Sisa Musnad Sahabat Anshar
Musnad Ahmad | Hadits No. : 21250
حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا زَائِدَةُ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَلَوْ لَمْ أَسْمَعْهُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا سَبْعَ مِرَارٍ مَا حَدَّثْتُ بِهِ قَالَ إِذَا تَوَضَّأَ الرَّجُلُ كَمَا أُمِرَ ذَهَبَ الْإِثْمُ مِنْ سَمْعِهِ وَبَصَرِهِ وَيَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Mu’awiyah bin ‘Amr} telah bercerita kepada kami {Za`idah} dari {‘Ashim} dari {Syahr bin Hausyab} dari {Abu Umamah} berkata Andai tidak aku dengar dari Nabi saw. kecuali tujuh kali tentu tidak aku ceritakan, Rasulullah saw. bersabda “Bila seseorang berwudhu seperti yang diperintahkan maka keluarlah dosanya dari pendengaran, penglihatan, kedua tangan dan kakinya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 21251
حَدَّثَنَا يُونُسُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ زَيْدٍ عَنْ سِنَانِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ فَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا وَيَدَيْهِ ثَلَاثًا ثَلَاثًا وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ وَقَالَ الْأُذُنَانِ مِنْ الرَّأْسِ قَالَ حَمَّادٌ فَلَا أَدْرِي مِنْ قَوْلِ أَبِي أُمَامَةَ أَوْ مِنْ قَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْسَحُ عَلَى الْمُوقَيْنِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Yunus} telah bercerita kepada kami {Hammad bin Zaid} dari {Sinan bin Robi’ah} dari {Syahr bin Hausyab} dari {Abu Umamah} bahwa Rasulullah saw. berwudhu, beliau membasuh wajah tiga kali, tangan tiga kali tiga kali, membasuh kepala dan kedua telinga dari kepala. Berkata Hammad Saya tidak tahu dari mana ucapan ini, dari Abu Umamah ataukah Nabi saw. -yaitu ucapan: “Dan Rasulullah saw.wasallam membasuh kedua tepi mata”-.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 21252
حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْعَلَاءِ بْنِ زَبْرٍ حَدَّثَنِي الْقَاسِمُ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا أُمَامَةَ يَقُولُخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مَشْيَخَةٍ مِنْ الْأَنْصَارٍ بِيضٌ لِحَاهُمْ فَقَالَ يَا مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ حَمِّرُوا وَصَفِّرُوا وَخَالِفُوا أَهْلَ الْكِتَابِ قَالَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ يَتَسَرْوَلَونَ وَلَا يَأْتَزِرُونَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَرْوَلُوا وَائْتَزِرُوا وَخَالِفُوا أَهْلَ الْكِتَابِ قَالَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ يَتَخَفَّفُونَ وَلَا يَنْتَعِلُونَ قَالَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَخَفَّفُوا وَانْتَعِلُوا وَخَالِفُوا أَهْلَ الْكِتَابِ قَالَ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ يَقُصُّونَ عَثَانِينَهُمْ وَيُوَفِّرُونَ سِبَالَهُمْ قَالَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُصُّوا سِبَالَكُمْ وَوَفِّرُوا عَثَانِينَكُمْ وَخَالِفُوا أَهْلَ الْكِتَابِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Zaid bin Yahya} telah bercerita kepada kami {‘Abdullah bin Al ‘Alaa` bin Zabr} telah bercerita kepadaku {Al Qasim}, ia berkata Saya mendengar {Abu Umamah} berkata Rasulullah saw. pergi menemui kalangan tua kaum Anshar yang jenggot-jenggot mereka sudah memutih. Rasulullah saw. bersabda “Hai kaum