Musnad Sahabat Anshar
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20402
حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ الْأَزْرَقِ بْنِ قَيْسٍ عَنْ رَجُلٍ مِنْ بَنِي تَمِيمٍ قَالَكُنَّا عِنْدَ بَابِ مُعَاوِيَةَ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ وَفِينَا أَبُو ذَرٍّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ صَوْمُ شَهْرِ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صَوْمُ الدَّهْرِ وَيُذْهِبُ مَغَلَةَ الصَّدْرِ قَالَ قُلْتُ وَمَا مَغَلَةُ الصَّدْرِ قَالَ رِجْسُ الشَّيْطَانِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Kamil} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Al Azraq bin Qais} dari {seseorang} dari bani Tamim, ia berkata, “Kami berada di pintu gerbang istana Mu’awiyah bin Abu Sufyan, sementara di antara kami ada {Abu Dzar}, ia lalu berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Puasa pada bulan kesabaran (Ramadan) dan puasa tiga hari pada setiap bulan setara dengan puasa setahun dan dapat menghilangkan kesempitan dalam dada.” Abu Dzar berkata, “Aku bertanya ‘Kesempitan dalam dada itu apa? ‘ Beliau menjawab: “Pekerjaan setan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20403
حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ مَعْبَدِ بْنِ هِلَالٍ حَدَّثَنِي رَجُلٌ فِي مَسْجِدِ دِمَشْقَ عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّ أَنَّهُقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الصَّوْمُ قَالَ فَرْضٌ مُجْزِئٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Kamil} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Ma’bad bin Hilal} telah menceritakan kepadaku {seseorang} di masjid Damaskus, dari {‘Auf bin Malik} dari {Abu Dzar}, bahwa dia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah puasa itu?” Beliau menjawab: “Kewajiban yang berpahala.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20404
حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ حَدَّثَنَا مَنْصُورٌ عَنْ رِبْعِيٍّ عَنْ خَرَشَةَ بْنِ الْحُرِّ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ مِنْ اللَّيْلِ قَالَ اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ نَمُوتُ وَنَحْيَا وَإِذَا اسْتَيْقَظَ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} telah menceritakan kepada kami {Syaiban} telah menceritakan kepada kami {Manshur} dari {Rib’i} dari {Kharasyah bin Hurr} dari {Abu Dzar} dia berkata, “Apabila Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam hendak berbaring di malam hari beliau membaca: ‘ALLAAHUMMA BISMIKA NAMUUTU WANAHYAA (Ya Allah dengan nama-Mu aku mati dan hidup) ‘, dan jika bangun tidur beliau membaca: ‘AL HAMDULILLAAHIL LADZII AHYAANAA BA’DA MAA AMAATANAA WA ILAIHIN NUSYUUR (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan hanya kepada-Nyalah kami kembali) ‘.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20405
