Musnad Sahabat Anshar
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20242
حَدَّثَنِي وَهْبُ بْنُ بَقِيَّةَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ إِسْمَاعِيلَ يَعْنِي ابْنَ أَبِي خَالِدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عِيسَى عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى حَدَّثَنِي أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ قَالَكُنْتُ فِي الْمَسْجِدِ فَدَخَلَ رَجُلٌ فَصَلَّى فَقَرَأَ قِرَاءَةً أَنْكَرْتُهَا عَلَيْهِ فَدَخَلَ رَجُلٌ آخَرُ فَصَلَّى فَقَرَأَ قِرَاءَةً سِوَى قِرَاءَةِ صَاحِبِهِ فَلَمَّا قَضَيْنَا الصَّلَاةَ دَخَلْنَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ هَذَا قَرَأَ قِرَاءَةً أَنْكَرْتُهَا عَلَيْهِ فَدَخَلَ هَذَا فَقَرَأَ قِرَاءَةً سِوَى قِرَاءَةِ صَاحِبِهِ فَقَالَ لَهُمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْرَءُوا فَقَرَءُوا فَقَالَ قَدْ أَحْسَنْتُمْ فَسَقَطَ فِي نَفْسِي مِنْ التَّكْذِيبِ وَلَا إِذْ كُنْتُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَلَمَّا رَأَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا قَدْ غَشِيَنِي ضَرَبَ صَدْرِي قَالَ فَفِضْتُ عَرَقًا وَكَأَنَّمَا أَنْظُرُ إِلَى رَبِّي تَبَارَكَ وَتَعَالَى فَرَقًا فَقَالَ لِي أُبَيٌّ إِنَّ رَبِّي تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَرْسَلَ إِلَيَّ فَقَالَ لِي اقْرَأْ عَلَى حَرْفٍ فَرَدَدْتُ إِلَيْهِ أَنْ هَوِّنْ عَلَى أُمَّتِي فَرَدَّ إِلَيَّ أَنْ اقْرَأْ عَلَى حَرْفَيْنِ فَرَدَدْتُ إِلَيْهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ أَنْ هَوِّنْ عَلَى أُمَّتِي فَرَدَّ عَلَيَّ أَنْ اقْرَأْ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ وَلَكَ بِكُلِّ رَدَّةٍ رَدَدْتَهَا سُؤْلَكَ أُعْطِيكَهَا فَقُلْتُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأُمَّتِي اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأُمَّتِي وَأَخَّرْتُ الثَّالِثَةَ لِيَوْمٍ يَرْغَبُ إِلَيَّ فِيهِ الْخَلْقُ حَتَّى إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَام
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku {Wahab bin Baqiyah} telah menceritakan kepada kami {Khalid bin Abdullah} dari {Isma’il bin Abu KHalid} dari {Abdullah bin Isa} dari {Abdurrahman bin Abu Laila} telah menceritakan kepadaku {Ubay bin Ka’b} ia berkata, “Saat aku berada di dalam masjid masuklah seorang laki-laki, ia lalu shalat dan membaca ayat dengan bacaan yang aku mengingkarinya. Kemudian datang lagi seseorang yang membacaa dengan bacaan yang berlainan dengan bacaan temannya tersebut. Selesai kami menunaikan shalat, maka kami mendatangi Rasulullah saw., aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, ia membaca dengan bacaan yang aku mengingkarinya, lalu datang temannya yang juga membaca dengan bacaan yang lain? ‘ Nabi saw. lalu bersabda: “Bacalah oleh kalian!” mereka pun membacanya. Beliau lalu bersabda: “Kalian telah benar.” Lalu muncullah dalam hatiku rasa pendustaan kepada Nabi (rasa bersalah) yang tidak aku rasakan pada masa Jahiliyah. Maka ketika Rasulullah saw. melihat hatiku dihantui oleh perasaan tersebut, beliau menepuk dadaku.” Ubay melanjutkan, “Akupun bercucuran keringat seakan aku melihat kepada Rabbku Tabaaraka Wa Ta’ala, beliau bersabda: “Wahai Ubay, sesungguhnya Rabbku telah mengutus utusan kepadaku dan mengatakan: ‘Bacalah dengan satu dialek (satu model bacaan).’ Aku pun meminta kepadanya agar memberi keringanan bagu umatku, lalu Allah memerintahkan agar aku membaca dengan dua dialek. Lalu aku kembali meminta agar memberi keringanan bagi umatku sampai tiga kali, sehingga Allah memerintahkan agar aku membaca dalam tujuh dialek. Dan bagimu di setiap pertanyaan yang kamu ajukan aku berikan jawabannya. Aku lalu berdoa: “Ya Allah ampunilah umatku. Ya Allah ampunilah umatku. Lalu aku mengakhirkan permintaan yang ketiga untuk hari yang semua makhluk mengharapkanku, hingga Nabi Ibrahim Alaihis Salam sekalipun.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20243
