Musnad Sahabat Anshar

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20634

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا الدَّسْتَوَائِيُّ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَتَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَخَرَجْنَا إِلَى الْمَسْجِدِ فَأُقِيمَتْ الصَّلَاةُقُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَهُمَا قَالَ قَدْرُ مَا يَقْرَأُ الرَّجُلُ خَمْسِينَ آيَةً
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Ad Dastawa`i} dari {Qatadah} dari {Anas} dari {Zaid bin Tsabit} ia berkata, “Kami makan sahur bersama Nabi saw., lalu kami keluar menuju masjid dan dikumandangkanlah iqamat.” Aku (Anas) bertanya, “Berapa jarak antara keduanya?” Zaid menjawab, “Seperti seseorang membaca lima puluh ayat.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20635

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ الْمُطَّلِبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍأَنَّهُ سُئِلَ عَنْ الْقِرَاءَةِ فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ فَقَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُطِيلُ الْقِيَامَ وَيُحَرِّكُ شَفَتَيْهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Katsir bin Zaid} dari {Al Muthallib bin Abdullah} dari {Zaid bin Tsabit} bahwa ia pernah ditanya tentang bacaan dalam shalat zhuhur dan ashar, ia lalu menjawab, “Rasulullah saw. memperpanjang berdirinya dan menggerak-gerakkan kedua bibirnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20636

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ وَيَزِيدُ قَالَا أَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قُسَيْطٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَقَرَأْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالنَّجْمِ فَلَمْ يَسْجُدْ فِيهَا قَالَ يَزِيدُ قَرَأْتُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dan {Yazid} keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu Dzi`b} dari {Yazid bin Abdullah bin Qusiath} dari {‘Atha` bin Yasar} dari {Zaid bin Tsabit} ia berkata, “Aku membacakan surat An Najm di hadapan Rasulullah saw. dan beliau tidak sujud.” {Yazid} berkata, “Aku membacanya di hadapan Rasulullah saw.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20637

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِنْدٍ عَنْ سَالِمٍ أَبِي النَّضْرِ عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلُ صَلَاةِ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الْمَكْتُوبَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Sa’id bin Abu Hind} dari {Salim Abu Nadhar} dari {Busr bin Sa’id} dari {Zaid bin Tsabit} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sebaik-baik shalat seorang laki-laki adalah di rumahnya, kecuali shalat wajib.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20638

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ وَعُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ أَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ ثَوْبَانَ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَاتَلَ اللَّهُ الْيَهُودَ وَقَالَ عُثْمَانُ لَعَنَ اللَّهُ الْيَهُودَ اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdul Malik bin Amru} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu Dzi`b}, dan {Utsman bin Umar} telah memberitakan kepada kami {Ibnu Abu Dzi`b} dari {Uqbah bin Abdurrahman} dari {Muhammad bin Abdurrahman bin Tsauban} dari {Zaid bin Tsabit}, bahwa Nabi saw. bersabda: “Allah memerangi orang-orang Yahudi.” Dan {Utsman} menyebutkan, “Allah melaknat orang-orang Yahudi, mereka menjadikan kuburan para Nabinya sebagai tempat ibadah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20639

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ أَمْلَاهُ عَلَيْنَا عَنِ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ عَنْ طَاوُسٍ عَنْ رَجُلٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَعَلَ الرُّقْبَى لِلْوَارِثِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} menceritakannya kepada kami dari {Ibnu Abu Najih} dari {Thawus} dari {Seseorang} dari {Zaid bin Tsabit}, bahwa Rasulullah saw. menjadikan hibah rumah sebagai bagian dari warisan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20640

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَخَّصَ لِصَاحِبِ الْعَرِيَّةِ أَنْ يَبِيعَهَا بِخَرْصِهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman} telah menceritakan kepada kami {Malik} dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar} dari {Zaid bin Tsabit}, bahwa Nabi saw. memberi keringanan pemilik ‘araya (kurma yang ada di pohon) untuk menjualnya dengan perkiraan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20641

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِسْحَاقَ عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمَّارٍ عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ أَبِي الْوَلِيدِ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ قَالَ قَالَ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍيَغْفِرُ اللَّهُ لِرَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ أَنَا وَاللَّهِ أَعْلَمُ بِالْحَدِيثِ مِنْهُ إِنَّمَا أَتَى رَجُلَانِ قَدْ اقْتَتَلَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ كَانَ هَذَا شَأْنَكُمْ فَلَا تُكْرُوا الْمَزَارِعَقَالَ فَسَمِعَ رَافِعٌ قَوْلَهُ لَا تُكْرُوا الْمَزَارِعَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Ishaq} dari {Abu Ubaidah bin Muhammad bin Ammar} dari {Al Walid bin Abul Walid} dari {Urwah bin Zubair} berkata, {Zaid bin Tsabit} berkata, “Semoga Allah mengampuni Rafi’ bin Khadij, demi Allah aku lebih tahu tentang hadits dari padanya, bahwa ada dua orang yang saling bunuh datang kepada Rasulullah saw., beliau lalu bersabda: “Jika ini sebab pertengkaran kalian, maka janganlah kalian menyewakan tanah.” Zaid berkata, “Lalu Rafi’ mendengar sabda beliau: ‘Jangalah kalian menyewakan tanah’.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20642

