Musnad Sahabat Anshar
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20174
حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ فِي سَنَةِ سِتٍّ وَعِشْرِينَ وَمِائَتَيْنِ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَخَطَبَنَا عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى مِنْبَرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَقْضَانَا وَأُبَيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَقْرَؤُنَا وَإِنَّا لَنَدَعُ مِنْ قَوْلِ أُبَيٍّ شَيْئًا وَإِنَّ أُبَيًّا سَمِعَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَشْيَاءَ وَأُبَيٌّ يَقُولُ لَا أَدَعُ مَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ نَزَلَ بَعْدَ أُبَيٍّ كِتَابٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku {Suwaid bin Sa’id} di tahun dua ratus dua puluh enam, telah menceritakan kepada kami {Ali bin Mushir} dari {Al A’masy} dari {Habib bin Abu Tsabit} dari {Sa’id bin Jubair} dari {Ibnu Abbas} ia berkata, ” {Umar} radliallahu ‘anhu berkhutbah di mimbar Rasulullah saw., ia mengatakan, “Ali? radliallahu ‘anhu adalah orang yang paling paham dengan hukum di antara kami dan Ubay? radliallahu ‘anhu adalah orang yang paling pandai dalam membaca Al-Qur’an di antara kami, sementara kami banyak meninggalkan qira`ah Ubay. Dan {Ubay} telah mengambil sesuatu (qira`ah) dari Rasulullah saw.” Ubay pernah berkata, “Aku tidak akan meninggalkanya apa yang pernah aku dengar dari Rasulullah saw.” padahal setelah Ubay telah turun ayat.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20175
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ أَخْبَرَنَا أَبِي أَخْبَرَنِي أَبُو أَيُّوبَ أَنَّ أُبَيًّا حَدَّثَهُ قَالَسَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ الرَّجُلُ يُجَامِعُ أَهْلَهُ فَلَا يُنْزِلُ قَالَ يَغْسِلُ مَا مَسَّ الْمَرْأَةَ مِنْهُ وَيَتَوَضَّأُ وَيُصَلِّيحَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي أَيُّوبَ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} telah mengkabarkan kepada kami {Hisyam bin Urwah} telah mengabarkan kepada kami {Ayahku} telah mengkabarkan kepadaku {Abu Ayyub} bahwa {Ubay} menceritakan padanya, ia berkata, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw., aku katakan, ‘Seorang laki-laki mensetubuhi isterinya, namun ia tidak orgasme? ‘ beliau menjawab: “Hendaknya Ia mencuci apa yang bersentuhan dengan istrinya, lalu wudhu dan shalat.'” Telah menceritakan kepada kami Abdullah ia berkata, telah menceritakan kepadaku Ayahku ia berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} ia berkata, telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin Urwah} dari {Ayahnya} dari {Abu Ayyub} dari {Ubay bin Ka’ab} berkata, “Aku bertanya pada Rasulullah saw.… lalu ia sebutkan hadits tersebut.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20176
قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ الْمَلِيِّ عَنْ الْمَلِيِّ يَعْنِي بِقَوْلِهِ الْمَلِيِّ عَنْ الْمَلِيِّ أَبَا أَيُّوبَ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الَّذِي يَأْتِي أَهْلَهُ ثُمَّ لَا يُنْزِلُ يَغْسِلُ ذَكَرَهُ وَيَتَوَضَّأُقَالَ عَبْد اللَّهِ قَالَ أَبِي الْمَلِيُّ عَنْ الْمَلِيِّ ثِقَةٌ عَنْ ثِقَةٍ
Terjemahan: Ia berkata, telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} ia berkata, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Hisyam bin Urwah} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Ayahku} -dari Al Mali dari Al Mali, yaitu dengan perkataannya Al Mali dari Al Mali-, {Abu Ayyub} dari {Ubai bin Ka’ab} dari Rasulullah saw. tentang seorang laki-laki yang mendatangi isterinya namun tidak keluar air mani: “Hendaklah ia cuci kemaluannya, lalu berwudhu.” Abdullah berkata, Ayahku berkata, “Al Mali dari Al Mali adalah dari seorang tsiqah kepada orang yang tsiqah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20177
