Musnad Sahabat Anshar
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20182
قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ قَالَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ وَابْنُ إِدْرِيسَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ مَعْمَرِ بْنِ أَبِي حَبِيبَةَ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ زُهَيْرٌ فِي حَدِيثِهِ رِفَاعَةُ بْنُ رَافِعٍ وَكَانَ عَقَبِيًّا بَدْرِيًّا قَالَكُنْتُ عِنْدَ عُمَرَ فَقِيلَ لَهُ إِنَّ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ يُفْتِي النَّاسَ فِي الْمَسْجِدِ قَالَ زُهَيْرٌ فِي حَدِيثِهِ النَّاسَ بِرَأْيِهِ فِي الَّذِي يُجَامِعُ وَلَا يُنْزِلُ فَقَالَ أَعْجِلْ بِهِ فَأُتِيَ بِهِ فَقَالَ يَا عَدُوَّ نَفْسِهِ أَوَقَدْ بَلَغْتَ أَنْ تُفْتِيَ النَّاسَ فِي مَسْجِدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرَأْيِكَ قَالَ مَا فَعَلْتُ وَلَكِنْ حَدَّثَنِي عُمُومَتِي عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَيُّ عُمُومَتِكَ قَالَ أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ قَالَ زُهَيْرٌ وَأَبُو أَيُّوبَ وَرِفَاعَةُ بْنُ رَافِعٍ فَالْتَفَتُّ إِلَى مَا يَقُولُ هَذَا الْفَتَى وَقَالَ زُهَيْرٌ مَا يَقُولُ هَذَا الْغُلَامُ فَقُلْتُ كُنَّا نَفْعَلُهُ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَسَأَلْتُمْ عَنْهُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُنَّا نَفْعَلُهُ عَلَى عَهْدِهِ فَلَمْ نَغْتَسِلْ قَالَ فَجَمَعَ النَّاسَ وَاتَّفَقَ النَّاسُ عَلَى أَنَّ الْمَاءَ لَا يَكُونُ إِلَّا مِنْ الْمَاءِ إِلَّا رَجُلَيْنِ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ وَمُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ قَالَا إِذَا جَاوَزَ الْخِتَانُ الْخِتَانَ فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ قَالَ فَقَالَ عَلِيٌّ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ إِنَّ أَعْلَمَ النَّاسِ بِهَذَا أَزْوَاجُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَرْسَلَ إِلَى حَفْصَةَ فَقَالَتْ لَا عِلْمَ لِي فَأَرْسَلَ إِلَى عَائِشَةَ فَقَالَتْ إِذَا جَاوَزَ الْخِتَانُ الْخِتَانَ وَجَبَ الْغُسْلُقَالَ فَتَحَطَّمَ عُمَرُ يَعْنِي تَغَيَّظَ ثُمَّ قَالَ لَا يَبْلُغُنِي أَنَّ أَحَدًا فَعَلَهُ وَلَا يَغْسِلُ إِلَّا أَنْهَكْتُهُ عُقُوبَةً حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ عَنْ يَزِيدَ بْنَ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ مَعْمَرِ بْنِ حَبِيبَةَ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ عَنْ أَبِيهِ فَذَكَرَ نَحْوَهُ وَمَعْنَاهُ
Terjemahan: Ia berkata, telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Adam} dia berkata, telah bercerita kepada kami {Zuhair} dan {Ibnu Idris} dari {Muhammad bin Ishaq} dari {Yazid bin Abu Habib} dari {Ma’mar bin Abu Habibah} dari {Ubaid bin Rifa’ah bin Rafi’} dari {Bapaknya}, {Zuhair} menyebutkan dalam haditsnya- {Rifa’ah bin Rafi’} dan dia termasuk orang yang ikut dalam Bai’at Aqabah dan perang Badar- dia berkata, “Ketika kami berada di sisi Umar diberitakanlah kepadanya bahwa {Zaid bin Tsabit} berfatwa kepada orang-orang di masjid.” {Zuhair} menyebutkan dalam haditsnya, “(Zaid) Memberi fatwa kepada orang-orang dengan dasar pikirannya tentang seorang laki-laki yang bersetubuh namun tidak keluar air mani.” Lalu Umar berkata, “Segera temui dia!” Maka Zaid dipanggil dan dibawa ke hadapan Umar, Umar berkata, “Wahai orang yang memusuhi dirinya sendiri, apakah kamu layak berfatwa kepada manusia di masjid Rasulullah saw. dengan pikiranmu?” Zaid menjawab, “Aku tidak melakukan demikian, hanya saja aku telah mendapatkan cerita dari pamanku yang telah mendengarnya dari Rasulullah saw.” Umar bertanya, “Siapa dia?” Zaid menjawab, ” {Ubay bin Ka’b}.” {Zuhair}, {Abu Ayyub} dan {Rifa’ah bin Rafi’} lalu berkata, “Aku lalu memperhatikan dengan apa yang dikatakan oleh pemuda ini.” {Zuhair} menyebutkan, “Apa yang dikatakan oleh anak laki-laki ini.” Ubay berkata, “Kami melakukannya pada zaman Rasulullah saw.” Zaid