Musnad Sahabat Anshar

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20622

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ شِمَاسَةَ أَخْبَرَهُ أَنَّ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ قَالَبَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نُؤَلِّفُ الْقُرْآنَ مِنْ الرِّقَاعِ إِذْ قَالَ طُوبَى لِلشَّامِ قِيلَ وَلِمَ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِنَّ مَلَائِكَةَ الرَّحْمَنِ بَاسِطَةٌ أَجْنِحَتَهَا عَلَيْهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ishaq} telah mengabarkan kepada kami {Yahya bin Ayyub} telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Abu Habib} bahwa {Abdurrahman bin Syimamah} ia mengabarkan kepadanya, bahwa {Zaid bin Tsabit} berkata, “Sewaktu kami mengumpulkan Al-Qur’an dari kulit dan kertas bersama Rasulullah saw., beliau bersabda: ‘Kabar gembira buat Syam, kabar gembira buat Syam.’ Lalu ada yang bertanya, ‘Ada apa dengan Syam? ‘ Beliau bersabda: ‘Para malaikat merentangkan sayap-sayapnya di atasnya.'”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20623

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ قَالَ كَتَبَ إِلَيَّ مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ يُخْبِرُنِي عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجَمَ فِي الْمَسْجِدِقُلْتُ لِابْنِ لَهِيعَةَ فِي مَسْجِدِ بَيْتِهِ قَالَ لَا فِي مَسْجِدِ الرَّسُولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Isa} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} berkata, {Musa bin Uqbah} menulis untukku ia mengabarkan kepadaku dari {Busr bin Sa’id} dari {Zaid bin Tsabit}, bahwa Rasulullah saw. berbekam di masjid. Aku bertanya pada Ibnu Lahi’ah, ‘Di tempat shalat rumahnya kah? ‘ Ia menjawab, ‘Tidak, tapi di masjid Rasulullah saw.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20624

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ هِشَامٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبِي أَنَّ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ أَوْ أَبَا أَيُّوبَقَالَ لِمَرْوَانَ أَلَمْ أَرَكَ قَصَّرْتَ سَجْدَتَيْ الْمَغْرِبِ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِيهَا بِالْأَعْرَافِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Hisyam} berkata, {Ayahku} mengabarkan kepadaku, bahwa {Zaid bin Tsabit} atau {Abu Ayyub} berkata kepada Marwan, “Kenapa aku lihat kamu memendekkan bacaan dalam shalat Maghrib, sementara aku melihat Rasulullah saw. membaca surat Al A’raf dalam shalat tersebut?”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20625

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ حَدَّثَنَا عِمْرَانُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اطَّلَعَ قِبَلَ الْيَمَنِ فَقَالَ اللَّهُمَّ أَقْبِلْ بِقُلُوبِهِمْ وَاطَّلَعَ مِنْ قِبَلِ كَذَا فَقَالَ اللَّهُمَّ أَقْبِلْ بِقُلُوبِهِمْ وَبَارِكْ لَنَا فِي صَاعِنَا وَمُدِّنَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Dawud} telah menceritakan kepada kami {Imran} dari {Qatadah} dari {Anas bin Malik} dari {Zaid bin Tsabit}, bahwa Rasulullah saw. menghadap ke arah Yaman dan berdo’a: “Ya Allah, jadikanlah hati mereka mudah menerima (kami).” Lalu beliau mengahadap ke arah ini dan berdo’a: “Ya Allah, jadikanlah hati mereka mudah menerima kami dan berkahilah sha’ dan mud kami.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20626

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا سِنَانٍ يُحَدِّثُ عَنْ وَهْبِ بْنِ خَالِدٍ الْحِمْصِيِّ عَنِ ابْنِ الدَّيْلَمِيِّ قَالَوَقَعَ فِي نَفْسِي شَيْءٌ مِنْ الْقَدَرِ فَأَتَيْتُ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَوْ أَنَّ اللَّهَ عَذَّبَ أَهْلَ سَمَاوَاتِهِ وَأَهْلَ أَرْضِهِ لَعَذَّبَهُمْ غَيْرَ ظَالِمٍ لَهُمْ وَلَوْ رَحِمَهُمْ كَانَتْ رَحْمَتُهُ لَهُمْ خَيْرًا مِنْ أَعْمَالِهِمْ وَلَوْ كَانَ لَكَ جَبَلُ أُحُدٍ أَوْ مِثْلُ جَبَلِ أُحُدٍ ذَهَبًا أَنْفَقْتَهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ مَا قَبِلَهُ اللَّهُ مِنْكَ حَتَّى تُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ وَتَعْلَمَ أَنَّ مَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ وَأَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَكَ وَأَنَّكَ إِنْ مِتَّ عَلَى غَيْرِ هَذَا دَخَلْتَ النَّارَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Sulaiman} ia berkata, Aku mendengar {Abu Sinan} menceritakan dari {Wahab bin Khalid Al Himshi} dari {Ibnu Ad Dailami} berkata, “Suatu ketika aku mendapat musibah, lalu aku datang dan bertanya pada {Zaid bin Tsabit} Ia menjawab, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sekiranya Allah akan menyiksa penduduk langit dan bumi, maka Ia akan menyiksanya tanpa menzhalimi mereka. Dan bila Allah menyayangi mereka maka kasih sayang-Nya melebihi amal perbuatan yang mereka kerjakan. Sekiranya engkau menginfakkan emas sebesar gunung uhud di jalan Allah Azza Wa Jalla, niscaya Allah tiada akan menerimanya darimu hingga kamu beriman dengan takdir-Nya, dan kamu tahu bahwa apa yang (ditakdirkan) menimpamu tidak akan meleset, dan segala yang (ditakdirkan) meleset tidak akan menimpamu. Jika kamu mati dalam keadaan tidak seperti itu (beriman pada takdir), sungguh kamu akan masuk Neraka.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20627

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ هُبَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ قَبِيصَةَ بْنَ ذُؤَيْبٍ يَقُولُإِنَّ عَائِشَةَ أَخْبَرَتْ آلَ الزُّبَيْرِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى عِنْدَهَا رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعَصْرِ فَكَانُوا يُصَلُّونَهَا قَالَ قَبِيصَةُ فَقَالَ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ يَغْفِرُ اللَّهُ لِعَائِشَةَ نَحْنُ أَعْلَمُ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ عَائِشَةَ إِنَّمَا كَانَ ذَلِكَ لِأَنَّ أُنَاسًا مِنْ الْأَعْرَابِ أَتَوْا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَجِيرٍ فَقَعَدُوا يَسْأَلُونَهُ وَيُفْتِيهِمْ حَتَّى صَلَّى الظُّهْرَ وَلَمْ يُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ قَعَدَ يُفْتِيهِمْ حَتَّى صَلَّى الْعَصْرَ فَانْصَرَفَ إِلَى بَيْتِهِ فَذَكَرَ أَنَّهُ لَمْ يُصَلِّ بَعْدَ الظُّهْرِ شَيْئًا فَصَلَّاهُمَا بَعْدَ الْعَصْرِ يَغْفِرُ اللَّهُ لِعَائِشَةَ نَحْنُ أَعْلَمُ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ عَائِشَةَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْعَصْرِحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ هُبَيْرَةَ عَنْ قَبِيصَةَ بْنِ ذُؤَيْبٍ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا أَخْبَرَتْ آلَ الزُّبَيْرِ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan bin Musa} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Hubairah} berkata, Aku mendengar {Qabishah bin Dzu`aib} ia berkata, “‘Aisyah mengabarkan kepada keluarga Zubair, bahwa Rasulullah saw. pernah melaksanakan shalat dua rakaat setelah Ashar di sisinya, lalu orang-orang mengikuti beliau.” {Qabishah} berkata, {Zaid bin Tsabit} berkata, “Semoga Allah mengampuni ‘Aisyah, kami lebih mengetahui tentang Rasulullah saw. dari padanya. Hal itu sebenarnya bahwa ada orang-orang badui mendatangi beliau di waktu siang yang terik (zhuhur), mereka lalu duduk dan bertanya kepada beliau, beliau pun memberi fatwa kepada mereka hingga selesai shalat zhuhur dan beliau belum melaksanakan shalat dua rakaat. Lalu beliau duduk dan memberi fatwa kepada mereka hingga datang shalat asar. Beliau lalu kembali ke rumahnya. Beliau menyebutkan bahwasanya beliau beluam melaksanakan dua rakaat setelah zhuhur, lalu beliau melaksanakannya setelah ashar. Semoga Allah mengampuni ‘Aisyah, sungguh kami lebih mengetahui Rasulullah saw. dari padanya. Rasulullah saw. melarang shalat setelah Ashar.” Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ishaq} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Abdullah bin Hubairah} dari {Qabishah bin Dzu`aib} dari ‘Aisyah, bahwa ia mengabarkan kepada keluarga Zubair…lalu ia menyebutkan hadits tersebut secara makna.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20628

