Sisa Musnad Sahabat Anshar

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21300

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَبْدِ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا رَافِعُ بْنُ سَلَمَةَ الْأَشْجَعِيُّ حَدَّثَنِي حَشْرَجُ بْنُ زِيَادٍ الْأَشْجَعِيُّ عَنْ جَدَّتِهِ أُمِّ أَبِيهِ أَنَّهَا قَالَتْخَرَجْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزَاةِ خَيْبَرَ وَأَنَا سَادِسُ سِتِّ نِسْوَةٍ فَبَلَغَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ مَعَهُ نِسَاءً فَأَرْسَلَ إِلَيْنَا فَقَالَ مَا أَخْرَجَكُنَّ وَبِأَمْرِ مَنْ خَرَجْتُنَّ فَقُلْنَا خَرَجْنَا نُنَاوِلُ السِّهَامَ وَنَسْقِي النَّاسَ السَّوِيقَ وَمَعَنَا مَا نُدَاوِي بِهِ الْجَرْحَى وَنَغْزِلُ الشَّعْرَ وَنُعِينُ بِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ قُمْنَ فَانْصَرِفْنَ فَلَمَّا فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْهِ خَيْبَرَ أَخْرَجَ لَنَا سِهَامًا كَسِهَامِ الرَّجُلِ قُلْتُ يَا جَدَّةُ مَا أَخْرَجَ لَكُنَّ قَالَتْ تَمْرًا
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {‘Abdush Shamad bin ‘Abdul Warits} telah bercerita kepada kami {Rafi’ bin Salamah Al Asyja’i} telah bercerita kepadaku {Hasyraj bin Ziyad Al Asyja’i} dari {neneknya} (ibu ayahnya), bahwa ia berkata Saya pergi bersama Rasulullah saw. dalam perang Khoibar dan aku adalah keenam dan enam wanita. Terdengarlah oleh Rasulullah saw. bahwa ada wanita-wanita yang turut serta bersama beliau, beliau mendatangi kami lalu bersabda “Kenapa kalian pergi dan dengan perintah siapa kalian pergi.” Kami menjawab Kami pergi untuk menyediakan anak panah, memberikan adonan tepung untuk para prajurit, kami membawa obat bagi yang luka-luka, kami memintal rambut dan dengan obat-obatan itu kami membantu dijalan Allah. Rasulullah saw. bersabda “Berdirilah kalian dan pulanglah.” Saat Allah subhanahu wata’ala menaklukkan Khoibar, beliau memberi kami satu bagian seperti bagian seorang lelaki. Aku bertanya Nenek! Apa yang diberikan untuk kalian? Ia menjawab Kurma.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21301

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا أَبَانُ حَدَّثَنَا أَبُو عِمْرَانَ حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ وَكَانَ عَامِلًا عَلَى تَوَّجَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ خَيْرًا عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ نَامَ عَلَى إِجَّارٍ لَيْسَ عَلَيْهِ مَا يَدْفَعُ قَدَمَيْهِ فَخَرَّ فَقَدْ بَرِئَتْ مِنْهُ الذِّمَّةُ وَمَنْ رَكِبَ الْبَحْرَ إِذَا ارْتَجَّ فَقَدْ بَرِئَتْ مِنْهُ الذِّمَّةُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Abdush Shamad} telah bercerita kepada kami {Aban} telah bercerita kepada kami {Abu ‘Imran} telah bercerita kepada kami {Zuhair bin ‘Abdullah} -seorang ‘alim dan mendapat pujian baik- dari {sebagaian sahabat Nabi} saw. dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda “Barangsiapa tidur mengenakan sarung tanpa mengenakan kain penutup kaki lalu sarungnya terlepas maka tanggungan telah terbebas darinya dan barangsiapa mengarungi laut saat bergelombang, maka tanggungan telah terbebas darinya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21302

حَدَّثَنَا سُرَيْجٌ وَعَفَّانُ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ حَدَّثَنَا الْحُرُّ بْنُ الصَّيَّاحِ قَالَ سُرَيْجٌ عَنِ الْحُرِّ عَنْ هُنَيْدَةَ بْنِ خَالِدٍ عَنِ امْرَأَتِهِ عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ تِسْعَ ذِي الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍقَالَ عَفَّانُ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنْ الشَّهْرِ وَخَمِيسَيْنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Suraij} dan {‘Affan} keduanya berkata Telah bercerita kepada kami {Abu ‘Awanah} telah bercerita kepada kami {Al Hurr bin Ash Shoyyah}. berkata Suraij, dari {Al Hurr} dari {Hunaidah bin Khalid} dari {istrinya} dari {salah satu istri Nabi} saw., berkata Rasulullah saw. puasa pada tanggal sembilan Dzulhijah, hari ‘Asyura` dan tiga hari setiap bulan. Berkata ‘Affan Senin pertama setiap bulan dan dua kamis.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21303

