Musnad Sahabat Anshar

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21112

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ مُعَاذٍ أَنَّهُ قَالَبَعَثَنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْيَمَنِ أَنْ آخُذَ مِنْ كُلِّ ثَلَاثِينَ مِنْ الْبَقَرِ بَقَرَةً تَبِيعًا أَوْ تَبِيعَةً أَوْ قَالَ جَذَعًا أَوْ جَذَعَةً وَمِنْ كُلِّ أَرْبَعِينَ بَقَرَةً بَقَرَةً مُسِنَّةً وَمِنْ كُلِّ حَالِمٍ دِينَارًا أَوْ عَدْلَهُ مَعَافِرَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah telah menceritakan kepadaku ayahku. Telah menceritakan kepada kami {Husain bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Syarik} dari {‘Ashim} dari {Abu Wa`il} dari {Mu’adz bin Jabal} berkata Nabi saw. mengutusku ke Yaman untuk memungut satu tabi’ atau tabi’ah dari setiap tigapuluh sapi -atau bersabda, “Jadza’ atau jadz’ah -si perawi ragu antara kepastian redaksi tabi’ atau jadza’–satu musinnah dari setiap empatpuluh sapi dan satu dinar atau setara dengan baju ma’afir, dari setiap orang yang sudah baligh.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21113

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا رِشْدِينُ عَنْ زَبَّانَ عَنْ سَهْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ مُعَاذٍأَنَّهُ سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَفْضَلِ الْإِيمَانِ قَالَ أَنْ تُحِبَّ لِلَّهَ وَتُبْغِضَ لِلَّهِ وَتُعْمِلَ لِسَانَكَ فِي ذِكْرِ اللَّهِ قَالَ وَمَاذَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَأَنْ تُحِبَّ لِلنَّاسِ مَا تُحِبُّ لِنَفْسِكَ وَتَكْرَهَ لَهُمْ مَا تَكْرَهُ لِنَفْسِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah telah menceritakan kepadaku ayahku. Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ghailan} telah menceritakan kepada kami {Risydin} dari {Zabban} dari {Sahal} dari {ayahnya} dari {Mu’adz}, ia bertanya kepada Nabi saw. tentang keimanan yang paling utama, beliau menjawab “Engkau mencintai karena Allah, menggunakan lidahmu untuk menyebut Allah.” Mu’adz bin Jabal bertanya Apa lagi wahai Rasulullah? Beliau bersabda “Engkau mencintai untuk orang seperti yang kau cintai untuk dirimu sendiri, membenci untuk mereka seperti kau benci untuk dirimu sendiri.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21114

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا أَبُو مَعْشَرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ قَيْسٍ عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ عَنْ مُعَاذٍعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْثُرُ عَنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ وَجَبَتْ مَحَبَّتِي لِلَّذِينَ يَتَحَابُّونَ فِيَّ وَيَتَجَالَسُونَ فِيَّ وَيَتَبَاذَلُونَ فِيَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah telah menceritakan kepadaku ayahku. Telah menceritakan kepada kami {Husain bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Abu Ma’syar} dari {Muhammad bin Qois} dari {Abu Idris Al Khoulani} dari {Mu’adz bin Jabal} dari Rasulullah saw., beliau meriwayatkan dari Allah AzzaWaJalla, Ia berfirman ‘Wajiblah cintaKu bagi orang-orang yang saling mencintai karena Aku, saling berteman karena Aku dan saling berkorban karena Aku.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21115