قَالَ حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ الْقَوَارِيرِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ بَلَغَنِي عَنْ أَبِي أَيُّوبَ بْنِ زَيْدٍ حَدِيثٌ وَهُوَ بِأَرْضِ الرُّومِ قَالَ فَلَقِيتُ أَبَا أَيُّوبَ فَحَدَّثَنِي عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا جَامَعَ الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ ثُمَّ أَكْسَلَ فَلْيَغْسِلْ مَا أَصَابَ الْمَرْأَةَ مِنْهُ ثُمَّ لِيَتَوَضَّأْ
Terjemahan: Ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Ubaidullah bin Umar Al Qawariri} ia berkata, telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Zaid} dari {Hisyam bin Urwah} dari {Ayahnya} berkata telah sampai kepadaku dari {Abu Ayyub bin Zaid} sebuah hadits -sementara ia sedang berada di Romawi- ia berkata, “Aku bertemu Abu Ayyub ia menceritakan kepadaku dari {Ubay bin Ka’b}, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Jika seorang laki-laki mensetubuhi isterinya kemudian malas (tidak melanjutkannya), maka hendaklah ia mencuci apa yang bersentuhan dengan isterinya (kemaluan) lalu berwudhu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20178
قَالَ حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ قَالَ أَخْبَرَنَا حُمَيْدٌ عَنْ أَنَسٍ عَنْ عُبَادَةَ أَنَّ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُنْزِلَ الْقُرْآنُ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ
Terjemahan: Ia berkata, telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad} ia berkata, telah mengabarkan kepada kami {Humaid} dari {Anas} dari {Ubadah} bahwa {Ubay bin Ka’b} berkata, “Rasulullah saw. telah bersabda: “Al-Quran diturunkan dengan tujuh huruf.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20179
قَالَ حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ قَالَ أَخْبَرَنَا حُمَيْدٌ عَنْ أَنَسٍ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ أَنَّ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ قَالَأَقْرَأَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آيَةً وَأَقْرَأَهَا آخَرَ غَيْرَ قِرَاءَةِ أُبَيٍّ فَقُلْتُ مَنْ أَقْرَأَكَهَا قَالَ أَقْرَأَنِيهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ وَاللَّهِ لَقَدْ أَقْرَأَنِيهَا كَذَا وَكَذَا قَالَ أُبَيٌّ فَمَا تَخَلَّجَ فِي نَفْسِي مِنْ الْإِسْلَامِ مَا تَخَلَّجَ يَوْمَئِذٍ فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَمْ تُقْرِئْنِي آيَةَ كَذَا وَكَذَا قَالَ بَلَى قَالَ فَإِنَّ هَذَا يَدَّعِي أَنَّكَ أَقْرَأْتَهُ كَذَا وَكَذَا فَضَرَبَ بِيَدِهِ فِي صَدْرِي فَذَهَبَ ذَاكَ فَمَا وَجَدْتُ مِنْهُ شَيْئًا بَعْدُ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَانِي جِبْرِيلُ وَمِيكَائِيلُ عَلَيْهِمَا السَّلَام فَقَالَ جِبْرِيلُ اقْرَأْ الْقُرْآنَ عَلَى حَرْفٍ فَقَالَ مِيكَائِيلُ اسْتَزِدْهُ قَالَ اقْرَأْهُ عَلَى حَرْفَيْنِ قَالَ اسْتَزِدْهُ حَتَّى بَلَغَ سَبْعَةَ أَحْرُفٍ قَالَ كُلٌّ شَافٍ كَافٍحَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ أُبَيًّا قَالَ مَا حَكَّ فِي صَدْرِي شَيْءٌ مُنْذُ أَسْلَمْتُ إِلَّا أَنِّي قَرَأْتُ آيَةً فَذَكَرَ الْحَدِيثَ وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ عُبَادَةَ
Terjemahan: Perawi berkata, telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad} ia berkata, telah mengkabarkan kepada kami {Humaid bin Anas} dari {Anas} dari {Ubadah bin Shamit} bahwa {Ubay bin Ka’b} berkata, “Rasulullah saw. telah membacakan ayat kepadaku, dan aku (Ubadah) membacakannya kepada orang lain dengan selain bacaaan Ubay. Maka aku bertanya padanya, “Siapa yang membacakannya padamu?” Ubay menjawab, “Rasulullah saw. yang membacakannya padaku.” Aku berkata lagi, “Demi Allah, beliau telah membacakannya kepadaku begini dan begitu.” Ubay lantas menyaut, “Aku tidak pernah merasakan keraguan dalam Islam semisal saat hari itu, maka aku pun datang menemui Nabi saw., aku katakan, “Wahai Rasulullah, bukankah engkau telah membacakan ayat ini kepadaku begini dan begitu?” Beliau menjawab: “Ya.” Ubay berkata, “Orang ini mengatakan bahwa engkau juga telah membacakannya begini dan begitu!” Beliau lalu memukulkan tangannya ke