Anshar! Pakailah warna merah, kuning dan berbedalah dengan ahli kitab.” Aku berkata Wahai Rasulullah, ahli kitab mengenakan celana dan tidak memakai sarung. Rasulullah saw. bersabda “Pakailah celana dan sarung dan berbedalah dengan ahli kitab.” Aku berkata Wahai Rasulullah, Sesungguhnya ahli kitab mengenakan sepatu dan tidak mengenakan sandal. Rasulullah saw. bersabda “Pakailah sepatu, sandal dan berbedalah dengan ahli kitab. Kami berkata Wahai Rasulullah, ahli kitab memotong jenggot dan memanjangkan kumis. Rasulullah saw. bersabda “Potonglah kumis, panjangkan jenggot dan berbedalah dengan ahli kitab.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 21253
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ أَخْبَرَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ زَحْرٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ يَزِيدَ عَنْ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ مَسَحَ رَأْسَ يَتِيمٍ أَوْ يَتِيمَةٍ لَمْ يَمْسَحْهُ إِلَّا لِلَّهِ كَانَ لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ مَرَّتْ عَلَيْهَا يَدُهُ حَسَنَاتٌ وَمَنْ أَحْسَنَ إِلَى يَتِيمَةٍ أَوْ يَتِيمٍ عِنْدَهُ كُنْتُ أَنَا وَهُوَ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ وَقَرَنَ بَيْنَ أُصْبُعَيْهِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {‘Ali bin Ishaq} telah mengkhabarkan kepada kami {Ibnu Al Mubarok} telah bercerita kepada kami {Yahya bin Ayyub} dari {‘Ubaidillah bin Zahr} dari {‘Ali bin Yazid} dari {Al Qasim} dari {Abu Umamah} dari Nabi saw., beliau bersabda “Barangsiapa mengusap kepala seorang anak yatim, dan tidak ada dorongan mengusapnya kecuali karena Allah, maka ia mendapatkan beberapa kebaikan untuk setiap rambut yang dilalui tangannya. Barangsiapa berbuat baik kepada anak yatim perempuan atau yatim lelaki didekatnya, maka aku dan dia disurga seperti dua ini.” Beliau memisahkan antara jari telunjuk dan jari tengah.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 21254
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا صَفْوَانُ بْنُ عَمْرٍو عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي قَوْلِهِ{ وَيُسْقَى مِنْ مَاءٍ صَدِيدٍ يَتَجَرَّعُهُ }قَالَ يُقَرَّبُ إِلَيْهِ فَيَتَكَرَّهُهُ فَإِذَا دَنَا مِنْهُ شُوِيَ وَجْهُهُ وَوَقَعَتْ فَرْوَةُ رَأْسِهِ وَإِذَا شَرِبَهُ قَطَّعَ أَمْعَاءَهُ حَتَّى خَرَجَ مِنْ دُبُرِهِ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ{ وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ }وَيَقُولُ اللَّهُ{ وَإِنْ يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ بِئْسَ الشَّرَابُ }
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {‘Ali bin Ishaq} telah mengkhabarkan kepada kami {‘Abdullah} telah mengkhabarkan kepada kami {Shofwan bin ‘Amr} dari {‘Ubaidullah bin Busr} dari {Abu Umamah} dari Nabi saw. tentang firman Allah subhanahu wata’ala, “Diberi minum air nanah bercampur darah yang ia tenggak” beliau bersabda “Ia mendekatinya seraya enggan, saat mendekat wajahnya terpanggang dan kulit kepalanya copot, bila diminum usus-ususnya terputus hingga keluar dari duburnya. Allah subhanahu wata’ala berfirman, “Minumilah mereka dengan air mendidih lalu memutuskan usus-usus mereka.” Allah subhanahu wata’ala berfirman, “Dan bila mereka meminta minum, mereka diberi minum air seperti ter yang memanggang wajah, da itulah seburuk-buruk minuman.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 21255
حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ حَدَّثَنِي أَبُو عَمَّارٍ شَدَّادٌ حَدَّثَنِي أَبُو أُمَامَةَأَنَّ رَجُلًا أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أَصَبْتُ حَدًّا فَأَقِمْهُ عَلَيَّ فَأَعْرَضَ عَنْهُ ثُمَّ قَالَ إِنِّي أَصَبْتُ حَدًّا فَأَقِمْهُ عَلَيَّ فَأَعْرَضَ عَنْهُ ثُمَّ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أَصَبْتُ حَدًّا فَأَقِمْهُ عَلَيَّ فَأَعْرَضَ عَنْهُ وَأُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَلَمَّا سَلَّمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أَصَبْتُ حَدًّا فَأَقِمْهُ عَلَيَّ فَقَالَ هَلْ تَوَضَّأْتَ حِينَ أَقْبَلْتَ قَالَ نَعَمْ فَقَالَ هَلْ صَلَّيْتَ مَعَنَا حِينَ صَلَّيْنَا قَالَ نَعَمْ قَالَ اذْهَبْ فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ عَفَا عَنْكَ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Abu Al Muhgiroh} telah bercerita kepada kami {Al Auza’i} telah bercerita kepadaku {Abu ‘Ammar Syaddad} telah bercerita kepadaku {Abu Umamah} bahwa seseorang mendatangi Nabi saw. lalu berkata Wahai Rasulullah! Saya terkena hukuman, tegakkan putusan Allah padaku. Berkata Abu Umamah beliau hanya diam. Orang itu mengulangi lagi kemudian shalat diiqamati lalu Rasulullah saw. shalat dengan kami. Seusai shalat, Rasulullah saw. keluar dan diikuti oleh orang itu lalu berkata Wahai Rasulullah! Saya terkena hukuman, tegakkan putusan Allah padaku. Rasulullah saw. bersabda “Bukankah kau telah wudhu saat kau datang?” orang itu menjawab Ya. Rasulullah saw. bersabda “Bukankah kau shalat bersama kami saat kami shalat?” Orang itu menjawab Ya. Rasulullah saw. bersabda “Pergilah karena Allah telah memaafkanmu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 21256
حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا مُعَانُ بْنُ رِفَاعَةَ حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ يَزِيدَ عَنْ الْقَاسِمِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَمَا هُوَ يَمْشِي فِي شِدَّةِ حَرٍّ انْقَطَعَ شِسْعُ نَعْلِهِ فَجَاءَهُ رَجُلٌ بِشِسْعٍ فَوَضَعَهُ فِي نَعْلِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ تَعْلَمُ مَا حَمَلْتَ عَلَيْهِ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَعْلُ مَا حَمَلْتَ عَلَيْهِ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Abu Al Mughirah} telah bercerita kepada kami {Mu’an bin Rifa’ah} telah bercerita kepadaku {‘Ali bin Yazid} dari {Al Qasim Abu ‘Abdur Rahman} dari {Abu Umamah} bahwa saat Rasulullah saw. berajalan dibawah terik yang sangat panas, tali sandal beliau terputus, seseorang mendatangi beliau membawakan tali sandal lalu dipasangkan disandal beliau, beliau bersabda “Andai kau tahu apa yang kau bebankan kepada Rasulullah saw., niscaya yang kau bebankan kepada Rasulullah saw. itu tidak mengalahkannya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 21257
حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا مُعَانُ بْنُ رِفَاعَةَ حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ يَزِيدَ عَنْ الْقَاسِمِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ جَالِسًا وَكَانُوا يَظُنُّونَ أَنَّهُ يَنْزِلُ عَلَيْهِ فَأَقْصَرُوا عَنْهُ حَتَّى جَاءَ أَبُو ذَرٍّ فَاقْتَحَمَ فَأَتَى فَجَلَسَ إِلَيْهِ فَأَقْبَلَ عَلَيْهِمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا أَبَا ذَرٍّ هَلْ صَلَّيْتَ الْيَوْمَ قَالَ لَا قَالَ قُمْ فَصَلِّ فَلَمَّا صَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ الضُّحَى أَقْبَلَ عَلَيْهِ فَقَالَ يَا أَبَا ذَرٍّ تَعَوَّذْ مِنْ شَرِّ شَيَاطِينِ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ قَالَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ وَهَلْ لَلْإِنْسِ شَيَاطِينٌ قَالَ نَعَمْ شَيَاطِينُ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ثُمَّ قَالَ يَا أَبَا ذَرٍّ أَلَا أُعَلِّمُكَ مِنْ كَنْزِ الْجَنَّةِ قَالَ بَلَى جَعَلَنِي اللَّهُ فِدَاءَكَ قَالَ قُلْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ قَالَ فَقُلْتُ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ قَالَ ثُمَّ سَكَتَ عَنِّي فَاسْتَبْطَأْتُ كَلَامَهُ قَالَ قُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا أَهْلَ جَاهِلِيَّةٍ وَعَبَدَةَ أَوْثَانٍ فَبَعَثَكَ اللَّهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ أَرَأَيْتَ الصَّلَاةَ مَاذَا هِيَ قَالَ خَيْرٌ مَوْضُوعٌ مَنْ شَاءَ اسْتَقَلَّ وَمَنْ شَاءَ اسْتَكْثَرَ قَالَ قُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَرَأَيْتَ الصِّيَامَ مَاذَا هُوَ قَالَ فَرْضٌ مُجْزِئٌ قَالَ قُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَرَأَيْتَ الصَّدَقَةَ مَاذَا هِيَ قَالَ أَضْعَافٌ مُضَاعَفَةٌ وَعِنْدَ اللَّهِ الْمَزِيدُ قَالَ قُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ فَأَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ سِرٌّ إِلَى فَقِيرٍ وَجُهْدٌ مِنْ مُقِلٍّ قَالَ قُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَيُّمَا نَزَلَ عَلَيْكَ أَعْظَمُ قَالَ{ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ }آيَةُ الْكُرْسِيِّ قَالَ قُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَيُّ الشُّهَدَاءِ أَفْضَلُ قَالَ مَنْ سُفِكَ دَمُهُ وَعُقِرَ جَوَادُهُ قَالَ قُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ فَأَيُّ الرِّقَابِ أَفْضَلُ قَالَ أَغْلَاهَا ثَمَنًا وَأَنْفَسُهَا عِنْدَ أَهْلِهَا قَالَ قُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ فَأَيُّ الْأَنْبِيَاءِ كَانَ أَوَّلَ قَالَ آدَمُ عَلَيْهِ السَّلَام قَالَ قُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَوَنَبِيٌّ كَانَ آدَمُ قَالَ نَعَمْ نَبِيٌّ مُكَلَّمٌ خَلَقَهُ اللَّهُ بِيَدِهِ ثُمَّ نَفَخَ فِيهِ رُوحَهُ ثُمَّ قَالَ لَهُ يَا آدَمُ قُبْلًا قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَمْ وَفَّى عِدَّةُ الْأَنْبِيَاءِ قَالَ مِائَةُ أَلْفٍ وَأَرْبَعَةٌ وَعِشْرُونَ أَلْفًا الرُّسُلُ مِنْ ذَلِكَ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَخَمْسَةَ عَشَرَ جَمًّا غَفِيرًا
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Abu Mughirah} telah bercerita kepada kami {Mu’an bin Rifa’ah} telah bercerita kepadaku {‘Ali bin Yazid} dari {Al Qasim Abu ‘Abdur Rahman} dari {Abu Umamah} berkata Rasulullah saw. duduk di masjid, mereka mengira wahyu turun pada beliau lalu mereka mengerumuni beliau hingga Abu Dzarr datang dan masuk kemudian duduk didekat Rasulullah saw. Nabi saw. menghampiri mereka dan bersabda “Hai Abu Dzarr! Apa kau sudah shalat hari ini?” Ia menjawab Belum. Rasulullah saw. bersabda “Berdiri lalu shalatlah.” Seusai shalat empat rakaat dhuha, Abu Dzarr mengampiri beliau. Rasulullah saw. bersabda “Hai Abu Dzarr! Berlindunglah dari setan-setan jin dan manusia.” Ia berkata Hai nabi