Musnad Sahabat Anshar

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20812

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنٍ عَنْ عُمَرَ بْنِ عُثْمَانَ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَرِثُ الْمُسْلِمُ الْكَافِرَ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {‘Abdur Rahman} telah bercerita kepada kami {Malik} dari {Az Zuhri} dari {Ali bin Husain} dari {Umar bin ‘Utsman} dari {Usamah bin Zaid} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Orang muslim tidak mewarisi orang kafir.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20813

قَالَ قَرَأْتُ عَلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ : مَالِكٌ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ ح وَحَدَّثَنَا رَوْحٌ عَنْ مَالِكٍ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ كُرَيْبٍ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ أَنَّهُ سَمِعَهُ يَقُولُدَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ عَرَفَةَ حَتَّى إِذَا كَانَ بِالشِّعْبِ نَزَلَ فَبَالَ ثُمَّ تَوَضَّأَ وَلَمْ يُسْبِغْ الْوُضُوءَ فَقُلْتُ لَهُ الصَّلَاةَ فَقَالَ الصَّلَاةُ أَمَامَكَ فَرَكِبَ فَلَمَّا جَاءَ الْمُزْدَلِفَةَ نَزَلَ فَتَوَضَّأَ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَصَلَّى الْمَغْرِبَ ثُمَّ أَنَاخَ كُلُّ إِنْسَانٍ بَعِيرَهُ فِي مَنْزِلِهِ ثُمَّ أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَصَلَّاهَا وَلَمْ يُصَلِّ بَيْنَهُمَا شَيْئًا
Terjemahan: Perawi berkata: saya membaca dihadapan {‘Abdur Rahman}: {Malik} dari {Musa bin Uqbah}. Dan dari jalur lain Telah bercerita kepada kami {Rouh} dari {Malik} dari {Musa bin Uqbah} dari {Kuraib} -bekas budak Ibnu Abbas- dari {Usamah bin Zaid}. Bahwasanya (Kuraib) mendengar (Usamah) Berkata: Rasulullah saw. pergi meninggalkan Arafah hingga tiba disuatu perbukitan, beliau turun lalu buang air kecil kemudian berwudhu namun tidak meratakan wudhunya. Aku berkata: mari dirikan shalat!. Rasulullah saw. bersabda: “Shalat ada di depanmu.” Beliau kemudian naik dan saat tiba di Muzdalifah beliau turun dan berwudhu, beliau menyempurnakan wudhu. Setelah itu shalat diiqamati, beliau pun shalat maghrib lalu semua orang menderumkan untanya dirumah masing-masing. Setelah itu shalat diiqamati, beliau shalat isya dan tidak shalat apa pun diantara keduanya.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20814

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ أَنَا خَالِدٌ الْحَذَّاءُ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا الرِّبَا فِي النَّسَاءِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Isma’il} telah mengabarkan kepada kami {Khalid Al Hadzdza`} dari {Ikrimah} dari {Ibnu Abbas} dari {Usamah bin Zaid}, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Riba hanya terdapat dalam penjualan dalam jangka waktu tertentu.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20815

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ أَنَا هِشَامٌ الدَّسْتُوَائِيُّ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْحَكَمِ بْنِ ثَوْبَانَ أَنَّ مَوْلَى قُدَامَةَ حَدَّثَهُ أَنَّ مَوْلًى لِأُسَامَةَ حَدَّثَهُ أَنَّ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍكَانَ يَخْرُجُ إِلَى مَالِهِ بِوَادِي الْقُرَى فَيَصُومُ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسَ فَقُلْتُ لَهُ لِمَ تَصُومُ فِي السَّفَرِ وَقَدْ كَبِرْتَ وَرَقَقْتَ فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَصُومُ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ تَصُومُ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسَ فَقَالَ إِنَّ الْأَعْمَالَ تُعْرَضُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Isma’il} telah mengabarkan kepada kami {Hisyam Ad-Dustuwa`i} telah bercerita kepada kami {Yahya bin Abu Katsir} dari {Umar bin Al Hakam bin Tsauban}, bahwasanya {mantan budaknya Qudamah}, memberitahukan kepadanya bahwa {mantan budaknya Usamah} bercerita kepadanya bahwa {Usamah bin Zaid} suatu ketika pergi mengunjungi hartanya di Wadil Qura, ia puasa senin dan kamis, saya berkata padanya: kenapa engkau puasa dalam perjalanan padahal kau sudah tua dan lemah?. Ia berkata: Rasulullah saw. puasa senin dan kamis, kemudian saya berkata pada beliau: Wahai Rasulullah! tuan berpuasa senin dan kamis?. Rasulullah saw. bersabda: “Amal diperlihatkan pada hari senin dan kamis.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20816