dadaku, hingga aku tidak lagi mendapati karaguan dalam hatiku setelah itu.” Rasulullah saw. kemudian bersabda: “Jibril dan Mikail Alaihimassalam mendatangiku. Jibril berkata, ‘Bacalah Al Qur`an dengan satu huruf! ‘ lalu Mika`il berkata, ‘Mintalah tambahan, ‘ lalu Jibril berkata lagi, ‘Bacalah dengan dua huruf! ‘ Mika`il berkata lagi, ‘Mintalah tambahan, ‘ hingga menjadi tujuh huruf. Maka setiap bacaan adalah sempurna dan mencukupi.” Telah menceritakan kepada kami Abdullah ia berkata, telah menceritakan kepadaku Ayahku Ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Yahya bin Sa’id} dari {Humaid} dari {Anas} bahwa {Ubay} berkata, “Tiada yang menyempitkan dadaku semenjak aku masuk Islam kecuali aku membaca ayat.. lalu ia sebutkan hadits tersebut, namun tidak disebutkan dalam hadits tesebut nama Ubadah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20180
قَالَ عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ وَهَذَا لَفْظُ حَدِيثِ ابْنِ نُمَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنِ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ جَعْفَرٍ عَنْ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَعْقُوبَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُمَا قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي التَّوْرَاةِ وَلَا فِي الْإِنْجِيلِ مِثْلَ أُمِّ الْقُرْآنِ وَهِيَ السَّبْعُ الْمَثَانِي وَهِيَ مَقْسُومَةٌ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ
Terjemahan: Abdullah berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} dan {Muhammad bin Abdullah bin Numair} dan ini adalah lafadz Ibnu Numair, Ia berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Usamah} dari {Abdul Hamid bin Ja’far} dari {Ala` bin Abdurrahman bin Ya’qub} dari {Ayahnya} dari {Abu Hurairah} dari {Ubay bin Ka’b} radhiallahu Ta’ala ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Allah Azza Wa Jalla tidak menurunkan dalam Taurat maupun Injil seperti Ummul Qur’an, ia adalah As Sab’ul Matsani (tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang), ia terbagi untuk-Ku dan untuk hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku ia akan mendapat apa yang ia minta.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20181
قَالَ عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبُو مَعْمَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ جَعْفَرٍ عَنْ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا أُعَلِّمُكَ سُورَةً مَا أُنْزِلَ فِي التَّوْرَاةِ وَلَا فِي الزَّبُورِ وَلَا فِي الْإِنْجِيلِ وَلَا فِي الْقُرْآنِ مِثْلُهَا قُلْتُ بَلَى قَالَ فَإِنِّي أَرْجُو أَنْ لَا أَخْرُجَ مِنْ ذَلِكَ الْبَابِ حَتَّى تَعْلَمَهَا ثُمَّ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُمْتُ مَعَهُ فَأَخَذَ بِيَدِي فَجَعَلَ يُحَدِّثُنِي حَتَّى بَلَغَ قُرْبَ الْبَابِ قَالَ فَذَكَّرْتُهُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ السُّورَةَ الَّتِي قُلْتَ لِي قَالَ فَكَيْفَ تَقْرَأُ إِذَا قُمْتَ تُصَلِّي فَقَرَأَ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ قَالَ هِيَ هِيَ وَهِيَ السَّبْعُ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِي أُوتِيتُ بَعْدُقَالَ عَبْد اللَّهِ سَأَلْتُ أَبِي قَالَ عَنْ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَسُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ فَقَدَّمَ الْعَلَاءَ عَلَى سُهَيْلٍ وَقَالَ لَمْ أَسْمَعْ أَحَدًا ذَكَرَ الْعَلَاءَ بِسُوءٍ و قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ وَأَبُو صَالِحٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ الْعَلَاءِ