حَدَّثَنَا عَتَّابُ بْنُ زِيَادٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ الْمُبَارَكِ أَخْبَرَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عُقْبَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَكُنْتُ أَنَا وَأُبَيٌّ وَأَبُو طَلْحَةَ جُلُوسًا فَأَكَلْنَا لَحْمًا وَخُبْزًا ثُمَّ دَعَوْتُ بِوَضُوءٍ فَقَالَا لِمَ تَتَوَضَّأُ فَقُلْتُ لِهَذَا الطَّعَامِ الَّذِي أَكَلْنَا فَقَالَا أَتَتَوَضَّأُ مِنْ الطَّيِّبَاتِ لَمْ يَتَوَضَّأْ مِنْهُ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنْكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Attab bin Ziyad} telah mengabarkan kepada kami {Abdullah bin Mubarak} telah mengkabarkan kepada kami {Musa bin Uqbah} dari {Abdurahman bin Zaid bin Uqbah} dari {Anas bin Malik} ia berkata, “Aku bersama {Ubay} dan {Abu Thalhah} duduk menyantap daging dan roti, kemudian aku meminta untuk diambilkan air wudhu, maka keduanya pun berkata, “Kenapa kamu berwudhu?” aku lalu menjawab, “Karena makanan yang kita makan ini.” Keduanya berkata, “Kenapa kamu berwudhu dari makanan yang baik, sedang orang yang lebih baik darimu (Rasulullah saw.) tidak melakukannya?”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20244
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ زِرٍّ قَالَ قُلْتُ لِأُبَيٍّ إِنَّ عَبْدَ اللَّهِ يَقُولُ فِي الْمُعَوِّذَتَيْنِ فَقَالَ سَأَلْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْهُمَا فَقَالَ قِيلَ لِي فَقُلْتُ فَأَنَا أَقُولُ كَمَا قَالَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ زِرٍّ قَالَ سَأَلْتُ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ عَنْ الْمُعَوِّذَتَيْنِ فَقَالَ سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْهُمَا فَقَالَ قِيلَ لِي فَقُلْتُ لَكُمْ فَقُولُوا قَالَ أُبَيٌّ فَقَالَ لَنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَحْنُ نَقُولُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ زِرٍّ قَالَ حَدَّثَنِي أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْمُعَوِّذَتَيْنِ فَقَالَ قِيلَ لِي فَقُلْتُ قَالَ أُبَيٌّ فَقَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَحْنُ نَقُولُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ الزُّبَيْرِ بْنِ عَدِيٍّ عَنْ أَبِي رَزِينٍ عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ بِمِثْلِهِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَاصِمِ بْنِ بَهْدَلَةَ عَنْ زِرٍّ قَالَ سَأَلْتُ أُبَيًّا عَنْ الْمُعَوِّذَتَيْنِ فَقَالَ إِنِّي سَأَلْتُ عَنْهُمَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَقِيلَ لِي فَقُلْتُ فَأَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَحْنُ نَقُولُ حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ أَخْبَرَنَا عَاصِمُ بْنُ بَهْدَلَةَ عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ قَالَقُلْتُ لِأُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ إِنَّ ابْنَ مَسْعُودٍ كَانَ لَا يَكْتُبُ الْمُعَوِّذَتَيْنِ فِي مُصْحَفِهِ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَنِي أَنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَام قَالَ لَهُ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ فَقُلْتُهَا فَقَالَ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ فَقُلْتُهَا فَنَحْنُ نَقُولُ مَا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَحَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ زِرٍّ عَنْ أُبَيٍّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Ayyasy} dari {Ashim} dari {Zir} dia berkata, Aku berkata kepada {Ubay}, bahwa Abdullah berkomentar tentang surat Al Mu’awwidzatain, maka dia menjawab, “Kami telah menanyakannya kepada Rasulullah saw. tentang keduanya, kemudian beliau membacakannya kepadaku dan aku membacanya, saya mengucapkan sebagaimana yang diucapkan oleh beliau.” Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {‘Ashim} dari {Zir} dia berkata, “Aku bertanya kepada {Ubay bin Ka’ab} tentang surat Al Mu’awwidzatain, kemudian dia berkata, ‘Aku telah menanyakannya kepada Nabi saw. tentang keduanya, maka beliau mengucapkannya kepadaku dan aku mengucapkannya kepada kalian, maka ucapkanlah sebagaimana yang aku ucapkan.” Ubay berkata, “kemudian Nabi mengucapkannya kepada kami dan kami mengucapkannya juga.” Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Mahdi} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {‘Ashim} dari {Zir} dia berkata, telah bercerita kepadaku {Ubay bin Ka’b} dia berkata, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw. tentang surat Al Mu’awwidzatain, kemudian beliau mengucapkannya kepadaku dan akupun mengucapkannya.” Ubay berkata, “Kemudian Rasulullah saw. mengucapkan kepada kami dan kamipun mengikutinya.” Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Mahdi} dari {Sufyan} dari {Zubair bin ‘Adi} dari {Abu Razin} dari {Zir bin Hubaisy} dari {Ubay bin Ka’b} dengan hadits yang sama. Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {‘Ashim bin Bahdalah} dari {Zir} dia berkata, “Aku bertanya kepada {Ubay} tentang surat Al Mu’awwidzatain kemudian dia berkata, “Sesungguhnya aku telah menanyakan tentang keduanya kepada Rasulullah saw.” Ubay berkata, “Maka dibacakanlah kepadaku dan akupun membacanya kemudian Rasulullah saw. memerintahkan kami membacanya dan kamipun membacanya.” Telah menceritakan kepada kami {Affan} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dia berkata, telah mengabarkan kepada kami {‘Ashim bin Bahdalah} dari {Zir bin Hubaisy} dia berkata, “Aku berkata kepada {Ubay bin Ka’b}, “Ibnu Mas’ud tidak menulis surat Al Mu’awwidzatain dalam Mushafnya?” Kemudian dia menjawab, “Aku bersaksi bahwa Rasulullah saw. telah menceritakan kepadaku, bahwa Malaikat Jibril telah membacakan kepada beliau: ‘QUL A’UUDZU BIRABBIL FALAQ (Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh) ‘ (Qs. Al Falaq: 1). Maka aku pun membacanya, kemudian Jibril membaca: ‘QUL A’UUDZU BIRABBIN NAAS (Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia) ‘ (Qs. An Naas: 1), maka aku pun membacanya.” Dan kami membaca apa yang telah dibaca oleh Nabi saw.” Telah menceritakan kepada kami {Affan} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Awanah} dari {Ashim} dari {Zir} dari {Ubay} dari Nabi saw. dengan hadits yang semakna.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20245
