Musnad Sahabat Anshar

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20392

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ حَبِيبٍ عَنْ مَيْمُونِ بْنِ أَبِي شَبِيبٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقْ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍقَالَ وَكِيعٌ وَقَالَ سُفْيَانُ مَرَّةً عَنْ مُعَاذٍ فَوَجَدْتُ فِي كِتَابِي عَنْ أَبِي ذَرٍّ وَهُوَ السَّمَاعُ الْأَوَّلُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Habib} dari {Maimun bin Abu Syabib} dari {Abu Dzar}, bahwa Nabi Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda kepadanya: “Bertakwalah kamu kepada Allah di manapun kamu berada, dan ikutilah perbuatan yang jelek dengan perbuatan yang baik maka ia akan menjadi tebusannya, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” {Waki’} berkata, sekali waktu {Sufyan} menyebutkan dalam riwayat lain dari {Mu’adz}, namun aku mendapatkan dalam kitabku dari {Abu Dzar}, dan dia orang yang mendengar pertama kali.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20393

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مَنْصُورٍ قَالَ سَمِعْتُ رِبْعِيَّ بْنَ حِرَاشٍ يُحَدِّثُ عَنْ زَيْدِ بْنِ ظَبْيَانَ رَفَعَهُ إِلَى أَبِي ذَرٍّعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثَةٌ يُحِبُّهُمْ اللَّهُ وَثَلَاثَةٌ يُبْغِضُهُمْ اللَّهُ أَمَّا الثَّلَاثَةُ الَّذِينَ يُحِبُّهُمْ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَرَجُلٌ أَتَى قَوْمًا فَسَأَلَهُمْ بِاللَّهِ وَلَمْ يَسْأَلْهُمْ بِقَرَابَةٍ بَيْنَهُمْ فَمَنَعُوهُ فَتَخَلَّفَ رَجُلٌ بِأَعْقَابِهِمْ فَأَعْطَاهُ سِرًّا لَا يَعْلَمُ بِعَطِيَّتِهِ إِلَّا اللَّهُ وَالَّذِي أَعْطَاهُ وَقَوْمٌ سَارُوا لَيْلَتَهُمْ حَتَّى إِذَا كَانَ النَّوْمُ أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِمَّا يُعْدَلُ بِهِ نَزَلُوا فَوَضَعُوا رُءُوسَهُمْ فَقَامَ يَتَمَلَّقُنِي وَيَتْلُو آيَاتِي وَرَجُلٌ كَانَ فِي سَرِيَّةٍ فَلَقَوْا الْعَدُوَّ فَهُزِمُوا فَأَقْبَلَ بِصَدْرِهِ حَتَّى يُقْتَلَ أَوْ يَفْتَحَ اللَّهُ لَهُ وَالثَّلَاثَةُ الَّذِينَ يُبْغِضُهُمْ اللَّهُ الشَّيْخُ الزَّانِي وَالْفَقِيرُ الْمُخْتَالُ وَالْغَنِيُّ الظَّلُومُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Manshur} berkata, Aku mendengar {Rib’i bin Hirasy} menceritakan dari {Zaid Abu Isa Zhaiban} ia memarfu’kan hadits tersebut kepada {Abu Dzar} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Allah mencintai tiga golongan dan membenci tiga golongan lainnya. Tiga golongan yang Allah cintai adalah seorang laki-laki yang datang dan meminta kepada suatu kaum dan mereka menahan hartanya, lalu salah seorang dari mereka memberinya dengan tidak terlihat oleh orang lain kecuali oleh Allah semata dan orang yang ia beri. Seorang laki-laki yang berada dalam sekelompok orang yang melakukan perjalanan di malam hari, lalu sampailah pada satu kondisi yang mereka lebih menyukai untuk tidur dari melanjutkan perjalanan, maka mereka pun tidur. Lalu ia berdiri menegakkan shalat dan membaca ayat-ayat? Ku hingga tenggelam dalam kekhusyuan. Dan seorang laki-laki yang berada dalam sebuah pasukan, mereka terdesak mundur, lalu ia masju dengan membusungkan dada hingga ia terbunuh atau Allah memberi kemenangan kepadanya. Sementara orang-orang yang Allah benci adalah orang yang telah berumur lalu berzina, orang fakir yang sombong dan orang kaya yang zhalim.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20394

