Musnad Sahabat Anshar

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20794

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عَزْرَةَ عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنْ أُسَامَةَ أَنَّهُ حَدَّثَهُ قَالَكُنْتُ رِدْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ أَفَاضَ مِنْ عَرَفَاتٍ فَلَمْ تَرْفَعْ رَاحِلَتُهُ رِجْلَهَا عَادِيَةً حَتَّى بَلَغَ جَمْعًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Abdush Shamad} Telah menceritakan kepada kami {Hammam} dari {Qatadah} dari {‘Azrah} dari {Asy-Sya’bi} dari {Usamah}, bahwa ia bercerita kepadanya Asy-Sya’bi, ia Usamah berkata: Saya pernah membonceng Rasulullah saw. saat beliau meninggalkan Arafah, tunggangan beliau tidak mengangkat kaki seperti biasanya hingga beliau menjama’.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20795

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ قِيلَ لِأُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يُؤْتَى بِالرَّجُلِ الَّذِي كَانَ يُطَاعُ فِي مَعَاصِي اللَّهِ تَعَالَى فَيُقْذَفُ فِي النَّارِ فَتَنْدَلِقُ بِهِ أَقْتَابُهُ فَيَسْتَدِيرُ فِيهَا كَمَا يَسْتَدِيرُ الْحِمَارُ فِي الرَّحَا فَيَأْتِي عَلَيْهِ أَهْلُ طَاعَتِهِ مِنْ النَّاسِ فَيَقُولُونَ أَيْ فُلَ أَيْنَ مَا كُنْتَ تَأْمُرُنَا بِهِ فَيَقُولُ إِنِّي كُنْتُ آمُرُكُمْ بِأَمْرٍ وَأُخَالِفُكُمْ إِلَى غَيْرِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Abdush Shamad} Telah menceritakan kepada kami {Hammad} dari {‘Ashim} dari {Abu Wa`il}, ia berkata: dikatakan kepada {Usamah bin Zaid}, ia berkata: saya mendengar Rasulullah Rasulullah saw. bersabda: “Seseorang yang ditaati dalam mendurhakai Allah Ta’ala didatangkan kemudian dilemparkan ke dalam neraka, ususnya pun memburai keluar dan berputar-putar dineraka seperti keledai mengingatri penggiling gandum, kemudian orang-orang yang menaatinya mendatanginya dan berkata: Wahai Fulan! Dimana kau dari perintah yang kau sampaikan kepada kami? ia menjawab: sesungguhnya saya dulu memerintahkan kalian tapi saya menentang kalian dengan (perbuatan) lainnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20796

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ أَبِي الْفُرَاتِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ يَعْنِي الصَّائِغَ عَنْ عَطَاءٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ حَدَّثَنِي أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الرِّبَا فِي النَّسِيئَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdush Shamad} Telah menceritakan kepada kami {Dawud bin Abu Al-Furat} dari {Ibrahim Ash-Sha`igh} dari {‘Atha`} dari {Ibnu Abbas}, Telah menceritakan kepadaku {Usamah bin Zaid} bahwa Rasulullah saw.bersabda: “Riba itu ada dalam hutang.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20797

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ أَنَا يَحْيَى بْنُ قَيْسٍ الْمَازِنِيُّ قَالَسَأَلْتُ عَطَاءً عَنْ الدِّينَارِ بِالدِّينَارِ وَبَيْنَهُمَا فَضْلٌ وَالدِّرْهَمِ بِالدِّرْهَمِ قَالَ كَانَ ابْنُ عَبَّاسٍ يُحِلُّهُ فَقَالَ ابْنُ الزُّبَيْرِ إِنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ يُحَدِّثُ بِمَا لَمْ يَسْمَعْ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَلَغَ ابْنَ عَبَّاسٍ فَقَالَ إِنِّي لَمْ أَسْمَعْهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَكِنَّ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ حَدَّثَنِي أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ الرِّبَا إِلَّا فِي النَّسِيئَةِ أَوْ النُّقْرَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Bakr} telah mengkhabarkan kepada kami {Yahya bin Qais Al-Mazini}, ia berkata: Saya pernah bertanya kepada {‘Atho`} tentang penukaran dengan dinar dengan tambahan diantara keduanya dan dirham ditukar dengan. ‘Atha’ menjawab: {Ibnu Abbas} menghalalkannya. Kemudian Ibnu Az-Zubair berkata: Sesungguhnya Ibnu Abbas menceritakan sesuatu yang tidak ia dengar dari Rasulullah saw. Hal itu terdengar oleh Ibnu Abbas kemudian ia berkata: Sesungguhnya saya tidak mendengarnya dari Rasulullah saw., tapi {Usamah bin Zaid} Telah menceritakan kepadaku bahwa Rasulullah saw.bersabda: “Tidak ada riba kecuali dalam hutang.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20798

