Musnad Sahabat Anshar

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20662

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ وَابْنُ بَكْرٍ قَالَا أَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ وَرَوْحٌ أَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ أَنَّ طَاوُسًا أَخْبَرَهُ أَنَّ حُجْرًا الْمَدَرِيَّ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ يَقُولُقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعُمْرَى فِي الْمِيرَاثِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq}, dan {Ibnu Bakar} keduanya berkata, telah memberitakan kepada kami {Ibnu Juraij}, dan {Rauh} telah memberitakan kepada kami {Ibnu Juraij} telah mengabarkan kepadaku {Amru bin Dinar} bahwa {Thawus} mengabarkan kepadanya, bahwa {Hujr Al Madari} mengabarkan kepadanya, bahwa ia mendengar {Zaid bin Tsabit} berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Al Umra itu masuk dalam warisan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20663

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا رَبَاحٌ عَنْ عُمَرَ بْنِ حَبِيبٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ طَاوُسٍ عَنْ حُجْرٍ الْمَدَرِيِّ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُرْقِبُوا فَمَنْ أَرْقَبَ فَسَبِيلُ الْمِيرَاثِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Khalid} telah menceritakan kepada kami {Rabah} dari {Umar bin Habib} dari {Amru bin Dinar} dari {Thawus} dari {Hujr Al Madari} dari {Zaid bin Tsabit} berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian memberi dengan cara ruqba, barangsiapa memberi dengan cara ruqba, maka itu akan menjadi harta yang bisa diwarisi.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20664

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْحَارِثِ عَنْ شِبْلٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ طَاوُسٍ عَنْ حُجْرٍ الْمَدَرِيِّ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَعْمَرَ عُمْرَى فَهِيَ لِمُعْمِرِهِ مَحْيَاهُ وَمَمَاتَهُ لَا تُرْقِبُوا فَمَنْ أَرْقَبَ شَيْئًا فَهُوَ سَبِيلُ الْمِيرَاثِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Harits} telah menceritakan kepada kami {Syibl} dari {Amru bin Dinar} dari {Thawus} dari {Hujr Al Madari} dari {Zaid bin Tsabit} berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa memberikan suatu Umra, maka Umra tersebut akan menjadi milik orangyang menerimnya. Maka janganlah kalian memberi dengan cara ruqba, barangsiapa memberi dengan cara ruqba, maka itu akan menjadi harta yang bisa diwarisi.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20665

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ خَارِجَةَ بْنِ زَيْدٍ أَوْ غَيْرِهِ أَنَّ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ قَالَلَمَّا كُتِبَتْ الْمَصَاحِفُ فَقَدْتُ آيَةً كُنْتُ أَسْمَعُهَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَجَدْتُهَا عِنْدَ خُزَيْمَةَ الْأَنْصَارِيِّ{ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ إِلَى تَبْدِيلًا }قَالَ فَكَانَ خُزَيْمَةُ يُدْعَى ذَا الشَّهَادَتَيْنِ أَجَازَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَهَادَتَهُ بِشَهَادَةِ رَجُلَيْنِقَالَ الزُّهْرِيُّ وَقُتِلَ يَوْمَ صِفِّينَ مَعَ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} telah menceritakan kepada kami {Az Zuhri} telah mengabarkan kepadaku {Kharijah bin Zaid} atau selainnya, bahwa {Zaid bin Tsabit} berkata, “Ketika mushaf ditulis, hilanglah satu ayat yang pernah aku mendengarnya dari Nabi saw. Aku lalu mendapatkannya dari Khuzaimah Al Anshari, yakni ayat: ‘(Di antara orang-orang mu’min itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah…) hingga firman Allah: ‘(tidak merobah (janjinya)) ‘. (Qs. Al Ahzab: 23). Zaid berkata, “Khuzaimah adalah orang yang telah dijadikan persaksiannya oleh Rasulullah saw. dengan kesaksian dua orang lelaki.” Az Zuhri berkata, “Ia syahid di perang Shiffin bersama kelompok Ali? radliallahu ‘anhu.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20666

