Sahwi (Lupa)
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1290
أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ هِلَالِ بْنِ يَسَافٍ عَنْ فَرْوَةَ بْنِ نَوْفَلٍ قَالَقُلْتُ لِعَائِشَةَ حَدِّثِينِي بِشَيْءٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْعُو بِهِ فِي صَلَاتِهِ فَقَالَتْ نَعَمْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَمِلْتُ وَمِنْ شَرِّ مَا لَمْ أَعْمَلْ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Jarir} dari {Manshur} dari {Hilal bin Yasaf} dari {Farwah bin Naufal} dia berkata ‘Aku berkata kepada {Aisyah}, “Beritahukanlah kepadaku doa yang dipanjatkan Rasulullah saw. dalam shalatnya.” Ia menjawab “Ya, Rasulullah pernah memanjatkan doa, ‘Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah kuperbuat dan keburukan yang belum aku perbuat.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1291
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ عَنْ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَشْعَثَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْسَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ عَذَابِ الْقَبْرِ فَقَالَ نَعَمْ عَذَابُ الْقَبْرِ حَقٌّ قَالَتْ عَائِشَةُ فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي صَلَاةً بَعْدُ إِلَّا تَعَوَّذَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Basyar} dari {Muhammad} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Asy’ats} dari {Bapaknya} dari {Masruq} dari {‘Aisyah} radliallahu ‘anha dia berkatas “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw. tentang adzab kubur, lalu Rasulullah saw. bersabda: ‘Ya, adzab kubur itu benar (adanya).” Aisyah berkata, “Setelah itu aku tidak melihat Rasulullah saw. mengerjakan suatu shalat kecuali berlindung dari adzab kubur sesudahnya.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1292
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ شُعَيْبٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ عَائِشَةَ أَخْبَرَتْهُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَدْعُو فِي الصَّلَاةِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ مَا أَكْثَرَ مَا تَسْتَعِيذُ مِنْ الْمَغْرَمِ فَقَالَ إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Amr bin ‘Utsman} dia berkata {bapakku} telah menceritakan kepada kami, dari {Syu’aib} dari {Az Zuhri} dia berkata telah mengabarkan kepadaku {‘Urwah bin Az Zubair}, {‘Aisyah} mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah saw. dalam shalatnya memanjatkan doa: “Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari adzab kubur dan fitnah Dajjal serta fitnah kehidupan dan kematian. Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari dosa dan utang.” Lalu seseorang bertanya kepada beliau “Alangkah seringnya engkau berlindung dari utang!” Lalu beliau saw. wasallam bersabda: “Jika seseorang berutang, maka ia bicara dan berdusta, juga berjanji lalu mengingkarinya.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1293
أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمَّارٍ الْمَوْصِلِيُّ عَنْ الْمُعَافَى عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ ح وَأَنْبَأَنَا عَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ عَنْ عِيسَى بْنِ يُونُسَ وَاللَّفْظُ لَهُ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ عَنْ حَسَّانَ بْنِ عَطِيَّةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي عَائِشَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ ثُمَّ يَدْعُو لِنَفْسِهِ بِمَا بَدَا لَهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepadaku {Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Ammar Al Maushili} dari {Al Mu’afa} dari {Al Auza’i} dan diriwayatkan pula dari jalur lain, telah memberitakan kepada kami {‘Ali bin Khasyram} dari {‘Isa bin Yunus} dan lafadz ini miliknya, dari {Al Auza’i} dari {Hassan bin ‘Athiyyah} dari {Muhammad bin Abu ‘Aisyah} dia berkata aku mendengar {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Bila salah seorang dari kalian tasyahud, maka berlindunglah dari empat hal, yaitu adzab neraka jahannam, adzab kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta dari jahatnya Dajjal.” Kemudian hendaklah berdoa untuk dirinya dari apa yang diinginkannya.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1294
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَابِرٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي صَلَاتِهِ بَعْدَ التَّشَهُّدِ أَحْسَنُ الْكَلَامِ كَلَامُ اللَّهِ وَأَحْسَنُ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Amr bin ‘Ali} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Ja’far bin Muhammad} dari {Bapaknya} dari {Jabir} bahwa Rasulullah saw. sesudah tasyahud berdoa dengan mengucapkan: “Sebaik-baiknya perkataan adalah perkataan Allah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shalallu ‘Alaihi wa sallam.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1295