حَدَّثَنَا أَبُو قَطَنٍ حَدَّثَنَا الْمَسْعُودِيُّ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ عَنْ أُسَامَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى فِي الْكَعْبَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Qathan} Telah menceritakan kepada kami {Al-Mas’udi} dari {Abu Ja’far} dari {Usamah} bahwa Rasulullah saw. shalat didalam ka’bah.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20799

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ حَبِيبُ بْنُ أَبِي ثَابِتٍ أَخْبَرَنَا قَالَ سَمِعْتُ إِبْرَاهِيمَ بْنَ سَعْدٍ يُحَدِّثُ أَنَّهُ سَمِعَ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ يُحَدِّثُ سَعْدًاأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلَا تَدْخُلُوهَا وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا مِنْهَا قَالَ قُلْتُ أَنْتَ سَمِعْتَهُ يُحَدِّثُ سَعْدًا وَهُوَ لَا يُنْكِرُ قَالَ نَعَمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Abu Bukair} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah}, {Habib bin Abu Tsabit} berkata: telah mengkhabarkan kepada kami Syu’bah, ia berkata: Saya mendengar {Ibrahim bin Sa’ad} menceritakan bahwa ia mendengar {Usamah} bercerita kepada Sa’ad bahwa Rasulullah Rasulullah saw. bersabda: “Bila kalian mendengar tha’un disuatu tempat, janganlah kalian memasukinya dan bila terjadi disuatu tempat dan kalian berada disana, janganlah kalian keluar darinya.” Ia Ibrahim bertanya: Engkau mendengar Usamah bercerita kepada Sa’ad dan ia tidak mengingkarinya? Sa’ad menjawab: Ya.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20800

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا عَاصِمٌ حَدَّثَنِي أَبُو عُثْمَانَ النَّهْدِيُّ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَأُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأُمَيْمَةَ بِنْتِ زَيْنَبَ وَنَفْسُهَا تَقَعْقَعُ كَأَنَّهَا فِي شَنٍّ فَقَالَ لِلَّهِ مَا أَخَذَ وَلِلَّهِ مَا أَعْطَى وَكُلٌّ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى قَالَ فَدَمَعَتْ عَيْنَاهُ فَقَالَ لَهُ سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَبْكِي أَوَلَمْ تَنْهَ عَنْ الْبُكَاءِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا هِيَ رَحْمَةٌ جَعَلَهَا اللَّهُ فِي قُلُوبِ عِبَادِهِ وَإِنَّمَا يَرْحَمُ اللَّهُ مِنْ عِبَادِهِ الرُّحَمَاءَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} Telah menceritakan kepada kami {‘Ashim} Telah menceritakan kepadaku {Abu Utsman An-Nahdi} dari {Usamah bin Zaid}, ia berkata: Umaimah, putri Zainab, yang tengah bergerak-gerak sepertinya sekarat didatangkan dihadapan Rasulullah saw. kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya milik Allah apa pun yang Ia ambil dan apa pun yang Ia beri dan segala sesuatu itu hingga waktu yang telah ditentukan.” Kemudian Sa’ad berkata kepada beliau: Wahai Rasulullah! kenapa Tuan menangis, bukankah Tuan melarang untuk menangis? Rasulullah Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya ini adalah rahmat yang ditempatkan Allah dihati para hamba-hambaNya dan sesungguhnya Allah hanya merahmati hamba-hambaNya yang penyayang.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20801

