Musnad Sahabat Anshar
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20442
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْحَارِثِ عَنْ عُمَرَ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ بِشْرِ بْنِ عَاصِمٍ عَنْ عَاصِمٍ قَالَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْحَارِثِ أَبُوهُ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ سَبَقَنَا أَصْحَابُ الْأَمْوَالِ وَالدُّثُورِ سَبْقًا بَيِّنًا يُصَلُّونَ وَيَصُومُونَ كَمَا نُصَلِّي وَنَصُومُ وَعِنْدَهُمْ أَمْوَالٌ يَتَصَدَّقُونَ بِهَا وَلَيْسَتْ عِنْدَنَا أَمْوَالٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا أُخْبِرُكَ بِعَمَلٍ إِنْ أَخَذْتَ بِهِ أَدْرَكْتَ مَنْ كَانَ قَبْلَكَ وَفُتَّ مَنْ يَكُونُ بَعْدَكَ إِلَّا أَحَدًا أَخَذَ بِمِثْلِ عَمَلِكَ تُسَبِّحُ خِلَافَ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَتَحْمَدُ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَتُكَبِّرُ أَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Harits} dari {Umar bin Sa’id} dari {Bisyr bin ‘Ashim} dari {‘Ashim} berkata, bapaknya {Abdurrahman bin Harits} berkata, dari {Abu Dzar} ia berkata, “Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, orang-orang kaya dan berharta telah mendahului kami, mereka melaksanakan shalat dan berpuasa sebagaimana kami shalat dan puasa, sementara mereka memiliki harta yang bisa mereka infakkan sedangkan kami tidak? ‘ Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam lalu bersabda: “Maukah aku beritahukan kepada kalian suatu amalan yang jika kamu lakukan maka kamu akan dapat mengejar orang-orang sebelummu, dan tertinggallah orang-orang setelahmu, kecuali seseorang yang melakukan seperti apa yang kamu lakukan? Yaitu membaca tabsih tiga puluh tiga kali, membaca tahmid tiga puluh tiga kali dan membaca takbir tiga puluh empat kali setiap selesai shalat.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20443
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ الْمَعْرُورِ بْنِ سُوَيْدٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسًا فِي ظِلِّ الْكَعْبَةِ قَالَ فَأَقْبَلْتُ فَلَمَّا رَآنِي قَالَ هُمْ الْأَخْسَرُونَ وَرَبِّ الْكَعْبَةِ فَجَلَسْتُ فَلَمْ أَتَقَارَّ أَنْ قُمْتُ إِلَيْهِ فَقُلْتُ مَنْ هُمْ فِدَاكَ أَبِي وَأُمِّي قَالَ هُمْ الْأَكْثَرُونَ مَالًا إِلَّا مَنْ قَالَ بِالْمَالِ هَكَذَا وَهَكَذَا وَهَكَذَا وَقَلِيلٌ مَا هُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Ma’rur bin Suwaid} dari {Abu Dzar} berkata, “Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam duduk di bawah naungan Ka’bah, lalu aku menemuinya, ketika beliau melihatku beliau bersabda: “Demi Rabb pemilik Ka’bah, mereka adalah orang-orang yang merugi.” Maka aku duduk dan bertanya kepada beliau, ‘Demi ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, terangkan padaku siapa mereka! ‘ Beliau bersabda: “Mereka adalah orang-orang yang hartanya banyak, kecuali orang yang berkata dengan hartanya seperti ini, seperti ini dan seperti ini, namun yang demikian itu sedikit.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20444
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ قُرَّةَ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ حَدَّثَنِي صَعْصَعَةُ بْنُ مُعَاوِيَةَ قَالَانْتَهَيْتُ إِلَى الرَّبَذَةِ فَإِذَا أَنَا بِأَبِي ذَرٍّ قَدْ تَلَقَّانِي بِرَوَاحِلَ قَدْ أَوْرَدَهَا ثُمَّ أَصْدَرَهَا وَقَدْ أَعْلَقَ قِرْبَةً فِي عُنُقِ بَعِيرٍ مِنْهَا لِيَشْرَبَ وَيَسْقِيَ أَصْحَابَهُ وَكَانَ خُلُقًا مِنْ أَخْلَاقِ الْعَرَبِ قُلْتُ يَا أَبَا ذَرٍّ مَا لَكَ قَالَ لِي عَمَلِي قُلْتُ إِيهٍ يَا أَبَا ذَرٍّ مَا سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ أَنْفَقَ زَوْجَيْنِ مِنْ مَالِهِ ابْتَدَرَتْهُ حَجَبَةُ الْجَنَّةِ قُلْنَا مَا هَذَانِ الزَّوْجَانِ قَالَ إِنْ كَانَتْ رِحَالًا فَرَحْلَانِ وَإِنْ كَانَتْ خَيْلًا فَفَرَسَانِ وَإِنْ كَانَتْ إِبِلًا فَبَعِيرَانِ حَتَّى عَدَّ أَصْنَافَ الْمَالِ كُلِّهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Qurrah} telah menceritakan kepada kami {Hasan} telah menceritakan kepadaku {Sha’sha’ah bin Mu’awiyah} berkata, “Sesampainya aku di Rabdzah, {Abu Dzar} menemuiku yang ketika itu ia berada di tengah unta-unta kendaraan yang sedang ia giring untuk meminum air, kemudian ia gembalakan, ia juga mengalungkan geriba di leher untanya agar para sahabatnya bisa minum dan memberikannya kepada para sahabatnya. Dan ini adalah kebiasaan orang-orang Arab. Aku lalu bertanya, ‘Wahai Abu Dzar, mengapa kau berbuat seperti itu? Ia menjawab, “Ya, karena amalanku adalah untukku diriku sendiri.” Aku berkata, ‘Heh! Wahai Abu Dzar, apa yang kau dengar dari sabda Rasulullah saw.? ‘ Ia menjawab, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Siap saja yang menginfakkan sepasang dari hartanya maka para Malaikat berebut kepadanya.” Kami bertanya, ‘Dua pasang itu apa? ‘ Ia menjawab, “Apabila ia berkendaran maka dua kendaraan, bila kuda maka dua kuda tunggangan, bila unta maka dua ekor unta…hingga ia menyebutkan semua tingkatan harta.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20445
قُلْتُ يَا أَبَا ذَرٍّ إِيهِ مَا سَمِعْتَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يُتَوَفَّى لَهُمْ ثَلَاثَةٌ مِنْ الْوَلَدِ لَمْ يَبْلُغُوا الْحِنْثَ إِلَّا أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ بِفَضْلِ رَحْمَتِهِ لِلْمُصِيبَةِ
Terjemahan: AMasih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelmunya, dari {Abu Dzar} ku berkata, ‘Wahai Abu Dzar! Duh, ucapan apa yang kau dengar dari Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam? ‘ Abu dzar berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: ‘Tiada seorang suami isteri yang Muslim, lalu ia ditinggal mati oleh dua atau tiga anaknya yang belum baligh kecuali Allah akan memasukkannya ke dalam surga dengan keutamaan rahmatnya karena musibah tersebut.’
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20446
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا مَهْدِيٌّ حَدَّثَنَا وَاصِلٌ الْأَحْدَبُ عَنْ مَعْرُورِ بْنِ سُوَيْدٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَمِعْتُهُ يَقُولُ أَتَانِي آتٍ مِنْ رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ فَأَخْبَرَنِي أَوْ قَالَ فَبَشَّرَنِي شَكَّ مَهْدِيٌّ أَنَّهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِي لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ قُلْتُ وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ قَالَ وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Mahdi} telah menceritakan kepada kami {Washil Al Ahdab} dari {Ma’rur bin Suwaid} dari {Abu Dzar} dari Nabi Shallalahu ‘Alaihi Wasallam berkata, “Aku mendengar beliau bersabda: “Telah datang kepadaku utusan dari Rabbku Azza Wa Jalla dan mengabarkan kepadaku, atau beliau mengatakan: “Kemudian dia memberikan kabar gembira kepadaku -Mahdi ragu-ragu-: “Barangsiapa dari ummatku yang meninggal dunia dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka dia akan masuk Surga.” Aku bertanya, “Sekalipun dia telah melakukan perbuatan zina atau mencuri?” Nabi menjawab: “Sekalipun dia telah berbuat zina atau mencuri.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20447
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا سَلَّامٌ أَبُو الْمُنْذِرِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ وَاسِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَأَمَرَنِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ أَمَرَنِي بِحُبِّ الْمَسَاكِينِ وَالدُّنُوِّ مِنْهُمْ وَأَمَرَنِي أَنْ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ دُونِي وَلَا أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقِي وَأَمَرَنِي أَنْ أَصِلَ الرَّحِمَ وَإِنْ أَدْبَرَتْ وَأَمَرَنِي أَنْ لَا أَسْأَلَ أَحَدًا شَيْئًا وَأَمَرَنِي أَنْ أَقُولَ بِالْحَقِّ وَإِنْ كَانَ مُرًّا وَأَمَرَنِي أَنْ لَا أَخَافَ فِي اللَّهِ لَوْمَةَ لَائِمٍ وَأَمَرَنِي أَنْ أُكْثِرَ مِنْ قَوْلِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ فَإِنَّهُنَّ مِنْ كَنْزٍ تَحْتَ الْعَرْشِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Sallam Abul Mundzir} dari {Muhammad bin Wasi’} dari {Abdullah bin Shamit} dari {Abu Dzar} berkata, “Kekasihku (Rasulullah) menyuruhku dengan tujuh hal mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka, melihat kepada orang yang di bawah dan tidak melihat yang di atasku, menyambung silaturrahim walau dibenci, dan tidak meminta-minta pada seorang pun. Dan beliau juga menyuruhku untuk berkata benar walau pahit rasanya, tidak takut cacian karena Allah, dan memperbanyak untuk mengucapkan LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAHI (Tiada daya dan upaya kecuali karena Allah) ‘, sebab itu adalah simpanan dari simpanan surga.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20448
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَأَنَّهُ دَخَلَ عَلَى أَبِي ذَرٍّ وَهُوَ بِالرَّبَذَةِ وَعِنْدَهُ امْرَأَةٌ لَهُ سَوْدَاءُ مُسْغِبَةٌ لَيْسَ عَلَيْهَا أَثَرُ الْمَجَاسِدِ وَلَا الْخَلُوقِ قَالَ فَقَالَ أَلَا تَنْظُرُونَ إِلَى مَا تَأْمُرُنِي بِهِ هَذِهِ السُّوَيْدَاءُ تَأْمُرُنِي أَنْ آتِيَ الْعِرَاقَ فَإِذَا أَتَيْتُ الْعِرَاقَ مَالُوا عَلَيَّ بِدُنْيَاهُمْ وَإِنَّ خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَهِدَ إِلَيَّ أَنَّ دُونَ جِسْرِ جَهَنَّمَ طَرِيقًا ذَا دَحْضٍ وَمَزِلَّةٍ وَإِنَّا نَأْتِي عَلَيْهِ وَفِي أَحْمَالِنَا اقْتِدَارٌ وَحَدَّثَ مَطَرٌ أَيْضًا بِالْحَدِيثِ أَجْمَعَ فِي قَوْلِ أَحَدِهِمَا أَنْ نَأْتِيَ عَلَيْهِ وَفِي أَحْمَالِنَا اقْتِدَارٌ وَقَالَ الْآخَرُ أَنْ نَأْتِيَ عَلَيْهِ وَفِي أَحْمَالِنَا اقْتِدَارٌ وَقَالَ الْآخَرُ أَنْ نَأْتِيَ عَلَيْهِ وَفِي أَحْمَالِنَا اضْطِهَارٌ أَحْرَى أَنْ نَنْجُوَ عَنْ أَنْ نَأْتِيَ عَلَيْهِ وَنَحْنُ مَوَاقِيرُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammam} telah menceritakan kepada kami {Qatadah} dari {Abu Qilabah} dari {Abu Asma`} bahwa ia menemui {Abu Dzar} di Rabadzah, sementara di sisinya ada isterinya yang berkulit hitam yang kurus lagi pucat, tidak ada bekas wewangian dan minyak pewangi darinya. Abu Asma` berkata, “Kemudian Abu Dzar berkata, “Tidakkah kalian melihat kepada apa yang diperintahkan oleh wanita hitam ini kepadaku, dia memerintahkan agar aku datang ke negeri Iraq, namun setelah aku tiba di Iraq mereka berpaling dariku dengan dunia mereka. Padahal kekasihku Shallalahu ‘Alaihi Wasallam telah mewasiatkan kepadaku bahwa di bawah jembatan Neraka Jahannam ada sebuah jalan yang sangat licin dan sesungguhnya kita pasti akan melewatinya, sementara kita membawa beban berat lagi dipaksakan.” Dan {Mathar} telah menceritakan juga dengan hadits yang ada kesamaan dalam lafadz, “Kita pasti akan melewatinya sementara kita membawa beban berat lagi dipaksakan.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Dan kita pasti akan melewatinya sementara kita membawa beban berat lagi dipaksakan.” Dan dalam riwayat lain menyebutkan, “Kita pasti akan melewatinya sementara bawaan kita ketika itu harus lebih kuat dan tahan supaya selamat melewatinya sementara kita dalam keadaan berat.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20449
