berkumpul. Pada suatu malam orang-orang tidak lagi mendengar suara beliau, lalu mereka menyangka bahwa beliau telah terlelap tidur. Kemudian salah seorang di antara mereka berteriak-teriak agar beliau terbangun dan menemui mereka. Maka beliau pun bersabda: “Kalian masih saja melakukan hal-hal yang aku takutkan hal itu akan diwajibkan atas kalian, sekiranya hal itu diwajibkan maka kalian tidak akan mampu. Wahai manusia, shalatlah di rumah kalian, karena sebaik-baik shalat adalah yang di kerjakan di rumah kecuali shalat wajib.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20601

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ نَافِعٍ وَقَالَ ابْنُ عُمَرَ حَدَّثَنِي زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَخَّصَ فِي بَيْعِ الْعَرَايَا بِخَرْصِهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} telah menceritakan kepada kami {Ayyub} dari {Nafi’}, {Ibnu Umar} berkata, telah menceritakan kepada kami {Zaid bin Tsabit}, bahwa Rasulullah saw. membolehkan jual beli kurma (matang) yang ada di pohon dengan taksiran (sistem ijon).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20602

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ بَيْعِ الثَّمَرِ بِالتَّمْرِ فَأَخْبَرَهُمْ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَخَّصَ فِي الْعَرَايَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Az Zuhri} dari {Salim} dari {Bapaknya}, bahwa Nabi saw. melarang jual beli kurma yang belum matang dengan kurma yang sudag matang. Sementara {Zaid bin Tsabit} mengabarkan kepada mereka bahwa Nabi saw. membolehkannya dalam ‘araya (kurma yang telah masak).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20603

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ هِشَامٍ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَتَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَخَرَجْنَا إِلَى الْمَسْجِدِ فَأُقِيمَتْ الصَّلَاةُ قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَهُمَا قَالَ قَدْرُ مَا يَقْرَأُ الرَّجُلُ خَمْسِينَ آيَةً
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Hisyam} telah menceritakan kepada kami {Qatadah} dari {Anas} dari {Zaid bin Tsabit} berkata, “Kami makan sahur bersama Nabi saw., lalu kami keluar menuju masjid dan dikumandangkan iqamat. Aku (Anas) bertanya, “Berapa jarak antara keduanya?” Zaid menjawab, “Seperti seseorang membaca lima puluh ayat.”