Musnad Sahabat Anshar
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20742
حَدَّثَنَا يُونُسُ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ عَنْ حَبِيبِ بْنِ عُمَرَ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ الصَّمَدِ عَنْ أُمِّ الدَّرْدَاءِ قَالَتْكَانَ أَبُو الدَّرْدَاءِ لَا يُحَدِّثُ بِحَدِيثٍ إِلَّا تَبَسَّمَ فِيهِ فَقُلْتُ لَهُ إِنِّي أَخْشَى أَنْ يُحَمِّقَكَ النَّاسُ فَقَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُحَدِّثُ بِحَدِيثٍ إِلَّا تَبَسَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yunus}, telah menceritakan kepada kami {Baqiyah} dari {Habib bin Umar Al Anshari} dari {Abu Abdus Shamad} dari {Ummu Darda`} ia berkata Tidaklah {Abu Darda`} menyampaikan suatu hadits kecuali ia tersenyum. Aku berkata kepadanya “Aku khawatir orang-orang akan menganggap kamu orang pandir.” Abu Darda` berkata “Ketahuilah bahwa tidaklah Rasulullah saw. menyampaikan suatu hadits kecuali beliau tersenyum.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20743
حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا زَبَّانُ عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِأَنَّهُ أَتَاهُ عَائِدًا فَقَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ لِأَبِي بَعْدَ أَنْ سَلَّمَ عَلَيْهِ بِالصِّحَّةِ لَا بِالْوَجَعِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ يَقُولُ ذَلِكَ ثُمَّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا يَزَالُ الْمَرْءُ الْمُسْلِمُ بِهِ الْمَلِيلَةُ وَالصُّدَاعُ وَإِنَّ عَلَيْهِ مِنْ الْخَطَايَا لَأَعْظَمَ مِنْ أُحُدٍ حَتَّى يَتْرُكَهُ وَمَا عَلَيْهِ مِنْ الْخَطَايَا مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan}, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah}, telah menceritakan kepada kami {Zabban} dari {Sahl bin Mu’adz} dari {Ayahnya} dari {Abu Darda`} bahwa ayahnya pernah menjenguk Abu Darda`. Abu Darda` berkata kepada ayahku setelah mendo’akan kesehatan, bukan sakit sebanyak tiga kali, ia berkata demikian, kemudian Abu Darda` berkata aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Selamanya seorang muslim tidak akan lepas dari rasa bosan dan sakit pusing, hingga dosanya melebihi gunung Uhud dan hingga ia bersih dari kesalahannya walau sebiiji atom.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20744
حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَقَالَ رَسُولُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا أَوَّلُ مَنْ يُؤْذَنُ لَهُ بِالسُّجُودِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَنَا أَوَّلُ مَنْ يُؤْذَنُ لَهُ أَنْ يَرْفَعَ رَأْسَهُ فَأَنْظُرَ إِلَى بَيْنِ يَدَيَّ فَأَعْرِفَ أُمَّتِي مِنْ بَيْنِ الْأُمَمِ وَمِنْ خَلْفِي مِثْلُ ذَلِكَ وَعَنْ يَمِينِي مِثْلُ ذَلِكَ وَعَنْ شِمَالِي مِثْلُ ذَلِكَ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ تَعْرِفُ أُمَّتَكَ مِنْ بَيْنِ الْأُمَمِ فِيمَا بَيْنَ نُوحٍ إِلَى أُمَّتِكَ قَالَ هُمْ غُرٌّ مُحَجَّلُونَ مِنْ أَثَرِ الْوُضُوءِ لَيْسَ أَحَدٌ كَذَلِكَ غَيْرَهُمْ وَأَعْرِفُهُمْ أَنَّهُمْ يُؤْتَوْنَ كُتُبَهُمْ بِأَيْمَانِهِمْ وَأَعْرِفُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ ذُرِّيَّتُهُمْحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ شَكَّ فِيهِ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا ذَرٍّ أَوْ أَبَا الدَّرْدَاءِ قَالَ يَحْيَى فَيَقُولُ فَأَعْرِفُهُمْ أَنَّ نُورَهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ حَدَّثَنَا يَعْمَرُ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا ذَرٍّ أَوْ أَبَا الدَّرْدَاءِ قَالَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا أَوَّلُ مَنْ يُؤْذَنُ لَهُ فِي السُّجُودِ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan}, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah}, telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Abu Habib} dari {Abdurrahman bin Jubair} dari {Abu Darda`} ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Akulah orang yang pertama kali diizinkan untuk sujud dan mengangkat kepala pada hari Kiamat, dengan itu aku dapat melihat dan mengenali umatku diantara umat-umat sebelumku, baik dari arah depan, belakang, sebelah kanan dan kiriku.” Seseorang berkata kepada beliau wahai Rasulullah saw. bagaimana engkau dapat mengenali umutmu diantara umat-umat sebelummu, dari umatnya nabi Nuh sampai umatmu?, ” Beliau menjawab: “Wajah umatku berseri-seri disebabkan bekas air wudhu, dan tidak ada seorang pun yang menyerupainya kecuali ummatku. Dan aku juga mengenali umatku, yaitu diberikannya kitab dari tangan kanan, serta anak keturunan mereka berjalan disisi kanan kirinya.” Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ishaq} -dia ragu dalam periwayatannya- ia berkata ‘Aku mendengar {Abu Dzar} atau {Abu Darda`} berkata Yahya mengatakan “Aku mengenalinya dengan tanda cahaya menyinari bagian depan dan kanannya.” Telah menceritakan kepada kami {Ya’mar}, telah menceritakan kepada kami {Abdullah bn Lahi’ah}, telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Abu Habib} dari {Abdurrahman bin Jubair bin Nufair} bahwa ia mendengar {Abu Dzar} atau {Abu Darda`} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Akulah manusia yang pertama kali diberi izin untuk sujud.” Lalu ia menyebutkan makna hadits di atas.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20745
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْرٍ أَنَّهُ سَمِعَ مِنْ أَبِي ذَرٍّ وَأَبِي الدَّرْدَاءِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنِّي لَأَعْرِفُ أُمَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ بَيْنِ الْأُمَمِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ تَعْرِفُ أُمَّتَكَ قَالَ أَعْرِفُهُمْ يُؤْتَوْنَ كُتُبَهُمْ بِأَيْمَانِهِمْ وَأَعْرِفُهُمْ بِسِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ وَأَعْرِفُهُمْ بِنُورِهِمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa`id}, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Yazid bin Abu Habib} dari {Abdurrahman bin Jubair} ia mendengar dari {Abu Dzar} dan {Abu Darda`} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sungguh aku dapat mengenali umatku di antara umat-umat yang lain pada hari Kiamat kelak.” Para sahabat bertanya “Wahai Rasulullah, bagaimana engkau dapat mengenali umatmu? Beliau menjawab “Aku mengenali mereka dengan beberapa tanda, umatku mendapatkan buku dari arah kanan, wajahnya berseri-seri disebabkan bekas sujud dan cahaya menyinari bagian depan dan kanannya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20746
حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي مَرْيَمَ الْغَسَّانِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ حَكِيمُ بْنُ عُمَيْرٍ وحَبِيبُ بْنُ عُبَيْدٍ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَدَعُ رَجُلٌ مِنْكُمْ أَنْ يَعْمَلَ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَلْفَ حَسَنَةٍ حِينَ يُصْبِحُ يَقُولُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ فَإِنَّهُ أَلْفُ حَسَنَةٍ فَإِنَّهُ لَنْ يَعْمَلَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِثْلَ ذَلِكَ فِي يَوْمٍ مِنْ الذُّنُوبِ وَيَكُونُ مَا عَمِلَ مِنْ خَيْرٍ سِوَى ذَلِكَ وَافِرًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Mughirah}, telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abdullah bin Abu Maryam Al Ghasani}, telah menceritakan kepada kami {Abu Al Ahwash Hakim bin Umair} dan {Habib bin Ubaid} dari {Abu Darda`} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Tidakkah salah seorang dari kalian mau beramal karena Allah ‘azza wajalla pada waktu pagi dengan seribu kebaikan?, yaitu dengan mengucapkan ‘Subhanallah wa bihamdihi’ sebanyak seratus kali, maka ia telah mendapatkan seribu kebaikan. Dan tidaklah seseorang itu mengerjakan amalan tersebut sesuai dengan kehendak Allah dapat mendatangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya kecuali ia melakukan lebih banyak lagi dari itu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20747
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ عُقْبَةَ أَخْبَرَنِي كُرَيْبٌ أَنَّهُ سَأَلَ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ قَالَقُلْتُ أَخْبِرْنِي كَيْفَ صَنَعْتُمْ عَشِيَّةَ رَدِفْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ جِئْنَا الشِّعْبَ الَّذِي يُنِيخُ فِيهِ النَّاسُ لِلْمَغْرِبِ فَأَنَاخَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَاقَتَهُ ثُمَّ بَالَ مَاءً قَالَ أَهْرَاقَ الْمَاءَ ثُمَّ دَعَا بِالْوَضُوءِ فَتَوَضَّأَ وُضُوءًا لَيْسَ بِالْبَالِغِ جِدًّا قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ الصَّلَاةَ قَالَ الصَّلَاةُ أَمَامَكَ قَالَ فَرَكِبَ حَتَّى قَدِمَ الْمُزْدَلِفَةَ فَأَقَامَ الْمَغْرِبَ ثُمَّ أَنَاخَ النَّاسُ فِي مَنَازِلِهِمْ وَلَمْ يَحُلُّوا حَتَّى أَقَامَ الْعِشَاءَ فَصَلَّى ثُمَّ حَلَّ النَّاسُ قَالَ فَقُلْتُ كَيْفَ فَعَلْتُمْ حِينَ أَصْبَحْتُمْ قَالَ رَدِفَهُ الْفَضْلُ بْنُ عَبَّاسٍ وَانْطَلَقْتُ أَنَا فِي سُبَّاقِ قُرَيْشٍ عَلَى رِجْلَيَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Adam}, telah menceritakan kepada kami {Zuhair}, telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin ‘Uqbah}, telah mengabarkan kepada kami {Kuraib} ia bertanya kepada {Usamah bin Zaid} katanya aku berkata “Beritahukanlah kepadaku apa yang kalian lakukan pada waktu petang, ketika kamu membonceng Rasulullah saw.!.” Usamah menjawab “Kami mendatangi suatu lembah, yang biasa digunakan orang-orang untuk menderumkan unta pada waktu maghrib, maka Rasulullah saw. menderumkan untanya di tempat tersebut, lalu beliau menuangkan air, beliau besabda: “Tuangkanlah air.” lalu beliau memerintahkan orang-orang untuk berwudhu, dan beliau pun berwudhu dengan wudhu yang tidak basah sekali. Usamah berkata “Aku bertanya ‘Wahai Rasulullah, apakah anda hendak mengerjakan shalat?.’ Beliau menjawab: ‘Shalat ada di hadapanmu.” Usamah melanjutkan “Lalu beliau menaiki kendaraannya hingga sampai di Muzdalifah dan menunaikan shalat Maghrib, setelah itu orang-orang singgah di persinggahan mereka masing-masing, mereka belum mengerjakan tahalullul, seusai mengerjakan shalat isya`, orang-orang pun mengerjakan tahallul, ” Kuraib berkata aku bertanya “Lantas apa yang kalian kerjakan di pagi harinya?” Usamah menjawab “Al Fadl bin ‘Abbas membonceng beliau, sementara aku bersama rombongan orang-orang Qurasiy pergi dengan berjalan kaki.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20748
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ وَعَفَّانُ قَالَا ثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا رِبَا فِيمَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ قَالَ يَعْنِي إِنَّمَا الرِّبَا فِي النَّسِيئَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ishaq} dan {‘Affan} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Wuhaib}, telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Thawus} dari {Ayahnya} dari {Ibnu Abbas} dari {Usamah bin Zaid} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Bukanlah termasuk riba jual beli secara kontan, hanyasanya riba itu bisa terjadi dalam jual beli dengan pembayaran yang di tangguhkan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20749