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ رِبْعِيِّ بْنِ حِرَاشٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُحِبُّ ثَلَاثَةً وَيُبْغِضُ ثَلَاثَةً يُبْغِضُ الشَّيْخَ الزَّانِيَ وَالْفَقِيرَ الْمُخْتَالَ وَالْمُكْثِرَ الْبَخِيلَ وَيُحِبُّ ثَلَاثَةً رَجُلٌ كَانَ فِي كَتِيبَةٍ فَكَرَّ يَحْمِيهِمْ حَتَّى قُتِلَ أَوْ يَفْتَحَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَرَجُلٌ كَانَ فِي قَوْمٍ فَأَدْلَجُوا فَنَزَلُوا مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ وَكَانَ النَّوْمُ أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِمَّا يُعْدَلُ بِهِ فَنَامُوا وَقَامَ يَتْلُو آيَاتِي وَيَتَمَلَّقُنِي وَرَجُلٌ كَانَ فِي قَوْمٍ فَأَتَاهُمْ رَجُلٌ يَسْأَلُهُمْ بِقَرَابَةٍ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَهُ فَبَخِلُوا عَنْهُ وَخَلَفَ بِأَعْقَابِهِمْ فَأَعْطَاهُ حَيْثُ لَا يَرَاهُ إِلَّا اللَّهُ وَمَنْ أَعْطَاهُحَدَّثَنَا مُؤَمَّلٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ رِبْعِيٍّ عَنْ رَجُلٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ يُبْغِضُ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdul Malik bin Amru} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Manshur} dari {Rib’i bin Hirasy} dari {Abu Dzar} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai tiga golongan dan membenci tiga golongan, Allah membenci seorang berkeluarga yang berzina, orang fakir yang sombong dan orang berharta yang bakhil. Allah juga mencintai tiga golongan seorang pemuda yang berada di garis depan lalu ia memburu dan memerangi musuh dengan semangat hingga ia terbunuh, atau dimenangkan Allah, seseorang yang berada dalam sekelompok manusia sedang mereka terlelap dalam tidurnya atau lebih menyukai tidur dari pada bangun, lalu ia berdiri shalat dan membaca ayat-ayat Al-Qur’an hingga tenggelam dalam kekhusyuan, dan seseorang yang berada dalam satu kaum lalu ada salah seorang pengemis yang memninta-minta pada kaum itu, mereka menahan harta mereka dan hanya ia yang memberinya, dan tidak ada yang melihat kecuali Allah dan orang yang diberi.” Telah menceritakan kepada kami {Mu`ammal} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Manshur} dari {Rab’i} dari {Seseorang} dari {Abu Dzar} berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah membenci..lalu ia sebutkan hadits tersebut.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20395

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا قُرَّةُ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ صَعْصَعَةَ بْنِ مُعَاوِيَةَ قَالَ لَقِيتُ أَبَا ذَرٍّ بِالرَّبَذَةِ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ أَنْفَقَ زَوْجَيْنِ مِنْ مَالِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ابْتَدَرَتْهُ حَجَبَةُ الْجَنَّةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdul Malik bin Amru} telah menceritakan kepada kami {Qurrah} dari {Hasan} dari {Sha’sha’ah bin Mu’awiyah} dia berkata, “Aku telah bertemu dengan {Abu Dzar} di Rabadzah, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa bersedekah dengan sepasang barang (harta) miliknya di jalan Allah Azza Wa Jalla, maka para Malaikat penjaga surga akan berebut kepadanya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20396

وَقَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَمُوتُ لَهُمَا ثَلَاثَةٌ مِنْ الْوَلَدِ لَمْ يَبْلُغُوا الْحِنْثَ إِلَّا أَدْخَلَهُمْ اللَّهُ الْجَنَّةَ بِفَضْلِ رَحْمَتِهِ إِيَّاهُمْ
Terjemahan: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya, dari {Abu Dzar} Dan Ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Siapa saja dari kaum muslimin yang ditinggal mati tiga orang anaknya yang belum baligh, kecuali Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga dengan rahmat dan berkah Allah kepada mereka.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20397

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي جَعْفَرٍ أَنَّ أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَخْبَرَهُ عَنْ أَبِي ذَرٍّعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِنْ مَرَّ رَجُلٌ عَلَى بَابٍ لَا سِتْرَ لَهُ غَيْرِ مُغْلَقٍ فَنَظَرَ فَلَا خَطِيئَةَ عَلَيْهِ إِنَّمَا الْخَطِيئَةُ عَلَى أَهْلِ الْبَيْتِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan bin Musa} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Ubaidullah bin Abu Ja’far} bahwa {Abu Abdurrahman} mengabarkan kepadanya dari {Abu Dzar} dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Jika seseorang melewati pintu yang tidak ada penutup atau pintunya kemudian dia melihat ke dalamnya maka tidak ada salah baginya, akan tetapi kesalahan itu dari pemilik rumah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20398