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ أَبِي الْبَخْتَرِيِّ الطَّائِيِّ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ{ إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ }قَالَ قَرَأَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى خَتَمَهَا وَقَالَ النَّاسُ حَيِّزٌ وَأَنَا وَأَصْحَابِي حَيِّزٌ وَقَالَ لَا هِجْرَةَ بَعْدَ الْفَتْحِ وَلَكِنْ جِهَادٌ وَنِيَّةٌفَقَالَ لَهُ مَرْوَانُ كَذَبْتَ وَعِنْدَهُ رَافِعُ بْنُ خَدِيجٍ وَزَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ وَهُمَا قَاعِدَانِ مَعَهُ عَلَى السَّرِيرِ فَقَالَ أَبُو سَعِيدٍ الْخُدْرِيُّ لَوْ شَاءَ هَذَانِ لَحَدَّثَاكَ فَرَفَعَ عَلَيْهِ مَرْوَانُ الدِّرَّةَ لِيَضْرِبَهُ فَلَمَّا رَأَيَا ذَلِكَ قَالَا صَدَقَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Amru bin Murrah} dari {Abul Bakhtari Ath Tha`i} dari {Abu Sa’id Al Khudzri} dari Rasulullah saw., Abu Sa’id berkata, “Ketika turun ayat: ‘(Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan) ‘ (Qs. An Nashr: 1). Rasulullah saw. membacanya hingga selesai, lalu beliau bersabda: “Seluruh manusia, aku dan para sahabatku telah jelas tempatnya, tidak ada hijrah setelah penaklukan (Makkah), akan tetapi jihad dan niat.” Marwan lalu berkata kepada Abu Sa’id, “Engkau dusta!” sementara di sisinya ada {Rafi’ bin Khadij} dan {Zaid bin Tsabit} yang sedang duduk di atas dipan bersamanya.” Abu Sa’id lalu berkata, “Jika kedua orang ini mau, maka mereka akan menceritakan kepadamu.” Lalu Marwan mengangkat cambuk dan hendak memukulnya, maka tatkala keduanya melihat hal itu, mereka pun berkata, “Abu Said benar.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20643

حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ عَدِيُّ بْنُ ثَابِتٍ أَخْبَرَنِي عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ إِلَى أُحُدٍ فَرَجَعَ أُنَاسٌ خَرَجُوا مَعَهُ فَكَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيهِمْ فِرْقَتَيْنِ فِرْقَةٌ تَقُولُ بِقَتْلِهِمْ وَفِرْقَةٌ تَقُولُ لَا وَقَالَ ابْنُ جَعْفَرٍ فَكَانَ النَّاسُ فِيهِمْ فِرْقَتَيْنِ فَرِيقًا يَقُولُونَ بِقَتْلِهِمْ وَفَرِيقًا يَقُولُونَ لَا قَالَ بَهْزٌ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ{ فَمَا لَكُمْ فِي الْمُنَافِقِينَ فِئَتَيْنِ }فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهَا طَيْبَةُ وَإِنَّهَا تَنْفِي الْخَبَثَ كَمَا تَنْفِي النَّارُ خَبَثَ الْفِضَّةِحَدَّثَنَاه عَفَّانُ وَقَالَ فِيهِ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ يَزِيدَ فَذَكَرَ مَعْنَى حَدِيثِ بَهْزٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Bahz} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} berkata, {Adi bin Tsabit} mengabarkan kepadaku dari {Abdullah bin Yazid} dari {Zaid bin Tsabit}, bahwa Rasulullah saw. keluar menuju uhud, lalu sebagian orang yang ikut keluar bersama beliau kembali pulang, saat itu para sahabat Rasulullah saw. terpecah menjadi dua kubu sebagian berpendapat bahwa orang-orang yang pulang itu hendaklah dibunuh, dan sebagian lain mengatakan ‘Tidak’. {Ibnu Ja’far} berkata, “Para sahabat saat itu terbagi menjadi dua kelompok sebagian berpendapat bahwa orang-orang yang pulang itu hendaklah dibunuh, dan sebagian lain mengatakan ‘Tidak’. {Bahz} berkata, “Kemudian Allah menurunkan ayat: ‘(Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik…) ‘ (Qs. An Nisaa`: 88). Lalu Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya perang itu baik, ia akan membersihkan kotoran (orang munafik) sebagaimana api membersihkan karat-karat logam.” Telah menceritakannya kepada kami {‘Affan} dalam hadits itu ia berkata, “Aku mendengar Abdullah bin Yazid…lalu ia menyebutkan makna hadits Bahz.”