berkata, “Kemudian kalian bertanya tentang hal itu kepada Rasulullah saw.?” Ubay menjawab, “Kami melakukannya pada zaman Rasulullah saw. dan kami tidak mandi, ” maka orang orang berkumpul dan bersepakat bahwa air itu karena adanya (tidak mandi jika tidak ada mani) kecuali dua orang yang tidak sepakat Ali bin Abu Thalib dan Mu’adz bin Jabal. Keduanya mengatakan, “Apabila dua khitan telah bertemu maka wajib mandi.” Zaid berkata, “Maka Ali berkata, “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya orang yang paling tahu tentang masalah ini adalah para isteri Rasulullah saw.” Lalu Umar pun mengutus seseorang untuk bertanya kepada Hafshah, lalu Hafshah berkata, “Saya tidak tahu tentang hal ini.” Uamr lalu mengutus seseorang kepada {A’isyah}, dan dia berkata, “Apabila dua khitan bertemu maka wajib mandi.” Zaid berkata, “Maka meluap-luaplah kemarahan Umar seraya berkata, “Tidaklah sampai berita kepadaku bahwa seseorang melakukan persetubuhan namun ia tidak mandi kecuali aku pasti akan menghukumnya dengan hukuman yang berat!” Telah bercerita kepada kami Abdullah dia berkata, telah bercerita kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} dia berkata, telah bercerita kepada kami {Abdul A’la bin Abdul A’la} dari {Muhammad bin Ishaq} dari {Yazid bin Abu Habib} dari {Ma’mar bin Habibah} dari {Ubaid bin Rifa’ah bin Rafi’} dari {Bapaknya} kemudian dia menyebutkan hadits yang semakna dengannya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20183
حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا رَجُلٌ سَمَّاهُ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْأَشْعَرِيُّ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ جَارِيَةَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُمَا قَالَجَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَمِلْتُ اللَّيْلَةَ عَمَلًا قَالَ مَا هُوَ قَالَ نِسْوَةٌ مَعِي فِي الدَّارِ قُلْنَ لِي إِنَّكَ تَقْرَأُ وَلَا نَقْرَأُ فَصَلِّ بِنَا فَصَلَّيْتُ ثَمَانِيًا وَالْوَتْرَ قَالَ فَسَكَتَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَرَأَيْنَا أَنَّ سُكُوتَهُ رِضًا بِمَا كَانَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah Abdullah bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {seseorang} yang ia sebutkan, telah menceritakan kepada kami {Ya’qub bin Abdullah Al Asy’ari} telah menceritakan kepada kami {Isa bin Jariyah} dari {Jabir bin Abdullah} dari {Ubay bin Ka’b} radliallahu ‘anhu, ia berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Nabi saw. dan berkata, “Wahai Rasulullah, aku tadi malam telah melakukan sesuatu.” Nabi bertanya “Apa itu?” Laki-laki itu menjawab, “Aku bersama beberapa wanita dalam rumah, mereka mengatakan kepadaku, ‘Sesungguhnya kamu bisa membaca sedang kami tidak membaca, maka shalatlah bersama kami.’ Kemudian aku shalat delapan rakaat beserta witir.” Ubay berkata, “Kemudian Nabi saw. diam, dan kami menganggap diamnya adalah tanda bahwa beliau menyetujuinya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20184
حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا شَبَابَةُ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَوَاهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami {Hajjaj bin yusuf} telah menceritakan kepada kami {Syababah} dari {Syu’bah} dari {Al A’masy} dari {Abu Sufyan} dari {Jabir} dari {Ubay bin Ka’b}, bahwa Nabi saw. mengobatinya dengan kay (menyulut dengan besi yang telah dipanaskan).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20185
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ أَخْبَرَنَا يُونُسُ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ قَالَ سَهْلٌ الْأَنْصَارِيُّ وَكَانَ قَدْ أَدْرَكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ ابْنُ خَمْسَ عَشْرَةَ فِي زَمَانِهِ حَدَّثَنِي أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُمَاأَنَّ الْفُتْيَا الَّتِي كَانُوا يَقُولُونَ الْمَاءُ مِنْ الْمَاءِ رُخْصَةٌ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَخَّصَ بِهَا فِي أَوَّلِ الْإِسْلَامِ ثُمَّ أَمَرَنَا بِالِاغْتِسَالِ بَعْدَهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Utsman bin Umar} telah mengkabarkan kepada kami {Yunus} dari {Az Zuhri} berkata, {Sahal Al Anshari} berkata -ia pernah berjumpa dengan Nabi saw. saat umurnya lima belas tahun-, telah menceritakan kepadaku {Ubay bin ka’b} radliallahu ‘anhu, ia menyebutkan bahwa fatwa ‘air (mandi) itu karena adanya air (mani) ‘ yang mereka katakan adalah sebuah keringanan. Keringanan itu Rasulullah saw. berikan pada masa awal-awal Islam, setelah itu beliau perintahkan agar kami mandi.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20186
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ الْمُبَارَكِ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ الْأَنْصَارِيِّ وَقَدْ أَدْرَكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ ابْنُ خَمْسَ عَشْرَةَ سَنَةً قَالَ حَدَّثَنِي أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍأَنَّ الْفُتْيَا الَّتِي كَانُوا يُفْتُونَ بِهَا فِي قَوْلِهِمْ الْمَاءُ مِنْ الْمَاءِ رُخْصَةٌ كَانَ أُرْخِصَ بِهَا فِي أَوَّلِ الْإِسْلَامِ ثُمَّ أُمِرْنَا بِالِاغْتِسَالِ بَعْدَهَاحَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ يُونُسَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَهْلٍ عَنْ أُبَيٍّ نَحْوَهُ قَالَ ابْنُ الْمُبَارَكِ فَأَخْبَرَنِي مَعْمَرٌ بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ قَالَ سَهْلُ بْنُ سَعْدٍ وَكَانَ قَدْ بَلَغَ خَمْسَ عَشْرَةَ سَنَةً حِينَ تُوُفِّيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَمِعَ مِنْهُ أَخْبَرَنِي أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ وَذَكَرَ نَحْوَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Ishaq} telah mengkabarkan kepada kami {Abdullah bin Mubarak} telah mengkabarkan kepadaku {Yunus} dari {Az Zuhri} dari {Sahal bin Sa’d Al Anshaari} -ia pernah bertemu Nabi saw. saat umurnya lima belas tahun- ia berkata, ” {Ubay bin Ka’b} menceritakan kepadaku bahwa Fatwa ‘air (mandi) itu karena adanya air (mani) ‘ yang biasa mereka katakan adalah sebuah keringanan yang diberikan pada masa awal Islam. Setelah itu kami diperintahkan untuk mandi besar.” Telah menceritakan kepada kami {Khalaf bin Walid} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Mubarak} dari {Yunus} dari {Az Zuhri} dari {Sahl} dari {Ubay} seperti itu. {Ibnu Mubarak} berkata, ” {Ma’mar} mengabarkan kepadaku dengan sanad ini seperti hadits tersebut.” Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Bakr} telah mengkabarkan kepada kami {Ibnu Juraij} ia berkata, {Ibnu Syihab} berkata, {Sahl bin Sa’d} berkata -Ketika Rasulullah saw. meninggal, ketika itu umurnya lima belas tahun, dan ia pernah mendengar darinya-, ” {Ubay bin Ka’b} mengabarkan kepadaku…. lalu ia menyebutkan hadits seperti itu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20187
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ سَهْلُ بْنُ سَعْدٍ الْأَنْصَارِيُّ وَكَانَ قَدْ رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَمِعَ مِنْهُ وَذَكَرَ أَنَّهُ ابْنُ خَمْسَ عَشْرَةَ سَنَةً ثُمَّ تُوُفِّيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَنِي أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍأَنَّ الْفُتْيَا الَّتِي كَانُوا يُفْتُونَ بِهَا رُخْصَةٌ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَخَّصَ فِيهَا فِي أَوَّلِ الْإِسْلَامِ ثُمَّ أَمَرَنَا بِالِاغْتِسَالِ بَعْدُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Yaman} telah mengkabarkan kepada kami {Syu’aib} dari {Az Zuhri} berkata, {Sahl bin Sa’d Al Anshari} berkata -ia pernah melihat dan mendengar langsung dari Nabi saw. di umurnya yang kelima belas, lalu Rasulullah saw. wafat-, telah menceritakan kepadaku {Ubay bin Ka’b}, bahwa ‘air (mandi) itu karena adanya air (mani) ‘ yang selalu mereka bicarakan adalah sebuah keringanan, Rasulullah saw. memberikan keringanan itu di awal-awal Islam, setelah masa itu beliau menyuruh kami untuk mandi.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20188