Allah, apa ada setan manusia? Rasulullah saw. bersabda “Ya, setan-setan manusia dan jin saling membisikkan kata-kata yang dihiasi satu sama lain. Ucapkan Laa haula wa laa quwwata illa billaah.” Ia berkata Saya pun mengucapkan Laa haula wa laa quwwata illa billaah. Kemudian Rasulullah saw. diam padaku lalu aku memperlambat ucapan beliau lalu aku berkata Wahai Nabi Allah! Dulu kami adalah orang-orang jahiliyah dan para penyembah berhala, lalu Allah mengutus Tuan sebagai rahmat untuk seluruh alam. Menurut Tuan, apakah shalat itu? Rasulullah saw. bersabda “Kebaikan yang ada ditempatnya, siapa yang mau mempersedikit dipersilahkan dan yang mau memperbanyak dipersilahkan.” Ia berkata Saya berkata Wahai Nabi Allah! Menurut Tuan, apakah sedekah itu? Rasulullah saw. bersabda “Ia adalah amal yang terus dilipatgandakan dan disisi Allah terus bertambah.” Ia berkata Saya berkata Wahai Nabi Allah! Sedekah apa yang paling utama? Rasulullah saw. bersabda “Sedekah sembunyi-sembunyi untuk fakir dan jerih payah dari yang rejeki yang terbatas.” Ia berkata Wahai Nabi Allah! Wahyu apa yang paling agung yang turun pada Tuan? Rasulullah saw. bersabda “Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, ayat kursi.” Ia berkata Saya berkata Wahai Nabi Allah! Budak mana yang paling utama untuk dimerdekakan? Rasulullah saw. bersabda “Yang paling mahal harganya dan paling berharga bagi pemiliknya.” Ia berkata Saya berkata Wahai Nabi Allah! Siapakah nabi pertama? Rasulullah saw. bersabda “Adam Alaihissalam.” Ia berkata Saya berkata Wahai Nabi Allah! Apakah Adam seorang nabi? Rasulullah saw. bersabda “Ya, nabi yang diajak bicara, diciptakan Allah dengan tanganNya kemudian ditiupkan ruhNya lalu berfirman padanya Hai Adam! Majulah.” Ia berkata Wahai Nabi Allah! Berapa jumlah para nabi? Rasulullah saw. bersabda “Seratus duapuluh empat ribu, rasul berjumlah tigaratus limabelas, sangat banyak.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 21258
حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا مُعَانُ بْنُ رِفَاعَةَ قَالَ حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ يَزِيدَ عَنِ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَمَرَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرَجُلٍ وَهُوَ يَقْرَأُ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ فَقَالَ أَوْجَبَ هَذَا أَيْ وَجَبَتْ لِهَذَا الْجَنَّةُ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Abu Al Mughirah} telah bercerita kepada kami {Mu’an bin Rifa’ah} berkata Telah bercerita kepadaku {‘Ali bin Yazid} dari {Al Qasim} dari {Abu Umamah} berkata Rasulullah saw. melewati seseorang yang tengah membaca Qul huwallaahu ahad. Rasulullah saw. bersabda “Ia telah mewajibkan.” Artinya, surga wajib baginya.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 21259
حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا مُعَانُ بْنُ رِفَاعَةَ حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنِي الْقَاسِمُ مَوْلَى بَنِي يَزِيدَ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ قَالَلَمَّا كَانَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَوْمَئِذٍ مُرْدِفٌ الْفَضْلَ بْنَ عَبَّاسٍ عَلَى جَمَلٍ آدَمَ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ خُذُوا مِنْ الْعِلْمِ قَبْلَ أَنْ يُقْبَضَ الْعِلْمُ وَقَبْلَ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَقَدْ كَانَ أَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَسْأَلُوا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِنْ تَسْأَلُوا عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ الْقُرْآنُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا اللَّهُ عَنْهَا وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ }قَالَ فَكُنَّا قَدْ كَرِهْنَا كَثِيرًا مِنْ مَسْأَلَتِهِ وَاتَّقَيْنَا ذَاكَ حِينَ أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَى نَبِيِّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَأَتَيْنَا أَعْرَابِيًّا فَرَشَوْنَاهُ بِرِدَاءٍ قَالَ فَاعْتَمَّ بِهِ حَتَّى رَأَيْتُ حَاشِيَةَ الْبُرْدِ خَارِجَةً مِنْ حَاجِبِهِ الْأَيْمَنِ قَالَ ثُمَّ قُلْنَا لَهُ سَلْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَقَالَ لَهُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ كَيْفَ يُرْفَعُ الْعِلْمُ مِنَّا وَبَيْنَ أَظْهُرِنَا الْمَصَاحِفُ وَقَدْ تَعَلَّمْنَا مَا فِيهَا وَعَلَّمْنَا نِسَاءَنَا وَذَرَارِيَّنَا وَخَدَمَنَا قَالَ فَرَفَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأْسَهُ وَقَدْ عَلَتْ وَجْهَهُ حُمْرَةٌ مِنْ الْغَضَبِ قَالَ فَقَالَ أَيْ ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ هَذِهِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى بَيْنَ أَظْهُرِهِمْ الْمَصَاحِفُ لَمْ يُصْبِحُوا يَتَعَلَّقُوا بِحَرْفٍ مِمَّا جَاءَتْهُمْ بِهِ أَنْبِيَاؤُهُمْ أَلَا وَإِنَّ مِنْ ذَهَابِ الْعِلْمِ أَنْ يَذْهَبَ حَمَلَتُهُ ثَلَاثَ مِرَارٍ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Abu Al Mughirah} telah bercerita kepada kami {Mu’ain bin Rifa’ah} telah bercerita kepadaku {‘Ali bin Yazid} telah bercerita kepadaku {Al Qasim, budak Bani Yazid} dari {Abu Umamah Al Bahili} berkata Saat haji wada’, Rasulullah saw. berdiri, saat itu beliau memboncengi Al Fadhl bin ‘Abbas diatas unta, beliau bersabda “Wahai sekalian manusia! Ambillah ilmu sebelum dicabut dan dilenyapkan. Allah AzzaWaJalla telah menurunkan ‘Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu bertanya suatu hal, bila diperlihatkan bagimu akan menyusahkanmu, dan bila kamu menanyakannya saat Al Quran turun akan diperlihatkan padamu, Allah memaafkannya dan Allah Maha Pengampun lagi Penyantun.’ Berkata Abu Umamah Kami tidak suka banyak tanya pada beliau dan kami menjaga diri untuk tidak menanyakan banyak hal hingga Allah subhanahu wata’ala menurunkan wahyu kepada nabiNya. Kemudian kami mendatangi seorang badui, kami memakaikan selendang padanya. Selendang pun ia kenakan hingga aku melihat tepi selendang keluar dari alis sebelah kanannya. Kami lalu berkata padanya Bertanyalah pada Nabi saw. si badui bertanya Wahai Nabi Allah! Bagaimanakah ilmu dilenyapkan dari kami sementara ditengah-tengah kami ada mushaf, kami mempelejarinya dan mengajarkannya pada istri-istri, anak cucu dan para pembantu kami. Nabi saw. mengangkat kepala dan muka beliau memerah karena marah kemudian bersabda “Hai celakalah ibumu! Orang-orang yahudi dan nasrani ditengah-tengah mereka banyak lembaran, namun mereka tidak berpegangan pada satu huruf pun yang dibawa oleh para nabi-nabi mereka. Dan sesungguhnya diantara salah satu tanda hilangnya ilmu adalah meninggalnya orang-orang yang berilmu.” Beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali.