Musnad Sahabat Anshar
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20802
حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ عُمَارَةَ عَنْ أَبِي الشَّعْثَاءِ قَالَخَرَجْتُ حَاجًّا فَجِئْتُ حَتَّى دَخَلْتُ الْبَيْتَ فَلَمَّا كُنْتُ بَيْنَ السَّارِيَتَيْنِ مَضَيْتُ حَتَّى لَزِقْتُ بِالْحَائِطِ فَجَاءَ ابْنُ عُمَرَ فَصَلَّى إِلَى جَنْبِي فَصَلَّى أَرْبَعًا فَلَمَّا صَلَّى قُلْتُ لَهُ أَيْنَ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْبَيْتِ قَالَ أَخْبَرَنِي أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ أَنَّهُ صَلَّى هَاهُنَا فَقُلْتُ كَمْ صَلَّى قَالَ هَذَا أَجِدُنِي أَلُومُ نَفْسِي أَنِّي مَكَثْتُ مَعَهُ عُمْرًا لَمْ أَسْأَلْهُ كَمْ صَلَّى ثُمَّ حَجَجْتُ مِنْ الْعَامِ الْمُقْبِلِ فَجِئْتُ حَتَّى قُمْتُ فِي مَقَامِهِ فَجَاءَ ابْنُ الزُّبَيْرِ حَتَّى قَامَ إِلَى جَنْبِي وَلَمْ يَزَلْ يُزَاحِمُنِي حَتَّى أَخْرَجَنِي مِنْهُ ثُمَّ صَلَّى فِيهِ أَرْبَعًا
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Abu Mua’wiah} telah bercerita kepada kami {Al A’masy} dari {Umarah} dari {Abu Asy Sya’tsa`}, ia berkata: saya pergi berhaji kemudian saya tiba hingga masuk ke dalam baitullah, saat berada diantara dua tiang, saya berjalan hingga menempel di dinding. Lalu {Ibnu Umar} datang dan shalat didekatku ia pun shalat empat rakaat. Seusai shalat, saya bertanya padanya: Dimanakah dulu Rasulullah saw. pernah shalat di baitullah?. Ia menjawab: {Usamah bin Zaid} telah mengabarkan kepadaku bahwa beliau shalat disini. Saya bertanya lagi: berapa rakaat beliau shalat? Ibnu Umar menjawab: Itulah yang menyebabkanku selalu mencela diriku, saya tinggal lama bersamanya sekian lama tapi saya tidak menanyakannya berapa rakaat Rasulullah saw. shalat. Kemudian pada tahun berikutnya, ia (Abu Asy Sya’tsa`) Berkata: saya pergi berhaji kemudian saya datang hingga berdiri di tempat berdiri Rasulullah saw. Lalu Ibnu Az Zubair datang hingga berdiri disampingku, ia terus mendesakku hingga mengeluarkanku dari tempat itu, lalu ia shalat empat rakaat di tempat itu.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20803
حَدَّثَنَا يَعْلَى حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ أَبِي ظَبْيَانَ حَدَّثَنَا أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ قَالَبَعَثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَرِيَّةً إِلَى الْحُرَقَاتِ فَنَذِرُوا بِنَا فَهَرَبُوا فَأَدْرَكْنَا رَجُلًا فَلَمَّا غَشِينَاهُ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَضَرَبْنَاهُ حَتَّى قَتَلْنَاهُ فَعَرَضَ فِي نَفْسِي مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ فَذَكَرْتُهُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَنْ لَكَ بِلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّمَا قَالَهَا مَخَافَةَ السِّلَاحِ وَالْقَتْلِ فَقَالَ أَلَا شَقَقْتَ عَنْ قَلْبِهِ حَتَّى تَعْلَمَ مِنْ أَجْلِ ذَلِكَ أَمْ لَا مَنْ لَكَ بِلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ فَمَا زَالَ يَقُولُ ذَلِكَ حَتَّى وَدِدْتُ أَنِّي لَمْ أُسْلِمْ إِلَّا يَوْمَئِذٍ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Ya’la} telah bercerita kepada kami {Al A’masy} dari {Abu Zhabyan} telah bercerita kepada kami {Usamah bin Zaid}, ia berkata: Rasulullah saw. mengutus kami dalam tentara sariyah menuju Huruqat, mereka takut kepada kami dan lari, kami menangkap seseorang, saat kami mengalahkannya, ia mengucapkan: Laa ilaaha illallaah. Kami memukulnya hingga mati. Setelah peristiwa itu di dalam diriku terdapat sesuatu yang mengganjal, kuutarakan uneg-unegku kepada Rasulullah saw. Kemudian beliau bersabda: “Siapa yang menolongmu dengan kalimat laa ilaa ha illallah pada hari kiamat?” saya berkata: wahai Rasulullah! sesungguhnya ia mengucapkannya hanya karena takut pada senjata dan takut mati. Rasulullah saw. bersabda: “Apa kau sudah membelah jantungnya hingga kau tahu alasanmu membunuhnya atau siapakah yang akan menolongmu dengan kalimat laa ilaaha illallaah pada hari kiamat?” ia (Usamah) Berkata: Rasulullah saw. terus menerus mengucapkannya hingga saya ingin tidak masuk Islam kecuali pada hari itu.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20804
حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ قَيْسِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَأَفَاضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ عَرَفَةَ وَأَنَا رَدِيفُهُ فَجَعَلَ يَكْبَحُ رَاحِلَتَهُ حَتَّى أَنَّ ذِفْرَهَا لَتَكَادُ تُصِيبُ قَادِمَةَ الرَّحْلِ وَهُوَ يَقُولُ يَا أَيُّهَا النَّاسُ عَلَيْكُمْ السَّكِينَةَ وَالْوَقَارَ فَإِنَّ الْبِرَّ لَيْسَ فِي إِيضَاعِ الْإِبِلِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Abu Kamil} telah bercerita kepada kami {Hammad} dari {Qais bin Sa’ad} dari {Atho`} dari {Ibnu Abbas} dari {Usamah bin Zaid}, ia berkata: Rasulullah saw. berangkat meninggalkan Arafah dan saya membonceng beliau, kemudian hewan tunggangan beliau meringkik hingga seolah-oleh tulang belakang telinga kendaraan beliau menyentuh kakinya lalu Rasulullah saw. bersabda: “Wahai sekalian manusia! kalian harus tenang karena kebaikan itu tidak dengan cara memacu unta dengan cepat.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20805
حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ شِهَابٍ عَنِ ابْنِ عَمٍّ لِأُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ يُقَالُ لَهُ عِيَاضٌ وَكَانَتْ بِنْتُ أُسَامَةَ تَحْتَهُ قَالَذُكِرَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ خَرَجَ مِنْ بَعْضِ الْأَرْيَافِ حَتَّى إِذَا كَانَ قَرِيبًا مِنْ الْمَدِينَةِ بِبَعْضِ الطَّرِيقِ أَصَابَهُ الْوَبَاءُ قَالَ فَأَفْزَعَ ذَلِكَ النَّاسَ قَالَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي لَأَرْجُو أَنْ لَا يَطْلُعَ عَلَيْنَا نِقَابُهَا يَعْنِي الْمَدِينَةَقَالَ أَبِي و حَدَّثَنَاه الْهَاشِمِيُّ وَيَعْقُوبُ وَقَالَا جَمِيعًا إِنَّهُ سَمِعَ أُسَامَةَ حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ شِهَابٍ عَنِ ابْنِ عَمٍّ لِأُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ يُقَالُ لَهُ عِيَاضٌ وَكَانَتْ ابْنَةُ أُسَامَةَ عِنْدَهُ وَذَكَرَ الْحَدِيثَ مِثْلَهُ قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ وَقَالَ بَعْضُهُمْ عِيَاضُ بْنُ صَبْرَى
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Abu Kamil} telah bercerita kepada kami {Ibrahim bin Sa’ad} telah bercerita kepada kami {Ibnu Syihab} dari saudara sepupunya Usamah bin Zaid yang bernama {‘Iyadh} dan putri Usamah bersamanya, ia berkata: diberitahukan kepada Rasulullah saw. bahwa seseorang keluar dari sebagian perkampungan hingga saat tiba di suatu jalan dekat Madinah, ia terserang wabah penyakit. Hal itu membuat orang-orang cemas kemudian Nabi saw. bersabda: “Aku berharap agar ia tidak sampai ditengah-tengahnya.” -yang beliau maksud ialah Madinah-. Ayah saya berkata: kami menceritakannya kepada {Al Hasyimi} dan {Ya’qub}, keduanya berkata: sesungguhnya ia (‘Iyadh) mendengar dari {Usamah}. Telah bercerita kepada kami {Abu Ma’mar} telah bercerita kepada kami {Ibrahim bin Sa’ad} telah bercerita kepada kami {Ibnu Syihab} dari saudara sepupu Usamah bin Zaid yang bernama {‘Iyadh} dan putri Usamah bersamanya, ia menyebutkan hadits serupa. Abu Abdurrahman berkata: sebagian orang berkata: ‘Iyadh bin Shabri.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20806