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ شَقِيقٍ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَقَالُوا لَهُ أَلَا تَدْخُلُ عَلَى هَذَا الرَّجُلِ فَتُكَلِّمُهُ قَالَ فَقَالَ أَلَا تَرَوْنَ أَنِّي لَا أُكَلِّمُهُ إِلَّا أُسْمِعُكُمْ وَاللَّهِ لَقَدْ كَلَّمْتُهُ فِيمَا بَيْنِي وَبَيْنَهُ مَا دُونَ أَنْ أَفْتَحَ أَمْرًا لَا أُحِبُّ أَنْ أَكُونَ أَنَا أَوَّلَ مَنْ فَتَحَهُ وَلَا أَقُولُ لِرَجُلٍ أَنْ يَكُونَ عَلَيَّ أَمِيرًا إِنَّهُ خَيْرُ النَّاسِ بَعْدَ مَا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يُؤْتَى بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُلْقَى فِي النَّارِ فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُ بَطْنِهِ فَيَدُورُ بِهَا فِي النَّارِ كَمَا يَدُورُ الْحِمَارُ بِالرَّحَا قَالَ فَيَجْتَمِعُ أَهْلُ النَّارِ إِلَيْهِ فَيَقُولُونَ يَا فُلَانُ أَمَا كُنْتَ تَأْمُرُنَا بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَانَا عَنْ الْمُنْكَرِ قَالَ فَيَقُولُ بَلَى قَدْ كُنْتُ آمُرُ بِالْمَعْرُوفِ وَلَا آتِيهِ وَأَنْهَى عَنْ الْمُنْكَرِ وَآتِيهِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Abu Mua’wiyah} telah bercerita kepada kami {Al A’masy} dari {Syaqiq} dari {Usamah bin Zaid}, ia berkata: mereka berkata padanya: Bertamulah ke orang itu dan berbicaralah dengannya. Usamah berkata: ‘Apa kalian tidak tahu bahwa saya tidak berbicara kepadanya selain yang telah saya sampaikan kepada kalian?.’ Demi Allah, saya pernah berbicara dengannya empat mata namun saya tidak memulai suatu hal yang tidak saya suka untuk menyampaikannya terlebih dahulu, dan saya tidak berkata kepada seorang pun bahwa pemimpinku sebagai orang terbaik setelah saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Seseorang didatangkan pada hari kiamat kemudian dilemparkan ke dalam neraka hingga ususnya terburai keluar dan berputar-putar di neraka layaknya keledai mengitari alat penumbuk gandum. Kemudian penduduk neraka mendekatinya dan berkata: Hai Fulan! Bukankah dulu engkau memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran? Ia menjawab: Benar, dulu aku memerintahkan kebaikan namun tidak saya lakukan dan mencegah kemungkaran namun saya lakukan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20802