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي هَمَّامٍ الشَّعْبَانِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي رَجُلٌ مِنْ خَثْعَمَ قَالَكُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ فَوَقَفَ ذَاتَ لَيْلَةٍ وَاجْتَمَعَ عَلَيْهِ أَصْحَابُهُ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ أَعْطَانِي اللَّيْلَةَ الْكَنْزَيْنِ كَنْزَ فَارِسَ وَالرُّومِ وَأَمَدَّنِي بِالْمُلُوكِ مُلُوكِ حِمْيَرَ إِلَّا الْأَحْمَرَيْنِ وَلَا مُلْكَ إِلَّا لِلَّهِ يَأْتُونَ يَأْخُذُونَ مِنْ مَالِ اللَّهِ وَيُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَهَا ثَلَاثًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Abdur Razzaq} telah bercerita kepada kami {Ma’mar} dari {Yahya bin Abu Katsir} dari {Abu Hammam Asy Sya’bani} berkata Telah bercerita kepadaku {seseorang dari Khots’am} berkata Kami bersama Rasulullah saw. dalam perang Tabuk. Pada suatu malam beliau berdiri dan para sahabat mengerumuni beliau lalu bersabda “Pada malam ini Allah memberiku dua harta simpanan Harta simpanan Persia dan Romawi dan memberiku pertolongan dengan kerajaan-kerajaan kerajaan Himyar kecuali dua yang merah. Tidak ada kerajaan kecuali milik Allah, mereka datang mengambil harta Allah dan berperang dijalan Allah.” Rasulullah saw. mengucapkannya sebanyak tiga kali.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21304

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَاصِمٍ حَدَّثَنَا حُصَيْنٌ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ رَجُلٍ مِنْ قَوْمِهِ قَالَدَخَلْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيَّ خَاتَمٌ مِنْ ذَهَبٍ فَأَخَذَ جَرِيدَةً فَضَرَبَ بِهَا كَفِّي وَقَالَ اطْرَحْهُ قَالَ فَخَرَجْتُ فَطَرَحْتُهُ ثُمَّ عُدْتُ إِلَيْهِ فَقَالَ مَا فَعَلَ الْخَاتَمُ قَالَ قُلْتُ طَرَحْتُهُ قَالَ إِنَّمَا أَمَرْتُكَ أَنْ تَسْتَمْتِعَ بِهِ وَلَا تَطْرَحَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Ali bin ‘Ashim} telah bercerita kepada kami {Hushain} dari {Salim bin Abu Al Ja’d} dari {seseorang dari kaumnya} berkata Saya bertamu ke kediaman Nabi saw. dan saya mengenakan cincin emas. Beliau mengambil pelepah lalu dipukulkan ke telapak tanganku dan bersabda “Buanglah.” Aku keluar dan membuangnya, lalu kembali menemui beliau, beliau bertanya “Bagaimana cincinnya?” aku menjawab Aku membuangnya. Rasulullah saw. bersabda “Aku hanya memerintahkanmu untuk menikmatinya, bukan membuangnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21305

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَاصِمٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ قَالَكُنْتُ جَالِسًا مَعَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُغَفَّلٍ الْمُزَنِيِّ فَدَخَلَ شَابَّانِ مِنْ وَلَدِ عُمَرَ فَصَلَّيَا رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعَصْرِ فَأَرْسَلَ إِلَيْهِمَا فَدَعَاهُمَا فَقَالَ مَا هَذِهِ الصَّلَاةُ الَّتِي صَلَّيْتُمَاهَا وَقَدْ كَانَ أَبُوكُمَا يَنْهَى عَنْهَا قَالَا حَدَّثَتْنَا عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّاهُمَا عِنْدَهَا فَسَكَتَ وَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِمَا شَيْئًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Ali bin ‘Ashim} dari {‘Atho` bin As Sa`ib} berkata Saya duduk bersama ‘Abdullah bin Mughoffal kemudian dua pemuda putra ‘Umar masuk kemudian shalat dua rakaat setelah ashar, ‘Abdullah mengirim utusan untuk menemui keduanya lalu memanggil keduanya dan berkata Shalat apa yang kalian lakukan, ayah kalian melarangnya. {Keduanya} berkata Telah bercerita kepada kami {‘Aisyah} bahwa Nabi saw. melakukannya saat berada didekat ‘Aisyah lalu ‘Abdullah diam dan tidak menanggapi apa pun.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21306

حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا أَبُو الْمَلِيحِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ خَالِدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ وَكَانَ لِجَدِّهِ صُحْبَةٌأَنَّهُ خَرَجَ زَائِرًا لِرَجُلٍ مِنْ إِخْوَانِهِ فَبَلَغَهُ شَكَاتُهُ قَالَ فَدَخَلَ عَلَيْهِ فَقَالَ أَتَيْتُكَ زَائِرًا عَائِدًا وَمُبَشِّرًا قَالَ كَيْفَ جَمَعْتَ هَذَا كُلَّهُ قَالَ خَرَجْتُ وَأَنَا أُرِيدُ زِيَارَتَكَ فَبَلَغَتْنِي شَكَاتُكَ فَكَانَتْ عِيَادَةً وَأُبَشِّرُكَ بِشَيْءٍ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَبَقَتْ لِلْعَبْدِ مِنْ اللَّهِ مَنْزِلَةٌ لَمْ يَبْلُغْهَا بِعَمَلِهِ ابْتَلَاهُ اللَّهُ فِي جَسَدِهِ أَوْ فِي مَالِهِ أَوْ فِي وَلَدِهِ ثُمَّ صَبَّرَهُ حَتَّى يُبْلِغَهُ الْمَنْزِلَةَ الَّتِي سَبَقَتْ لَهُ مِنْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husain bin Muhammad} telah bercerita kepada kami {Abu Al Malih} dari {Muhammad bin Khalid} dari {ayahnya} dari {kakeknya} dan ia adalah seorang sahabat, ia pergi mengunjungi salah seorang saudaranya, keluhannya terdengar olehnya. Berkata Muhammad bin Khalid ia masuk lalu berkata Aku mengunjungimu untuk menjengukmu dan memberi berita gembira. saudaranya bertanya Bagaimana kau menyatukan semua itu? Ia menjawab Aku pergi untuk mengunjungimu, aku mendengar keluhanmu, kunjunganku ini adalah untuk menjenguk dan menyampaikan khabar gembira tentang sesuatu yang pernah aku dengar dari Rasulullah saw., beliau bersabda “Bila seorang hamba memperoleh kedudukan tinggi disisi Allah dan ia tidak bisa meraihnya dengan amalannya, Allah mengujinya pada diri, harta, atau anaknya kemudian ia bersabar hingga mengantarkannya kepada kedudukan yang diraihnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21307

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ أَبِي عَمْرٍو الشَّيْبَانِيِّ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُبْدِعَ بِي فَاحْمِلْنِي قَالَ فَقَالَ لَيْسَ عِنْدِي قَالَ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا أَدُلُّهُ عَلَى مَنْ يَحْمِلُهُ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} telah bercerita kepada kami {Al A’masy} dari {Abu ‘Amr Asy Syaibani} dari {Abu Mas’ud Al Anshari} berkata Seseorang mendatangi Nabi saw. lalu berkata Wahai Rasulullah! Aku letih, tolong boponglah aku. Rasulullah saw. bersabda “Aku tidak bisa.” Kemudian seseorang berkata kepada beliau Bolehkan aku menunjukkannya pada seseorang yang akan membopongnya? Rasulullah saw. bersabda “Barangsiapa yang menunjukkan kebaikan maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21308

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ رَجَاءٍ عَنْ أَوْسِ بْنِ ضَمْعَجٍ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ فَإِنْ كَانُوا فِي الْقِرَاءَةِ سَوَاءً فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ فَأَقْدَمُهُمْ هِجْرَةً فَإِنْ كَانُوا فِي الْهِجْرَةِ سَوَاءً فَأَكْبَرُهُمْ سِنًّا وَلَا تَؤُمَّنَّ رَجُلًا فِي سُلْطَانِهِ وَلَا تَجْلِسْ عَلَى تَكْرِمَتِهِ فِي بَيْتِهِ حَتَّى يَأْذَنَ لَكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Mu’awiyah} telah bercerita kepada kami {Al A’masy} dari {Isma’il bin Roja`} dari {Aus bin Dhom’aj} dari {Abu Mas’ud Al Anshari} berkata Rasulullah saw. bersabda “Yang mengimami kaum adalah yang paling hafal kitab Allah, bila dalam hafalan mereka sama maka yang lebih tahu sunnah kemudian yang lebih dahulu hijrah, bila dalam hijrah mereka sama maka yang lebih tua. Janganlah seseorang mengimami orang lain dalam wilayah wewenangnya, jangan duduk di tempat duduk kehormatannya di rumahnya hingga diizinkan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21309

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَخْبَرَنَا الدَّسْتُوَائِيُّ وَيَزِيدُ أَخْبَرَنَا الدَّسْتُوَائِيُّ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ الْجَدَلِيِّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَمْرٍو أَبِي مَسْعُودٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يُوتِرُ مِنْ أَوَّلِ اللَّيْلِ وَأَوْسَطِهِ وَآخِرِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Ibrahim} ia berkata, telah mengabarkan kepada kami {Ad Dastuwa`i}. Dan {Yazid} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Ad Dastuwa`i} telah bercerita kepada kami {Hammad} dari {Ibrahim} dari {Abu ‘Abdullah Al Jadali} dari {‘Uqbah bin ‘Amr Abu Mas’ud} dari Nabi saw., bahwa beliau shalat witir di permulaan malam, pertengahan dan diakhir malam.