Terjemahan: Abdullah berkata, telah menceritakan kepadaku {Abu Ma’mar} ia berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Usamah} dari {Abdul Hamid bin Ja’far} dari {Ala` bin Abdurrahman} dari {Ayahnya} dari {Abu Hurairah} dari {Ubay bin Ka’b} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Maukah aku ajarkan kepadamu sebuah surat yang tidak diturunkan dalam At Taurat, atau dalam Zabur, atau dalam Injil, atau dalam Al-Qur’an yang semisal itu?” Aku menjawab, “Tentu.” beliau bersabda: “Saya ingin sebelum keluar dari pintu itu kamu telah mengetahuinya.” Kemudian Rasulullah saw. berdiri dan akupun berdiri bersamanya, lalu beliau memegang tanganku dan berbicara denganku hingga mendekati pintu.” Ubay berkata, “Lantas aku mengingatkan beliau, aku katakan, “Wahai Rasulullah, apa surat yang engkau katakan kepada saya?” Beliau menjawab: “Apa yang kamu baca jika kamu berdiri untuk shalat?” Kemudian beliau membaca Fatihatul Kitab (surat Al fatihah) seraya bersabda: “Itulah yang aku maksud, ia adalah As Sab’ul Matsani (tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang) dan Al-Quran yang agung yang telah diberikan kepadaku.” Abdullah berkata, “Aku bertanya kepada bapakku, dia menjawab, “Dari Al ‘Ala bin ‘Abdurrahman dan Suhail bin Abu Shalih. Ia mendahulukan Al ‘Ala ketimbnag Suhail, lalu ia berkata, “Saya belum pernah mendengar seseorang menyebutkan Al ‘Ala dengan sesuatu hal yang jelek.” Abu Abdurrahman berkata, “Aku lebih menyukai Abu Shalih daripada Al ‘Ala.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20182
قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ قَالَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ وَابْنُ إِدْرِيسَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ مَعْمَرِ بْنِ أَبِي حَبِيبَةَ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ زُهَيْرٌ فِي حَدِيثِهِ رِفَاعَةُ بْنُ رَافِعٍ وَكَانَ عَقَبِيًّا بَدْرِيًّا قَالَكُنْتُ عِنْدَ عُمَرَ فَقِيلَ لَهُ إِنَّ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ يُفْتِي النَّاسَ فِي الْمَسْجِدِ قَالَ زُهَيْرٌ فِي حَدِيثِهِ النَّاسَ بِرَأْيِهِ فِي الَّذِي يُجَامِعُ وَلَا يُنْزِلُ فَقَالَ أَعْجِلْ بِهِ فَأُتِيَ بِهِ فَقَالَ يَا عَدُوَّ نَفْسِهِ أَوَقَدْ بَلَغْتَ أَنْ تُفْتِيَ النَّاسَ فِي مَسْجِدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرَأْيِكَ قَالَ مَا فَعَلْتُ وَلَكِنْ حَدَّثَنِي عُمُومَتِي عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَيُّ عُمُومَتِكَ قَالَ أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ قَالَ زُهَيْرٌ وَأَبُو أَيُّوبَ وَرِفَاعَةُ بْنُ رَافِعٍ فَالْتَفَتُّ إِلَى مَا يَقُولُ هَذَا الْفَتَى وَقَالَ زُهَيْرٌ مَا يَقُولُ هَذَا الْغُلَامُ فَقُلْتُ كُنَّا نَفْعَلُهُ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَسَأَلْتُمْ عَنْهُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُنَّا نَفْعَلُهُ عَلَى عَهْدِهِ فَلَمْ نَغْتَسِلْ قَالَ فَجَمَعَ النَّاسَ وَاتَّفَقَ النَّاسُ عَلَى أَنَّ الْمَاءَ لَا يَكُونُ إِلَّا مِنْ الْمَاءِ إِلَّا رَجُلَيْنِ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ وَمُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ قَالَا إِذَا جَاوَزَ الْخِتَانُ الْخِتَانَ فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ قَالَ فَقَالَ عَلِيٌّ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ إِنَّ أَعْلَمَ النَّاسِ بِهَذَا أَزْوَاجُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَرْسَلَ إِلَى حَفْصَةَ فَقَالَتْ لَا عِلْمَ لِي فَأَرْسَلَ إِلَى عَائِشَةَ فَقَالَتْ إِذَا جَاوَزَ الْخِتَانُ الْخِتَانَ وَجَبَ الْغُسْلُقَالَ فَتَحَطَّمَ عُمَرُ يَعْنِي تَغَيَّظَ ثُمَّ قَالَ لَا يَبْلُغُنِي أَنَّ أَحَدًا فَعَلَهُ وَلَا يَغْسِلُ إِلَّا أَنْهَكْتُهُ عُقُوبَةً حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ عَنْ يَزِيدَ بْنَ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ مَعْمَرِ بْنِ حَبِيبَةَ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ عَنْ أَبِيهِ فَذَكَرَ نَحْوَهُ وَمَعْنَاهُ
