Musnad Sahabat Anshar
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20602
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ بَيْعِ الثَّمَرِ بِالتَّمْرِ فَأَخْبَرَهُمْ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَخَّصَ فِي الْعَرَايَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Az Zuhri} dari {Salim} dari {Bapaknya}, bahwa Nabi saw. melarang jual beli kurma yang belum matang dengan kurma yang sudag matang. Sementara {Zaid bin Tsabit} mengabarkan kepada mereka bahwa Nabi saw. membolehkannya dalam ‘araya (kurma yang telah masak).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20603
حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ هِشَامٍ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَتَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَخَرَجْنَا إِلَى الْمَسْجِدِ فَأُقِيمَتْ الصَّلَاةُ قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَهُمَا قَالَ قَدْرُ مَا يَقْرَأُ الرَّجُلُ خَمْسِينَ آيَةً
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Hisyam} telah menceritakan kepada kami {Qatadah} dari {Anas} dari {Zaid bin Tsabit} berkata, “Kami makan sahur bersama Nabi saw., lalu kami keluar menuju masjid dan dikumandangkan iqamat. Aku (Anas) bertanya, “Berapa jarak antara keduanya?” Zaid menjawab, “Seperti seseorang membaca lima puluh ayat.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20604
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو عَنْ طَاوُسٍ عَنْ حُجْرٍ الْمَدَرِيِّ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَعَلَ الْعُمْرَى لِلْوَارِثِ وَقَالَ مَرَّةً قَضَى بِالْعُمْرَى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Amru} dari {Thawus} dari {Hujr Al Madari} dari {Zaid bin Tsabit}, bahwa Nabi saw. menjadikan al Umra sebagai bagian dari pewarisan.” Tsabit berkata, “Beliau memutuskan perkara Al Umra sebagai warisan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20605
حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ ثَابِتِ بْنِ عُبَيْدٍ قَالَ قَالَ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تُحْسِنُ السُّرْيَانِيَّةَ إِنَّهَا تَأْتِينِي كُتُبٌ قَالَ قُلْتُ لَا قَالَ فَتَعَلَّمْهَا فَتَعَلَّمْتُهَا فِي سَبْعَةَ عَشَرَ يَوْمًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Jarir} dari {Al A’masy} dari {Tsabit bin Ubaid} berkata, {Zaid bin Tsabit} berkata, “Rasulullah saw. bertanya padaku: ‘Apakah engkau bisa bahasa suryani? ‘ Aku menjawab, ‘Tidak bisa.’ Beliau bersabda: ‘Belajarlah! ‘ Maka aku mempelajarinya hanya dalam tujuh belas hari.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20606
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِسْحَاقَ عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمَّارٍ عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ أَبِي الْوَلِيدِ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ قَالَ قَالَ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍيَغْفِرُ اللَّهُ لِرَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ أَنَا وَاللَّهِ أَعْلَمُ بِالْحَدِيثِ مِنْهُ إِنَّمَا أَتَى رَجُلَانِ قَدْ اقْتَتَلَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ كَانَ هَذَا شَأْنَكُمْ فَلَا تُكْرُوا الْمَزَارِعَ قَالَ فَسَمِعَ رَافِعٌ قَوْلَهُ لَا تُكْرُوا الْمَزَارِعَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Ishaq} dari {Abu Ubaidah bin Muhammad bin ‘Ammar} dari {Al Walid bin Abul Walid} dari {Urwah bin Zubair} berkata, {Zaid bin Tsabit} berkata, “Semoga Allah mengampuni Rafi’ bin Khadij -Demi Allah aku lebih tahu tantang hadits dari padanya-, bahwa ada dua orang yang saling membunuh, maka Rasulullah saw. bersabda: “Kalaulah ini sebab pertengkaran kalian, maka janganlah kalian menyewakan tanah.” Zaid berkata, “Lalu Rafi mendengar sabda beliau: ‘Jangalah menyewakan tanah.'”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20607
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا أَبُو سِنَانٍ سَعِيدُ بْنُ سِنَانٍ حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ خَالِدٍ عَنْ ابْنِ الدَّيْلَمِيِّ قَالَلَقِيتُ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ فَقُلْتُ يَا أَبَا الْمُنْذِرِ إِنَّهُ قَدْ وَقَعَ فِي نَفْسِي شَيْءٌ مِنْ هَذَا الْقَدَرِ فَحَدِّثْنِي بِشَيْءٍ لَعَلَّهُ يَذْهَبُ مِنْ قَلْبِي قَالَ لَوْ أَنَّ اللَّهَ عَذَّبَ أَهْلَ سَمَوَاتِهِ وَأَهْلَ أَرْضِهِ لَعَذَّبَهُمْ وَهُوَ غَيْرُ ظَالِمٍ لَهُمْ وَلَوْ رَحِمَهُمْ كَانَتْ رَحْمَتُهُ لَهُمْ خَيْرًا مِنْ أَعْمَالِهِمْ وَلَوْ أَنْفَقْتَ جَبَلَ أُحُدٍ ذَهَبًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مَا قَبِلَهُ اللَّهُ مِنْكَ حَتَّى تُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ وَتَعْلَمَ أَنَّ مَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ وَمَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَكَ وَلَوْ مِتَّ عَلَى غَيْرِ ذَلِكَ لَدَخَلْتَ النَّارَقَالَ فَأَتَيْتُ حُذَيْفَةَ فَقَالَ لِي مِثْلَ ذَلِكَ وَأَتَيْتُ ابْنَ مَسْعُودٍ فَقَالَ لِي مِثْلَ ذَلِكَ وَأَتَيْتُ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ فَحَدَّثَنِي عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَ ذَلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} telah menceritakan kepada kami {Abu Sinan Sa’id bin Sinan} telah menceritakan kepada kami {Wahab bin Khalid} dari {Ibnu Dailami} berkata, “Aku berjumpa {Ubay bin Ka’ab} dan aku bertanya padanya, ‘Wahai Abu Mundzir, sesungguhnya dalam hatiku ada sesuatu yang mengganjal dalam masalah takdir, ceritakanlah padaku sesuatu hingga bisa menghiburku! ‘ Ubay berkata, “Kalaulah Allah hendak menyiksa penduduk langit dan bumi pastilah Ia akan menyiksanya tanpa menzhalimi mereka, bila Allah menyayangi mereka maka kasih sayangnya melebihi amal perbuatan yang mereka kerjakan. Jikalau engkau mensedekahkah emas sebesar gunung uhud di jalan Allah Azza Wa Jalla, niscaya Allah tiada akan menerimanya darimu hingga kamu beriman dengan takdir-Nya, dan kamu tahu apa yang akan kamu dapatkan tidak akan meleset darimu, dan apa yang meleset darimu tidak akan kamu dapatkan. Jika kamu mati dalam keadaan tidak seperti itu, sungguh kamu akan masuk Neraka.” Kemudian aku mendatangi {Khudzaifah} dan ia pun berkata demikian, lalu aku menemui {Ibnu Mas’ud}, ia pun berkata seperti itu, hingga aku mendatangi {Zaid bin Tsabit}, maka pun ia menceritakan yang semisal, dari Nabi saw.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20608
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ مِنْ وَلَدِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبَانَ بْنِ عُثْمَانَ عَنْ أَبِيهِأَنَّ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ خَرَجَ مِنْ عِنْدِ مَرْوَانَ نَحْوًا مِنْ نِصْفِ النَّهَارِ فَقُلْنَا مَا بَعَثَ إِلَيْهِ السَّاعَةَ إِلَّا لِشَيْءٍ سَأَلَهُ عَنْهُ فَقُمْتُ إِلَيْهِ فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ أَجَلْ سَأَلَنَا عَنْ أَشْيَاءَ سَمِعْتُهَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيثًا فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ غَيْرَهُ فَإِنَّهُ رُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيهٍ وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ ثَلَاثُ خِصَالٍ لَا يَغِلُّ عَلَيْهِنَّ قَلْبُ مُسْلِمٍ أَبَدًا إِخْلَاصُ الْعَمَلِ لِلَّهِ وَمُنَاصَحَةُ وُلَاةِ الْأَمْرِ وَلُزُومُ الْجَمَاعَةِ فَإِنَّ دَعْوَتَهُمْ تُحِيطُ مِنْ وَرَائِهِمْ وَقَالَ مَنْ كَانَ هَمُّهُ الْآخِرَةَ جَمَعَ اللَّهُ شَمْلَهُ وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ وَمَنْ كَانَتْ نِيَّتُهُ الدُّنْيَا فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ ضَيْعَتَهُ وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ وَسَأَلَنَا عَنْ الصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَهِيَ الظُّهْرُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} telah menceritakan kepada kami {Umar bin Sulaiman} salah seorang keturunan Umar bin Khathab? radliallahu ‘anhu, dari {Abdurrahman bin Aban bin Utsman} dari {Ayahnya} bahwa {Zaid bin Tsabit} keluar dari rumah Marwan di pertengahan siang, kami berkata, “Tiada sesuatu yang mengirimkannya kecuali karena ada