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبَانُ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ حَدَّثَنِي عَمْرُ بْنُ الْحَكَمِ عَنْ مَوْلَى قُدَامَةَ بْنِ مَظْعُونٍ عَنْ مَوْلَى أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍأَنَّهُ انْطَلَقَ مَعَ أُسَامَةَ إِلَى وَادِي الْقُرَى يَطْلُبُ مَالًا لَهُ وَكَانَ يَصُومُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَقَالَ لَهُ مَوْلَاهُ لِمَ تَصُومُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ وَأَنْتَ شَيْخٌ كَبِيرٌ قَدْ رَقَقْتَ قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَصُومُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَسُئِلَ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ إِنَّ أَعْمَالَ النَّاسِ تُعْرَضُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan}, telah meriwayatkan kepada kami {Affan} telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Abu Katsir}, telah menceritakan kepadaku {‘Amru bin Hakam}, dari {Bekas budak Qudamah bin Madz’un} dari {Bekas budak Usamah bin Zaid} bahwa ia pernah pergi bersama {Usamah} ke lembah Qura mencari harta miliknya. Usamah selalu puasa senin dan kamis, lantas bekas budaknya berkata kepadanya “Mengapa anda berpuasa pada hari senin dan kamis, padahal anda alah orang yang lemah dan telah lanjut usia?” Usamah menjawab Sesungguhnya Rasulullah saw. senantiasa puasa senin dan kamis, lalu beliau ditanya mengenai hal itu, maka beliau menjawab: “Sesungguhnya seluruh amalan manusia akan diperlihatkan pada hari senin dan kamis.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20750
حَدَّثَنَا هُشَيْمُ بْنُ بَشِيرٍ حَدَّثَنَا حُصَيْنٌ عَنْ أَبِي ظِبْيَانَ قَالَ سَمِعْتُ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ يُحَدِّثُ قَالَبَعَثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْحُرَقَةِ مِنْ جُهَيْنَةَ قَالَ فَصَبَّحْنَاهُمْ فَقَاتَلْنَاهُمْ فَكَانَ مِنْهُمْ رَجُلٌ إِذَا أَقْبَلَ الْقَوْمُ كَانَ مِنْ أَشَدِّهِمْ عَلَيْنَا وَإِذَا أَدْبَرُوا كَانَ حَامِيَتَهُمْ قَالَ فَغَشِيتُهُ أَنَا وَرَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ قَالَ فَلَمَّا غَشِينَاهُ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَكَفَّ عَنْهُ الْأَنْصَارِيُّ وَقَتَلْتُهُ فَبَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا أُسَامَةُ أَقَتَلْتَهُ بَعْدَمَا قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّمَا كَانَ مُتَعَوِّذًا مِنْ الْقَتْلِ فَكَرَّرَهَا عَلَيَّ حَتَّى تَمَنَّيْتُ أَنِّي لَمْ أَكُنْ أَسْلَمْتُ إِلَّا يَوْمَئِذٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husyaim bin Basyir}, telah menceritakan kepada kami {Hushain}, dari {Abu Dzibyan} ia berkata aku mendengar {Usamah bin Zaid} bercerita, ia berkata Rasulullah saw. telah mengutus kami ke Huraqah, yaitu wilayah bagian Juhainah, Usamah berkata “Lalu kami memerangi mereka di waktu pagi, sementara diantara mereka ada seeorang apabila bertemu dengan kaumnya mereka menggencarkan permusuhannya dengan kami, namun bila kaumnya mundur ia berbuat baik pada kami.” Usamah melanjutkan “Maka aku dan seorang Anshar berhasil mendekatinya, ketika kami telah dekat dengannya, serta merta ia mengucapkan ‘Laa ilaaha Illallah’, maka sahabat Anshar mengurungkan niatnya, sementara aku telah membunuhnya, ketika hal ini diberitahukan kepada Rasulullah saw., beliau bersabda: ‘Wahai Usamah, apakah kamu membunuhnya padahal ia telah mengucapkan ‘La ilaaha illallalah?.’ Aku menjawab ‘Wahai Rasulullah, ia mengcapkan hal itu karena hendak berlindung dari pembunuhan?.’ Beliau mengulangi pertanyaan tersebut berkali-kali seakan saya baru masuk Islam.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20751
حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنَا سُلَيْمَانُ التَّيْمِيُّ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ النَّهْدِيِّ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى أُمَّتِي مِنْ النِّسَاءِ عَلَى الرِّجَالِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husyaim}, telah mengabarkan kepadaku {Sulaiman At Taimi} dari {Abu ‘Utsman An Nahdi} dari {Usamah bin Zaid} ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Tidaklah aku meninggalkan suatu fitnah yang lebih dahsyat bagi kaum laki-laki melebihi fitnah wanita.”