Terjemahan: Ia berkata, telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Adam} dia berkata, telah bercerita kepada kami {Zuhair} dan {Ibnu Idris} dari {Muhammad bin Ishaq} dari {Yazid bin Abu Habib} dari {Ma’mar bin Abu Habibah} dari {Ubaid bin Rifa’ah bin Rafi’} dari {Bapaknya}, {Zuhair} menyebutkan dalam haditsnya- {Rifa’ah bin Rafi’} dan dia termasuk orang yang ikut dalam Bai’at Aqabah dan perang Badar- dia berkata, “Ketika kami berada di sisi Umar diberitakanlah kepadanya bahwa {Zaid bin Tsabit} berfatwa kepada orang-orang di masjid.” {Zuhair} menyebutkan dalam haditsnya, “(Zaid) Memberi fatwa kepada orang-orang dengan dasar pikirannya tentang seorang laki-laki yang bersetubuh namun tidak keluar air mani.” Lalu Umar berkata, “Segera temui dia!” Maka Zaid dipanggil dan dibawa ke hadapan Umar, Umar berkata, “Wahai orang yang memusuhi dirinya sendiri, apakah kamu layak berfatwa kepada manusia di masjid Rasulullah saw. dengan pikiranmu?” Zaid menjawab, “Aku tidak melakukan demikian, hanya saja aku telah mendapatkan cerita dari pamanku yang telah mendengarnya dari Rasulullah saw.” Umar bertanya, “Siapa dia?” Zaid menjawab, ” {Ubay bin Ka’b}.” {Zuhair}, {Abu Ayyub} dan {Rifa’ah bin Rafi’} lalu berkata, “Aku lalu memperhatikan dengan apa yang dikatakan oleh pemuda ini.” {Zuhair} menyebutkan, “Apa yang dikatakan oleh anak laki-laki ini.” Ubay berkata, “Kami melakukannya pada zaman Rasulullah saw.” Zaid berkata, “Kemudian kalian bertanya tentang hal itu kepada Rasulullah saw.?” Ubay menjawab, “Kami melakukannya pada zaman Rasulullah saw. dan kami tidak mandi, ” maka orang orang berkumpul dan bersepakat bahwa air itu karena adanya (tidak mandi jika tidak ada mani) kecuali dua orang yang tidak sepakat Ali bin Abu Thalib dan Mu’adz bin Jabal. Keduanya mengatakan, “Apabila dua khitan telah bertemu maka wajib mandi.” Zaid berkata, “Maka Ali berkata, “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya orang yang paling tahu tentang masalah ini adalah para isteri Rasulullah saw.” Lalu Umar pun mengutus seseorang untuk bertanya kepada Hafshah, lalu Hafshah berkata, “Saya tidak tahu tentang hal ini.” Uamr lalu mengutus seseorang kepada {A’isyah}, dan dia berkata, “Apabila dua khitan bertemu maka wajib mandi.” Zaid berkata, “Maka meluap-luaplah kemarahan Umar seraya berkata, “Tidaklah sampai berita kepadaku bahwa seseorang melakukan persetubuhan namun ia tidak mandi kecuali aku pasti akan menghukumnya dengan hukuman yang berat!” Telah bercerita kepada kami Abdullah dia berkata, telah bercerita kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} dia berkata, telah bercerita kepada kami {Abdul A’la bin Abdul A’la} dari {Muhammad bin Ishaq} dari {Yazid bin Abu Habib} dari {Ma’mar bin Habibah} dari {Ubaid bin Rifa’ah bin Rafi’} dari {Bapaknya} kemudian dia menyebutkan hadits yang semakna dengannya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 20183
حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا رَجُلٌ سَمَّاهُ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْأَشْعَرِيُّ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ جَارِيَةَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُمَا قَالَجَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَمِلْتُ اللَّيْلَةَ عَمَلًا قَالَ مَا هُوَ قَالَ نِسْوَةٌ مَعِي فِي الدَّارِ قُلْنَ لِي إِنَّكَ تَقْرَأُ وَلَا نَقْرَأُ فَصَلِّ بِنَا فَصَلَّيْتُ ثَمَانِيًا وَالْوَتْرَ قَالَ فَسَكَتَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَرَأَيْنَا أَنَّ سُكُوتَهُ رِضًا بِمَا كَانَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah Abdullah bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {seseorang} yang ia sebutkan, telah menceritakan kepada kami {Ya’qub bin Abdullah Al Asy’ari} telah menceritakan kepada kami {Isa bin Jariyah} dari {Jabir bin Abdullah} dari {Ubay bin Ka’b} radliallahu ‘anhu, ia berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Nabi saw. dan berkata, “Wahai Rasulullah, aku tadi malam telah melakukan sesuatu.” Nabi bertanya “Apa itu?” Laki-laki itu menjawab, “Aku bersama beberapa wanita dalam rumah, mereka mengatakan kepadaku, ‘Sesungguhnya kamu bisa membaca sedang kami tidak membaca, maka shalatlah bersama kami.’ Kemudian aku shalat delapan rakaat beserta witir.” Ubay berkata, “Kemudian Nabi saw. diam, dan kami menganggap diamnya adalah tanda bahwa beliau menyetujuinya.”