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا زَبَّانُ بْنُ فَائِدٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذٍ عَنْ أَبِيهِأَنَّهُ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَفْضَلِ الْإِيمَانِ قَالَ أَفْضَلُ الْإِيمَانِ أَنْ تُحِبَّ لِلَّهِ وَتُبْغِضَ فِي اللَّهِ وَتُعْمِلَ لِسَانَكَ فِي ذِكْرِ اللَّهِ قَالَ وَمَاذَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَأَنْ تُحِبَّ لِلنَّاسِ مَا تُحِبُّ لِنَفْسِكَ وَتَكْرَهَ لَهُمْ مَا تَكْرَهُ لِنَفْسِكَ وَأَنْ تَقُولَ خَيْرًا أَوْ تَصْمُتَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah telah menceritakan kepadaku ayahku. Telah menceritakan kepada kami {Hasan} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepada kami {Zabban bin Fa`id} dari {Sahl bin Mu’adz} dari {ayahnya}, ia bertanya kepada Nabi saw. tentang keimanan yang paling utama, beliau bersabda “Keimanan paling utama adalah bahwa engkau mencintai dan membenci karena Allah, engkau menggunakan lidahmu untuk menyebut Allah.” Mu’adz bertanya Apa lagi wahai Rasulullah? Beliau bersabda “Engkau mencintai untuk orang seperti yang kau cintai untuk dirimu sendiri, membenci untuk mereka seperti kau benci untuk dirimu sendiri, engkau berkata baik atau diam.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21116

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا سُرَيْجٌ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ بَهْدَلَةَ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ مُعَاذٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَأُنَبِّئُكَ بِأَبْوَابٍ مِنْ الْخَيْرِ الصَّوْمُ جُنَّةٌ وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ وَقِيَامُ الْعَبْدِ مِنْ اللَّيْلِ ثُمَّ قَرَأَ{ تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنْ الْمَضَاجِعِ }إِلَى آخِرِ الْآيَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah telah menceritakan kepadaku ayahku. Telah menceritakan kepada kami {Suraij} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {‘Ashim bin Bahdalah} dari {Syahr bin Hausyab} dari {Mu’adz bin Jabal} bahwa Nabi saw. bersabda “Aku akan memberitahukan kepadamu pintu-pintu kebaikan puasa adalah perisai, sedekah memadamkan kesalahan seperti air memadamkan api, dan seorang hamba bangun di malam hari.” Kemudian beliau membaca ayat, ‘Lambung-lambung mereka jauh dari tempat tidur, ‘ hingga akhir ayat.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21117

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا سُرَيْجٌ حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ عَنْ عَمَّارِ بْنِ مُحَمَّدٍ الْعَبْسِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ مُعَاذٍ قَالَبَيْنَمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ إِذْ سَمِعَ مُنَادِيًا يَقُولُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ فَقَالَ عَلَى الْفِطْرَةِ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَقَالَ شَهِدَ بِشَهَادَةِ الْحَقِّ قَالَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ قَالَ خَرَجَ مِنْ النَّارِ انْظُرُوا فَسَتَجِدُونَهُ إِمَّا رَاعِيًا مُعْزِبًا وَإِمَّا مُكَلِّبًا فَنَظَرُوهُ فَوَجَدُوهُ رَاعِيًا حَضَرَتْهُ الصَّلَاةُ فَنَادَى بِهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah telah menceritakan kepadaku ayahku. Telah menceritakan kepada kami {Suraij} telah menceritakan kepada kami {Al Hakam bin ‘Abdul Malik} dari {‘Ammar bin Muhammad Al ‘Absi} dari {‘Abdur Rahman bin Abu Laila} dari {Mu’adz bin Jabal} berkata Saat Rasulullah saw. berada dalam salah satu perjalanannya, tiba-tiba ada seseorang menyerukan Allahu akbar, Allahu akbar. Rasulullah saw. bersabda “Ia sesuai fitrah.” Setelah itu ia berkata Aku bersaki bahwa tidak ada Ilah (yang haq) selain Allah. Rasulullah saw. bersabda “Ia bersaksi dengan kesaksian yang haq.” Orang itu berkata Aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah. Rasulullah saw. bersabda “Ia terbebas dari neraka. Lihatlah, kalian akan melihatnya kalau bukan penggembala berarti pelatih anjing.” Ternyata mereka melihat seorang penggembala yang sudah datang waktunya shalat kemudian ia menyerukannya.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21118

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ عَنْ طَاوُسٍ عَنْ مُعَاذٍ قَالَلَمْ يَقُلْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَوْقَاصِ الْبَقَرِ شَيْئًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah telah menceritakan kepadaku ayahku. Telah menceritakan kepada kami {Abu Kamil} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Zaid} telah menceritakan kepada kami {‘Amr bin Dinar} dari {Thawus} dari {Mu’adz bin Jabal} berkata Rasulullah saw. sama sekali tidak berkomentar mengenai awqash.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21119

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَأَنَّ الطَّاعُونَ وَقَعَ بِالشَّامِ فَقَالَ عَمْرُو بْنُ الْعَاصِ إِنَّ هَذَا الرِّجْزَ قَدْ وَقَعَ فَفِرُّوا مِنْهُ فِي الشِّعَابِ وَالْأَوْدِيَةِ فَبَلَغَ ذَلِكَ مُعَاذًا فَلَمْ يُصَدِّقْهُ بِالَّذِي قَالَ فَقَالَ بَلْ هُوَ شَهَادَةٌ وَرَحْمَةٌ وَدَعْوَةُ نَبِيِّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُعَاذًا وَأَهْلَهُ نَصِيبَهُمْ مِنْ رَحْمَتِكَ قَالَ أَبُو قِلَابَةَ فَعَرَفْتُ الشَّهَادَةَ وَعَرَفْتُ الرَّحْمَةَ وَلَمْ أَدْرِ مَا دَعْوَةُ نَبِيِّكُمْ حَتَّى أُنْبِئْتُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَمَا هُوَ ذَاتَ لَيْلَةٍ يُصَلِّي إِذْ قَالَ فِي دُعَائِهِ فَحُمَّى إِذًا أَوْ طَاعُونٌ فَحُمَّى إِذًا أَوْ طَاعُونٌ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَلَمَّا أَصْبَحَ قَالَ لَهُ إِنْسَانٌ مِنْ أَهْلِهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَقَدْ سَمِعْتُكَ اللَّيْلَةَ تَدْعُو بِدُعَاءٍ قَالَ وَسَمِعْتَهُ قَالَ نَعَمْ قَالَ إِنِّي سَأَلْتُ رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ أَنْ لَا يُهْلِكَ أُمَّتِي بِسَنَةٍ فَأَعْطَانِيهَا وَسَأَلْتُهُ أَنْ لَا يُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَيَسْتَبِيحَهُمْ فَأَعْطَانِيهَا وَسَأَلْتُهُ أَنْ لَا يُلْبِسَهُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَهُمْ بَأْسَ بَعْضٍ فَأَبَى عَلَيَّ أَوْ قَالَ فَمَنَعَنِيهَا فَقُلْتُ حُمَّى إِذًا أَوْ طَاعُونًا حُمَّى إِذًا أَوْ طَاعُونًا حُمَّى إِذًا أَوْ طَاعُونًا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah telah menceritakan kepadaku ayahku. Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} dari {Ayyub} dari {Abu Qilabah} bahwa tha’un terjadi di Syam kemudian ‘Amr bin Al Ash berkata ini adalah kotoran, larilah kalian ke lembah-lembah. Hal itu terdengar oleh Mu’adz bin Jabal dan tidak membenarkannya apa yang dikatakan ‘Amr bin Al ‘Ash, {Mu’adz bin Jabal} berkata Bahkan tha’un itu adalah kesaksian, rahmat dan doa Nabi kalian, Ya Allah! Berilah bagian dari rahmatMu untuk Mu’adz dan keluarganya. Berkata Abu Qilabah Kesaksian dan rahmat saya tahu, tapi saya tidak tahu apa yang didoakan Nabi saw. hingga aku diberitahu bahwa Rasulullah saw. shalat di suatu malam, dan beliau berdoa “Maka berilah mereka demam atau tho’un, Maka berilah mereka demam atau tho’un.” Rasulullah saw. mengucapkannya sebanyak tiga kali. Dipagi harinya ada salah satu keluarga Rasulullah saw. berkata pada beliau Tadi malam aku mendengarmu berdoa. Rasulullah saw. bersabda “Kau mendengarnya? ‘ ia menjawab Ya. Rasulullah saw. bersabda “Aku meminta Rabbku agar tidak membinasakan ummatmu dengan paceklik yang berkepanjangan, Ia mengabulkannya. Aku memintaNya agar tidak memberi kuasa pada satu musuhpun untuk menguasai mereka hingga bisa mencabik-cabiknya, dan Ia mengabulkannya. Dan aku memintaNya agar tidak menjadikan mereka berpecah belah (terjadi konflik internal muslimin) dan satu kelompok melampiaskan keganasan kepada sebagian lain, namun Ia enggan mengabulkannya -atau bersabda “Ia menolakku- kemudian aku berkata, “Kalau begitu berilah mereka demam atau tho’un, berilah mereka demam atau tho’un. Berilah mereka demam atau thaun” Aku mengucapkannya sebanyak tiga kali.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20172