sesuatu yang ia tanyakan. Aku berdiri menyambutnya dan aku pun menanyainya, ia menjawab, “Ooh, ia menanyaiku tentang sesuatu yang aku dengar dari Rasulullah saw., aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Allah menyukai seseorang yang mendengar hadits dariku lalu ia menjaganya hingga ia sampaikan pada selainnya, karena sungguh berapa banyak ahli fikih yang tidak fakih, dan berapa banyak pembawa fikih menyampaikan kepada orang yang lebih fakih. Tiga hal yang hati seorang Muslim tidak akan menjadikan benci selamanya mengikhlaskan amalan hanya untuk Allah, menasehati para pemimpin dan beriltizam dengan al jama’ah (pemerintahan muslim). Sebab dakwah mereka akan berada di belakang mereka (perlindungan mereka). Barangsiapa berorientasi dengan akhirat maka Allah akan jadikan kesempurnaan untuknya, kekayaan ada dalam hatinya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan hina. Dan barangsiapa mengharap kehidupan dunia, maka Allah akan menjauhkan dunia darinya, menjadikan kefakiran berada di depan matanya dan ia tidak akan mendapatkan dunia kecuali apa yang telah dituliskan untuknya. Dan ia bertanya kepada kami tentang shalat wustha, yaitu shalat zhuhur.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20609
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ قُسَيْطٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَقَرَأْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّجْمَ فَلَمْ يَسْجُدْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Ibnu Abu Dzi`b} dari {Yazid bin Qusiath} dari {‘Atha` bin Yasar} dari {Zaid bin Tsabit} ia berkata, “Aku membacakan surat An Najm di hadapan Rasulullah saw. dan beliau tidak sujud.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20610
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ أَبِي الْجَهْمِ بْنِ صُخَيْرٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةَ الْخَوْفِ بِذِي قَرَدٍ أَرْضٌ مِنْ أَرْضِ بَنِي سُلَيْمٍ فَصَفَّ النَّاسُ خَلْفَهُ صَفَّيْنِ صَفًّا يُوَازِي الْعَدُوَّ وَصَفًّا خَلْفَهُ فَصَلَّى بِالصَّفِّ الَّذِي يَلِيهِ رَكْعَةً ثُمَّ نَكَصَ هَؤُلَاءِ إِلَى مَصَافِّ هَؤُلَاءِ وَهَؤُلَاءِ إِلَى مَصَافِّ هَؤُلَاءِ فَصَلَّى بِهِمْ رَكْعَةً أُخْرَىحَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الرُّكَيْنِ الْفَزَارِيِّ عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ حَسَّانَ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى صَلَاةَ الْخَوْفِ فَذَكَرَ مِثْلَ حَدِيثِ ابْنِ عَبَّاسٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Abu Bakar bin Abul Hajam bin Shukhair} dari {Ubaidullah bin Utbah} dari {Ibnu Abbas} ia berkata, “Rasulullah saw. shalat khauf di Dzi’ Qarad di perkampungan bani Sulaim, manusia berbaris di belakang beliau sebanyak dua baris, satu baris menghalangi musuh dan satu baris lagi shalat bersamanya. Beliau lalu shalat dengan satu shaf yang ada di belakangnya satu rakaat, kemudian orang-orang yang shalat bersama Nabi pindah ke posisi shaf yang menjaga musuh, dan orang-orang yang menjaga musuh pindah ke shaf orang yang shalat bersama beliau. Kemudian beliau meneruskan shalatnya bersama mereka satu rakaat yang tersisa.” {Waki’} berkata, telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Rukain Al Fazari} dari {Qasim bin Hasan} dari {Zaid bin Tsabit}, bahwa Rasulullah saw. melaksanakan shalat khauf… lalu ia menyebutan semisal hadits Ibnu Abbas.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20611
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِنْدٍ عَنْ سَالِمٍ أَبِي النَّضْرِ عَنْ بِسْرِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ بِحُجْرَةٍ فَكَانَ يَخْرُجُ يُصَلِّي فِيهَا فَفَطِنَ لَهُ أَصْحَابُهُ فَكَانُوا يُصَلُّونَ بِصَلَاتِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Sa’id bin Abu Hind} dari {Salim Abu Nadhar} dari {Bisr bin Sa’id} dari {Zaid bin Tsabit}, bahwa Nabi saw. berada di dalam kamar, beliau keluar untuk melaksanakan shalat, para sahabat memahaminya lalu mereka shalat dengan shalatnya.”