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ الْمَعْرُورِ بْنِ سُوَيْدٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مَنْ عَمِلَ حَسَنَةً فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا أَوْ أَزِيدُ وَمَنْ عَمِلَ سَيِّئَةً فَجَزَاؤُهَا مِثْلُهَا أَوْ أَغْفِرُ وَمَنْ عَمِلَ قُرَابَ الْأَرْضِ خَطِيئَةً ثُمَّ لَقِيَنِي لَا يُشْرِكُ بِي شَيْئًا جَعَلْتُ لَهُ مِثْلَهَا مَغْفِرَةً وَمَنْ اقْتَرَبَ إِلَيَّ شِبْرًا اقْتَرَبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَمَنْ اقْتَرَبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا اقْتَرَبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَمَنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Ma’rur bin Suwaid} dari {Abu Dzar} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Allah Azza Wa Jalla berfirman: “Barangsiapa melakukan satu amal kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan yang semisal atau aku akan tambahkan. Barangsiapa melakukan satu perbuatan buruk, maka dosanya adalah seperti itu jua atau Aku akan mengampuninya. Barangsiapa melakukan kesalahan sepenuh bumi kemudian ia menemui Aku dengan tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu, maka Aku akan memberi ampunan sebesar itu pula. Barangsiapa mendekat pada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat kepadanya satu hasta, dan barangsiapa mendekatkan diri pada-Ku sehasta maka Aku akan mendekat padanya satu depa, dan barangsiapa mendatangi Aku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan lari.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20399

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ مُنْذِرٍ حَدَّثَنَا أَشْيَاخٌ مِنْ التَّيْمِ قَالُوا قَالَ أَبُو ذَرٍّلَقَدْ تَرَكَنَا مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا يُحَرِّكُ طَائِرٌ جَنَاحَيْهِ فِي السَّمَاءِ إِلَّا أَذْكَرَنَا مِنْهُ عِلْمًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Numair} telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Mundzir} ia berkata, telah menceritakan kepada kami {Beberapa syaikh} dari Bani Tamim, mereka berkata, {Abu Dzar} berkata, “Sungguh, Muhammad Shallalahu ‘Alaihi Wasallam telah meninggalkan kami, dan tidaklah seekor burung yang mengepakkan sayapnya di udara kecuali beliau telah menyebutkan kepada kami akan ilmunya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20400

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا الْأَجْلَحُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِي الْأَسْوَدِ الدِّيْلِيِّ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَحْسَنَ مَا غُيِّرَ بِهِ الشَّيْبُ الْحِنَّاءُ وَالْكَتَمُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Numair} telah menceritakan kepada kami {Al Ajlah} dari {Abdullah bin Buraidah} dari {Abul Aswad Ad Dili} dari {Abu Dzar} berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya yang paling baik untuk merubah rambut beruban adalah Al Hanna’ (semir) dan Al Katam (sejenis tumbuhan untuk pewarna).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20401

حَدَّثَنَا يَعْلَى بْنُ عُبَيْدٍ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ أَبِي الْبَخْتَرِيِّ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَهَبَ الْأَغْنِيَاءُ بِالْأَجْرِ يُصَلُّونَ وَيَصُومُونَ وَيَحُجُّونَ قَالَ وَأَنْتُمْ تُصَلُّونَ وَتَصُومُونَ وَتَحُجُّونَ قُلْتُ يَتَصَدَّقُونَ وَلَا نَتَصَدَّقُ قَالَ وَأَنْتَ فِيكَ صَدَقَةٌ رَفْعُكَ الْعَظْمَ عَنْ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ وَهِدَايَتُكَ الطَّرِيقَ صَدَقَةٌ وَعَوْنُكَ الضَّعِيفَ بِفَضْلِ قُوَّتِكَ صَدَقَةٌ وَبَيَانُكَ عَنْ الْأَرْثَمِ صَدَقَةٌ وَمُبَاضَعَتُكَ امْرَأَتَكَ صَدَقَةٌ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ نَأْتِي شَهْوَتَنَا وَنُؤْجَرُ قَالَ أَرَأَيْتَ لَوْ جَعَلْتَهُ فِي حَرَامٍ أَكَانَ تَأْثَمُ قَالَ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ فَتَحْتَسِبُونَ بِالشَّرِّ وَلَا تَحْتَسِبُونَ بِالْخَيْرِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’la bin Ubaid} telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Amru bin Murrah} dari {Abul Bakhtari} dari {Abu Dzar} dia berkata, “Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah pergi dengan membawa pahala shalat, puasa dan haji! ‘ Beliau lalu menjawab: “Kalian juga bisa melaksanakan shalat, puasa dan haji.” Aku lantas menyahut, ‘Namun mereka bisa bersedekah sedangkan kami tidak.’ Nabi bersabda: “Kamu juga bisa bersedekah, kamu menyingkirkan tulang dari jalan adalah sedekah, menunjukkan jalan adalah sedekah, menolong orang yang lemah dengan kelebihan kekuatan yang kamu miliki adalah sedekah, penjelasanmu kepada orang yang bingung adalah sedekah dan persetubuhanmu dengan istrimu adalah sedekah.” Abu Dzar berkata, “Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, kami memenuhi syahwat kami lalu mendapat pahala? ‘ Beliau balik bertanya: “Apa pendapatmu sekiranya itu dilakukan kepada yang diharamkan? Apakah akan berdosa?” Abu Dzar berkata, “Aku menjawab, ‘Ya.’ Kemudian beliau bersabda: “Apakah kalian memperhitungkan perbuatan yang buruk sementara tidak memperhitungkan yang baik?”