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ ذَكْوَانَ قَالَأَرْسَلَنِي أَبُو سَعِيدٍ الْخُدْرِيُّ إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قُلْ لَهُ فِي الصَّرْفِ أَسَمِعْتَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا لَمْ نَسْمَعْ أَوْ قَرَأْتَ فِي كِتَابِ اللَّهِ مَا لَمْ نَقْرَأْ قَالَ بِكُلٍّ لَا أَقُولُ وَلَكِنِّي سَمِعْتُ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ يُحَدِّثُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا رِبًا إِلَّا فِي الدَّيْنِ أَوْ قَالَ فِي النَّسِيئَةِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah bercerita kepada kami {Syu’bah} dari {Amr bin Dinar} dari {Dzakwan}, ia berkata: Abu Sa’id Al Khudri mengutusku ke Ibnu Abbas. Abu Sa’id berkata: Katakan kepadanya tentang pembayaran, apakah kau mendengar dari Rasulullah saw. suatu hal yang tidak kami dengar, atau membaca dalam kitab Allah yang tidak kami baca. Ia ({Ibnu Abbas}) Berkata: Tidaklah demikian, tapi saya pernah mendengar {Usamah bin Zaid} bercerita bahwa Rasulullah saw. bersabda: ” Tidak ada riba kecuali dalam hutang, ” atau bersabda “Kecuali dalam nasi`ah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20817

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ قَالَ كُنْتُ بِالْمَدِينَةِ فَبَلَغَنِي أَنَّ الطَّاعُونَ بِالْكُوفَةِ قَالَ فَذَكَرَ لِي عَطَاءُ بْنُ يَسَارٍ وَغَيْرُ وَاحِدٍ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ هَذَا الْحَدِيثَ قَالَ فَقُلْتُ مَنْ يُحَدِّثُهُ قَالَ فَقَالُوا عَامِرُ بْنُ سَعْدٍ وَكَانَ غَائِبًا قَالَفَلَقِيتُ إِبْرَاهِيمَ بْنَ سَعْدٍ قَالَ فَسَأَلْتُهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ سَمِعْتُ أُسَامَةَ يُحَدِّثُ سَعْدًا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ هَذَا الْوَجَعَ رِجْسٌ وَعَذَابٌ أَوْ بَقِيَّةُ عَذَابٍ حَبِيبٌ شَكَّ فِيهِ عُذِّبَ بِهِ نَاسٌ قَبْلَكُمْ فَإِذَا كَانَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا مِنْهَا وَإِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ فِي أَرْضٍ فَلَا تَدْخُلُوهَا قَالَ فَقُلْتُ لَهُ آنْتَ سَمِعْتَ أُسَامَةَ يُحَدِّثُ سَعْدًا فَلَمْ يُنْكِرْ قَالَ نَعَمْ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah bercerita kepada kami {Syu’bah} dari {Habib bin Abu Tsabit}, ia berkata: Saya pernah di Madinah dan mendengar tha’un terjadi di Kufah. Kemudian Atho` bin Yasar dan beberapa penduduk Madinah menyebutkan hadits ini kepadaku. Saya berkata: Siapa yang menceritakannya. Mereka menjawab: Amir bin Sa’ad dan saat itu ia tidak ada. Selanjutnya saya bertemu dengan {Ibrahim bin Sa’ad} dan saya tanyakan hadits itu, ia berkata: Saya mendengar {Usamah} bercerita kepada Sa’ad bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Wabah penyakit ini adalah kotoran, adzab atau sisa adzab -Habib ragu kepastian redaksinya- dengannya Allah membinasakan orang-orang sebelum kalian. Bila terjadi thaun di suatu tempat dan kalian di sana, kalian jangan meninggalkannya dan bila kalian mendengar terjadi disuatu tempat, kalian jangan memasukinya.” Lalu saya bertanya padanya: Apa kau mendengar Usamah bercerita kepada Sa’ad lalu ia tidak memungkirinya? Ia menjawab: ‘Ya.’