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ عُمَارَةَ عَنْ أَبِي الشَّعْثَاءِ قَالَخَرَجْتُ حَاجًّا فَجِئْتُ حَتَّى دَخَلْتُ الْبَيْتَ فَلَمَّا كُنْتُ بَيْنَ السَّارِيَتَيْنِ مَضَيْتُ حَتَّى لَزِقْتُ بِالْحَائِطِ فَجَاءَ ابْنُ عُمَرَ فَصَلَّى إِلَى جَنْبِي فَصَلَّى أَرْبَعًا فَلَمَّا صَلَّى قُلْتُ لَهُ أَيْنَ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْبَيْتِ قَالَ أَخْبَرَنِي أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ أَنَّهُ صَلَّى هَاهُنَا فَقُلْتُ كَمْ صَلَّى قَالَ هَذَا أَجِدُنِي أَلُومُ نَفْسِي أَنِّي مَكَثْتُ مَعَهُ عُمْرًا لَمْ أَسْأَلْهُ كَمْ صَلَّى ثُمَّ حَجَجْتُ مِنْ الْعَامِ الْمُقْبِلِ فَجِئْتُ حَتَّى قُمْتُ فِي مَقَامِهِ فَجَاءَ ابْنُ الزُّبَيْرِ حَتَّى قَامَ إِلَى جَنْبِي وَلَمْ يَزَلْ يُزَاحِمُنِي حَتَّى أَخْرَجَنِي مِنْهُ ثُمَّ صَلَّى فِيهِ أَرْبَعًا
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Abu Mua’wiah} telah bercerita kepada kami {Al A’masy} dari {Umarah} dari {Abu Asy Sya’tsa`}, ia berkata: saya pergi berhaji kemudian saya tiba hingga masuk ke dalam baitullah, saat berada diantara dua tiang, saya berjalan hingga menempel di dinding. Lalu {Ibnu Umar} datang dan shalat didekatku ia pun shalat empat rakaat. Seusai shalat, saya bertanya padanya: Dimanakah dulu Rasulullah saw. pernah shalat di baitullah?. Ia menjawab: {Usamah bin Zaid} telah mengabarkan kepadaku bahwa beliau shalat disini. Saya bertanya lagi: berapa rakaat beliau shalat? Ibnu Umar menjawab: Itulah yang menyebabkanku selalu mencela diriku, saya tinggal lama bersamanya sekian lama tapi saya tidak menanyakannya berapa rakaat Rasulullah saw. shalat. Kemudian pada tahun berikutnya, ia (Abu Asy Sya’tsa`) Berkata: saya pergi berhaji kemudian saya datang hingga berdiri di tempat berdiri Rasulullah saw. Lalu Ibnu Az Zubair datang hingga berdiri disampingku, ia terus mendesakku hingga mengeluarkanku dari tempat itu, lalu ia shalat empat rakaat di tempat itu.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20803

حَدَّثَنَا يَعْلَى حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ أَبِي ظَبْيَانَ حَدَّثَنَا أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ قَالَبَعَثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَرِيَّةً إِلَى الْحُرَقَاتِ فَنَذِرُوا بِنَا فَهَرَبُوا فَأَدْرَكْنَا رَجُلًا فَلَمَّا غَشِينَاهُ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَضَرَبْنَاهُ حَتَّى قَتَلْنَاهُ فَعَرَضَ فِي نَفْسِي مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ فَذَكَرْتُهُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَنْ لَكَ بِلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّمَا قَالَهَا مَخَافَةَ السِّلَاحِ وَالْقَتْلِ فَقَالَ أَلَا شَقَقْتَ عَنْ قَلْبِهِ حَتَّى تَعْلَمَ مِنْ أَجْلِ ذَلِكَ أَمْ لَا مَنْ لَكَ بِلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ فَمَا زَالَ يَقُولُ ذَلِكَ حَتَّى وَدِدْتُ أَنِّي لَمْ أُسْلِمْ إِلَّا يَوْمَئِذٍ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Ya’la} telah bercerita kepada kami {Al A’masy} dari {Abu Zhabyan} telah bercerita kepada kami {Usamah bin Zaid}, ia berkata: Rasulullah saw. mengutus kami dalam tentara sariyah menuju Huruqat, mereka takut kepada kami dan lari, kami menangkap seseorang, saat kami mengalahkannya, ia mengucapkan: Laa ilaaha illallaah. Kami memukulnya hingga mati. Setelah peristiwa itu di dalam diriku terdapat sesuatu yang mengganjal, kuutarakan uneg-unegku kepada Rasulullah saw. Kemudian beliau bersabda: “Siapa yang menolongmu dengan kalimat laa ilaa ha illallah pada hari kiamat?” saya berkata: wahai Rasulullah! sesungguhnya ia mengucapkannya hanya karena takut pada senjata dan takut mati. Rasulullah saw. bersabda: “Apa kau sudah membelah jantungnya hingga kau tahu alasanmu membunuhnya atau siapakah yang akan menolongmu dengan kalimat laa ilaaha illallaah pada hari kiamat?” ia (Usamah) Berkata: Rasulullah saw. terus menerus mengucapkannya hingga saya ingin tidak masuk Islam kecuali pada hari itu.