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ أَشْكَابٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عُبَيْدَةَ بْنِ مَعْنٍ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ قَالَ كَانَ عَبْدُ اللَّهِ يَحُكُّ الْمُعَوِّذَتَيْنِ مِنْ مَصَاحِفِهِ وَيَقُولُ إِنَّهُمَا لَيْسَتَا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى قَالَ الْأَعْمَشُ وَحَدَّثَنَا عَاصِمٌ عَنْ زِرٍّ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَسَأَلْنَا عَنْهُمَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَقِيلَ لِي فَقُلْتُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Husain bin Asykab} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abu Ubaidah bin Ma’n} telah menceritakan kepada kami {Ayahku} dari {Al A’masy} dari {Abu Ishaq} dari {Abdurrahman bin Yazid} berkata, ” {Abdullah} (Ibnu Mas’ud) menghapus Mu’awidzatain dari dalam mushafnya, ia mengatakan baha keduanya bukan dari kitabullah Tabaaraka Wa Ta’ala.” {Al A’masy} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ashim} dari {Zir} dari {Ubay bin Ka’b} berkata, “Kami telah menanyakannya pada Rasulullah saw., beliau lalu membacakannya, maka aku pun mengikutinya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20246
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَبْدةَ وَعَاصِمٍ عَنْ زِرٍّ قَالَقُلْتُ لِأُبَيٍّ إِنَّ أَخَاكَ يَحُكُّهُمَا مِنْ الْمُصْحَفِ فَلَمْ يُنْكِرْ قِيلَ لِسُفْيَانَ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ نَعَمْ وَلَيْسَا فِي مُصْحَفِ ابْنِ مَسْعُودٍ كَانَ يَرَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ بِهِمَا الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ وَلَمْ يَسْمَعْهُ يَقْرَؤُهُمَا فِي شَيْءٍ مِنْ صَلَاتِهِ فَظَنَّ أَنَّهُمَا عُوذَتَانِ وَأَصَرَّ عَلَى ظَنِّهِ وَتَحَقَّقَ الْبَاقُونَ كَوْنَهُمَا مِنْ الْقُرْآنِ فَأَوْدَعُوهُمَا إِيَّاهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin Uyainah} dari {Abdah} dan {Ashim} dari {Zir} berkata, Aku berkata kepada Ubay, ‘Sungguh saudaramu menghapus keduanya (mu’awidzatain) dari dalam mushafnya, ‘ namun ia tidak mengingkarinya.” -Disebutkan kepada Sufyan apakah ia Ibnu Mas’ud- ia menjawab, “Ya. Itu tidak ada dalam mushaf Ibnu Mas’ud. Ia melihat Rasulullah saw. memohon perlindungan untuk Hasan dan Husian dengan surat tersebut, dan tidak pernah mendengar Rasulullah saw. membacanya saat shalat. Sehingga ia beranggapan bahwa itu hanya untuk perlindungan, dan keyakinan itu tetap ia pegang, sementara yang lain menetapkan bahwa keduanya adalah bagian dari Al-Qur’an.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20247
حَدَّثَنَا مُصْعَبُ بْنُ سَلَّامٍ حَدَّثَنَا الْأَجْلَحُ عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَتَذَاكَرَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَقَالَ أُبَيٌّ أَنَا وَالَّذِي لَا إِلَهَ غَيْرُهُ أَعْلَمُ أَيُّ لَيْلَةٍ هِيَ هِيَ اللَّيْلَةُ الَّتِي أَخْبَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةَ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ تَمْضِي مِنْ رَمَضَانَ وَآيَةُ ذَلِكَ أَنَّ الشَّمْسَ تُصْبِحُ الْغَدَ مِنْ تِلْكَ اللَّيْلَةِ تَرَقْرَقُ لَيْسَ لَهَا شُعَاعٌفَزَعَمَ سَلَمَةُ بْنُ كُهَيْلٍ أَنَّ زِرًّا أَخْبَرَهُ أَنَّهُ رَصَدَهَا ثَلَاثَ سِنِينَ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ يَدْخُلُ رَمَضَانُ إِلَى آخِرِهِ فَرَآهَا تَطْلُعُ صَبِيحَةَ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ تَرَقْرَقُ لَيْسَ لَهَا شُعَاعٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Mus’ab bin Salam} telah