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20818

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سُلَيْمَانَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا وَائِلٍ قَالَقِيلَ لِأُسَامَةَ أَلَا تُكَلِّمُ هَذَا قَالَ قَدْ كَلَّمْتُهُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يُجَاءُ بِرَجُلٍ فَيُطْرَحُ فِي النَّارِ فَيَطْحَنُ فِيهَا كَطَحْنِ الْحِمَارِ بِرَحَاهُ فَيُطِيفُ بِهِ أَهْلُ النَّارِ فَيَقُولُونَ يَا فُلَانُ أَلَسْتَ كُنْتَ تَأْمُرُ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَى عَنْ الْمُنْكَرِ فَيَقُولُ إِنِّي كُنْتُ آمُرُ بِالْمَعْرُوفِ وَلَا أَفْعَلُهُ وَأَنْهَى عَنْ الْمُنْكَرِ وَأَفْعَلُهُقَالَ شُعْبَةُ وَحَدَّثَنِي مَنْصُورٌ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ أُسَامَةَ بِنَحْوٍ مِنْهُ إِلَّا أَنَّهُ زَادَ فِيهِ فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُ بَطْنِهِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah bercerita kepada kami {Syu’bah} dari {Sulaiman}, ia berkata: Saya mendengar {Abu Wa`il} berkata: dikatakan kepada {Usamah}: Bicaralah dengan orang itu. Ia berkata: Saya pernah berbicara dengannya bahwa saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Seseorang didatangkan pada hari kiamat kemudian dilemparkan ke dalam neraka dan berputar-putar di neraka layaknya keledai mengitari alat penumbuk gandum. Kemudian penduduk neraka mendekatinya dan berkata: Hai Fulan! Bukankah dulu engkau memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran? Ia menjawab: ‘Benar, dulu aku memerintahkan kebaikan namun tidak saya lakukan dan mencegah kemungkaran namun saya lakukan.” {Syu’bah} menambahkan: Dan telah bercerita kepadaku {Manshur} dari {Abu Wail} dari {Usamah} dengan hadits serupa hanya saja ia menambahi: “Hingga ususnya terburai keluar.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20819

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ أَنَا ابْنُ شِهَابٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ عُثْمَانَ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَرِثُ الْكَافِرُ الْمُسْلِمَ وَلَا يَرِثُ الْمُسْلِمُ الْكَافِرَ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah bercerita kepada kami {Ma’mar} telah memberitakan kepada kami {Ibnu Syihab} dari {Ali bin Husain} dari {Amr bin ‘Utsman} dari {Usamah bin Zaid} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Tidaklah orang kafir mewarisi orang muslim dan tidaklah orang muslim mewarisi orang kafir.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20820

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ حَدَّثَنَا عَطَاءٌ قَالَ قَالَ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍكُنْتُ رَدِيفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَفَاتٍ فَرَفَعَ يَدَيْهِ يَدْعُو فَمَالَتْ بِهِ نَاقَتُهُ فَسَقَطَ خِطَامُهَا قَالَ فَتَنَاوَلَ الْخِطَامَ بِإِحْدَى يَدَيْهِ وَهُوَ رَافِعٌ يَدَهُ الْأُخْرَى
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Husyaim} telah mengabarkan kepada kami {Abdul Malik} telah bercerita kepada kami {Atho`}, ia berkata: Berkata {Usamah bin Zaid}: Saya pernah membonceng Rasulullah saw. di Arafah, beliau menengadahkan tangan seraya berdoa kemudian untanya miring hingga tali kekangnya jatuh, lalu beliau mengambil tali kekang dengan tangan sebelah beliau sementara tangan yang sebelahnya tetap beliau tengadahkan.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20821

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ عَنْ عَطَاءٍ قَالَ قَالَ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ خَرَجَ مِنْ الْبَيْتِ أَقْبَلَ بِوَجْهِهِ نَحْوَ الْبَابِ فَقَالَ هَذِهِ الْقِبْلَةُ هَذِهِ الْقِبْلَةُ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Husyaim} telah bercerita kepada kami {Abdul Malik} dari {Atho`}, ia berkata: Berkata {Usamah bin Zaid}: Saya melihat Rasulullah saw. saat keluar dari baitullah menghadapkan wajah ke arah pintu dan bersabda: “Inilah kiblat, inilah kiblat.”