Musnad Sahabat Anshar
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20734
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنِي أَنَسُ بْنُ عِيَاضٍ اللَّيْثِيُّ أَبُو ضَمْرَةَ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْأَزْدِيِّ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ{ ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ }فَأَمَّا الَّذِينَ سَبَقُوا بِالْخَيْرَاتِ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ وَأَمَّا الَّذِينَ اقْتَصَدُوا فَأُولَئِكَ يُحَاسَبُونَ حِسَابًا يَسِيرًا وَأَمَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ يُحْبَسُونَ فِي طُولِ الْمَحْشَرِ ثُمَّ هُمْ الَّذِينَ تَلَافَاهُمْ اللَّهُ بِرَحْمَتِهِ فَهُمْ الَّذِينَ يَقُولُونَ{ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ إِلَى قَوْلِهِ لُغُوبٌ }
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Isa}, telah menceritakan kepada kami {Anas bin Iyadh Al Laitsi Abu Dhamrah} dari {Musa bin ‘Uqbah} dari {Ali bin Abdullah Al Azdi} dari {Abu Darda`} ia berkata aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Allah berfirman: Kemudian Kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. QS. Fathir 32. Sedangkan mereka yang lebih dahulu berbuat kebaikan, mereka itulah yang akan masuk surga tanpa hisab, dan mereka yang pertengahan adalah mereka akan dimudahkan hisabnya. Adapun yang menganiaya diri mereka sindiri, adalah mereka akan di hisab selama di Mahsyar, Allah menyelamatkan mereka dengan rahmat-Nya dan ketika itu mereka berkata Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan kami, sungguh Rabb kami maha pengampun dan dzat yang patut disyukuri. Sampai firman-Nya: “Orang yang lemah serta bodoh.” QS. Fathir 34-35.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20735
حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ الْجُهَنِيِّ عَنْ أَبِيهِأَنَّهُ دَخَلَ عَلَى أَبِي الدَّرْدَاءِ فَقَالَ بِالصِّحَّةِ لَا بِالْمَرَضِ فَقَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ الصُّدَاعَ وَالْمَلِيلَةَ لَا تَزَالُ بِالْمُؤْمِنِ وَإِنَّ ذَنْبَهُ مِثْلُ أُحُدٍ فَمَا تَدَعُهُ وَعَلَيْهِ مِنْ ذَلِكَ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan bin Musa}, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah}, telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Abu Habib} dari {Sahal bin Mu’adz bin Anas Al Juhani} dari {Ayahnya} bahwa ia pernah menemui Abu Darda` seraya berkata Semoga anda sehat dan tidak sakit. {Abu Darda`} berkata “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sakit pusing dan bosan senantiasa menjangkiti orang mukmin, dan ketika dosanya bagaikan gunung Uhud sampai akhirnya berangsur-angsur lenyap darinya hingga sebesar biji atom.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20736
حَدَّثَنَا مَكِّيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ حَرْبِ بْنِ قَيْسٍ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَبِسَ ثِيَابَهُ وَمَسَّ طِيبًا إِنْ كَانَ عِنْدَهُ ثُمَّ مَشَى إِلَى الْجُمُعَةِ وَعَلَيْهِ السَّكِينَةُ وَلَمْ يَتَخَطَّ أَحَدًا وَلَمْ يُؤْذِهِ وَرَكَعَ مَا قُضِيَ لَهُ ثُمَّ انْتَظَرَ حَتَّى يَنْصَرِفَ الْإِمَامُ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Makki bin Ibrahim}, telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Sa`id} dari {Harb bin Qais} dari {Abu Darda`} dia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa mandi (wajib) pada hari jum’at, mengenakan pakaianya, memakai wewangian jika memilikinya, kemudian ia berangkat shalat dengan tenang dan ia tidak menyinggung serta menyakiti orang lain, setelah itu ia shalat (sunnah). Kemudian ia menunggu sampai imam selesai, maka ia mendapat ampunan dosa jum’at sekarang dan jum’at yang lalu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20737
