Musnad Sahabat Anshar
Musnad Ahmad | Hadits No. : 21072
حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ حَدَّثَنَا زَائِدَةُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ عَنِ ابْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ مُعَاذٍ قَالَاسْتَبَّ رَجُلَانِ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَغَضِبَ أَحَدُهُمَا حَتَّى أَنَّهُ لَيُتَخَيَّلُ إِلَيَّ أَنَّ أَنْفَهُ لَيَتَمَزَّعُ مِنْ الْغَضَبِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ يَقُولُهَا هَذَا الْغَضْبَانُ لَذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami ‘Abdullah telah bercerita kepadaku ayahku. Telah bercerita kepada kami {Abu Sa’id} telah bercerita kepada kami {Za`idah} telah bercerita kepada kami {‘Abdul Malik} dari {Ibnu Abi Laila} dari {Mu’adz bin Jabal} berkata Dua orang saling mencaci didekat Nabi saw. salah satunya marah hingga hidungnya terlihat seperti membesar karena marah lalu Rasulullah saw. bersabda “Sesungguhnya aku mengetahui satu kalimat yang bila diucapkan oleh orang marah akan hilang marahnya ya Allah! aku berlindung kepada-Mu dari setan yang terkutuk.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 21073
حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا سُرَيْجُ بْنُ النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ يَعْنِي الدَّرَاوَرْدِيَّ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَلَّى الصَّلَوَاتِ الْخَمْسَ وَحَجَّ الْبَيْتَ الْحَرَامَ وَصَامَ رَمَضَانَ وَلَا أَدْرِي أَذَكَرَ الزَّكَاةَ أَمْ لَا كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يَغْفِرَ لَهُ إِنْ هَاجَرَ فِي سَبِيلِهِ أَوْ مَكَثَ بِأَرْضِهِ الَّتِي وُلِدَ بِهَا فَقَالَ مُعَاذٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَأُخْبِرُ النَّاسَ قَالَ ذَرْ النَّاسَ يَا مُعَاذُ فِي الْجَنَّةِ مِائَةُ دَرَجَةٍ مَا بَيْنَ كُلِّ دَرَجَتَيْنِ مِائَةُ سَنَةٍ وَالْفِرْدَوْسُ أَعْلَى الْجَنَّةِ وَأَوْسَطُهَا وَمِنْهَا تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ فَإِذَا سَأَلْتُمْ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami ‘Abdullah telah bercerita kepadaku ayahku. Telah bercerita kepada kami {Suraij bin An Nu’man} telah bercerita kepada kami {‘Abdul ‘Aziz Ad Darawardi} dari {Zaid bin Aslam} dari {‘Atho` bin Yasar} dari {Mu’adz bin Jabal} berkata Rasulullah saw. bersabda “Barangsiapa shalat lima waktu, haji ke baitullah, puasa romadhon -saya tidak tahu apakah beliau menyebutkan zakat atau tidak- maka wajiblah Allah untuk mengampuninya bila ia berhijrah dijalan Allah atau tinggal ditempat kelahirannya.” Mu’adz bin Jabal berkata Bolehkah aku memberitahukannya pada orang-orang. Rasulullah saw. bersabda “Biarkan mereka, hai Mu’adz! Disurga ada seratus tingkat, jarak antara dua tingkat sejauh seratus tahun (perjalanan), surga yang tertinggi dan paling ditengah adalah Firdaus, darinya sungai-sungai surga mengalir. Karena itu bila kalian meminta pada Allah mintalah Firdaus.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 21074
حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ حَدَّثَنَا مَسَرَّةُ بْنُ مَعْبَدٍ عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ سَتُهَاجِرُونَ إِلَى الشَّامِ فَيُفْتَحُ لَكُمْ وَيَكُونُ فِيكُمْ دَاءٌ كَالدُّمَّلِ أَوْ كَالْحَرَّةِ يَأْخُذُ بِمَرَاقِ الرَّجُلِ يَسْتَشْهِدُ اللَّهُ بِهِ أَنْفُسَهُمْ وَيُزَكِّي بِهَا أَعْمَالَهُمْاللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ سَمِعَهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَعْطِهِ هُوَ وَأَهْلَ بَيْتِهِ الْحَظَّ الْأَوْفَرَ مِنْهُ فَأَصَابَهُمْ الطَّاعُونُ فَلَمْ يَبْقَ مِنْهُمْ أَحَدٌ فَطُعِنَ فِي أُصْبُعِهِ السَّبَّابَةِ فَكَانَ يَقُولُ مَا يَسُرُّنِي أَنَّ لِي بِهَا حُمْرَ النَّعَمِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami ‘Abdullah telah bercerita kepadaku ayahku. Telah bercerita kepada kami {Abu Ahmad Az Zubairi} telah bercerita kepada kami {Masarrah bin Ma’bad} dari {Ismail bin ‘Ubaidillah} berkata {Mu’adz bin Jabal} berkata Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda “Kalian akan berhijrah ke Syam dan Syam akan ditaklukkan untuk kalian, ditengah-tengah kalian akan ada penyakit seperti bisul yang menempati pori-pori kulit, dengannya mereka meminta mati syahid pada Allah dan membersihkan amal-amal mereka. Ya Allah! Bila kau tahu Mu’adz bin Jabal mendengarnya dari Rasulullah saw. maka berikanlah bagian yang banyak padanya dan keluarganya.” Mereka pun terserang tho’un dan tidak tersisa seorang pun. Mu’adz bin Jabal terserang dijari telunjuknya. Mu’adz bin Jabal berkata Ini lebih aku sukai dari unta merah.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 21075
حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ الْحَرَّانِيُّ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ عَمْرٍو عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَانْتَسَبَ رَجُلَانِ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى عَهْدِ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَام أَحَدُهُمَا مُسْلِمٌ وَالْآخَرُ مُشْرِكٌ فَانْتَسَبَ الْمُشْرِكُ فَقَالَ أَنَا فُلَانُ بْنُ فُلَانٍ حَتَّى بَلَغَ تِسْعَةَ آبَاءٍ ثُمَّ قَالَ لِصَاحِبِهِ انْتَسِبْ لَا أُمَّ لَكَ قَالَ أَنَا فُلَانُ بْنُ فُلَانٍ وَأَنَا بَرِيءٌ مِمَّا وَرَاءَ ذَلِكَ فَنَادَى مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَام النَّاسَ فَجَمَعَهُمْ ثُمَّ قَالَ قَدْ قُضِيَ بَيْنَكُمَا أَمَّا الَّذِي انْتَسَبَ إِلَى تِسْعَةِ آبَاءٍ فَأَنْتَ فَوْقَهُمْ الْعَاشِرُ فِي النَّارِ وَأَمَّا الَّذِي انْتَسَبَ إِلَى أَبَوَيْهِ فَأَنْتَ امْرُؤٌ مِنْ أَهْلِ الْإِسْلَامِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami ‘Abdullah telah bercerita kepadaku ayahku. Telah bercerita kepada kami {Ahmad bin ‘Abdul Malik Al Harroni} telah bercerita kepada kami {‘Ubaidullah bin ‘Amr} dari {‘Abdul Malik bin ‘Umair} dari {‘Abdur Rahman bin Abu Laila} dari {Mu’adz bin Jabal} berkata Ada dua orang dari Bani Israel yang saling mencela dimasa Musa. Salah satunya muslim sedangkan yang lain musyrik. Si musyrik mencela seraya berkata Saya fulan bin fulan hingga sampai sembilan keturuan. Kemudian ia berkada pada seterunya Sebutkan nasabmu, hai orang yang tidak punya ibu. Ia berkataa Saya fulan bin fulan dan saya terbebas dari sesuatu yang ada dibaliknya. Kemudian Musa memanggil orang-orang lalu mengumpulkan mereka dan berkata Kalian telah diberi putusan. Bagi yang menyebutkan nasabnya sampai sembilan keturunan, engkau adalah yang kesepuluh diatas mereka berada dineraka. Sedangan orang yang menasabkan diri kepada kedua orang tuanya, engkau termasuk ahli Islam.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 21076
حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا خَالِدٌ يَعْنِي الطَّحَّانَ أَنَا يَحْيَى التَّيْمِيُّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ مُعَاذٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يُتَوَفَّى لَهُمَا ثَلَاثَةٌ إِلَّا أَدْخَلَهُمَا اللَّهُ الْجَنَّةَ بِفَضْلِ رَحْمَتِهِ إِيَّاهُمَا فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوْ اثْنَانِ قَالَ أَوْ اثْنَانِ قَالُوا أَوْ وَاحِدٌ قَالَ أَوْ وَاحِدٌ ثُمَّ قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّ السِّقْطَ لَيَجُرُّ أُمَّهُ بِسَرَرِهِ إِلَى الْجَنَّةِ إِذَا احْتَسَبَتْهُ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami ‘Abdullah telah