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ حَدَّثَنِي نَافِعٌ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْمُحَاقَلَةِ وَالْمُزَابَنَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} telah menceritakan kepada kami {Ayahku} dari {Ibnu Ishaq} telah menceritakan kepadaku {Nafi’} dari {Ibnu Umar} dari {Zaid bin Tsabit} ia berkata, “Rasulullah saw. melarang muhalaqah dan muzabanah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20629

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ حَدَّثَنِي الزُّهْرِيُّ عَنْ خَارِجَةَ بْنِ زَيْدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَبِيعُوا الثَّمَرَةَ حَتَّى يَبْدُوَ صَلَاحُهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} telah menceritakan kepada kami {Ayahku} dari {Ibnu Ishaq} telah menceritakan kepadaku {Az Zuhri} dari {Kharijah bin Zaid} dari {Zaid bin Tsabit} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian menjual buah hingga jelas matang.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20630

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ أَخْبَرَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ أَنَّهُتَسَحَّرَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثُمَّ خَرَجْنَا إِلَى الصَّلَاةِقَالَ قُلْتُ لِزَيْدٍ كَمْ بَيْنَ ذَلِكَ قَالَ قَدْرُ قِرَاءَةِ خَمْسِينَ آيَةً
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammam} telah mengabarkan kepada kami {Qatadah} dari {Anas} dari {Zaid bin Tsabit}, bahwa ia pernah makan sahur bersama Rasulullah saw., ia berkata, “Lalu kami keluar untuk shalat.” Anas berkata, “Lalu aku tanya kepada Zaid, “Berapa jarak antara keduanya?” Zaid menjawab, “Seperti seseorang membaca lima puluh ayat.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20631

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا دَاوُدُ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَلَمَّا تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ خُطَبَاءُ الْأَنْصَارِ فَجَعَلَ مِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا اسْتَعْمَلَ رَجُلًا مِنْكُمْ قَرَنَ مَعَهُ رَجُلًا مِنَّا فَنَرَى أَنْ يَلِيَ هَذَا الْأَمْرَ رَجُلَانِ أَحَدُهُمَا مِنْكُمْ وَالْآخَرُ مِنَّا قَالَ فَتَتَابَعَتْ خُطَبَاءُ الْأَنْصَارِ عَلَى ذَلِكَ قَالَ فَقَامَ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ مِنْ الْمُهَاجِرِينَ وَإِنَّمَا الْإِمَامُ يَكُونُ مِنْ الْمُهَاجِرِينَ وَنَحْنُ أَنْصَارُهُ كَمَا كُنَّا أَنْصَارَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَفَقَامَ أَبُو بَكْرٍ فَقَالَ جَزَاكُمْ اللَّهُ خَيْرًا مِنْ حَيٍّ يَا مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ وَثَبَّتَ قَائِلَكُمْ ثُمَّ قَالَ وَاللَّهِ لَوْ فَعَلْتُمْ غَيْرَ ذَلِكَ لَمَا صَالَحْنَاكُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Wuhaib} telah menceritakan kepada kami {Dawud} dari {Abu Nadlrah} dari {Abu Sa’id Al Khudzri} berkata, “Ketika Rasulullah saw. wafat, para orator Anshar berdiri, salah seorang di antara mereka mengatakan “Wahai sekalian kaum Muhajirin, sungguh apabila Rasulullah menyuruh salah seorang di antara kalian, tentu beliau menyertakan salah seorang dari kami, dan kami melihat orang yang akan mengendalikan pemerintahan adalah salah seorang dari kalian dan seorang lagi dari kami.” Dia meneruskan orasinya, lalu bangkitlah {Zaid bin Tsabit} dan berkata “Rasulullah adalah dari golongan Muhajirin, hendaklah pemimpin itu dari kaum Muhajirin dan kami adalah pembelanya (anshar) sebagaimana kami adalah pembela Rasulullah saw.” Abu Bakar lalu bangkit seraya berkata, “Semoga Allah membalasi kebaikan pada kalian dari yang masih hidup, wahai sekalian Anshar, benar apa yang disebutkan juru bicara kalian.” Kemudian Abu Bakar melanjutkan, “Demi Allah, bila kalian tidak mengerjakan hal itu, tentu kami tidak sepakat dengan kalian.”