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا رِشْدِينُ حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ حَدَّثَنِي بَعْضُ مَنْ أَرْضَى عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّ أُبَيًّا حَدَّثَهُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَعَلَهَا رُخْصَةً لِلْمُؤْمِنِينَ لِقِلَّةِ ثِيَابِهِمْ ثُمَّ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْهَا بَعْدُ يَعْنِي قَوْلَهُمْ الْمَاءُ مِنْ الْمَاءِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ghailan} telah menceritakan kepada kami {Risydin} telah menceritakan kepadaku {Amru bin Harits} dari {Ibnu Syihab} telah menceritakan kepadaku {sebagian} yang telah ridla (para sahabat) dari {Sahal bin Sa’d} bahwa {Ubay} menceritakan kepadanya, bahwa Rasulullah saw. memberikan keringanannya (tidak wajib mandi) bagi kaum mukminin karena mereka kekurangan pakaian. Setelah itu Rasulullah saw. melarangnya, yaitu perkataan mereka bahwa air (mandi) itu karena adanya air (mani).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20189
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْحَارِثِ حَدَّثَنِي الْأَسْلَمِيُّ يَعْنِي عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَامِرٍ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ أَبِي أَنَسٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ الْمَسْجِدِ الَّذِي أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى فَقَالَ هُوَ مَسْجِدِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Harits} telah menceritakan kepadaku {Al Aslami} -yaitu Abdullah bin Amir- dari {Imran bin Abu Anas} dari {Sahl bin Sa’d} dari {Ubay bin Ka’b}, bahwa Rasulullah saw. pernah ditanya tentang masjid yang dibangun di atas dasar takwa, kemudian beliau bersabda: “Itu adalah masjidku (masjid Nabawi).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20190
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَامِرٍ الْأَسْلَمِيُّ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ أَبِي أَنَسٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمَسْجِدُ الَّذِي أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مَسْجِدِي هَذَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Nu’aim} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Amir Al salami} dari {Imran bin Abu Anas} dari {Sahl bin Sa’d} dari {Ubay bin Ka’b}, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Masjid yang dibangun di atas dasar takwa adalah masjidku (masjid Nabawi) ini.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20191
حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ الْمُقَدَّمِيُّ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ عَنِ الْمُثَنَّى عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُمَا قَالَقُلْتُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ{ وَأُولَاتُ الْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ }لِلْمُطَلَّقَةِ ثَلَاثًا وَلِلْمُتَوَفَّى عَنْهَا قَالَ هِيَ لِلْمُطَلَّقَةِ ثَلَاثًا وَلِلْمُتَوَفَّى عَنْهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abu Bakar Al Muqaddami} telah mengkabarkan kepada kami {Abdul Wahab Ats Tsaqafi} dari {Mutsanna} dari {Amru bin Syu’aib} dari {Ayahnya} dari {Abdullah bin Amru} dari {Ubay bin Ka’b} radliallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku bertanya kepada Nabi saw. tentang ayat: ‘(dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya) ‘ (QS. Ath Thalaaq: 4), bagi wanita yang dicerai adalah dengan tiga kali haid, lalu bagaimana dengan yang ditinggal mati suaminya?” Nabi menjawab: “Masa iddah dengan tiga kali haid itu berlaku bagi wanita yang dicerai dan wanita yang ditinggal mati suaminya.”