menceritakan kepada kami {Ajlah} dari {Asy Sya’bi} adri {Zir bin Hubaisy} dari {Ubay bin Ka’b} dia berkata, “Para sahabat Rasulullah saw. sedang menyebut-nyebut tentang malam Lailatul Qadar, maka berkatalah Ubay “Saya, demi Dzat yang tidak ada IIlah kecuali Dia, aku tahu malam apa dia terjadi, yaitu malam yang Rasulullah saw. telah ceritakan kepada kami, malam ke dua puluh tujuh dalam bulan Ramadan. Dan tanda-tandanya adalah bahwa pada pagi hari dari malam tersebut matahari akan bersinar tanpa ada panas teriknya.” Maka Salamah bin Kuhail menyangka bahwa Zir telah mengabarkan kepadanya, bahwa dia selalu mengamati selama tiga tahun dari awal Ramadan hingga akhir ramadan, bahwa pada pagi hari di hari yang kedua puluh tujuh, matahari bersinar terang tanpa terik panas.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20248
حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ عَنْ الْأَجْلَحِ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ قَالَسَمِعْتُ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ يَقُولُ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ هِيَ الَّتِي أَخْبَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ الشَّمْسَ تَطْلُعُ بَيْضَاءَ تَرَقْرَقُو حَدَّثَنَاه عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا ابْنُ إِدْرِيسَ بِإِسْنَادِهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ وَزَادَ فِيهِ لَيْسَ لَهَا شُعَاعٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Idris} dari {Ajlah} dari {Asy Sya’bi} dari {Zir bin Hubaisy} dari {Ubay bin Ka’b} dia berkata, “Malam lailatul qadar adalah malam ke dua puluh tujuh dalam bulan Ramadan, Rasulullah saw. telah mengabarkan kepada kami bahwa di antara tanda-tandanya adalah terbitnya matahari dengan sinar berwarna putih bersih.” Telah menceritakannya kepada kami {Utsman bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Idris} dengan sanadnya dari Nabi saw., seperti hadits tersebut. Namun ia menambahkan, “Matahari terbit tanpa terik panas.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20249
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ سَمِعْتُهُ مِنْ عَبْدَةَ وَعَاصِمٍ عَنْ زِرٍّ قَالَسَأَلْتُ أُبَيًّا قُلْتُ أَبَا الْمُنْذِرِ إِنَّ أَخَاكَ ابْنَ مَسْعُودٍ يَقُولُ مَنْ يَقُمْ الْحَوْلَ يُصِبْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَقَالَ يَرْحَمُهُ اللَّهُ لَقَدْ عَلِمَ أَنَّهَا فِي شَهْرِ رَمَضَانَ وَأَنَّهَا لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ قَالَ وَحَلَفَ قُلْتُ وَكَيْفَ تَعْلَمُونَ ذَلِكَ قَالَ بِالْعَلَامَةِ أَوْ بِالْآيَةِ الَّتِي أُخْبِرْنَا بِهَا أَنَّ الشَّمْسَ تَطْلُعُ ذَلِكَ الْيَوْمَ لَا شُعَاعَ لَهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} ia berkata, Aku mendengarnya dari {Abdah} dan {Ashim} dari {Zir} ia berkata, Aku berkata kepada {Ubay}, “Wahai Abu Mundzir, sungguhnya Ibnu Mas’ud, saudaramu, mengatakan, ‘Barangsiapa melaksanakan shalat malam setahun, maka ia akan mendapatkan lailatul qadar.’ Ubay lalu menjawab, “Semoga Allah merahmatinya, padahal ia tahu bahwa itu terjadi di bulan Ramadan, pada malam kedua puluh tujuh.” Ubay lalu bersumpah, maka akupun bertanya, “Bagaimana kalian bisa mengetahuinya?” Ia menjawab, “Dengan tanda-tanda yang telag dikabarkan kepada kami, bahwa di antara tandanya adalah, bahwa pada hari itu matahari akan terbit tanpa terik panas.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20250