حَدَّثَنَا مَكِّيٌّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ حَرْبِ بْنِ قَيْسٍ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَجَلَسَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا عَلَى الْمِنْبَرِ فَخَطَبَ النَّاسَ وَتَلَا آيَةً وَإِلَى جَنْبِي أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ فَقُلْتُ لَهُ يَا أُبَيُّ مَتَى أُنْزِلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ قَالَ فَأَبَى أَنْ يُكَلِّمَنِي ثُمَّ سَأَلْتُهُ فَأَبَى أَنْ يُكَلِّمَنِي حَتَّى نَزَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لِي أُبَيٌّ مَا لَكَ مِنْ جُمُعَتِكَ إِلَّا مَا لَغَيْتَ فَلَمَّا انْصَرَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جِئْتُهُ فَأَخْبَرْتُهُ فَقُلْتُ أَيْ رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ تَلَوْتَ آيَةً وَإِلَى جَنْبِي أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ فَسَأَلْتُهُ مَتَى أُنْزِلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ فَأَبَى أَنْ يُكَلِّمَنِي حَتَّى إِذَا نَزَلْتَ زَعَمَ أُبَيٌّ أَنَّهُ لَيْسَ لِي مِنْ جُمُعَتِي إِلَّا مَا لَغَيْتُ فَقَالَ صَدَقَ أُبَيٌّ فَإِذَا سَمِعْتَ إِمَامَكَ يَتَكَلَّمُ فَأَنْصِتْ حَتَّى يَفْرُغَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Makki}, telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Sa`id} dari {Harb bin Qais} dari {Abu Darda`} dia berkata Pada suatu hari Rasulullah saw. duduk di atas mimbar dan berkhutbah di hadapan para sahabat sambil membaca ayat.” Ketika itu disampaingku adalah Ubay bin Ka’ab, aku berkata kepadanya “Wahai Ubay, kapankah ayat tersebut turun?. Namun Ka’ab enggan berbicara denganku, kemudian akau bertanya lagi, ia pun enggan berbicara denganku, sampai akhirnya Rasulullah saw. turun dari Mimbar. Lalu Ubai berkata kepadaku “Apa telah yang kamu perbuat dengan jum’atmu kecuali hanya sia-sia belaka.” Tatkala Rasulullah saw. beranjak pergi, aku mendatangi dan mengabari beliau, kataku “Wahai Rasulullah, tadi anda membaca ayat, lalu aku bertanya Ubay bin Ka’b yang berada disampingku “Kapankah ayat ini di turunkan?” namun dia enggan berbicara padaku, hingga ketika anda turun dari mimbar, ia mengira jika jum’at saya telah sia-sia.”Beliau menjawab: “Ubay benar, jika kamu mendengar khathib berbicala maka diamlah sampai selesai.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20738
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْحَاقَ حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ قَالَ أَبِي وَعَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ أَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ حَدَّثَنِي زَيْدُ بْنُ أَرْطَاةَ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَبْغُونِي ضُعَفَاءَكُمْ فَإِنَّكُمْ إِنَّمَا تُرْزَقُونَ وَتُنْصَرُونَ بِضُعَفَائِكُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Ishaq}, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Mubarrak} dari {Abdurrahman bin Yazid bin Jabir}. Ayahku mengatakan dan {Ali bin Ishaq}, telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Mubarrak}, telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Yazid bin Jabir}, Telah menceritakan kepadaku {Zaid bin Artha`ah} dari {Jubair bin Nufair} dari {Abu Darda`} dia berkata aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Aku berharap kalian memperhatikan orang-orang lemah diantara kalian, karena kalian diberi rizki dan kemenangan disebabkan oleh orang-orang lemah kalian.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20739
حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ عَدِيٍّ أَنَا بَقِيَّةُ عَنْ حَبِيبِ بْنِ عُمَرَ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ شَيْخٍ يُكَنَّى أَبَا عَبْدِ الصَّمَدِ قَالَ سَمِعْتُ أُمَّ الدَّرْدَاءِ تَقُولُكَانَ أَبُو الدَّرْدَاءِ إِذَا حَدَّثَ حَدِيثًا تَبَسَّمَ فَقُلْتُ لَا يَقُولُ النَّاسُ إِنَّكَ أَيْ أَحْمَقُ فَقَالَ مَا رَأَيْتُ أَوْ مَا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَدِّثُ حَدِيثًا إِلَّا تَبَسَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Zakariya bin ‘Adi}, telah mengabarkan kepada kami {Baqiyah} dari {Habib bin Umar Al Anshari} dari Syaikh yang di juluki {Abu Abdushamad} ia berkata aku mendengar {Ummu Darda`} berkata Apabila {Abu Darda`} hendak menyampaikan hadits, beliau tersenyum, lalu Aku berkata “Manusia akan mengatakan kepadamu sesungguhnya kamu orang pandir.” dia menjawab “Tidak pernah aku melihat dan mendengar Rasulullah saw. menyampaikan suatu hadits kecuali beliau tersenyum.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20740