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ هَذَا الْوَبَاءَ رِجْزٌ أَهْلَكَ اللَّهُ بِهِ الْأُمَمَ قَبْلَكُمْ وَقَدْ بَقِيَ مِنْهُ فِي الْأَرْضِ شَيْءٌ يَجِيءُ أَحْيَانًا وَيَذْهَبُ أَحْيَانًا فَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ فَلَا تَخْرُجُوا مِنْهَا وَإِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ فِي أَرْضٍ فَلَا تَأْتُوهَاحَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ حَدَّثَنَا شُعَيْبٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ أَخْبَرَنِي عَامِرُ بْنُ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ أَنَّهُ سَمِعَ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ يُحَدِّثُ سَعْدًا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ هَذَا الْوَجَعَ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Abdur Razzaq} telah bercerita kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Amir bin Sa’ad bin Abi Waqqash} dari {Usamah bin Zaid}, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Wabah penyakit ini adalah kotoran, dengannya Allah membinasakan ummat sebelum kalian dan sisanya masih ada dimuka bumi, terkadang datang dan terkadang pergi. Bila terjadi disuatu tempat maka janganlah kalian meninggalkannya dan bila kalian mendengar terjadi disuatu tempat janganlah kalian mendatanginya.” Telah bercerita kepada kami {Abu Al Yaman} telah bercerita kepada kami {Syu’aib} dari {Az Zuhri}, telah mengabarkan kepadaku {Amir bin Sa’ad bin Abi Waqqash} bahwa ia mendengar {Usamah bin Zaid} bercerita kepada Sa’ad bahwa Nabi saw. menyebut wabah penyakit tersebut, dan ia menyebutkan hadits ini.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20807
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي ابْنُ شِهَابٍ قَالَ أَبِي وَعَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ مَعْمَرٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ عُثْمَانَ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَرِثُ الْمُسْلِمُ الْكَافِرَ وَلَا يَرِثُ الْكَافِرُ الْمُسْلِمَ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Abdur Razzaq} {Ibnu Juraij} berkata, telah mengabarkan kepadaku {Ibnu Syihab}. Ayahku berkata dan {Abdul A’la} dari {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Ali bin Husain} dari {Amr bin ‘Utsman} dari {Usamah bin Zaid} sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: “Orang muslim tidak mewarisi orang kafir dan orang kafir tidak mewarisi orang muslim.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20808
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ وَرَوْحٌ قَالَا ثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَقُلْتُ لِعَطَاءٍ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ يَقُولُ إِنَّمَا أُمِرْتُمْ بِالطَّوَافِ وَلَمْ تُؤْمَرُوا بِالدُّخُولِ قَالَ لَمْ يَكُنْ يَنْهَى عَنْ دُخُولِهِ وَلَكِنِّي سَمِعْتُهُ يَقُولُ أَخْبَرَنِي أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا دَخَلَ الْبَيْتَ دَعَا فِي نَوَاحِيهِ كُلِّهَا وَلَمْ يُصَلِّ فِيهِ حَتَّى خَرَجَ فَلَمَّا خَرَجَ رَكَعَ رَكْعَتَيْنِ فِي قِبَلِ الْكَعْبَةِ قَالَ عَبْدُ الرَّزَّاقِ وَقَالَ هَذِهِ الْقِبْلَةُ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Abdur Razzaq} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Juraij}. Dan {Rauh} juga berkata: telah bercerita kepada kami {Ibnu Juraij}, ia berkata: saya berkata kepada {Atho`}: saya pernah mendengar {Ibnu Abbas} berkata: kalian hanya diperintahkan berthawaf dan tidak diperintahkan masuk (ka’bah). ({Atho`}) Berkata: beliau tidak melarang untuk masuk tapi saya pernah mendengarnya ({Ibnu Abbas}) Berkata: telah mengabarkan kepadaku {Usamah bin Zaid} bahwa Nabi saw. saat masuk baitullah, beliau berdoa diseluruh sisinya tapi beliau tidak shalat didalamnya hingga keluar, kemudian saat keluar beliau shalat dua rakaat menghadap ka’bah. Berkata Abdur Razzaq: dan beliau bersabda: “Inilah kiblat, inilah kiblat.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20809