حَدَّثَنَا قُرَّانُ بْنُ تَمَّامٍ عَنْ أَبِي سِنَانٍ الشَّيْبَانِيِّ عَنْ وَهْبٍ الْحِمْصِيِّ عَنِ ابْنِ الدَّيْلَمِيِّ قَالَأَتَيْتُ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ فَقُلْتُ لَهُ إِنَّهُ قَدْ وَقَعَ فِي نَفْسِي مِنْ الْقَدَرِ شَيْءٌ فَأُحِبُّ أَنْ تُحَدِّثَنِي بِحَدِيثٍ لَعَلَّ اللَّهَ أَنْ يُذْهِبَ عَنِّي مَا أَجِدُ قَالَ لَوْ أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ عَذَّبَ أَهْلَ السَّمَوَاتِ وَأَهْلَ الْأَرْضِ عَذَّبَهُمْ وَهُوَ غَيْرُ ظَالِمٍ لَهُمْ وَلَوْ رَحِمَهُمْ كَانَتْ رَحْمَتُهُ لَهُمْ خَيْرًا مِنْ أَعْمَالِهِمْ وَلَوْ كَانَ أُحُدٌ لَكَ ذَهَبًا فَأَنْفَقْتَهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ لَمْ تُؤْمِنْ بِالْقَدَرِ وَتَعْلَمْ أَنَّ مَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ وَأَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَكَ مَا تُقُبِّلَ مِنْكَ وَلَوْ مِتَّ عَلَى غَيْرِ ذَلِكَ دَخَلْتَ النَّارَوَلَا عَلَيْكَ أَنْ تَلْقَى أَخِي عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ فَتَسْأَلَهُ فَلَقِيَ عَبْدَ اللَّهِ فَقَالَ لَهُ مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ لَقِيَ حُذَيْفَةَ بْنَ الْيَمَانِ فَقَالَ لَهُ مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ لَقِيَ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ فَقَالَ لَهُ مِثْلَ ذَلِكَ إِلَّا أَنَّهُ حَدَّثَهُ عَنْ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qurran bin Tamam} dari {Abu Sinan Asy Sayibani} dari {Wahab Al Himsha} dari {Ibnu Dailami} berkata, “Aku mendatangi {Ubay bin Ka’ab} dan bertanya padanya, ‘Wahai Abu Mundzir, sesungguhnya dalam hatiku ada sesuatu yang mengganjal dalam masalah takdir, maka ceritakanlah kepadaku suatu hadits, semoga dengannya Allah melenyapkan perasaan yang menganjal itu.” Ubay berkata, “Jika Allah menyiksa penduduk langit dan bumi, maka Ia menyiksa mereka tanpa dengan kezhaliman, dan jika Allah menyayangi mereka, maka kasih sayang-Nya melebihi amal perbuatan yang mereka kerjakan. Jikalau engkau menginfakkan emas sebesar gunung uhud di jalan Allah Azza Wa Jalla, kemudian engkau tidak beriman dengan takdir, dan engkau tahu bahwa apa yang akan menimpamu tidak akan meleset darimu, dan apa yang meleset darimu tidak akan mengenaimu, niscaya Allah tiada akan menerimanya darimu. Dan jika kamu mati dalam keadaan tidak seperti itu (beriman pada takdir) sungguh kamu akan masuk Neraka. Tidak ada salahnya jika kamu temui saudaraku, {Abdullah bin Mas’ud} dan menanyakannya kepada dia.” Lalu ia menemui Abdullah, dan Abdullah juga mengatakan seperti perkataan itu, kemudian menemui {Hudzaifah bin Al Yaman} dan ia pun berkata demikian, lalu ia menemui Ibnu Mas’ud, ia pun berkata seperti itu hingga bertemu {Zaid bin Tsabit}, lalu Zaid berkata kepadanya dengan seperti itu. Hanya saja I menceritakannya dari Nabi saw.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20667

حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنِ الرُّكَيْنِ عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ حَسَّانَ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي تَارِكٌ فِيكُمْ خَلِيفَتَيْنِ كِتَابُ اللَّهِ وَأَهْلُ بَيْتِي وَإِنَّهُمَا لَنْ يَتَفَرَّقَا حَتَّى يَرِدَا عَلَيَّ الْحَوْضَ جَمِيعًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Ahmad Az Zubairi} telah menceritakan kepada kami {Syarik} dari {Rukain} dari {Qasim bin hasan} dari {Zaid bin Tsabit} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Aku tinggalkan pada kalian dua pusaka kitabullah dan ahli baitku, keduanya tidak akan berpisah hingga keduanya bertemu denganku di haudl (telaga).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20668