حَدَّثَنَا هَاشِمٌ حَدَّثَنَا الْمُبَارَكُ بْنُ فَضَالَةَ عَنْ أَبِي نَعَامَةَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الصَّامِتِ عَنْ أَبِي ذَرٍّأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَا أَبَا ذَرٍّ إِنَّهَا سَتَكُونُ عَلَيْكُمْ أَئِمَّةٌ يُمِيتُونَ الصَّلَاةَ فَإِنْ أَدْرَكْتُمُوهُمْ فَصَلُّوا الصَّلَاةَ لِوَقْتِهَا وَاجْعَلُوا صَلَوَاتِكُمْ مَعَهُمْ نَافِلَةًحَدَّثَنَا حُسَيْنٌ حَدَّثَنَا الْمُبَارَكُ حَدَّثَنِي أَبُو نَعَامَةَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الصَّامِتِ أَنَّ أَبَا ذَرٍّ قَالَ لَهُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَبَا ذَرٍّ إِنَّهَا سَتَكُونُ أَئِمَّةٌ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasyim} telah menceritakan kepada kami {Mubarak bin Fadlalah} dari {Abu Na’amah} telah menceritakan kepadaku {Abdullah bin Shamit} dari {Abu Dzar}, bahwa Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Wahai Abu Dzar, akan ada pada kalian para pemimpin yang mengakhirkan shalat, jikalau kalian mendapati mereka maka laksanakanlah shalat tepat pada waktunya, dan jadikan shalat kalian bersama mereka menjadi nafilah (sunah).” Telah menceritakan kepada kami {Husain} telah menceritakan kepada kami {Mubarak} telah menceritakan kepadaku {Abu Na’amah} telah menceritakan kepadaku {Abdullah bin Shamit} bahwa {Abu Dzar} berkata kepadanya, “Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Wahai Abu Dzar!….lalu ia menyebutkan hadits tersebut.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20450
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَاصِمٍ عَنْ دَاوُدَ عَنْ الْوَلِيدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَصُمْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَمَضَانَ فَلَمْ يَقُمْ بِنَا شَيْئًا مِنْ الشَّهْرِ حَتَّى إِذَا كَانَ لَيْلَةُ أَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ قَامَ بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى كَادَ أَنْ يَذْهَبَ ثُلُثُ اللَّيْلِ فَلَمَّا كَانَتْ اللَّيْلَةُ الَّتِي تَلِيهَا لَمْ يَقُمْ بِنَا فَلَمَّا كَانَتْ لَيْلَةُ سِتٍّ وَعِشْرِينَ قَامَ بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى كَادَ أَنْ يَذْهَبَ شَطْرُ اللَّيْلِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَوْ نَفَّلْتَنَا بَقِيَّةَ لَيْلَتِنَا هَذِهِ قَالَ لَا إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ فَلَمَّا كَانَتْ اللَّيْلَةُ الَّتِي تَلِيهَا لَمْ يَقُمْ بِنَا فَلَمَّا أَنْ كَانَتْ لَيْلَةُ ثَمَانٍ وَعِشْرِينَ جَمَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَهْلَهُ وَاجْتَمَعَ لَهُ النَّاسُ فَصَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى كَادَ يَفُوتُنَا الْفَلَاحُ قَالَ قُلْتُ وَمَا الْفَلَاحُ قَالَ السُّحُورُ ثُمَّ لَمْ يَقُمْ بِنَا يَا ابْنَ أَخِي شَيْئًا مِنْ الشَّهْرِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Ashim} dari {Dawud} dari {Al Walid bin Abdurrahman} dari {Jubair bin Nufair} dari {Abu Dzar} dia berkata, “Kami melaksanakan puasa Ramadan bersama Rasulullah, dan selama satu bulan beliau tidak shalat malam bersama kami kecuali ketika masuk malam ke dua puluh empat beliau melaksanakan shalat malam bersama kami hingga hampir berlalu sepertiga malam. Pada malam berikutnya beliau tidak melaksanakan shalat bersama kami namun pada malam ke dua puluh enam beliau melaksanakan shalat malam bersama kami hingga hampir melewati separuh malam.” Abu Dzar berkata, “Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, sekiranya engkau tetap shalat malam bersama kami hingga sisa Ramadan selesai.” Beliau menjawab: “Tidak, sesungguhnya apabila seseorang melaksanakan shalat malam bersama imam hingga selesai, maka akan di catat baginya shalat satu malam penuh.” Pada malam berikutnya beliau tidak melaksanakan shalat bersama kami, namun pada malam ke dua puluh delapannya Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam mengumpulkan keluarganya, dan orang-orangpun ikut berkumpul. Kemudian Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam melaksanakan shalat malam bersama kami sehingga kami hampir tidak mendapatkan Al Falah.” Jubair bin Nufair berkata, “Aku bertanya, ‘Apa yang dimaksud Al Falah? ‘ dia menjawab, “Waktu sahur. Wahai anak saudaraku, kemudian beliau tidak pernah lagi melaksanakan shalat malam bersama kami hingga selesai bulan Ramadan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20451