حَدَّثَنَا عَمَّارُ بْنُ مُحَمَّدِ ابْنِ أُخْتِ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ عَنْ لَيْثِ بْنِ أَبِي سُلَيْمٍ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ غَنْمٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ مُذْنِبٌ إِلَّا مَنْ عَافَيْتُ فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ وَمَنْ عَلِمَ أَنِّي أَقْدِرُ عَلَى الْمَغْفِرَةِ فَاسْتَغْفَرَنِي بِقُدْرَتِي غَفَرْتُ لَهُ وَلَا أُبَالِ وَكُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلَّا مَنْ هَدَيْتُ فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ وَكُلُّكُمْ فَقِيرٌ إِلَّا مَنْ أَغْنَيْتُ فَاسْأَلُونِي أُغْنِكُمْ وَلَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَحَيَّكُمْ وَمَيِّتَكُمْ وَرَطْبَكُمْ وَيَابِسَكُمْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَشْقَى قَلْبٍ مِنْ قُلُوبِ عِبَادِي مَا نَقَصَ فِي مُلْكِي جَنَاحَ بَعُوضَةٍ وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ عَبْدٍ مِنْ عِبَادِي مَا زَادَ فِي مُلْكِي مِنْ جَنَاحِ بَعُوضَةٍ وَلَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَحَيَّكُمْ وَمَيِّتَكُمْ وَرَطْبَكُمْ وَيَابِسَكُمْ اجْتَمَعُوا فَسَأَلَنِي كُلُّ سَائِلٍ مِنْهُمْ مَا بَلَغَتْ أُمْنِيَّتُهُ فَأَعْطَيْتُ كُلَّ سَائِلٍ مِنْهُمْ مَا سَأَلَ مَا نَقَصَنِي كَمَا لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ مَرَّ بِشَفَةِ الْبَحْرِ فَغَمَسَ فِيهِ إِبْرَةً ثُمَّ انْتَزَعَهَا كَذَلِكَ لَا يَنْقُصُ مِنْ مُلْكِي ذَلِكَ بِأَنِّي جَوَادٌ مَاجِدٌ صَمَدٌ عَطَائِي كَلَامٌ وَعَذَابِي كَلَامٌ إِذَا أَرَدْتُ شَيْئًا فَإِنَّمَا أَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُحَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ حَدَّثَنَا شَهْرٌ حَدَّثَنِي ابْنُ غَنْمٍ أَنَّ أَبَا ذَرٍّ حَدَّثَهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ يَا عَبْدِي مَا عَبَدْتَنِي وَرَجَوْتَنِي فَإِنِّي غَافِرٌ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَيَا عَبْدِي إِنْ لَقِيتَنِي بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطِيئَةً مَا لَمْ تُشْرِكْ بِي لَقِيتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً وَقَالَ أَبُو ذَرٍّ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ مُذْنِبٌ إِلَّا مَنْ أَنَا عَافَيْتُهُ فَذَكَرَ نَحْوَهُ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ ذَلِكَ بِأَنِّي جَوَادٌ وَاجِدٌ مَاجِدٌ إِنَّمَا عَطَائِي كَلَامٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Ammar bin Muhammad} anak laki-laki dari saudara perempuan Sufyan Ats Tsauri, dari {Laits bin Abu Sulaim} dari {Syahr bin Hausyab} dari {Abdurrahman bin Ghanm} dari {Abu Dzar} dia berkata, “Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Allah Azza Wa Jalla berfirman: “Wahai hamba-Ku, kalian semua adalah orang yang berdosa kecuali yang telah aku maafkan, maka mohonlah ampun kepada-Ku pasti aku ampuni kalian. Barangsiapa mengetahui bahwa Aku mampu memberikan ampunan kemudian dia memohon kepada-Ku dengan kekuasaan-Ku, maka Aku pasti akan mengampuninya tanpa perduli. Kalian adalah orang yang sesat kecuali yang Aku beri petunjuk, maka mohonlah petunjuk kepada-Ku pasti Aku akan berikan petuntuk kepada kalian. Kalian adalah orang-orang misikin kecuali yang Aku berikan kecukupan, maka mintalah kepada-Ku pasti kalian akan Aku beri kecukupkan. Seandainya orang-orang yang telah terdahulu dan yang paling terakhir dari kalian, yang masih hidup dan yang sudah mati dari kalian, yang masih basah dan yang sudah kering dari kalian, mereka semua keadaannya menyatu menjadi manusia yang hatinya paling jelek dari hamba-Ku, kesemua itu tidak mengurangi kekuasaan-Ku walau sebesar sayap nyamuk pun, demikian pula seandainya mereka keadaannya menyatu menjadi manusia yang hatinya paling takwa dari hamba-Ku, semuanya tidak akan menambah kepada kekuasaan-Ku walaupun sebesar sayap nyamuk. Seandainya orang-orang yang telah terdahulu dan yang paling terakhir