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ أُسَامَةَ قَالَأَشْرَفَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أُطُمٍ مِنْ آطَامِ الْمَدِينَةِ فَقَالَ هَلْ تَرَوْنَ مَا أَرَى قَالُوا لَا قَالَ إِنِّي لَأَرَى الْفِتَنَ تَقَعُ خِلَالَ الْمَدِينَةِ كَوَقْعِ الْمَطَرِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Abdur Razzaq} telah bercerita kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Urwah} dari {Usamah}, ia berkata: Nabi saw. naik di salah satu bukit Madinah lalu bersabda: “Apakah kalian melihat yang saya lihat?” mereka menjawab: Tidak. Rasulullah saw. bersabda: “Aku benar-benar melihat berbagai fitnah terjadi disela-sela Madinah laksana terpaan hujan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20810
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو وَيَزِيدُ قَالَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلَا تَدْخُلُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ وَأَنْتُمْ بِأَرْضٍ فَلَا تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Muhammad bin Bisyr} telah bercerita kepada kami {Muhammad bin Amr}. Dan {Yazid} juga berkata: telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Amr} dari {Muhammad bin Al Munkadir} dari {Amir bin Sa’ad bin Abi Waqqash} dari {Usamah bin Zaid}, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Bila kalian mendengar tha’un disuatu tempat, kalian jangan mendatanginya dan bila terjadi disuatu tempat, kalian jangan pergi meninggalkannya.’
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20811
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ ذَرٍّ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْدَفَهُ مِنْ عَرَفَةَ قَالَ فَقَالَ النَّاسُ سَيُخْبِرُنَا صَاحِبُنَا مَا صَنَعَ قَالَ قَالَ أُسَامَةُ لَمَّا دَفَعَ مِنْ عَرَفَةَ فَوَقَعَ كَفَّ رَأْسَ رَاحِلَتِهِ حَتَّى أَصَابَ رَأْسُهَا وَاسِطَةَ الرَّحْلِ أَوْ كَادَ يُصِيبُهُ يُشِيرُ إِلَى النَّاسِ بِيَدِهِ السَّكِينَةَ السَّكِينَةَ السَّكِينَةَ حَتَّى أَتَى جَمْعًا ثُمَّ أَرْدَفَ الْفَضْلَ بْنَ عَبَّاسٍ قَالَ فَقَالَ النَّاسُ يُخْبِرُنَا صَاحِبُنَا بِمَا صَنَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ الْفَضْلُ لَمْ يَزَلْ يَسِيرُ سَيْرًا لَيِّنًا كَسَيْرِهِ بِالْأَمْسِ حَتَّى أَتَى عَلَى وَادِي مُحَسِّرٍ فَدَفَعَ فِيهِ حَتَّى اسْتَوَتْ بِهِ الْأَرْضُ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Waki’} telah bercerita kepada kami {Umar bin Dzarr} dari {Mujahid} dari {Usamah bin Zaid} bahwa Nabi saw. memboncenginya dari Arafah. Kemudian orang-orang berkata: sahabat kami akan memberitahukan kepada kami apa yang beliau lakukan. (Usamah) Berkata saat meninggalkan Arafah: penutup kepala kendaraan beliau jatuh hingga mengenai kepala ditengah-tengah perjalanan atau hampir mengenai beliau, beliau berisyarat kepada orang-orang dengan tangan beliau: tenang, tenang, tenang hingga beliau menjama’. Kemudian beliau memboncengi Al Fadhl bin Abbas. (Usamah) Berkata: orang-orang berkata: sahabat kami akan memberitahukan apa yang dilakukan Rasulullah saw. Kemudian Al Fadhl berkata: Rasulullah saw. terus berjalan dengan santai seperti perjalanan kemarin hingga tiba di lembah Muhassir kemudian beliau mendorongnya hingga tanahnya rata.