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ سُفْيَانَ حَدَّثَنِي عَاصِمٌ عَنْ زِرٍّ قَالَقُلْتُ لِأُبَيٍّ أَخْبِرْنِي عَنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ فَإِنَّ ابْنَ أُمِّ عَبْدٍ كَانَ يَقُولُ مَنْ يَقُمْ الْحَوْلَ يُصِبْهَا قَالَ يَرْحَمُ اللَّهُ أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَدْ عَلِمَ أَنَّهَا فِي رَمَضَانَ فَإِنَّهَا لِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَلَكِنَّهُ عَمَّى عَلَى النَّاسِ لِكَيْلَا يَتَّكِلُوا فَوَاللَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ الْكِتَابَ عَلَى مُحَمَّدٍ إِنَّهَا فِي رَمَضَانَ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ قَالَ قُلْتُ يَا أَبَا الْمُنْذِرِ وَأَنَّى عَلِمْتَهَا قَالَ بِالْآيَةِ الَّتِي أَنْبَأَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَدَدْنَا وَحَفِظْنَا فَوَاللَّهِ إِنَّهَا لَهِيَ مَا يُسْتَثْنَى قُلْتُ لِزِرٍّ مَا الْآيَةُ قَالَ إِنَّ الشَّمْسَ تَطْلُعُ غَدَاةَ إِذٍ كَأَنَّهَا طَسْتٌ لَيْسَ لَهَا شُعَاعٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Sufyan} telah menceritakan kepadaku {Ashim} dari {Zir} berkata, Aku berkata kepada {Ubay}, “Kabarkan kepadaku tentang lailatul qadar, karena Ibnu Ummu ‘Abd mengatakan bahwa barangsiapa melakukan shalat malam setahun penuh, maka ia akan mendapatkan malam itu.” Ubay lalu menjawab, “Semoga Allah merahmati Abu Abdurrahman, padahal ia tahu bahwa malam itu terjadi di bulan Ramadan, yaitu di malam kedua puluh tujuh. Akan tetapi ia terhalang untuk dilihat manusia agar mereka tidak berserah diri (beribadah hanya pada malam dua puluh tujuh). Demi Allah yang telah menurunkan Al-Qur’an kepada Muhammad, itu terjadi di bulan Ramadan malam kedua puluh tujuh.” Aku bertanya kembali, “Wahai Abu Mundzir, bagaimana anda bisa mengetahuinya?” Ia menjawab, “Dengan tanda-tanda yang telah diceritakan oleh Rasulullah saw. kepada kami, maka kami menghitung dan menghafalnya. Demi Allah, itu alkan terjadi pada malam itu, tidak ada pengecualian.” Aku bertanya kepada Zir, “Apa tandanya?” Ia menjawab, “Sesungguhnya matahari akan terbit di pagi itu seakan ia baskom, ia bersinat tanpa cahaya dan terik panas.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20251
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَةَ بْنَ أَبِي لُبَابَةَ يُحَدِّثُ عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ قَالَ قَالَ أُبَيٌّلَيْلَةُ الْقَدْرِ وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْلَمُهَا قَالَ شُعْبَةُ وَأَكْثَرُ عِلْمِي هِيَ اللَّيْلَةُ الَّتِي أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقِيَامِهَا هِيَ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَإِنَّمَا شَكَّ شُعْبَةُ فِي هَذَا الْحَرْفِ هِيَ اللَّيْلَةُ الَّتِي أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَقَالَ وَحَدَّثَنِي صَاحِبٌ لِي بِهَا عَنْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} ia berkata, Aku mendengar {Abdah bin Abu Lubabah} menceritakan dari {Zir bin Hubaisy} ia mengatakan, {Ubay} berkata, “Demi Allah, sungguh aku mengetahui perihal lailatul qadar -Syu’bah menyebutkan-, sedalam pengetahuanku bahwa malam itu akan terjadi pada malam yang Rasulullah saw. menyuruh kami memperbanyak shalat, malam itu adalah malam kedua puluh tujuh.” Hanya saja Syu’bah merasa pada kalimat ‘yaitu malam yang Rasulullah saw. menyuruh kami’. Ia (syu’bah) Berkata temanku menceritakan hadits tersebut kepadaku darinya (Ubay).”