dari kalian, yang masih hidup dan sudah mati dari kalian, yang masih basah dan yang sudah kering dari kalian berkumpul menjadi satu, lalu setiap dari mereka memohon kepada-Ku menurut keinginannya dan Aku mengabulkan permohonan masing-masing dari mereka, maka semuanya itu tidak akan mengurangi apa yang ada pada-Ku kecuali seperti salah seorang dari kalian yang berjalan di tepi lautan kemudian dia menyelupkan jarum ke dalamnya lalu mengangkatnya kembali, seperti itu tidak akan mengurangi kekuasaan-Ku. Sesungguhnya Aku Maha Pemurah, Maha mulia, dan tempat bergantung. Pemberian dan siksaku cukup dengan perkataan, maka jika Aku berkehendak terhadap sesuatu cukup Aku katakan ‘jadilah’ maka jadilah dia.” Telah menceritakan kepada kami {Hasyim bin Al Qasim} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdul Hamid} dia berkata, telah menyebutkan kepada kami {Syahr} dia berkata, telah menceritakan kepadaku {Ibnu Ghanm} bahwa {Abu Dzar} telah menceritakan kepadanya dari Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam, bahwa beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla telah berfirman: “Kenapa kamu tidak menyembah-Ku dan tidak berharap kepada-Ku?. Sesungguhnya Aku adalah Dzat yang mengampuni dosa-dosa yang telah kamu lakukan. Wahai hamba-Ku, seandainya kamu menemui-Ku dengan membawa dosa sepenuh bumi selama tidak berbuat syirik kepada-Ku, niscaya Aku akan menemuimu dengan membawa sepenuh bumi ampunan.” Abu Dzar menyebutkan, “Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman: “Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian semua adalah orang yang berdosa kecuali orang yang Aku telah mengampuninya…lalu ia menyebutkan hadits yang semakna, hanya saja ia menyebutkan, “Yang demikian itu karena Aku adalah Dzat yang Maha Pemurah, Maha kaya dan Maha mulia, pemberian-Ku cukup hanya dengan perkataan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20406
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي زِيَادٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَقَامَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَكَلَتْنَا الضَّبُعُ يَعْنِي السَّنَةَ قَالَ غَيْرُ ذَلِكَ أَخْوَفُ لِي عَلَيْكُمْ الدُّنْيَا إِذَا صُبَّتْ عَلَيْكُمْ صَبًّا فَيَا لَيْتَ أُمَّتِي لَا يَلْبَسُونَ الذَّهَبَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Yazid bin Abu Ziyad} dari {Zaid bin Wahb} dari {Abu Dzar} berkata, “Seorang Arab badui berdiri di hadapan Rasulullah saw. dan berkata, “Wahai Rasulullah, kami telah kelaparan!” Kemudian Nabi Shallalahu ‘Alaihi Wasallam menjawab: “Ada yang lebih aku takuti atas kalian ketimbang itu, yaitu ketika kalian mendapatkan keluasan dunia, sebab tidak mungkin ummatku tidak berhias dengan emas.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20407
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَيُّوبَ السِّخْتِيَانِيِّ وَخَالِدٍ الْحَذَّاءِ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ كِلَاهُمَا ذَكَرَهُ خَالِدٌ عَنْ عَمْرِو بْنِ بُجْدَانَ وَأَيُّوبُ عَنْ رَجُلٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّأَنَّ أَبَا ذَرٍّ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ أَجْنَبَ فَدَعَا لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَاءٍ فَاسْتَتَرَ وَاغْتَسَلَ ثُمَّ قَالَ لَهُ إِنَّ الصَّعِيدَ الطَّيِّبَ وَضُوءُ الْمُسْلِمِ وَإِنْ لَمْ يَجِدْ الْمَاءَ عَشْرَ سِنِينَ وَإِذَا وَجَدَ الْمَاءَ فَلْيُمِسَّهُ بَشَرَتَهُ فَإِنَّ ذَلِكَ هُوَ خَيْرٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} telah mengabarkan kepada kami {Sufyan} dari {Ayyub As Sakhtiyani} dan {Khalid Al Hadz’} dari {Abu Qilabah} keduanya menyebutkan dari {Khalid} dari {Amru bin Bujdan} dan {Ayyub} dari {seseorang} dari {Abu Dzar}, bahwa Abu Dzar pernah mendatangi Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dalam keadaan junub, lalu Nabi saw. memerintahkan agar diambilkan air untuk diberikan kepadanya, maka ia pun bersembunyi dan mandi. Beliau kemudian bersabda: “Sesungguhnya debu yang baik itu alat wudhu bagi seorang Muslim jika ia tidak mendapatkan air, meskipun itu hingga sepuluh tahun. Tetapi jika ia telah mendapatkan air, maka hendaklah ia cuci tubuhnya sebab itu lebih baik baginya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20408
حَدَّثَنَا مُؤَمَّلٌ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ الْأَسْوَدُ قَالَ مُؤَمَّلٌ وَكَانَ رَجُلًا صَالِحًا قَالَ سَمِعْتُ أَبَا الصِّدِّيقِ يُحَدِّثُ ثَابِتًا الْبُنَانِيَّ عَنْ رَجُلٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّكُمْ فِي زَمَانٍ عُلَمَاؤُهُ كَثِيرٌ وَخُطَبَاؤُهُ قَلِيلٌ مَنْ تَرَكَ فِيهِ عُشَيْرَ مَا يَعْلَمُ هَوَى أَوْ قَالَ هَلَكَ وَسَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَقِلُّ عُلَمَاؤُهُ وَيَكْثُرُ خُطَبَاؤُهُ مَنْ تَمَسَّكَ فِيهِ بِعُشَيْرِ مَا يَعْلَمُ نَجَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Mu’ammal} telah menceritakan kepada kami {Hammad} telah menceritakan kepada kami {Hajjaj Al Aswad} -Mu’ammal berkata dia adalah seorang laki-laki shalih- ia berkata, Aku mendengar {Abu Shiddiq} menceritakan kepada Tsabit Al Bunnani dari {seorang lelaki} dari {Abu Dzar}, bahwa Nabi Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Kalian berada di suatu zaman yang para ulamanya banyak dan para penceramahnya sedikit, barangsiapa meniggalkan sepersepuluhnya dia tidak akan tahu hawa, atau dalam riwayat lain, ‘dia akan binasa. Dan akan datang suatu masa kepada manusia yang ulamanya sedikit dan para penceramahnya banyak, barangsiapa berpegang dengan sepersepuluhnya maka dia tidak tahu bagaimana ia selamat.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20409
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ سُلَيْمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُثْمَانَ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ الْأَشْتَرِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أُمِّ ذَرٍّ قَالَتْلَمَّا حَضَرَتْ أَبَا ذَرٍّ الْوَفَاةُ قَالَتْ بَكَيْتُ فَقَالَ مَا يُبْكِيكِ قَالَتْ وَمَا لِي لَا أَبْكِي وَأَنْتَ تَمُوتُ بِفَلَاةٍ مِنْ الْأَرْضِ وَلَا يَدَ لِي بِدَفْنِكَ وَلَيْسَ عِنْدِي ثَوْبٌ يَسَعُكَ فَأُكَفِّنَكَ فِيهِ قَالَ فَلَا تَبْكِي وَأَبْشِرِي فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَمُوتُ بَيْنَ امْرَأَيْنِ مُسْلِمَيْنِ وَلَدَانِ أَوْ ثَلَاثَةٌ فَيَصْبِرَانِ أَوْ يَحْتَسِبَانِ فَيَرِدَانِ النَّارَ أَبَدًا وَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَيَمُوتَنَّ رَجُلٌ مِنْكُمْ بِفَلَاةٍ مِنْ الْأَرْضِ يَشْهَدُهُ عِصَابَةٌ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ وَلَيْسَ مِنْ أُولَئِكَ النَّفَرِ أَحَدٌ إِلَّا وَقَدْ مَاتَ فِي قَرْيَةٍ أَوْ جَمَاعَةٍ وَإِنِّي أَنَا الَّذِي أَمُوتُ بِفَلَاةٍ وَاللَّهِ مَا كَذَبْتُ وَلَا كُذِبْتُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Isa} telah menceritakan kepadaku {Yahya bin Sulaim} dari {Abdullah bin Utsman} dari {Mujahid} dari {Ibrahim bin Asytar} dari {Ayahnya} dari {Ummu Dzar} berkata, “Menjelang {Abu Dzar} meninggal dunia, ia (Ummu Dzar) Berkata, ‘Aku menangis, lalu Abu Dzar bertanya, ‘Apa yang menyebabkan engkau menangis wahai isteriku? ‘ Aku menjawab, ‘Bagaimana aku tidak menangis, sedang engkau akan meninggal di bumi yang gersang, dan tiada seorang yang tahu tempat kuburmu, dan aku juga tak memiliki selembar kain pun untuk mengkafanimu.’ Abu Dzar berkata, ‘Jangan kamu menangis, bergembiralah wahai isteriku. Sungguh, aku mendengar Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sungguh, tidaklah sepasang suami isteri yang Muslim ditinggal mati oleh dua atau tiga anaknya lalu keduanya bersabar, kemudian keduanya masuk neraka.” Dan aku juga mendengar Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sungguh akan ada seorang laki-laki di antara kalian yang meninggal dunia di tanah tandus, lalu akan disaksikan sekelompok kaum muslimin.” Dan tiada seorang pun yang hadir saat itu yang meninggal kecuali di kampung atau di Kota, maka sungguh akulah orang yang meninggal di tanah tandus. Demi Allah aku tidak berbohong dan tidak berdusta.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20410
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَمْرٍو عَنْ يَزِيدَ بْنِ نُعَيْمٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا ذَرٍّ الْغِفَارِيَّ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ بِالْفُسْطَاطِ يَقُولُسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ تَقَرَّبَ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ شِبْرًا تَقَرَّبَ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَمَنْ تَقَرَّبَ إِلَى اللَّهِ ذِرَاعًا تَقَرَّبَ إِلَيْهِ بَاعًا وَمَنْ أَقْبَلَ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مَاشِيًا أَقْبَلَ اللَّهُ إِلَيْهِ مُهَرْوِلًا وَاللَّهُ أَعْلَى وَأَجَلُّ وَاللَّهُ أَعْلَى وَأَجَلُّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Yazid bin Amru} dari {Yazid bin Nu’aim} berkata, “Aku mendengar {Abu Dzar} berkata saat ia berdiri khutbah di atas mimbar di Kota Fusthath, “Aku mendengar Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa mendekat kepada Allah satu jengkal maka Allah akan mendekat padanya satu hasta, barangsiapa mendekat kepada Allah satu hasta maka Allah akan mendekat padanya satu depa, dan barangsiapa menemui Allah dengan berjalan maka Allah menemuinya dengan berlari. Sungguh Allah Maha Tinggi lagi Mulia. Sungguh Allah Maha Tinggi lagi Mulia.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20411
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي جَعْفَرٍ عَنْ الْحِمْصِيِّ عَنْ أَبِي طَالِبٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ زَنَّى أَمَةً لَمْ يَرَهَا تَزْنِي جَلَدَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِسَوْطٍ مِنْ نَارٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin sa’id} telah menceritakan kepada kami {Laits bin Sa’id} dari {Ubaidullah bin Abu Ja’far} dari {Al Himshi} dari {Abu Thalib} dari {Abu Dzar} dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang menuduh perempuan berbuat zina padahal dia tidak melihatnya, maka Allah akan mencambuknya pada hari Kiamat dengan pecut dari api.”