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ مَعْمَرٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ خَارِجَةَ بْنِ زَيْدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَوَضَّئُوا مِمَّا مَسَّتْ النَّارُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdul A’la} dari {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Kharijah bin zaid} dari {Zaid bin Tsabit}, bahwa Nabi saw. bersabda: “Berwudhulah kalian dari makanan yang tersentuh api.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20669

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ نَافِعِ بْنِ عُمَرَ قَالَ أَخْبَرَنِي زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَخَّصَ فِي الْعَرِيَّةِ أَنْ تُؤْخَذَ بِمِثْلِ خَرْصِهَا تَمْرًا يَأْكُلُهَا أَهْلُهَا رُطَبًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Nafi’ bin Umar} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Zaid bin Tsabit}, bahwa Rasulullah saw. memberi keringanan dalam jual beli ‘Araya, yaitu mengambil kurma masak seukuran dengan kurma yang masih di pohon, hingga keluarganya dapat memakannya dalam keadaan segar.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20670

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الْمُزَابَنَةِ وَالْمُحَاقَلَةِ إِلَّا أَنَّهُ رَخَّصَ لِأَهْلِ الْعَرَايَا أَنْ يَبِيعُوهَا بِمِثْلِ خَرْصِهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid} telah menceritakan kepada kami dari {Muhammad bin Ishaq} dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar} dari {Zaid bin Tsabit} berkata, Rasulullah saw. melarang jual beli dengan cara muzabanah dan muhalaqah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20671

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَنَا أَبُو مَسْعُودٍ الْجُرَيْرِيُّ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَكُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَائِطٍ مِنْ حِيطَانِ الْمَدِينَةِ فِيهِ أَقْبُرٌ وَهُوَ عَلَى بَغْلَتِهِ فَحَادَتْ بِهِ وَكَادَتْ أَنْ تُلْقِيَهُ فَقَالَ مَنْ يَعْرِفُ أَصْحَابَ هَذِهِ الْأَقْبُرِ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَوْمٌ هَلَكُوا فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَقَالَ لَوْلَا أَنْ لَا تَدَافَنُوا لَدَعَوْتُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يُسْمِعَكُمْ عَذَابَ الْقَبْرِ ثُمَّ قَالَ لَنَا تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ قُلْنَا نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ثُمَّ قَالَ تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ فَقُلْنَا نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ ثُمَّ قَالَ تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ فَقُلْنَا نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ثُمَّ قَالَ تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ قُلْنَا نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Harun} telah menceritakan kepadaku {Abu Mas’ud Al Jurairi} dari {Abu Nadlrah} dari {Abu Sa’id Al Khudzri} dari {Zaid bin Tsabit} berkata, “Kami bersama Rasulullah di salah satu kebun Kota Madinah yang di dalamnya banyak terdapat kuburan, saat itu beliau berada di atas kelesainya. Keledai beliau tersandung hingga membuat Rasulullah hampir jatuh tersungkur. Beliau lalu bersabda: “Siapa yang tahu, kuburan siapa ini?” Ada yang menjawab, “Si Anu wahai Rasulullah, ia meninggal pada masa jahiliyah.” Beliau bersabda lagi: “Sekiranya kalian tidak akan dikuburkan, maka aku akan berdoa kepada Allah agar dia memperdengarkan siksa kubur kepada kalian.” Beliau lalu berpesan kepada kami: “Berlindunglah kepada Allah dari siksa jahannam!” Kami menjawab, “Kami berlindung kepada Allah dari siksa jahannam.” Beliau bersabda lagi: “Berlindunglah kalian kepada Allah dari fitnah Al Masih Dajjal!”” Kami menjawab kembali, “Kami berlindung kepada Allah dari fitnah Dajjal.” Beliau melanjutkan: “Dan berlindunglah kepada Allah dari siksa kubur!” Kami menjawab, “Kami berlindung kepada Allah dari siksa kubur.” Terakhir beliau bersabda: “Berlindunglah kalian dari fitnah hidup dan mati!” Kami pun menjawab, “Kami berlindung kepada Allah dari fitnah hidup dan mati.”