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ وَعَبْدُ الصَّمَدِ الْمَعْنَى قَالَا حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ وَقَالَ عَبْدُ الصَّمَدِ الرَّحَبِيُّ عَنْ أَبِي ذَرٍّعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا يَرْوِي عَنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِنِّي حَرَّمْتُ عَلَى نَفْسِي الظُّلْمَ وَعَلَى عِبَادِي أَلَا فَلَا تَظَالَمُوا كُلُّ بَنِي آدَمَ يُخْطِئُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرُ لَهُ وَلَا أُبَالِي وَقَالَ يَا بَنِي آدَمَ كُلُّكُمْ كَانَ ضَالًّا إِلَّا مَنْ هَدَيْتُ وَكُلُّكُمْ كَانَ عَارِيًا إِلَّا مَنْ كَسَوْتُ وَكُلُّكُمْ كَانَ جَائِعًا إِلَّا مَنْ أَطْعَمْتُ وَكُلُّكُمْ كَانَ ظَمْآنًا إِلَّا مَنْ سَقَيْتُ فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ وَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ وَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ وَاسْتَسْقُونِي أَسْقِكُمْ يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَجِنَّكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَصَغِيرَكُمْ وَكَبِيرَكُمْ وَذَكَرَكُمْ وَأُنْثَاكُمْ قَالَ عَبْدُ الصَّمَدِ وَعُسِيَّكُمْ وَبَنِيكُمْ عَلَى قَلْبِ أَتْقَاكُمْ رَجُلًا وَاحِدًا لَمْ تَزِيدُوا فِي مُلْكِي شَيْئًا وَلَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَجِنَّكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَصَغِيرَكُمْ وَكَبِيرَكُمْ وَذَكَرَكُمْ وَأُنْثَاكُمْ عَلَى قَلْبِ أَكْفَرِكُمْ رَجُلًا لَمْ تُنْقِصُوا مِنْ مُلْكِي شَيْئًا إِلَّا كَمَا يُنْقِصُ رَأْسُ الْمِخْيَطِ مِنْ الْبَحْرِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman} dan {Abdushamad} secara makna, keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami {Hammam} dari {Qatadah}. {Abdushamad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Qatadah} dari {Abu Qilabah} dari {Abu Asma`}, {Abdushamad Ar Rahabi} berkata dari {Abu Dzar} dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam sebagaimana yang beliau riwayatkan dari Rabb-nya Azza Wa Jalla: ‘Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku mengharamkannya pula atas kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi. Wahai para hamba-Ku, kalian semua tersesat kecuali orang yang Aku beri hidayah, maka mintalah hidayah itu kepada-Ku, niscaya Aku berikan hidayah itu kepadamu. Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kalian lapar kecuali orang-orang yang Aku beri makan, maka mintalah makan kepada-Ku niscaya Aku berikan makanan itu kepadamu. Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kalian adalah orang-orang tidak berpakaian kecuali orang-orang yang telah Aku beri pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku niscaya Aku berikan pakaian itu kepadamu. Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kalian senantiasa berbuat dosa di malam dan siang hari sedangkan Aku akan mengampuni semua dosa, maka mintalah ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni kalian semua. Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kalian tidak dapat mendatangkan kemanfaatan bagi-Ku sehingga tidak sedikit pun kalian bermanfaat bagi-Ku. Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kalian semua tidak akan dapat mendatangkan bahaya bagi-Ku sehingga tidak sedikit pun kalian dapat membahayakan-Ku. Wahai para hamba-Ku, andaikan kalian semua dari yang awal sampai yang terakhir, baik dari bangsa manusia maupun jin, semuanya bertakwa dengan ketakwaan orang yang paling takwa di antara kalian, hal itu tidak menambah sedikit pun dalam Kerajaan-Ku. Wahai para hamba-Ku, andaikan kalian semua dari yang awal sampai yang terakhir, baik dari bangsa manusia maupun bangsa jin, berdiri di atas satu dataran lalu meminta apa pun kepada-Ku, lalu Aku penuhi semua permintaan mereka, hal itu sedikit pun tidak mengurangi kekayaan yang Aku miliki, kecuali seperti berkurangnya air samudera ketika dimasuki sebatang jarum jahit (kemudian diangkat).”