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُعَلِيٌّ أَقْضَانَا وَأُبَيٌّ أَقْرَؤُنَا وَإِنَّا لَنَدَعُ كَثِيرًا مِنْ لَحْنِ أُبَيٍّ وَأُبَيٌّ يَقُولُ سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَا أَدَعُهُ لِشَيْءٍ وَاللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَقُولُ{ مَا نَنْسَخْ مِنْ آيَةٍ أَوْ نُنْسِهَا نَأْتِ بِخَيْرٍ مِنْهَا أَوْ مِثْلِهَا }
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Habib bin Abu Tsabit} dari {Sa’id bin Jubair} dari {Ibnu Abbas} dia berkata, ” {Umar} radliallahu ‘anhu berkata, “Ali adalah orang yang paling paham dengan hukum di antara kami dan Ubai adalah orang yang paling pandai dalam membaca Al-Qur’an di antara kami, sementara kami banyak meninggalkan qira`ah Ubay (dalam membaca Al-Qur’an). {Ubay} pernah berkata, “Aku telah mendengar dari Rasulullah saw., maka aku tidak akan meninggalkannya karena sesuatu. Allah Tabaraka Wa Ta’ala berfirman: ‘(Ayat mana saja yang kami nasakhkan, atau kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya) ‘ (QS. Al Baqarah: 106).

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20173

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ سُفْيَانَ حَدَّثَنِي حَبِيبٌ يَعْنِي ابْنَ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ عُمَرُعَلِيٌّ أَقْضَانَا وَأُبَيٌّ أَقْرَؤُنَا وَإِنَّا لَنَدَعُ مِنْ قَوْلِ أُبَيٍّ وَأُبَيٌّ يَقُولُ أَخَذْتُ مِنْ فَمِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَا أَدَعُهُ وَاللَّهُ يَقُولُ{ مَا نَنْسَخْ مِنْ آيَةٍ أَوْ نُنْسِهَا }
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Sufyan} telah menceritakan kepadaku {Habib bin Abu Tsabit} dari {Sa’id bin Jubair} dari {Ibnu Abbas} radliallahu ‘anhu berkata, ” {Umar}? radliallahu ‘anhu berkata, “Ali adalah orang yang paling paham dengan hukum di antara kami dan Ubai adalah orang yang paling pandai dalam membaca Al-Qur’an di antara kami, sementara kami telah meninggalkan qira`ah (bacaan Al-Qur’an) Ubay. Dan {Ubay} berkata, “Aku mengambilnya dari mulut Rasulullah saw., maka aku tidak akan meninggalkanya karena sesuatu apapun, dan Allah Tabaraka Wa Ta’ala berfirman: ‘(Ayat mana saja yang kami nasakhkan, atau kami jadikan (manusia) lupa kepadanya..) ‘ (QS. Al Baqarah: 106).