bercerita kepadaku ayahku. telah bercerita kepada kami {‘Affan} telah bercerita kepada kami {Kholid Ath Thohhan} telah memberitakan kepada kami {Yahya At Taimi} dari {‘Ubaidillah bin Muslim} dari {Mu’adz bin Jabal} berkata Rasulullah saw. bersabda “Tidaklah dua orang muslim yang tiga anaknya meninggal dunia melainkan Allah akan memasukkan keduanya ke dalam surga berkat rahmat Allah pada keduanya.” Mereka berkata Wahai Rasulullah! Atau dua. Mereka berkata Atau satu. Rasulullah saw. bersabda “Atau satu.” Selanjutnya beliau bersabda “Demi Dzat yang jiwaku berada ditanganNya, sesungguhnya anak keguguran itu menyeret ibunya dengan ari-arinya ke surga bila ia mengharap-harapankan pahalanya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 21077
حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ صُهَيْبٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ مُعَاذٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ مَاتَ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَقَدْ قَالَ حَمَّادٌ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِمُعَاذٍ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami ‘Abdullah telah bercerita kepadaku ayahku. Telah bercerita kepada kami {‘Affan} telah bercerita kepada kami {Hammad bin Salamah} telah bercerita kepada kami {‘Abdul ‘Aziz bin Shuhaib} dari {Anas bin Malik} dari {Mu’adz bin Jabal} berkata Rasulullah saw. bersabda “Barangsiapa meninggal dunia dan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, ia masuk surga.” Berkata Hammad Bahwa Rasulullah saw. bersabda kepada Mu’adz bin Jabal.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 21078
حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ قَالَ كُنْتُ أَنَا وَعَاصِمُ بْنُ بَهْدَلَةَ وَثَابِتٌ فَحَدَّثَ عَاصِمٌ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أَبِي ظَبْيَةَ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَبِيتُ عَلَى ذِكْرِ اللَّهِ طَاهِرًا فَيَتَعَارَّ مِنْ اللَّيْلِ فَيَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا أَعْطَاهُفَقَالَ ثَابِتٌ قَدِمَ عَلَيْنَا فَحَدَّثَنَا هَذَا الْحَدِيثَ وَلَا أَعْلَمُهُ إِلَّا يَعْنِي أَبَا ظَبْيَةَ قُلْتُ لِحَمَّادٍ عَنْ مُعَاذٍ قَالَ عَنْ مُعَاذٍ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami ‘Abdullah telah bercerita kepadaku ayahku. Telah bercerita kepada kami {‘Affan} telah bercerita kepada kami {Hammad bin Salamah} berkata telah mengabarkan kepada kami {‘Ashim bin Bahdalah} dan {Tsabit}. ‘Ashim bercerita dari {Syahr bin Hausyab} dari {Abu Zhabyah} dari {Mu’adz bin Jabal} bahwa Rasulullah saw. bersabda “Tidaklah seorang muslim tidur dengan berdzikir dalam keadaan suci kemudian bangun malam meminta kebaikan dunia akhirat kepada Allah melainkan pasti diberi.” Berkata Tsabit Ia mendatangi kami kemudian menceritakan hadits ini kepada kami dan saya mengetahui bahwa yang ia maksudkan adalah Abu Zhabyah. Saya berkata kepada Hammad dari Mu’adz bin Jabal, ia berkata Dari Mu’adz bin Jabal.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 21079
حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنِ الْحَارِثِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ رَبَاحٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ عَنْ مُعَاذٍ قَالَعَهِدَ إِلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي خَمْسٍ مَنْ فَعَلَ مِنْهُنَّ كَانَ ضَامِنًا عَلَى اللَّهِ مَنْ عَادَ مَرِيضًا أَوْ خَرَجَ مَعَ جَنَازَةٍ أَوْ خَرَجَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ دَخَلَ عَلَى إِمَامٍ يُرِيدُ بِذَلِكَ تَعْزِيرَهُ وَتَوْقِيرَهُ أَوْ قَعَدَ فِي بَيْتِهِ فَيَسْلَمُ النَّاسُ مِنْهُ وَيَسْلَمُ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami ‘Abdullah telah bercerita kepadaku ayahku. Telah bercerita kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} telah bercerita kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Al Harits bin Yazid} dari {‘Ali bin Rabah} dari {‘Abdullah bin ‘Amr bin Al Ash} dari {Mu’adz bin Jabal} berkata Rasulullah saw. mewasiatkan lima hal pada kami, barangsiapa melaksanakannya akan mendapat jaminan dari Allah barangsiapa menjenguk orang sakit, pergi mengantar jenazah, pergi berperang dijalan Allah, mengunjungi pemimpin dengan maksud menguatkan dan memuliakannya atau tinggal dirumahnya hingga orang-orang selamat dari (ganggugannya) dan ia pun selamat.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 21080
حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ أَبِي الطُّفَيْلِ عَامِرِ بْنِ وَاثِلَةَ عَنْ مُعَاذٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ إِذَا ارْتَحَلَ قَبْلَ زَيْغِ الشَّمْسِ أَخَّرَ الظُّهْرَ حَتَّى يَجْمَعَهَا إِلَى الْعَصْرِ يُصَلِّيهِمَا جَمِيعًا وَإِذَا ارْتَحَلَ بَعْدَ زَيْغِ الشَّمْسِ صَلَّى الظُّهْرَ وَالْعَصْرَ جَمِيعًا ثُمَّ سَارَ وَكَانَ إِذَا ارْتَحَلَ قَبْلَ الْمَغْرِبِ أَخَّرَ الْمَغْرِبَ حَتَّى يُصَلِّيَهَا مَعَ الْعِشَاءِ وَإِذَا ارْتَحَلَ بَعْدَ الْمَغْرِبِ عَجَّلَ الْعِشَاءَ فَصَلَّاهَا مَعَ الْمَغْرِبِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami ‘Abdullah telah bercerita kepadaku ayahku. telah bercerita kepada kami {Qutaibah bin Sa’ad} telah bercerita kepada kami {Laits} dari {Yazid bin Abu Habib} dari {Abu Ath Thufail ‘Amir bin Watsilah} dari {Mu’adz bin Jabal} bahwa saat perang Tabuk, Nabi saw. bila berangkat sebelum matahari condong, beliau menunda zhuhur hingga menjamaknya dengan ashar, beliau menjamak keduanya. Dan bila beliau berangkat setelah matahari condong, beliau shalat zhuhur dan ashar dengan dijamak setelah itu beliau berangkat. Bila berangkat sebelum maghrib, beliau menunda maghrib hingga dilaksanakan bersama isya’ dan bila berangkat setelah maghrib, beliau menyegerakan isya’ dan dilakukan bersama maghrib.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 21081
حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ قَالَ عَبْد اللَّهِ وَسَمِعْتُهُ أَنَا مِنْ هَارُونَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ زَحْرٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ رَافِعٍ التَّنُوخِيِّ قَاضِي إِفْرِيقِيَّةَأَنَّ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ قَدِمَ الشَّامَ وَأَهْلُ الشَّامِ لَا يُوتِرُونَ فَقَالَ لِمُعَاوِيَةَ مَا لِي أَرَى أَهْلَ الشَّامِ لَا يُوتِرُونَ فَقَالَ مُعَاوِيَةُ وَوَاجِبٌ ذَلِكَ عَلَيْهِمْ قَالَ نَعَمْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ زَادَنِي رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ صَلَاةً وَهِيَ الْوِتْرُ وَقْتُهَا مَا بَيْنَ الْعِشَاءِ إِلَى طُلُوعِ الْفَجْرِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami ‘Abdullah telah bercerita kepadaku ayahku. Telah bercerita kepada kami Harun bin Ma’ruf berkata ‘Abdullah Saya mendengarnya dari {Harun} telah bercerita kepada kami {Ibnu Wahb} telah memberitakan kepadaku {Yahya bin Ayyub} dari {‘Ubaidillah bin Zahr} dari {‘Abdur Rahman bin Rofi’ At Tanukhi} -hakim Afrika- bahwa Mu’adz bin Jabal tiba di Syam dan penduduk Syam tidak shalat witir. {Mu’adz bin Jabal} berkata kepada Mu’awiyah Kenapa aku tidak melihat orang-orang Syam shalat witir. Mu’awiyah berkata Apa itu wajib bagi mereka? Mu’adz bin Jabal menjawab Ya, saya mendengar Rasulullah saw. bersabda “Rabbku AzzaWaJalla menambahiku satu shalat, yaitu witir. Waktunya antara isya’ hingga terbitnya fajar.”