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ قَالَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ وَهُوَ ابْنُ مِغْوَلٍ عَنْ طَلْحَةَ بْنِ مُصَرِّفٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ عَنْ حُذَيْفَةَأَنَّهُ رَأَى رَجُلًا يُصَلِّي فَطَفَّفَ فَقَالَ لَهُ حُذَيْفَةُ مُنْذُ كَمْ تُصَلِّي هَذِهِ الصَّلَاةَ قَالَ مُنْذُ أَرْبَعِينَ عَامًا قَالَ مَا صَلَّيْتَ مُنْذُ أَرْبَعِينَ سَنَةً وَلَوْ مِتَّ وَأَنْتَ تُصَلِّي هَذِهِ الصَّلَاةَ لَمِتَّ عَلَى غَيْرِ فِطْرَةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ إِنَّ الرَّجُلَ لَيُخَفِّفُ وَيُتِمُّ وَيُحْسِنُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ahmad bin Sulaiman} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Adam} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Malik bin Mighwal} dari {Thalhah bin Musharrif} dari {Zaid bin Wahb} dari {Hudzaifah} bahwa ia pernah melihat seseorang shalat dengan menguranginya, maka Hudzaifah menegurnya, “Sejak kapan kamu shalat seperti ini?” Ia menjawab, “Sejak empat puluh tahun!” Hudzaifah bertanya, “Kamu tidak shalat sejak empat puluh tahun. Seandainya kamu mati dalam keadaan shalat seperti ini, maka kamu pasti akan mati bukan diatas agama Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.” Kemudian ia menambahkan, “Sesungguhnya orang itu benar-benar meringankan shalatnya dan menyempurnakannya, serta memperbaikinya.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1296
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ عَنْ عَلِيٍّ وَهُوَ ابْنُ يَحْيَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَمٍّ لَهُ بَدْرِيٍّ أَنَّهُ حَدَّثَهُأَنَّ رَجُلًا دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَصَلَّى وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْمُقُهُ وَنَحْنُ لَا نَشْعُرُ فَلَمَّا فَرَغَ أَقْبَلَ فَسَلَّمَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ فَرَجَعَ فَصَلَّى ثُمَّ أَقْبَلَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا فَقَالَ لَهُ الرَّجُلُ وَالَّذِي أَكْرَمَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَقَدْ جَهِدْتُ فَعَلِّمْنِي فَقَالَ إِذَا قُمْتَ تُرِيدُ الصَّلَاةَ فَتَوَضَّأْ فَأَحْسِنْ وُضُوءَكَ ثُمَّ اسْتَقْبِلْ الْقِبْلَةَ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ ثُمَّ ارْكَعْ فَاطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ قَاعِدًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ ثُمَّ افْعَلْ كَذَلِكَ حَتَّى تَفْرُغَ مِنْ صَلَاتِكَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Al Laits} dari {Ibnu ‘Ajlan} dari {‘Ali bin Yahya} dari {Bapaknya} dari pamannya – {Badri} -, ia menceritakan bahwa seorang laki-laki masuk masjid lalu shalat. Ternyata Rasulullah saw. selalu memperhatikannya, tetapi kami tidak menyadarinya. Seusai shalat ia datang dengan memberi salam kepada Rasulullah saw., lantas beliau bersabda kepadanya: “Kembalilah dan shalatlah lagi karena engkau belum shalat.” Iapun kembali lagi, kemudian menghadap kepada Rasulullah saw. lagi, namun beliau saw. wasallam masih berkata: “Kembalilah dan shalatlah lagi karena engkau belum shalat.” Beliau mengulanginya sebanyak dua atau tiga kali. Kemudian orang tersebut berkata, “Demi Dzat yang memuliakan engkau wahai Rasulullah saw., aku telah bersungguh-sungguh. Maka ajarilah aku.” Rasulullah saw. bersabda: “Jika kamu hendak shalat, maka berwudhulah dan perbaikilah wudhumu. Kemudian berdiri dan menghadaplah kiblat. Lalu takbir dan bacalah (Al Qur’an). Kemudian ruku’lah hingga kamu tenang (thuma’ninah) dalam ruku’mu. Lalu bangkitlah dari ruku’ hingga kamu berdiri tegak, kemudian sujudlah hingga kamu tenang (thuma’ninah) dalam sujudmu, lalu bangkitlah dari sujud. Kerjakanlah semuanya seperti itu hingga kamu selesai dari shalatmu.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1297
أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ دَاوُدَ بْنِ قَيْسٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ يَحْيَى بْنِ خَلَّادِ بْنِ رَافِعِ بْنِ مَالِكٍ الْأَنْصَارِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ عَمٍّ لَهُ بَدْرِيٍّ قَالَكُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسًا فِي الْمَسْجِدِ فَدَخَلَ رَجُلٌ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْمُقُهُ فِي صَلَاتِهِ فَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَ ثُمَّ قَالَ لَهُ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ فَرَجَعَ فَصَلَّى ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَ ثُمَّ قَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ حَتَّى كَانَ عِنْدَ الثَّالِثَةِ أَوْ الرَّابِعَةِ فَقَالَ وَالَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ لَقَدْ جَهِدْتُ وَحَرَصْتُ فَأَرِنِي وَعَلِّمْنِي قَالَ إِذَا أَرَدْتَ أَنْ تُصَلِّيَ فَتَوَضَّأْ فَأَحْسِنْ وُضُوءَكَ ثُمَّ اسْتَقْبِلْ الْقِبْلَةَ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ قَاعِدًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ فَإِذَا أَتْمَمْتَ صَلَاتَكَ عَلَى هَذَا فَقَدْ تَمَّتْ وَمَا انْتَقَصْتَ مِنْ هَذَا فَإِنَّمَا تَنْتَقِصُهُ مِنْ صَلَاتِكَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Suwaid bin Nashr} dia berkata telah memberitakan kepada kami {‘Abdullah bin Al Mubarak} dari {Dawud bin Qais} dia berkata telah menceritakan kepada kami {‘Ali bin Yahya bin Khallad bin Rafi’ bin Malik Al Anshari} dia berkata {bapakku} telah menceritakan kepadaku dari pamannya – {Badri} -, dia berkata “Kami pernah duduk-duduk bersama Rasulullah saw., dan tiba-tiba ada seorang laki-laki masuk ke dalam masjid, lalu shalat dua rakaat. Setelah itu dia datang kepada Rasulullah saw. sambil mengucapkan salam kepada beliau, padahal Rasulullah saw. telah memperhatikan shalatnya, setelah beliau menjawab salamnya beliau berkata: ‘Kembalilah dan shalatlah lagi karena engkau belum shalat’. Iapun kembali shalat lagi, kemudian menghadap Rasulullah saw. lagi dengan mengucapkan salam kepada beliau saw. Beliau membalas salamnya sambil berkata, ‘Kembalilah dan shalatlah lagi karena engkau belum shalat’. Hingga pada jawaban yang ketiga atau keempat ia lalu berkata, ‘Demi Dzat yang mengutus engkau dengan membawa Al Qur’an, aku telah bersungguh-sungguh dan bersemangat. Jadi perlihatkanlah kepadaku dan ajarilah aku.” Rasulullah saw. bersabda: “Jika kamu hendak shalat, maka berwudhulah dan perbaikilah wudhumu. Kemudian berdiri dan menghadaplah kiblat. Lalu takbir dan bacalah (Al Qur’an). Kemudian ruku’lah hingga kamu tenang (thuma’ninah) dalam ruku’mu. Lalu bangkitlah dari ruku’ hingga kamu berdiri tegak, kemudian sujudlah hingga kamu tenang (thuma’ninah) dalam sujudmu. Setelah itu bangkitlah dari sujud hingga kamu tenang (thuma’ninah) dalam keadaan duduk. Jika kamu telah menyempurnakan shalatmu dengan cara seperti ini, maka telah sempurna shalatmu. Apa yang kamu kurangi dari itu maka akan mengurangi kesempurnaan shalatmu.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1298
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سَعِيدٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى عَنْ سَعْدِ بْنِ هِشَامٍ قَالَقُلْتُ يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ أَنْبِئِينِي عَنْ وَتْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ كُنَّا نُعِدُّ لَهُ سِوَاكَهُ وَطَهُورَهُ فَيَبْعَثُهُ اللَّهُ لِمَا شَاءَ أَنْ يَبْعَثَهُ مِنْ اللَّيْلِ فَيَتَسَوَّكُ وَيَتَوَضَّأُ وَيُصَلِّي ثَمَانِ رَكَعَاتٍ لَا يَجْلِسُ فِيهِنَّ إِلَّا عِنْدَ الثَّامِنَةِ فَيَجْلِسُ فَيَذْكُرُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَيَدْعُو ثُمَّ يُسَلِّمُ تَسْلِيمًا يُسْمِعُنَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Basysyar} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Sa’id} dari {Qatadah} dari {Zurarah bin Aufa} dari {Sa’d bin Hisyam} dia berkata “Aku pernah berkata kepada {Aisyah} ‘Wahai Ummul Mukminin, kabarkan kepadaku tentang shalat witir Rasulullah saw.! ‘ Ia lalu menerangkan, ‘Kami mempersiapkan siwak dan air wudhunya. Allah membangunkan beliau kapan saja Dia menghendakinya di waktu malam. Kemudian beliau saw. wasallam bersiwak dan berwudhu, lalu mengerjakan shalat delapan rakaat tanpa duduk, kecuali pada rakaat kedelapan. Beliau berdzikir dan berdoa kepada Allah Azza wa Jalla, lantas mengucapkan salam yang beliau biasa pendengarkan kepada kami.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1299
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ يَعْنِي ابْنَ دَاوُدَ الْهَاشِمِيَّ قَالَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ وَهُوَ ابْنُ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ وَهُوَ ابْنُ الْمِسْوَرِ الْمَخْرَمِيُّ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَامِرُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Dawud Al Hasyimi} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Sa’d} dia berkata telah menceritakan kepada kami {‘Abdullah bin Ja’far bin Al Miswar Al Makhzumi} dari {Isma’il bin Muhammad} dia berkata {‘Amir bin Sa’d} menceritakan kepadakku dari {Bapaknya} bahwa Rasulullah saw. mengucapkan salam ke kanan dan ke kirinya.