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ عَنْ زَيْدِ بْنِ وَاقِدٍ حَدَّثَنِي بُسْرُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبُو إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيُّ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ إِذْ رَأَيْتُ عَمُودَ الْكِتَابِ احْتُمِلَ مِنْ تَحْتِ رَأْسِي فَظَنَنْتُ أَنَّهُ مَذْهُوبٌ بِهِ فَأَتْبَعْتُهُ بَصَرِي فَعُمِدَ بِهِ إِلَى الشَّامِ أَلَا وَإِنَّ الْإِيمَانَ حِينَ تَقَعُ الْفِتَنُ بِالشَّامِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Isa}, telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Hamzah} dari {Zaid bin Waqid}, telah menceritakan kepadaku {Busr bin Ubaidullah}, telah menceritakan kepadaku {Abu Idris Al Khaulani} dari {Abu Darda`} ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Ketika aku sedang tidur, aku bermimpi melihat gundukkan buku yang di bawa lewat bawah kepalaku, aku mengira itu adalah tempat bertolakku sehingga mataku mengikuti, kemudian ia bertolak ke Syam. Ketahuilah bahwa ketika fitnah terjadi, maka keimanan berada di daerah Syam.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20741
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ دَاوُدَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ ثَابِتِ بْنِ ثَوْبَانَ عَنْ عُمَيْرِ بْنِ هَانِئٍ عَنْ أَبِي الْعَذْرَاءِ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجِلُّوا اللَّهَ يَغْفِرْ لَكُمْقَالَ ابْنُ ثَوْبَانَ يَعْنِي أَسْلِمُوا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Dawud}, telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Tsabit bin Tsauban} dari {Umair bin Hani’} dari {Abu ‘Adzra`} dari {Abu Darda`} ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Muliakanlah Allah, niscaya Dia akan megampuni kalian.’ Ibnu Tsauban berkata “Maksudnya adalah, berserah dirilah kalian kepada Allah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20742
حَدَّثَنَا يُونُسُ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ عَنْ حَبِيبِ بْنِ عُمَرَ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ الصَّمَدِ عَنْ أُمِّ الدَّرْدَاءِ قَالَتْكَانَ أَبُو الدَّرْدَاءِ لَا يُحَدِّثُ بِحَدِيثٍ إِلَّا تَبَسَّمَ فِيهِ فَقُلْتُ لَهُ إِنِّي أَخْشَى أَنْ يُحَمِّقَكَ النَّاسُ فَقَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُحَدِّثُ بِحَدِيثٍ إِلَّا تَبَسَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yunus}, telah menceritakan kepada kami {Baqiyah} dari {Habib bin Umar Al Anshari} dari {Abu Abdus Shamad} dari {Ummu Darda`} ia berkata Tidaklah {Abu Darda`} menyampaikan suatu hadits kecuali ia tersenyum. Aku berkata kepadanya “Aku khawatir orang-orang akan menganggap kamu orang pandir.” Abu Darda` berkata “Ketahuilah bahwa tidaklah Rasulullah saw. menyampaikan suatu hadits kecuali beliau tersenyum.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20743
حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا زَبَّانُ عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِأَنَّهُ أَتَاهُ عَائِدًا فَقَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ لِأَبِي بَعْدَ أَنْ سَلَّمَ عَلَيْهِ بِالصِّحَّةِ لَا بِالْوَجَعِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ يَقُولُ ذَلِكَ ثُمَّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا يَزَالُ الْمَرْءُ الْمُسْلِمُ بِهِ الْمَلِيلَةُ وَالصُّدَاعُ وَإِنَّ عَلَيْهِ مِنْ الْخَطَايَا لَأَعْظَمَ مِنْ أُحُدٍ حَتَّى يَتْرُكَهُ وَمَا عَلَيْهِ مِنْ الْخَطَايَا مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan}, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah}, telah menceritakan kepada kami {Zabban} dari {Sahl bin Mu’adz} dari {Ayahnya} dari {Abu Darda`} bahwa ayahnya pernah menjenguk Abu Darda`. Abu Darda` berkata kepada ayahku setelah mendo’akan kesehatan, bukan sakit sebanyak tiga kali, ia berkata demikian, kemudian Abu Darda` berkata aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Selamanya seorang muslim tidak akan lepas dari rasa bosan dan sakit pusing, hingga dosanya melebihi gunung Uhud dan hingga ia bersih dari kesalahannya walau sebiiji atom.”